Keesokan harinya, Yin Hao nampak sedang berlatih bermain pedang di halaman rumahnya dalam pengawasan Ling Qian.
Tidak hanya belajar menggunakan pedang kayu. Yin Hao juga di ajarkan menulis dan membaca, serta membuat aray dari tinta oleh Ling Qian.
Yin Hao sendiri bukanlah anak kandung Ling Qian. Menurut dari cerita Ling Qian sendiri. Ketika kecil, Yin Hao dia temukan di tengah-tengah rumah hancur dan belasan mayat.
Di duga orang-orang itu mati karena perbuat siluman. Berbeda halnya dengan iblis, siluman tidak sekuat iblis dan bentuknya lebih mirip seperti binatang.
Namun terdapat kesamaan di antara iblis dan siluman, yakni keduanya sama-sama tidak pandang bulu ketika membunuh.
Ling Qian sendiri tidak mengetahui asal mula munculnya siluman di dataran bawah. Namun firasatnya mengatakan hal ini ada kaitannya dengan segel Dao yang mengekang Qin Ling mulai goyah.
Entah mengapa Ling Qian tahu akan hal tersebut, mungkin karena identitasnya sebagai dewi taoist, meski dirinya tidak sekuat dulu.
Ling Qian mengangkat Yin Hao bukan semata-mata merasa bersalah atas perbuatan Qin Ling, namun ia merasakan sesuatu yang besar terkubur di dalam diri Yin Hao, dan sesuatu yang besar itu sudah terlihat jelas dari bakat Yin Hao yang tidak main-main.
Yin berarti kegelapan, sementara Hao mengartikan kesempurnaan. Kegelapan tidak serta-merta selalu menggambarkan hal buruk, tanpa kegelapan maka tidak akan ada malam.
Yin Hao artinya kegelapan yang sempurna. Kegelapan sendiri merupakan esensi terpenting bagi para taoist, karena kekuatan mereka berdasarkan dari hukum Yin dan Yang.
Yin dan Yang adalah lambang keseimbangan antara kegelapan dan cahaya. Tanpa keseimbangan maka suatu benda akan terjatuh atau kehilangan keseimbangannya.
Ketika menemukan Yin Hao di reruntuhan bangunan, Ling Qian menemukan bayi itu dalam kondisi di selimuti oleh energi Yin yang sangat besar hingga dapat mengungguli hawa raja iblis. Sedangkan energi Yang di dalam tubuh Yin Hao sangatlah kecil, hal itulah yang membuatnya tidak seimbang.
Karena 30% kekuatan di dalam dirinya merupakan energi Yang. Ling Qian dengan baik hati memberikan seluruh kekuatannya kepada Yin Hao agar anak itu tidak mati di makan energi Yin di dalam tubuhnya.
Sebagai gantinya, Yin Hao mendapatkan energi Yin-Yang yang sangat besar dan begitu seimbang, tetapi Ling Qian yang merelakan seluruh kekuatannya harus hidup sebagai manusia biasa.
Namun bagi Ling Qian, hidup sebagai manusia biasa tidaklah terlalu buruk. Lagian Yin Hao memiliki hati yang murni dan mudah di ajari.
Sehingga tidak mungkin Yin Hao berbalik kepada kegelapan seperti Qin Ling.
Bahkan Ling Qian selalu mengajarkan hal-hal positif kepada Yin Hao, sehingga membuat anak itu menjadi sangat polos dan baik hati.
Yin Hao sendiri memiliki bakat yang tidak main-main. Di usianya yang ke 3 tahun, dia sudah mahir menggunakan pedang, membaca dan menulis.
Yin Hao juga sudah menguasai 10 jenis teknik segel terkuat dan 5 teknik bertarung tingkat dewa. Dimana pencapaian Yin Hao tidaklah masuk akal, bahkan bagi Ling Qian sendiri bakat seperti Yin Hao sangat sulit di temukan di dunia Surgawi.
Dengan kata lain, Yin Hao memang di lahirkan untuk menggeser kedudukan dewa iblis, mungkin dengan ini kaisar langit membalas jasa Ling Hao, dengan menganugerahi perempuan itu seorang murid yang akan menjadi dewa sepertinya.
Setiap selesai latihan pedang, Yin Hao akan melanjutkan latihan membuat aray. Sampai sekarang dia masih kesulitan dalam mempelajari 1 teknik aray, karena pembuatan aray sangat susah untuk di lakukan oleh orang dewasa apalagi anak kecil seperti dirinya.
Namun dengan tekat kuat yang dimiliki Yin Hao, dia tidak pernah berhenti untuk berlatih membuat aray. Memasuki usianya yang menginjak 6 tahun, Yin Hao berhasil menguasai 3 macam teknik aray dasar.
Di antaranya adalah aray elemen petir, api dan bumi. Kemampuan aray sangat langka, hanya sedikit orang yang bisa melakukannya.
Aray begitu penting dalam pertarungan karena dapat di gunakan untuk melakukan segel atau digunakan untuk bertarung melawan siluman atau iblis.
Tanpa Aray, seorang pendekar tidak akan memiliki elemen karena hanya berpusat pada kekuatan esensi alam.
Sementara para taoist memiliki elemen, karena itulah mereka di sebut-sebut lebih unggul daripada pendekar biasa.
Di usianya yang menginjak umur 10 tahun. Yin Hao mulai di perbolehkan untuk memasuki hutan dan berburu hewan buas guna meningkatkan tingkat kultivasi nya, karena Yin Hao bukan hanya seorang taoist namun juga seorang pendekar.
Setiap kembali dari hutan, Yin Hao tidak pernah terluka dikarenakan energi Yin di dalam tubuhnya memberikan kemampuan regenerasi tingkat tinggi yang berada satu tingkat di bawa pohenix.
Bahkan di usianya yang ke 10 tahun itu. Yin Hao memiliki wajah yang tenang seperti bulan dan tubuh tinggi dengan bagian perut berbentuk seperti batu bata yang disusun.
Dengan fisiknya yang seperti itu, nyaris tidak ada satupun wanita yang tidak jatuh hati jika melihatnya.
Hanya Ling Qian yang merasa biasa-biasa saja karena menganggap Yin Hao adalah anaknya sendiri.
Suatu hari Ling Qian jatuh sakit karena luka tebasan melintang di punggungnya, luka itu tidak pernah sembuh sejak Ling Qian mengalahkan Qin Ling.
Beberapa tahun sekali, luka itu akan mengeluarkan cahaya merah bercampur hitam yang memicu rasa sakit yang amat sangat.
Biasanya Ling Qian akan pergi turun gunung untuk mencari beberapa tanaman untuk meredakan rasa sakit itu. Namun kali ini efek yang dia rasakan sangat parah sampai membuatnya tidak dapat beranjak dari kasur.
Sebagai murid yang berbakti, suatu pukulan keras bagi Yin Hao melihat guru sekaligus ibu angkatnya menahan sakit.
"Apakah sangat sakit, guru ?"Tanya Yin Hao, terlihat khawatir menatap Ling Qian.
Ling Qian tersenyum kecil namun sedikit meringis, dengan wajah di basahi keringat dan sedikit pucat."Guru tidak apa-apa, Ho'er tidak usah khawatir."
"Kau selalu berkata tidak apa-apa, padahal sudah jelas kalau guru sedang menahan sakit,"
"Apakah terlihat begitu jelas ? Guru jadi malu,"Ling Qian menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.
Yin Hao menghela pelan."Aku akan pergi turun gunung untuk mencari obat,"
Ling Qian melirik ke samping dan menatap heran Yin Hao."Memangnya kau tau obat seperti apa yang guru butuhkan ?"
Yin Hao mengangguk,"Aku selalu menemani guru ketika luka itu kambuh, jadi aku tahu obat seperti apa yang guru butuhkan. Aku akan turun gunung dan mengambilnya untuk mu,"
Ling Qian merasa ragu untuk membiarkan Yin Hao turun gunung karena suatu alasan. Iapun mau tidak mau menentang keinginan Yin Hao.
"Jangan sekarang. Beberapa hari terakhir aku melihat sekelompok siluman tingkat menengah mondar-mandir di bawah gunung. Aku takut akan terjadi apa-apa kepadamu. Kau boleh turun gunung namun tidak sekarang, lagian aku bisa menahan luka ini selama beberapa minggu lagi."
Yin Hao mengepal, kepalanya sedikit menunduk. Dia merasa kesal karena gurunya selalu bersikap seakan semuanya baik-baik saja, padahal selama ini dia selalu menahan sakit.
Yin Hao yang lelah memendam perasaan khawatirnya. Kemudian berkata."Sampai kapan guru akan terus berbohong ? Jelas luka itu sudah semakin parah sejak terakhir kali kambuh, jika menunda waktu kau bisa mati. Aku lelah berpura-pura tidak tahu kalau selama ini kau diam-diam selalu menahan sakit, namun sekarang tidak lagi. Karen kini giliran ku yang akan menjaga mu. Kumohon ijinkan aku turun gunung,"
Ling Qian menatap kedua mata Yin Qian. Di dalamnya dia melihat keinginan yang begitu kuat untuk melindungi seseorang yang berarti baginya.
Dengan berat hati Ling Qian memberikan ijin."Kau boleh pergi. Ambil pedang di dalam lemari dan berjanjilah padaku kalau kau akan kembali dalam 2 hari."
Yin Hao mengangguk dan berjanji akan kembali dalam 2 hari. Iapun berjalan menghampiri lemari dan menemukan sebilah pedang lengkap dengan sarungnya ketika membuka lemari itu.
Mata Yin Hao berbinar menatap pedang hitam dengan lambang Yin dan Yang di bawah ganggangnya.
"Pedang itu bernama bintang malam. Gunakan dengan baik, jangan sampai menghilangkannya. Jaga pedang itu seperti kau menjaga nyawa mu sendiri,"
Yin Hao mengangguk,"Baik guru."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments
3 jagoan
cakep
2022-02-04
1