13 - Menghindar

Nevan

"Apa kepalamu masih sakit?" tanyanya pada Raya.

Raya hanya menggeleng pelan dengan tatapan yang tiba-tiba beralih ke arah lain, padahal sebelumnya--untuk pertama kalinya ia bisa melihat Raya yang membalas tatapan matanya.

Tiba-tiba ia pun menyadari jika tangannya yang sejak tadi sulit dikondisikan itu-- sudah melingkar dipergelangan tangan Raya.

Astaga... sepertinya anggota tubuhnya sulit untuk diajak kompromi oleh otak yang memang sudah sedikit bermasalah sejak kedatangan Raya kerumahnya.

Otaknya memberi sinyal untuk segera melepaskan jerat tangan itu, tapi tangannya memang benar-benar tidak tahu diri, tetap disana dan justru merasai lembutnya kulit tangan Raya dan mengelus pelan disana.

"Kamu baik-baik saja, kan?" tanyanya memastikan keadaan Raya yang diam saja sejak adu-tatap tadi.

Raya menganggukkan kepalanya dan lagi-lagi ia tidak rela melepaskan tangannya yang kini sudah meraih jemari Raya. Damned!

Tiba-tiba Raya menunduk, menatapnya dengan tatapan yang tak pernah ia lihat sebelumnya. Tatapan itu menyiratkan jika ada harapan besar terkandung didalamnya.

Benarkah Raya tengah mengharapkannya? Ataukah hanya dia yang merasa demikian?

"Tu-tuan, se-sebaiknya... anda segera mandi." kata Raya dengan tergagap--membuat wajah yang sudah merah itu semakin terlihat menggemaskan dimatanya.

Ia tak bergeming sedikitpun karena ucapan Raya itu, ia terlalu larut dalam keadaan yang sudah terlanjur menjadi intens-- ia lupa sejak kapan jemarinya justru semakin mengeratkan genggaman pada jemari lentik milik wanita yang berdiri dihadapannya ini.

Dan Raya? Raya tidak memprotes untuk menghentikan aksinya sedikitpun. Ia justru merasakan tangan Raya yang membalas genggamannya, membuatnya tersenyum kecil dengan perasaan membuncah.

Tapi, sepersekian detik berikutnya, Raya seakan tersadar dengan keadaan. Raya melepas tautan tangan mereka dengan perlahan dan menepis pelan tangannya.

Kemudian Raya terlihat menarik nafas dalam-dalam sebelum mengutarakan kosa-katanya.

"Bukankah Tuan ingin segera istirahat? Mandilah..setelah itu saya akan menyiapkan makan malam Anda." kata Raya-- berusaha menghindar kembali, bahkan Raya buru-buru beralih ke sisi lain demi menghindarinya.

Ingin rasanya ia meneriaki nama Raya agar wanita itu tidak berlalu dari hadapannya dan menerima saja semua perlakuannya dalam diam.

Namun, ia harus rela dengan berat hati, ketika Raya justru telah beringsut masuk ke dalam walk in closet untuk mencari baju gantinya.

Kecewa? Tidak... dia tidak boleh kecewa pada Raya. Ia yakin jika Raya memiliki pilihan tersendiri dan sekarang Raya telah menunjukkan pilihan itu dengan sikap menghindarinya.

Ia tak bisa menyalahkan Raya sebab melakukan hal itu, karena Raya memanglah bukan miliknya dan ia pun masih berstatus milik orang lain.

Saat Raya tengah sibuk didalam ruang ganti dan memintanya untuk mandi, ia justru mengusap kasar wajahnya sendiri dan menyugar rambutnya berkali-kali, karena merutuki diri sendiri yang melakukan hal diluar kendali.

Jika ini terus berlanjut, maka ia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya pada mereka berdua karena keadaan ini benar-benar diluar nalar otaknya-- yang beberapa waktu belakangan ini entah kenapa sulit dikendalikan.

Tak berapa lama, Raya sudah kembali ke kamar dan mendapatinya yang masih terdiam.

Raya mengoceh kecil.

"Tuan, saya pikir Anda sudah di kamar mandi. Baju gantinya sudah saya siapkan didalam." kata Raya merujuk pada ruang gantinya, ia tahu jika sekarang Raya mencoba bersikap biasa--seolah tak pernah terjadi apapun diantara mereka beberapa menit lalu.

Mungkin saat Raya mencari baju gantinya, Raya berpikir keras disana-- untuk kembali menetralkan keadaan. Ya, mungkin saja.

Atau mungkin Raya memang tak mengharapkan apa-apa dari dirinya seperti ia mengharapkan wanita itu.

Ah, apa yang kau harapkan, Nev? Mana mungkin Raya mau dengan lelaki lumpuh sepertimu? Bahkan Feli pun tak menggubrismu ketika kau belum lumpuh? Jika kau jatuh miskin, mungkin Feli akan mencampakkanmu begitu saja dan kau tidak akan bisa mengungkap siapa Feli sebenarnya.

Mungkin sekarang wajahnya telah suram, membayangkan jika Raya benar-benar tak mengharapkannya sedikitpun.

Ia pun mendorong kursi rodanya sendiri menuju kamar mandi dan menutup pintu kamar mandi dengan perasaan yang sulit untuk dijelaskan, merasa tidak diinginkan itu ternyata seperti ini. Apa ini juga yang dirasakan oleh Feli karena sikapnya yang sekarang?

...🌸🌸🌸🌸🌸🌸...

Raya mengetuk pintu kamar Nev, memintanya makan malam karena Raya sudah menyiapkan keperluan makan malam Nev di meja makan. Akan tetapi Nev menolak dan meminta Raya membawakan makan malam ke kamarnya saja.

Nev memang sudah lama tak makan malam diruang makan, karena dia selalu makan malam sendirian disana dan dia tidak menginginkan hal itu sekarang. Baginya, meja makan itu haruslah hangat dengan berkumpulnya sepasang suami-istri atau seluruh keluarga, tidak seperti dirinya yang hanya sendirian.

Seperti biasa, Raya akan menuruti kemauan Nev tanpa banyak protes, dia membawa troli berisi makanan ke kamar Nev dan menyajikan semua makanan di meja yang ada di balkon karena Nev sudah lebih dulu berada disana sembari memandang langit malam yang cerah.

"Silahkan dimakan makan malamnya, Saya permisi dulu, Tuan." kata Raya mengakhiri kalimatnya sekaligus ingin beranjak.

"Raya..." panggil Nev menghentikan langkah wanita itu.

"Ya, Tuan? Ada yang bisa saya bantu lagi?" tanya Raya sopan. Berusaha bersikap sewajarnya--berusaha menepis sesuatu yang mulai mengusik kehidupannya dan muncul ke permukaan setelah pertemuannya dengan Nev. Raya bahkan tak berani mengartikan apa sesuatu itu.

"Boleh aku bertanya sesuatu hal yang sedikit pribadi?" tanya Nev sembari tetap menatap pemandangan malam dikejauhan sana.

"Tentang?" Raya balik bertanya.

"Apakah kamu sering makan bersama dengan keluargamu?" tanya Nev tanpa mengalihkan atensinya.

Raya diam sejenak, karena dia mulai mengerti arah pembicaraan Nev dan mulai paham apa yang Nev rasakan saat ini.

"Saya jarang makan bersama keluarga, Tuan." kata Raya jujur.

"Why?"

"Karena sejak dulu saya sudah tinggal jauh dari keluarga." akunya.

Nev mengangguk mengerti. "Tapi jika pulang atau bertemu keluarga pasti makan bersama, kan?" kata Nev.

"Ya, kami tidak akan melewatkan kesempatan itu untuk menghabiskan waktu bersama-sama." Raya tersenyum diujung kalimatnya.

"Sepertinya keluargamu sangat hangat." kata Nev.

"Begitulah, Tuan. Papa saya adalah sosok yang family man dan Mama juga sangat mengutamakan keluarga diatas segalanya. Karena itulah sekarang saya merasa kehilangan semua itu." terang Raya begitu saja.

Nev tertegun demi melihat wajah Raya yang berubah suram.

"Kamu pasti memikirkan keadaan Mamamu, ya.." tebak Nev.

Raya mengangguk sekilas namun buru-buru mengalihkan topik pembicaraan.

"Ayo makan makanannya, Tuan. Udara disini pasti akan cepat membuat hidangannya dingin." kata Raya mencoba tersenyum kecil.

Nev mengangguk, kemudian dia meraih sendoknya.

Saat Nev ingin menyuap makanan, tanpa sengaja dia melihat Raya yang tengah menyeka sudut matanya.

"Kamu sudah makan?" tanya Nev berusaha mencairkan suasana.

"Sudah, Tuan. Saya permisi Tuan." kata Raya segera berlalu dari sana tanpa menunggu Nev untuk menjawab.

Entah kenapa Nev merasa bersalah pada Raya, karena dia merasa telah membahas topik yang tidak seharusnya pada wanita itu.

Mungkin sekarang Raya sedang mengenang kehangatan keluarganya. Entahlah, tapi yang Nev yakini adalah bahwa keluarga Raya sekarang sedang dalam keadaan yang tak baik-baik saja. Membuatnya semakin penasaran tentang siapa Raya sebenarnya dan hal apa yang tengah menimpa keluarga Raya-- hingga wanita itu harus berakhir menjadi pengasuhnya seperti sekarang.

...Bersambung ......

Jangan lupa Favorit, like, komentar, vote dan hadiah ❤️

Terpopuler

Comments

🌷Mita Sari 🌷

🌷Mita Sari 🌷

ayo Nev gunakan kekuatan dan kekuasaan mu gerakan orang orangmu cari th siapa Raya sebenarnya dan bantulah kesulitannya. agar Papanya bisa bebas dari yg memfitnah nya.....

2023-04-13

1

Jean Wonga

Jean Wonga

ini ni crita gmn ya seorang ceo kok aspri tdk ada gmn nti mgrjkn kerjaannya trus lumpuh lgi....yg kuat n tajam kah jdi pguasa...g juga ada irg suruhannya mata2i feli trus cri tau ttg raya...hdeh2

2022-10-30

0

😘Steven Maxi Rumengan😘

😘Steven Maxi Rumengan😘

yuhuuuuuu

2022-03-31

2

lihat semua
Episodes
1 1 - Prolog
2 2 - Kau tahu namaku?
3 3 - Ingin mengundurkan diri
4 4 - Pekerjaan baru membuat canggung
5 5 - Mulai menanyakan kehidupan pribadi
6 6 - Bantu aku mandi!
7 7 - Kontrak
8 8 - Dikira istri
9 9 - Tidak berani menatap
10 10 - Jimmy yang tengil
11 11 - Kebiasaan tidur yang buruk
12 12 - Perkelahian
13 13 - Menghindar
14 14 - Meminta kesempatan
15 15 - Latar belakang sang pengasuh
16 16 - Sang Pengacara Muda
17 17 - Keadaan jantung
18 18 - Membangunkannya
19 19 - Menyelidiki kehidupanku?
20 20 - Kecemburuan Feli
21 21 - Perusak suasana
22 22 - Temani aku makan!
23 23 - Terkena radiasi
24 24 - Cemburu?
25 25 - Tak punya alasan
26 26 - Menemui Papa Adrian
27 27 - Memasak untukmu
28 28 - Si Tuan Manja
29 29 - Meratapi kesalahannya
30 30 - Ku pikir aku menyukaimu
31 31 - Nasehat Nenek
32 32 - Night market
33 33 - Keputusan Nenek
34 34 - Tidak memberi kesempatan lagi
35 35 - Perasaan yang tidak enak
36 36 - Pria yang menjadi gila
37 37 - Yang aku mau hanya Raya!
38 38 - Penyesalan yang terlambat
39 39 - Mencari keberadaanmu
40 40 - Mencari informasi
41 41 - Melamar pekerjaan baru
42 42 - Menjadi penguntit
43 43 - Gagal dan ditolak
44 44 - Siapa wanita itu?
45 45 - Persidangan
46 46 - Tidak bisa menolak
47 47 - Ada apa?
48 48 - Berhenti memanggilku 'Tuan'
49 49 - Lebih dari rasa suka
50 50 - Jangan meneruskan perasaan
51 51 - Persiapan
52 52 - Galau
53 53 - Ambisi Reka
54 54 - Menyusun Rencana
55 55 - Menolong
56 56 - Tukar cincin
57 57 - Kecupan pertama
58 58 - Ternyata
59 59 - Cocoknya jadi menantu
60 60 - Ikrar talak
61 61 - Sebuah Paket
62 62 - Tawaran yang tak diduga
63 63 - Sudah resmi
64 64 - Dan terjadilah
65 65 - Sakit di awal
66 66 - Hadiah
67 67 - In Bali
68 68 - Villa
69 69 - Petualangan hari ini
70 70 - Trekking
71 71 - Maladewa
72 72 - Saling bercerita
73 73 - Kembali
74 74 - Mengetahui alasan
75 75 - Menjalani kehidupan baru
76 76 - Prilaku aneh
77 77 - Terlalu egois
78 78 - Mengecek keadaan
79 79 - Hadirnya wanita bernama Luisa
80 80 - Ditinggal pergi
81 81 - Mengidam
82 82 - My beautiful wife
83 83 - Bertemu wanita aneh
84 84 - Siapa Luisa?
85 85 - Pria asing
86 86 - Rumah Sakit
87 87 - Tidak pernah menduga
88 88 - Tertipu dengan permintaan maaf
89 89 - Siapa yang terlibat?
90 90 - Meratapi
91 91 - Kedatangan Reka
92 92 - Terdoktrin?
93 93 - Menuntut hukuman yang pantas
94 94 - Khawatir
95 95 - Ketidaksempurnaan
96 96 - Menjadi lebih baik
97 97 - Menjadi saksi
98 98 - Hari bahagia sang Cassanova
99 99 - Hari peradilan
100 100 - Permintaan maaf
101 101 - Duka
102 102 - Datangnya Citra
103 103 - Percakapan dua wanita
104 104 - Tidak pernah menuntut
105 105 - London
106 106 - Berkeliling
107 107 - Ingin memiliki profesi
108 108 - Edisi jalan-jalan
109 109 - Manchester
110 110 - Menghancurkan ego
111 111 - Menemui Reka
112 112 - Merasakan perubahan
113 113 - Mencari info
114 114 - Rencana yang gagal
115 115 - Epilog
116 116 - Ekstra Part 1
117 117 - Ekstra Part 2
118 118 - Ekstra Part 3
119 119
120 120
121 SEASON II - Anak nakal
122 SEASON II - Sekolah
123 SEASON II - Pedekate
124 SEASON II - Mengantar
125 SEASON II - Lupa
126 SEASON II - Kabar Kepulangan
127 SEASON II - Dijemput
128 SEASON II - Bandara
129 SEASON II - Perasaan yang berubah
130 SEASON II - Bilang aja mau peluk!
131 SEASON II - Jadi pacar gue!
132 SEASON II - Cewek yang kamu suka
133 SEASON II - Pulang bersamamu
134 SEASON II - Berkemah
135 SEASON II - Berkemah 2
136 SEASON II - Ikut campur (lagi)
137 SEASON II - Merasa Kehilangan
138 SEASON II - Vonis
139 SEASON II - Menjenguk
140 SEASON II - Kepindahan
141 SEASON II - Kehidupan baru
142 SEASON II - Kelulusan
143 SEASON II - Membahas pertunangan
144 SEASON II - Sikap Dingin
145 SEASON II - Kecemburuan
146 SEASON II - Ingin Melepaskan
147 SEASON II - Apa kamu memiliki cinta?
148 SEASON II - Pikirkan secara matang
149 SEASON II - Merawat kamu
150 SEASON II - Sikap yang berbeda
151 SEASON II - Aku sudah bertunangan
152 SEASON II - Sebuah keputusan
153 SEASON II - Penawaran Zack
154 SEASON II - Nasehat Mama
155 SEASON II - Sebuah titipan
156 SEASON II - Hari Pernikahan
157 SEASON II - Belajar menjadi istri
158 SEASON II - Saling Jail
159 SEASON II - Status baru
160 SEASON II - Berlagak tak mengenal
161 SEASON II - Semuanya telah berubah
162 SEASON II - Masih sama
163 SEASON II - Sepenggal tentang Zio
164 SEASON II - Datang Menjemput
165 SEASON II - Kita
166 SEASON II - Tak romantis
167 SEASON II - Kunjungan
168 SEASON II - Berpacaran
169 SEASON II - Hari Terakhir
170 SEASON II - Menghabiskan Waktu
171 SEASON II - Mengantar kepulangan
172 SEASON II - Kabar baik dan buruk
173 SEASON II - Arti mencintai
174 SEASON II - Merindumu
175 SEASON II - Terpesona
176 SEASON II - Mulai terbuka
177 SEASON II - Bertemu lagi
178 SEASON II - Menjebak
179 SEASON II - Ketakutan
180 SEASON II - Berita terbaru
181 SEASON II - Pertemuan keluarga
182 SEASON II - Sebuah kejutan
183 SEASON II - Antara Ayah dan putrinya
184 SEASON II - Hari Bahagia yang telah tiba
185 SEASON II - Selepas kata SAH
186 SEASON II - Setelah kamu menjadi milik saya
187 SEASON II - Setelah bersama
188 SEASON II - Hadiah pernikahan
189 SEASON II - Part Ending
190 BLURB ABRINE
191 PROMO
Episodes

Updated 191 Episodes

1
1 - Prolog
2
2 - Kau tahu namaku?
3
3 - Ingin mengundurkan diri
4
4 - Pekerjaan baru membuat canggung
5
5 - Mulai menanyakan kehidupan pribadi
6
6 - Bantu aku mandi!
7
7 - Kontrak
8
8 - Dikira istri
9
9 - Tidak berani menatap
10
10 - Jimmy yang tengil
11
11 - Kebiasaan tidur yang buruk
12
12 - Perkelahian
13
13 - Menghindar
14
14 - Meminta kesempatan
15
15 - Latar belakang sang pengasuh
16
16 - Sang Pengacara Muda
17
17 - Keadaan jantung
18
18 - Membangunkannya
19
19 - Menyelidiki kehidupanku?
20
20 - Kecemburuan Feli
21
21 - Perusak suasana
22
22 - Temani aku makan!
23
23 - Terkena radiasi
24
24 - Cemburu?
25
25 - Tak punya alasan
26
26 - Menemui Papa Adrian
27
27 - Memasak untukmu
28
28 - Si Tuan Manja
29
29 - Meratapi kesalahannya
30
30 - Ku pikir aku menyukaimu
31
31 - Nasehat Nenek
32
32 - Night market
33
33 - Keputusan Nenek
34
34 - Tidak memberi kesempatan lagi
35
35 - Perasaan yang tidak enak
36
36 - Pria yang menjadi gila
37
37 - Yang aku mau hanya Raya!
38
38 - Penyesalan yang terlambat
39
39 - Mencari keberadaanmu
40
40 - Mencari informasi
41
41 - Melamar pekerjaan baru
42
42 - Menjadi penguntit
43
43 - Gagal dan ditolak
44
44 - Siapa wanita itu?
45
45 - Persidangan
46
46 - Tidak bisa menolak
47
47 - Ada apa?
48
48 - Berhenti memanggilku 'Tuan'
49
49 - Lebih dari rasa suka
50
50 - Jangan meneruskan perasaan
51
51 - Persiapan
52
52 - Galau
53
53 - Ambisi Reka
54
54 - Menyusun Rencana
55
55 - Menolong
56
56 - Tukar cincin
57
57 - Kecupan pertama
58
58 - Ternyata
59
59 - Cocoknya jadi menantu
60
60 - Ikrar talak
61
61 - Sebuah Paket
62
62 - Tawaran yang tak diduga
63
63 - Sudah resmi
64
64 - Dan terjadilah
65
65 - Sakit di awal
66
66 - Hadiah
67
67 - In Bali
68
68 - Villa
69
69 - Petualangan hari ini
70
70 - Trekking
71
71 - Maladewa
72
72 - Saling bercerita
73
73 - Kembali
74
74 - Mengetahui alasan
75
75 - Menjalani kehidupan baru
76
76 - Prilaku aneh
77
77 - Terlalu egois
78
78 - Mengecek keadaan
79
79 - Hadirnya wanita bernama Luisa
80
80 - Ditinggal pergi
81
81 - Mengidam
82
82 - My beautiful wife
83
83 - Bertemu wanita aneh
84
84 - Siapa Luisa?
85
85 - Pria asing
86
86 - Rumah Sakit
87
87 - Tidak pernah menduga
88
88 - Tertipu dengan permintaan maaf
89
89 - Siapa yang terlibat?
90
90 - Meratapi
91
91 - Kedatangan Reka
92
92 - Terdoktrin?
93
93 - Menuntut hukuman yang pantas
94
94 - Khawatir
95
95 - Ketidaksempurnaan
96
96 - Menjadi lebih baik
97
97 - Menjadi saksi
98
98 - Hari bahagia sang Cassanova
99
99 - Hari peradilan
100
100 - Permintaan maaf
101
101 - Duka
102
102 - Datangnya Citra
103
103 - Percakapan dua wanita
104
104 - Tidak pernah menuntut
105
105 - London
106
106 - Berkeliling
107
107 - Ingin memiliki profesi
108
108 - Edisi jalan-jalan
109
109 - Manchester
110
110 - Menghancurkan ego
111
111 - Menemui Reka
112
112 - Merasakan perubahan
113
113 - Mencari info
114
114 - Rencana yang gagal
115
115 - Epilog
116
116 - Ekstra Part 1
117
117 - Ekstra Part 2
118
118 - Ekstra Part 3
119
119
120
120
121
SEASON II - Anak nakal
122
SEASON II - Sekolah
123
SEASON II - Pedekate
124
SEASON II - Mengantar
125
SEASON II - Lupa
126
SEASON II - Kabar Kepulangan
127
SEASON II - Dijemput
128
SEASON II - Bandara
129
SEASON II - Perasaan yang berubah
130
SEASON II - Bilang aja mau peluk!
131
SEASON II - Jadi pacar gue!
132
SEASON II - Cewek yang kamu suka
133
SEASON II - Pulang bersamamu
134
SEASON II - Berkemah
135
SEASON II - Berkemah 2
136
SEASON II - Ikut campur (lagi)
137
SEASON II - Merasa Kehilangan
138
SEASON II - Vonis
139
SEASON II - Menjenguk
140
SEASON II - Kepindahan
141
SEASON II - Kehidupan baru
142
SEASON II - Kelulusan
143
SEASON II - Membahas pertunangan
144
SEASON II - Sikap Dingin
145
SEASON II - Kecemburuan
146
SEASON II - Ingin Melepaskan
147
SEASON II - Apa kamu memiliki cinta?
148
SEASON II - Pikirkan secara matang
149
SEASON II - Merawat kamu
150
SEASON II - Sikap yang berbeda
151
SEASON II - Aku sudah bertunangan
152
SEASON II - Sebuah keputusan
153
SEASON II - Penawaran Zack
154
SEASON II - Nasehat Mama
155
SEASON II - Sebuah titipan
156
SEASON II - Hari Pernikahan
157
SEASON II - Belajar menjadi istri
158
SEASON II - Saling Jail
159
SEASON II - Status baru
160
SEASON II - Berlagak tak mengenal
161
SEASON II - Semuanya telah berubah
162
SEASON II - Masih sama
163
SEASON II - Sepenggal tentang Zio
164
SEASON II - Datang Menjemput
165
SEASON II - Kita
166
SEASON II - Tak romantis
167
SEASON II - Kunjungan
168
SEASON II - Berpacaran
169
SEASON II - Hari Terakhir
170
SEASON II - Menghabiskan Waktu
171
SEASON II - Mengantar kepulangan
172
SEASON II - Kabar baik dan buruk
173
SEASON II - Arti mencintai
174
SEASON II - Merindumu
175
SEASON II - Terpesona
176
SEASON II - Mulai terbuka
177
SEASON II - Bertemu lagi
178
SEASON II - Menjebak
179
SEASON II - Ketakutan
180
SEASON II - Berita terbaru
181
SEASON II - Pertemuan keluarga
182
SEASON II - Sebuah kejutan
183
SEASON II - Antara Ayah dan putrinya
184
SEASON II - Hari Bahagia yang telah tiba
185
SEASON II - Selepas kata SAH
186
SEASON II - Setelah kamu menjadi milik saya
187
SEASON II - Setelah bersama
188
SEASON II - Hadiah pernikahan
189
SEASON II - Part Ending
190
BLURB ABRINE
191
PROMO

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!