Menjadi Ceo Yang Mengagumkan

"Kenapa kamu membiarkan Gibran menyetujuinya, Ghea?" Romi terlihat marah saat tau siapa yang akan dijadikan model iklan itu.

"A-aku rasa tidak ada salahnya kalau kita mencoba membujuk Renata kembali, siapa tau kali ini berhasil." Ghea tidak ingin menyalahkan Gibran. Padahal dia sendiri kecewa dengan sikap Gibran yang dengan entengnya menyetujuinya Renata jadi model iklan padahal susah sekali untuk mengajak kerjasama dengan Renata.

Romi tampak pusing mendengar kabar itu, "Kita bakal kehilangan klien kalau nanti dia tau Renata tidak ingin jadi model iklan itu, harusnya dari awal jangan menyetujui Renata jadi modelnya."

Ghea hanya terdiam, dia juga bingung kalau sampai ayah mertuanya tau ternyata dia tidak bisa melatih Gibran dengan baik.

Tok! Tok! Tok!

Asistennya Romi mengetuk pintu.

"Masuk!" tanya Romi dengan nada sedikit kesal.

Sang asisten pun masuk ke dalam ruangan, "Maaf Pak, Direktur menyuruh bapak Romi dan Ibu Ghea untuk berkumpul di ruang meeting."

" Meeting? Siapa yang mengadakan meeting dadakan seperti ini?" Romi tampak terkejut mendengarnya, begitu juga Ghea.

"Direktur baru kita, Pak Gibran."

****************

Gibran menunjukkan surat kontrak yang sudah ditandatangani oleh Renata, membuat semua yang hadir di ruang meeting terpukau, lalu ada sebagian yang bertepuk bertepuk tangan .

Prok! Prok! Prok!

"Jadi Renata bersedia jadi model iklan di perusahaan kita?" tanya salah satu staf yang ikut meeting disana.

"Ya, makanya dia menandatangani surat ini. Sekarang giliran kita untuk membuat proses syuting itu berlangsung dengan sangat baik agar tidak mengecewakan model dan klien kita,"

Seharusnya Romi merasa lega mendengar kabar ini tapi entah mengapa Romi malah merasa kecewa mungkin peluang dia untuk jadi Ceo disana sudah tidak ada harapan lagi, Gibran bisa sukses membuat para karyawan mengaguminya padahal hari ini adalah hari pertamanya bekerja.

Sementara itu, Ghea terperangah melihat Gibran yang sedang memperlihatkan surat kontrak itu, dia tak menyangka Gibran akan membuatnya terkejut seperti ini, seharusnya dia merasa tenang karena dia tidak akan kena masalah dengan ayah mertuanya, tapi dia malah ada rasa tidak tenang saat melihat Gibran serasa ada desiran aliran darah yang mengalir begitu cepat merajai sukmanya.

Ghea jadi salah tingkah saat Gibran tersenyum dan mengedipkan matanya pada Ghea, beruntung Romi tidak melihatnya.

Setelah dua jam mengadakan meeting , akhirnya meeting itu bubar dengan membuat kesepakatan yang memuaskan, kini hanya ada Ghea dan Gibran di ruang meeting itu. Mereka sedang berdiri di dekat whiteboard digital.

"Kapan kamu menemui Renata?" Rupanya Ghea tidak tau Gibran menemui Renata.

"Tadi saat jam istirahat," jawab Gibran dengan santai.

"Seharusnya kamu memberitahu aku dan mengapa tidak mengajak aku?"

"Yang penting Renata sudah menyetujuinya, bukan?"

Ghea menghela nafas, "Bukan begitu, aku hanya penasaran bagaimana cara kamu mendapatkan persetujuan Renata begitu cepat,"

"Kau yakin penasraan?" Gibran melangkah mendekatkan jaraknya ke Ghea membuat Ghea kelalabakan dan salah tingkah dan mundur mengenai whiteboard digital.

"Kau mau apa?"

Kedua tangan Gibran menyentuh whiteboard digital itu membuat kepala Ghea berada di antara kedua lengannya, "Dengan cara menggodanya," bisik Gibran.

Ghea tidak tahan dengan perlakuan Gibran, dia mencubit lengan Gibran.

"A-a-a-arrggghhh.. kenapa malah mencubitku?"

Ghea segera menjauhkan jaraknya Gibran, "Aku tidak suka dengan perlakuanmu seperti ini lagi kepadaku, aku ini kakak ipar kamu, jangan menggodaku lagi."

Gibran malah cengengesan, "Aku tidak menggodamu, aku hanya ingin bercanda dengan kakak iparku yang manis ini."

"Tapi cara bercanda kamu itu tidak lucu!"

"Aku suka sekali melihat kamu salah tingkah seperti itu, membuatku ingin selalu menggodamu."

Ghea berusaha mengalihkan pembicaraan mereka "Jadi kamu menggoda Renata? Karena itu Renata cepat menyetujuinya jadi model iklan di perusahaan kita?"

"Ya benar," dengan entengnya Gibran mengatakan soal itu.

"Memangnya tidak ada cara yang lebih efektif gitu selain dengan rayuan kamu itu?"

"Hanya itu yang aku bisa lakukan sekarang ini, sebenarnya aku bisa saja masa bodo dengan masalah ini, tapi aku tidak membiarkannya karena aku tidak ingin kamu merasa tidak tenang, yang paling kamu takutkan itu ayahku, bukan?"

Deg! Hampir saja Ghea terlena dengan ucapan Gibran, untuk dia masih berada di alam bawah dasarnya, "Aku rasa cukup! Aku pergi dulu"

Ghea memilih untuk segera pergi meninggalkan adik iparnya itu.

"Hei, aku berbicara sungguh-sungguh!"

Ghea menggeleng, dia menarik nafas dalam-dalam dan menghembus pelan, dia harus sadar jangan sampai terperdaya oleh rayuan adik iparnya itu.

...****************...

...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...

...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat! ...

...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya. ...

...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya! ...

Terpopuler

Comments

Miss Typo

Miss Typo

Ghea harus sabar menghadapi Gibran 😁
berharap Dona hamil dan terbongkar lah perselingkuhan nya

2023-10-25

2

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

thour biar Dona hamil, kan jadi nya pindah jodohnya Gibran sm Ghea

2023-03-28

0

Diana Dwiari

Diana Dwiari

wkwkwk...kamu harus kuat selama 1 bln ini ghea.....

2023-03-27

0

lihat semua
Episodes
1 Perselingkuhan Panas
2 Kakak Iparku Sangat Cantik
3 Bercocok Tanam
4 Adik Ipar Yang Nakal
5 Menagih Cucu
6 Kenalan Sama Cewek
7 Menggoda Suami
8 Berharap Perasaan Sesaat
9 Meeting Dengan Klien
10 Memiliki Sahabat Yang Baik
11 Visual
12 Ceo Tampan
13 Menjadi Ceo Yang Mengagumkan
14 Bidadari Rasa Malaikat Maut
15 Ghea Bertemu Dona
16 Perang Ranjang
17 Pertemuan Di Masa Kecil
18 Mencintaimu Dari Dulu
19 Kepergok Di Hotel
20 Malam Yang Menyakitkan
21 Mulai Mencintai
22 Rambut Kering
23 Kenangan Bersama Vanya
24 Pejalanan Menuju Luar Kota
25 Rencana Berbulan Madu Yang Tertunda
26 Mendaki Berdua #1
27 Mendaki Bedua #2
28 Ghea Bertemu Bu Fara
29 Khilaf Sesaat
30 Mencari Tahu Sesuatu
31 Masih Perawan?
32 Tak Ada Kabar
33 Gelap
34 Tidak Boleh Luluh
35 Mempersiapkan Untuk Honeymoon Hari Ini
36 Bukti Selingkuh
37 Perkelahian Hebat
38 Keputusan Yang Berat
39 Dua Garis Merah
40 Jangan Mencoba Untuk Pergi
41 Dua Gesrek
42 Tiga Sahabat
43 Selamat Tinggal
44 Pengumuman
45 Menemukan Vanya
46 Penyesalan Romi
47 Mengaku Hamil
48 Frustasi
49 Memulai Sesuatu Yang Baru
50 Dua Wanita Korban Bram
51 Bertemu
52 Rindu
53 Bekerjasama Dengan Once
54 Tidak Akan Melepaskanmu
55 Menghabiskan Malam Bersama
56 Mendadak Ganteng
57 Paralayang
58 Calon Pacar VS Calon Istri
59 Melamar Dadakan
60 Meminta Restu
61 Masuk Ke Kandang Singa Betina
62 Permohonan Terakhir
63 Hari H
64 Malam Pemersatu Cinta
65 Malam Pengantin
66 Making Love#1
67 Making Love#2
68 Olahraga Pagi#1
69 Olahraga Pagi#2
70 Ada Peluang Untuk Lebih Dekat
71 Memasak Untuk Istri Tercinta
72 Godaan
73 Mandi Bersama
74 Semakin Ada Harapan
75 Mencoba Untuk Bangkit dan Berubah
76 Derita Malam Pertama
77 End
78 Extrapart 1 Lelaki Sama Saja (Roy x Kia)
79 Extrapart 2 Jadian ( Roy x Kia)
80 Extrapart 3 Klien Cantik Jelita
81 Extrapart 4 Bram x Renata #1
82 Extrapart 5 Bram x Renata #2
83 Extrapart 6 Bram x Renata #3
84 Extrapart 7 Bram x Renata #4
85 Extrapart 8 Malam Pertama Yang Tertunda (Reno x Arumi)
86 Extrapart 9 Keluarga 4G #1
87 Extrapart 10 Keluarga 4G #2
88 Extrapart 11 Pernikahan Kia dan Roy
89 Extrapart 12 Dapur Panas #1
90 Extrapart 13 Dapur Panas #2
91 Extrapart 14 Romi?
92 Extrapart 15 Keluarga Bahagia
93 Extrapart 16 Terakhir
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Perselingkuhan Panas
2
Kakak Iparku Sangat Cantik
3
Bercocok Tanam
4
Adik Ipar Yang Nakal
5
Menagih Cucu
6
Kenalan Sama Cewek
7
Menggoda Suami
8
Berharap Perasaan Sesaat
9
Meeting Dengan Klien
10
Memiliki Sahabat Yang Baik
11
Visual
12
Ceo Tampan
13
Menjadi Ceo Yang Mengagumkan
14
Bidadari Rasa Malaikat Maut
15
Ghea Bertemu Dona
16
Perang Ranjang
17
Pertemuan Di Masa Kecil
18
Mencintaimu Dari Dulu
19
Kepergok Di Hotel
20
Malam Yang Menyakitkan
21
Mulai Mencintai
22
Rambut Kering
23
Kenangan Bersama Vanya
24
Pejalanan Menuju Luar Kota
25
Rencana Berbulan Madu Yang Tertunda
26
Mendaki Berdua #1
27
Mendaki Bedua #2
28
Ghea Bertemu Bu Fara
29
Khilaf Sesaat
30
Mencari Tahu Sesuatu
31
Masih Perawan?
32
Tak Ada Kabar
33
Gelap
34
Tidak Boleh Luluh
35
Mempersiapkan Untuk Honeymoon Hari Ini
36
Bukti Selingkuh
37
Perkelahian Hebat
38
Keputusan Yang Berat
39
Dua Garis Merah
40
Jangan Mencoba Untuk Pergi
41
Dua Gesrek
42
Tiga Sahabat
43
Selamat Tinggal
44
Pengumuman
45
Menemukan Vanya
46
Penyesalan Romi
47
Mengaku Hamil
48
Frustasi
49
Memulai Sesuatu Yang Baru
50
Dua Wanita Korban Bram
51
Bertemu
52
Rindu
53
Bekerjasama Dengan Once
54
Tidak Akan Melepaskanmu
55
Menghabiskan Malam Bersama
56
Mendadak Ganteng
57
Paralayang
58
Calon Pacar VS Calon Istri
59
Melamar Dadakan
60
Meminta Restu
61
Masuk Ke Kandang Singa Betina
62
Permohonan Terakhir
63
Hari H
64
Malam Pemersatu Cinta
65
Malam Pengantin
66
Making Love#1
67
Making Love#2
68
Olahraga Pagi#1
69
Olahraga Pagi#2
70
Ada Peluang Untuk Lebih Dekat
71
Memasak Untuk Istri Tercinta
72
Godaan
73
Mandi Bersama
74
Semakin Ada Harapan
75
Mencoba Untuk Bangkit dan Berubah
76
Derita Malam Pertama
77
End
78
Extrapart 1 Lelaki Sama Saja (Roy x Kia)
79
Extrapart 2 Jadian ( Roy x Kia)
80
Extrapart 3 Klien Cantik Jelita
81
Extrapart 4 Bram x Renata #1
82
Extrapart 5 Bram x Renata #2
83
Extrapart 6 Bram x Renata #3
84
Extrapart 7 Bram x Renata #4
85
Extrapart 8 Malam Pertama Yang Tertunda (Reno x Arumi)
86
Extrapart 9 Keluarga 4G #1
87
Extrapart 10 Keluarga 4G #2
88
Extrapart 11 Pernikahan Kia dan Roy
89
Extrapart 12 Dapur Panas #1
90
Extrapart 13 Dapur Panas #2
91
Extrapart 14 Romi?
92
Extrapart 15 Keluarga Bahagia
93
Extrapart 16 Terakhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!