Bab 17 ( Bersitegang )

Happy Reading 😊

Selepas kepergian Ara dan Nita, Vero langsung menarik kerah baju Revan dan memberikan bogeman mentah pada pipinya.

Bugh!!

Revan terhuyung ke belakang dan sedikit terkejut akibat serangan dadakan yang di lakukan oleh Vero.

"Brengsek!!" Revan memegang pipinya yang memanas dan sedikit memar kebiruan. Maklum, pukulan Vero benar-benar telak.

"Sial!" Revan bangkit dan hendak menyerang balik Vero tapi tiba-tiba dia ditahan oleh Gilang.

"Lo yang brengsek, Van! Gue udah bilang sama Lo, jangan mencari masalah lagi dengan Ara! Sebenarnya apa sih yang Lo mau itu?" seru Vero. Pria itu juga akan menyerang Revan kembali, tetapi tiba-tiba Romi hadir menengahi mereka.

"Stop!! kalian ini apaan sih, kalau ada masalah itu dibicarakan dulu, jangan cuma langsung main adu jotos kayak gini, sebenarnya kalian ini kenapa? Hah?!" Teriak Romi.

"Ya, kalau memang ada masalah sebaiknya dibicarakan baik-baik dan juga jangan di sini, lihat lah kalian jadi tontonan semua orang!" seru Gilang ikut menengahi.

"Lepasin Gue!" Revan berontak mendorong tubuh Gilang.

"Udah, cukup!! sekarang kita bicarakan baik-baik, ayo ke markas!" Romi menarik tubuh Vero untuk dibawa keluar dari kelas Ara. Revan juga mengikuti langkah mereka. Sedangkan gilang hanya diam menatap punggung ketiga cowok itu pergi meninggalkan kelas.

"Sebenarnya apa yang kalian permasalahkan? kenapa sampai ribut seperti itu?" tanya Romi yang kali ini sedikit merendahkan suaranya.

"Gue gak tau, tiba-tiba Vero nyerang Gue," jawab Revan.

"Ngapain Lo ke kelas Ara?" tangan Vero geram, tatapannya tajam menatap Revan.

"Mau ketemu sama Ara," jawab Revan.

"Brengsek! ngapain Lo nyari Ara!" Vero mendekatkan tubuhnya.

"Emangnya kenapa? gak boleh? Emang Lo siapanya Ara?" tanya Revan menatap tajam kearah sahabatnya itu.

"Cih, Apa Elo nggak ingat bagaimana Lo memperlakukan Ara selama ini?" Vero mengingatkan semua sikap Revan selama ini kepada Ara.

Revan tahu kalau Vero pasti akan mengungkap hal itu, tapi dia harus bisa menahan emosinya agar semuanya tidak menjadi berantakan.

"Gue sekarang ada urusan sama Ara. Pak Ridwan nyuruh Gue buat jadi tutornya Ara, karena sebentar lagi akan memasuki semester akhir, dan Pak Ridwan takutnya Ara gagal dalam ujian Matematika, bahkan nanti bisa gak naik kelas, Gue udah sadar kalau selama ini punya banyak salah sama Ara, Gue memang keterlaluan, Gue juga udah siap menerima kekesalan dari kalian. Tapi Gue udah minta maaf sama Ara, Gue mau nebus semua kesalahan Gue dengan cara menjadi tutornya," ucap Revan panjang lebar.

Romi dan Vero saling memandang. "Kalau kalian gak percaya gue bisa telepon Pak Ridwan," lanjut Revan meyakinkan kedua sahabatnya itu.

"Gak perlu, kita percaya kok," jawab Romi.

Vero melihat ketulusan di mata Revan saat berucap, hatinya pun sedikit luluh kemudian mengulurkan tangannya ke arah Revan. "Gue minta maaf sama Lo, Van. Tadi Gue udah mukul Elo, jujur Gue seneng kalau Lo sekarang udah berubah sama Ara," ucap Vero.

Sepertinya memang kali ini Revan benar-benar berubah.

"Gue juga minta maaf sama Lo, Ver, karena kemarin Gue juga udah mukul Lo," jawab Revan tersenyum tulus.

Persahabatan yang sudah di bangun sejak lama tidak akan membuat ketiga bersitegang kalau bisa di bicarakan dengan baik-baik.

###

Ara melipat mukenanya setelah selesai mengerjakan ibadah sholat ashar. Kemudian berdiri menuju lemari dan menyimpan mukenanya di dalam.

Tok, tok, tok.

"Kak Ara!!" teriak sifat dari luar kamar Ara.

"Masuk aja Fa, nggak dikunci kok," Sifa membuka pintu perlahan.

"Kak, Sifa mau curhat sama kakak," ucap Sifa duduk di sisi ranjang.

"Mau curhat apa lagi? kemarin curhat katanya dikasih bunga sama seseorang, terus sekarang mau curhat masalah apa?" tanya Ara kepada adik sepupunya itu.

Ya, mereka adalah saudara sepupu. Ara adalah putri dari kakaknya Fitria, yang bernama Rika. Ara mempunyai seorang kakak laki-laki yang masih tinggal di Jogja ikut neneknya di sana. Usia mereka tidak terpaut jauh.

Setelah Rika memutuskan untuk bercerai dari suaminya, dia meminta tolong pada Fitria untuk menjaga Ara. Rika tidak mau kembali ke Jakarta karena dia tidak sanggup bertemu kedua orang tuanya. Dulu pernikahannya dengan Ayahnya Ara tidak pernah mendapatkan restu, sehingga setelah sekian tahun membangun rumah tangga akhirnya apa yang di takutkan kedua orang tuanya pun akhirnya terjadi.

Sebuah perceraian karena sikap Ayah Ara yang kasar dan jarang pulang ke rumah.

"Kak, kenapa malah melamun!"

"Eh, enggak ko, tadi mau cerita apa?" tanya Ara nyengir kuda.

"Itu kak, si Raka, di deketin sama cewek lain dan sekarang raka mengabaikan ku," jawab Sifa,

"Raka cowok kamu?" tanya Ara.

"Sebenarnya Raka dan Sifa belum berpacaran, kita hanya teman dekat, karena Raka anaknya memang seperti itu, baik sama siapapun, perhatian dan bertanggung jawab, Sifa menyukai Raka, tapi dia tidak mau berkomitmen sekarang, dan lebih memilih berteman," ucap Sifa. Ara mangut-mangut mendengarkan cerita Sifa.

"Lebih baik kamu lupakan Raka, kamu masih muda Sifa, gak usah cinta-cintaan dulu, kamu cantik, baik, sholihah, kejar cita-cita dulu, baru boleh jatuh cinta, jangan pernah mencoba untuk menggoda atau mengejar cinta sebelum kamu lulus SMA, nanti yang ada kamu tidak akan pernah bisa serius belajar, paham!" ucap Ara.

"Seperti kak Ara, ya?"

"Iya, kakak menyesal udah mensia-siakan waktu yang hampir setahun ini, hanya untuk mengejar cinta yang ternyata sangat merugikan, banyak pelajaran yang anjlok nilainya, jadi kamu harus dengerin nasihat kakak,"

"Iya, kak,"

###

Keesokan harinya.

Hari ini Ara berangkat pagi-pagi ke sekolah, dia memutuskan untuk menggunakan motor bebek yang dipersiapkan oleh Adam. Sifa juga

membawa motor sendiri.

Ara sengaja membawa motor karena tidak ingin direcoki oleh Gilang ataupun Vero yang ingin mengantar atau mengajaknya pulang sekolah bersama. Setelah memarkirkan motornya, Ara langsung berjalan cepat menuju ke kelas, dia tidak ingin bertemu Gilang, Vero, atau Revan yang akan membuatnya semakin pusing.

"Wah, wah, si cewek penggoda tumben dateng nya pagi-pagi," Ara berhenti ketika melihat Angel dan kedua cewek di sampingnya itu menghadang.

"Minggir Lo!!" seru Ara.

"Hei, dasar cewek murahan! muka Lo tuh pas-pasan, tapi karena Lo cewek murahan yang suka menggoda dengan tubuh Lo yang lumayan itu, jadi para cowok banyak yang deketin Lo," seru salah satu cewek yang ada di samping Angel. Sepertinya berita kemarin sudah menyebar di seantero sekolah.

Ara tidak mau terpancing, dia memutuskan untuk terus berjalan dan menabrak bahu Angel. Salah satu dari mereka memberi kode pada satu sahabatnya.

Dua orang siswi menghadang.

"Mau kemana Lo, mau nyapu kelas atau bersihin toilet? cocoknya cewek murahan kaya Lo itu, bersih-bersih toilet, sana sikat wc, atau mandi sekalian pake air comberan!"

BYUUURR!

Ara gelagapan ketika ada seseorang menyiramnya dengan air bekas pel-pelan yang baunya seperti porselen, dan Ara bisa melihat siapa yang membawa ember itu dan dia sedang tertawa.

"ANGEl!!! apa yang kamu lakukan!!" seru sebuah suara dari arah depan.

Angel langsung menutup mulutnya ketika melihat siapa yang menghampiri mereka.

"Revan!"

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

SI ANGEL SALAH CARI LAWAN, KLO BRURUSAN DGN ARA, ANGEL BLM TAU KLO ARA JAGO BELADIRI..

2023-07-06

0

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

ARA SUKA MA REVAN, SIFA SUKA MA RAKA ADIKNYA REVAN, DLU AYAHNYA SIFA, SI ADAM MNYUKAI AULIA BUNDANYA REVAN & RAKA..

2023-07-06

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Cih padahal itu semua ide nya dia,percaya aja kamu ke dia Vero,dia itu licik,

2023-06-02

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 ( Sesak )
2 Bab 2 ( Patah Hati )
3 Bab 3 ( Di Permalukan )
4 Bab 4 ( Harus move on )
5 Bab 5 ( 100 soal )
6 Bab 6 ( Resah dan Gelisah )
7 Bab 7 ( Tatapan Yang Sulit di Artikan )
8 Bab 8 (Jauhi Dia)
9 Bab 9 ( Murid Baru )
10 Bab 10 ( Pembimbing Privat )
11 Bab 11 ( Revan Cemburu )
12 Bab 12 ( Siasat Angel )
13 Bab 13 ( Sahabat Somplak )
14 Bab 14 ( Terlambat Menyadari )
15 Bab 15 ( Revan Berubah )
16 Bab 16 ( Hasutan Angel )
17 Bab 17 ( Bersitegang )
18 Bab 18 ( Kemarahan Revan )
19 Bab 19 ( Detak Jantung )
20 Bab 20 ( Modus )
21 Bab 21 ( Warung Bakso )
22 Bab 22 ( Berjuang )
23 Bab 23 ( Hanya Obsesi )
24 Bab 24 ( Revan & Raka )
25 Bab 25 ( Perdebatan )
26 Bab 26 ( Gue Janji )
27 Bab 27
28 Bab 28 ( Ancaman Ara )
29 Bab 29 ( Penjebakan )
30 Bab 30 ( Bukan Seperti Yang Di Harapkan )
31 Bab 31 ( Ternyata Memang Kamu )
32 Bab 32 ( Bersaing Secara Sehat )
33 Bab 33 (Belajar Bersama)
34 Bab 34 ( Jalan Untuk Membuka Hati )
35 Tidak Tahan
36 Ara Milik Revan
37 Jogja
38 First Kiss
39 Ada sesuatu dengan Gilang dan Nita
40 Liburan Yang Kacau
41 Masalah Nita dan Gilang
42 Akhir Liburan
43 Janji
44 Janji Putih
45 PANGGIL AKU YANK!
46 Bertemu Kembali
47 Membujuk Aldo
48 Hampir Kebablasan
49 Saingan
50 Berbesar Hati
51 Aku Cinta Kepadamu Tak Terbatas Waktu
52 Sebuah Rahasia
53 Ancaman Cecilia
54 Sama-sama punya masalah
55 Saling Terbuka
56 Keadaan Ayah
57 Meminta Hak
58 Coming soon
59 Malam Pertama
60 Bertemu dengan Cecilia
61 Ara, jangan pergi!
62 Hadiah
63 Terima kasih sayang
64 Buket mawar putih
65 "Ara!! kamu di mana!!"
66 Masakan Spesial
67 Hamil?
68 Meminta Restu
69 Masa lalu mereka
70 Wedding Day
71 Mencari Tahu
72 Masa Lalu
73 Masih Flashback
74 Masalah Yang Belum Selesai
75 Perkara Pil KB
76 Mengajak Rujuk
77 Menjemput Kebahagiaan
Episodes

Updated 77 Episodes

1
Bab 1 ( Sesak )
2
Bab 2 ( Patah Hati )
3
Bab 3 ( Di Permalukan )
4
Bab 4 ( Harus move on )
5
Bab 5 ( 100 soal )
6
Bab 6 ( Resah dan Gelisah )
7
Bab 7 ( Tatapan Yang Sulit di Artikan )
8
Bab 8 (Jauhi Dia)
9
Bab 9 ( Murid Baru )
10
Bab 10 ( Pembimbing Privat )
11
Bab 11 ( Revan Cemburu )
12
Bab 12 ( Siasat Angel )
13
Bab 13 ( Sahabat Somplak )
14
Bab 14 ( Terlambat Menyadari )
15
Bab 15 ( Revan Berubah )
16
Bab 16 ( Hasutan Angel )
17
Bab 17 ( Bersitegang )
18
Bab 18 ( Kemarahan Revan )
19
Bab 19 ( Detak Jantung )
20
Bab 20 ( Modus )
21
Bab 21 ( Warung Bakso )
22
Bab 22 ( Berjuang )
23
Bab 23 ( Hanya Obsesi )
24
Bab 24 ( Revan & Raka )
25
Bab 25 ( Perdebatan )
26
Bab 26 ( Gue Janji )
27
Bab 27
28
Bab 28 ( Ancaman Ara )
29
Bab 29 ( Penjebakan )
30
Bab 30 ( Bukan Seperti Yang Di Harapkan )
31
Bab 31 ( Ternyata Memang Kamu )
32
Bab 32 ( Bersaing Secara Sehat )
33
Bab 33 (Belajar Bersama)
34
Bab 34 ( Jalan Untuk Membuka Hati )
35
Tidak Tahan
36
Ara Milik Revan
37
Jogja
38
First Kiss
39
Ada sesuatu dengan Gilang dan Nita
40
Liburan Yang Kacau
41
Masalah Nita dan Gilang
42
Akhir Liburan
43
Janji
44
Janji Putih
45
PANGGIL AKU YANK!
46
Bertemu Kembali
47
Membujuk Aldo
48
Hampir Kebablasan
49
Saingan
50
Berbesar Hati
51
Aku Cinta Kepadamu Tak Terbatas Waktu
52
Sebuah Rahasia
53
Ancaman Cecilia
54
Sama-sama punya masalah
55
Saling Terbuka
56
Keadaan Ayah
57
Meminta Hak
58
Coming soon
59
Malam Pertama
60
Bertemu dengan Cecilia
61
Ara, jangan pergi!
62
Hadiah
63
Terima kasih sayang
64
Buket mawar putih
65
"Ara!! kamu di mana!!"
66
Masakan Spesial
67
Hamil?
68
Meminta Restu
69
Masa lalu mereka
70
Wedding Day
71
Mencari Tahu
72
Masa Lalu
73
Masih Flashback
74
Masalah Yang Belum Selesai
75
Perkara Pil KB
76
Mengajak Rujuk
77
Menjemput Kebahagiaan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!