Bab 2 ( Patah Hati )

Happy Reading 😊

Revan dengan mesra menyuapi Angel dengan sikap yang lembut dan romantis, sikap yang berbanding terbalik saat di hadapan Ara.

"Lihat saja, Gue gak bakal ngelepas Revan gitu aja, selama enam bulan ini Gue bersusah payah buat dapetin hati Revan, Gue gak bakalan nyerah!" Dengan langkah percaya diri Ara mendekati meja yang sudah duduk dua orang yang menganggu matanya sedari tadi.

"Hai Van, Gue boleh gabung ya?" Ucap Ara yang langsung duduk di depan Revan dan Angel.

"Siapa yang ngizinin Lo duduk situ!" Ketus Revan saat melihat Ara yang datang sambil mesam mesem gak jelas.

"Hai Ra." Sapa Angel sambil tersenyum.

"Angel, kenapa kamu malah menyapa cewek gak jelas begini." Ucap Revan lembut pada Angel sangat berbeda saat Revan bicara pada Ara.

"Gak apa-apa Van, Ara juga teman kita kan, dia mau gabung makan di sini," jawab Angel masih dengan nada lembut membuat Ara berdecak tidak suka. Menurut Ara, Angel ini hanya berpura-pura sok manis di hadapan Revan.

Padahal aslinya Angel ini bermuka dua, Ara pernah melihat Angel memarahi adik kelasnya hanya karena tidak sengaja menyenggol bahunya saat berjalan tergesa. Saat itu Angel menggunakan kekuasaannya sebagai Queen sekolah, dengan gaya sok dan menindas adik kelas mereka. Tapi Revan tidak pernah melihat semua itu.

"Gak usah terlalu baik sama semua orang." Ucap Revan masih menatap gadis yang di sukainya itu. Lagi-lagi Ara hanya memandang Angel dengan tatapan tidak suka.

"Dasar munafik." Gerutu Ara yang tidak di dengar oleh kedua gadis itu.

"Mau makan, Ra?" Tanya Angel lembut dan tersenyum. Sikap yang membuat Ara muak.

Tapi berbeda dengan Revan, sikap Angel inilah yang membuat Revan sangat menyukai gadis tersebut. Selain cantik Angel juga di kenal sebagai gadis yang pintar, baik, disiplin, sopan, ramah, tidak neko-neko dan semua itulah yang membuat Revan memilih Angel sebagai perempuan impiannya.

"Udah Angel, gak usah pedulikan dia."

"Van, Lo kok gitu sih sama Gue, tenang aja, Gue bakal traktir makanan buat Lo ya?" Ucap Ara membuat Revan semakin risih.

"Wah, Gue juga mau donk Ra di traktir makan." Seru Romi yang juga ikut bergabung dengan Angel dan Revan.

"Eh, siapa yang mau bayarin makanan buat Lo, Gue cuma mau traktir Revan doank, ya!" Ucap Ara sewot.

Revan yang merasa terganggu dengan kehadiran dua mahluk di depannya itu langsung menarik tangan Angel dan mengajaknya pergi.

"Eh Van, Lo mau kemana?" Seru Ara ikut berdiri.

"Ayo, kita cari kursi lain aja ya?" Revan tetap tidak menghiraukan Ara yang mengajaknya bicara. Membuat Ara mendengus kesal.

Ara berjalan mengejar Revan dan Angel. "Van, tungguin Gue donk!" Revan berdecak sebal.

"Ra, Gue sama Angel mau makan berdua aja, jadi tolong jangan ganggu kita, oke." Bentak Revan, membuat Ara menghentikan langkahnya.

Gadis itu menatap kepergian Revan dan Angel mencari tempat kosong lain. Ara hanya berpikir, bukankah tadi pagi ia sudah memberikan bekal untuk Revan.

Ah, pasti bekalnya gak di makan sama Revan, kok sedih gini ya." Batin Ara melow.

"Yuk makan sama Gue dan Vero aja, Ra." Romi mendekati Ara dengan langkah gagah. Romi dan Vero ini juga sama-sama most wanted di SMA tersebut. Semua siswi memandang kagum ke arah cowok-cowok yang terpandang dan berprestasi itu.

Romi adalah ketua basket sekolah, sedangkan Vero si genius di bidang kimia. Revan sendiri adalah ketua OSIS yang terkenal galak dan arogan.

"Gak Rom, Gue mau balik ke kelas aja." Jawab Ara tersenyum. Senyum yang sangat manis membuat Romi mematung sepersekian detik.

Ara memang cantik alami, bodynya aduhai, apalagi dengan dengan baju ketat dan rok selutut membuat para cowok berdecak kagum saat melihat Ara.

Sedangkan Revan yang sudah kesal karena kedatangan Ara selalu bisa di tenangkan Angel hanya dengan tatapan lembutnya. "Udah Van, kalau kamu kesal seperti itu aku gak jadi makan loh."

"Iya, kita makan aja ya, kalau ada kamu tuh, kesal ku langsung hilang, Angel." Jawab Revan tersenyum.

###

Ara masih setia menunggu Revan pulang sekolah, dia pun menunggu cowok itu didepan pintu gerbang karena tadi ada acara rapat OSIS jadi terpaksa membuat Ara menunggu Revan pulang sampai rapat itu selesai.

Kegigihan Ara memang patut di acungi jempol, gadis itu tidak peduli dengan kata penolakan dari Revan yang menurutnya hanya angin lalu.

Baginya bisa menaklukkan hati Revan adalah sebuah anugerah yang terindah di dalam hidupnya. Sungguh Ara memang sudah gila karena cinta.

Gadis itu melihat jam di pergelangan tangannya, sudah sejam dia menunggu Revan di sana tetapi Revan dan kawan-kawan belum juga nampak batang hidungnya.

Ara memang sudah biasa ikut pulang bersama Revan dan kawan-kawan. Biasanya Revan memakai mobil dan Ara akan nebeng ikut pulang dengan cara merayunya sampai pria itu memperbolehkan.

Meskipun Revan tidak suka dan keberatan jika Ara ikut naik ke mobilnya, tetapi Romi dan Vero selalu membela Ara dan berakhir gadis itu duduk di sebelah Revan yang menyetir.

"Kenapa lama sekali mereka, kakiku udah kesemutan ini!" Gerutu Ara. Gadis itu berjongkok untuk mengusir rasa capek dan kemudian berdiri lagi setelah kakinya sudah terasa enakan.

Sekolah juga sudah terlihat sepi karena sebagian besar siswanya sudah pulang ke rumah, hanya Ara yang memang kurang kerjaan menunggu seorang Revan yang tidak akan pernah menganggap nya itu.

Ara memicingkan matanya ketika dia hanya melihat Romi dan Vero berjalan menuju parkiran yang tidak jauh dari pintu gerbang itu, biasanya Revan selalu ada di antara dua sahabatnya itu dan pulang bersama, tetapi kenapa mereka hanya berdua.

Karena penasaran tidak melihat keberadaan Revan akhirnya Ara berjalan mendekati Romi dan Vero untuk mencari tahu.

"Revan kemana? Kenapa dia tidak pulang bersama kalian?" Tanya Ara tiba-tiba.

Romi dan Vero yang baru saja akan masuk ke dalam mobil tentu saja terkejut melihat gadis itu yang masih berada di sekolah.

"Ra, kok Lo belum pulang?" Tanya Romi tidak menjawab pertanyaan Ara.

"Gue tanya kalian di mana Revan?" Romi dan Vero saling berpandangan.

"Dia udah pulang dari tadi, bareng Angel, kayaknya dia lewat pintu belakang." Jawab Vero yang langsung di senggol oleh Romi.

Jawaban Vero langsung membuat wajah Ara muram. Gadis itu melangkah pergi tak merespon seruan Romi.

Keesokan harinya.

Revan menggenggam tangan Angel dan menatap gadis pujaan hatinya itu dengan lembut.

"Angel, hari ini aku mau mengatakan perasaanku, sebenarnya sudah sejak lama suka sama kamu, maukah kamu jadi pacar aku?" Ucap Revan membuat Angel tersipu malu.

"Iya Van, aku mau jadi pacar kamu, aku juga sayang banget sama kamu." Jawab Angel membuat semua orang bersorak. Acara penembakan itu berada di kelas Angel. Semua teman sekelas Angel bersuka cita menyambut sang ketua OSIS dan Queen sekolah akhirnya jadian.

Bersambung.

Awal yang bikin kesel 😄

Jangan lupa like bunga dan kopinya 🌹☕

Terpopuler

Comments

poli paru

poli paru

kedua gadis? apa selain angel ada gadis lain? setau q angel dan revan. apakah revan gadis?

2025-03-21

0

Marina Tarigan

Marina Tarigan

aku nrnci pd wanita yg teeerlampau agresit

2025-03-09

0

Rapa Rasha

Rapa Rasha

seru ni kak ceritanya 🥰 semangat

2022-11-20

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 ( Sesak )
2 Bab 2 ( Patah Hati )
3 Bab 3 ( Di Permalukan )
4 Bab 4 ( Harus move on )
5 Bab 5 ( 100 soal )
6 Bab 6 ( Resah dan Gelisah )
7 Bab 7 ( Tatapan Yang Sulit di Artikan )
8 Bab 8 (Jauhi Dia)
9 Bab 9 ( Murid Baru )
10 Bab 10 ( Pembimbing Privat )
11 Bab 11 ( Revan Cemburu )
12 Bab 12 ( Siasat Angel )
13 Bab 13 ( Sahabat Somplak )
14 Bab 14 ( Terlambat Menyadari )
15 Bab 15 ( Revan Berubah )
16 Bab 16 ( Hasutan Angel )
17 Bab 17 ( Bersitegang )
18 Bab 18 ( Kemarahan Revan )
19 Bab 19 ( Detak Jantung )
20 Bab 20 ( Modus )
21 Bab 21 ( Warung Bakso )
22 Bab 22 ( Berjuang )
23 Bab 23 ( Hanya Obsesi )
24 Bab 24 ( Revan & Raka )
25 Bab 25 ( Perdebatan )
26 Bab 26 ( Gue Janji )
27 Bab 27
28 Bab 28 ( Ancaman Ara )
29 Bab 29 ( Penjebakan )
30 Bab 30 ( Bukan Seperti Yang Di Harapkan )
31 Bab 31 ( Ternyata Memang Kamu )
32 Bab 32 ( Bersaing Secara Sehat )
33 Bab 33 (Belajar Bersama)
34 Bab 34 ( Jalan Untuk Membuka Hati )
35 Tidak Tahan
36 Ara Milik Revan
37 Jogja
38 First Kiss
39 Ada sesuatu dengan Gilang dan Nita
40 Liburan Yang Kacau
41 Masalah Nita dan Gilang
42 Akhir Liburan
43 Janji
44 Janji Putih
45 PANGGIL AKU YANK!
46 Bertemu Kembali
47 Membujuk Aldo
48 Hampir Kebablasan
49 Saingan
50 Berbesar Hati
51 Aku Cinta Kepadamu Tak Terbatas Waktu
52 Sebuah Rahasia
53 Ancaman Cecilia
54 Sama-sama punya masalah
55 Saling Terbuka
56 Keadaan Ayah
57 Meminta Hak
58 Coming soon
59 Malam Pertama
60 Bertemu dengan Cecilia
61 Ara, jangan pergi!
62 Hadiah
63 Terima kasih sayang
64 Buket mawar putih
65 "Ara!! kamu di mana!!"
66 Masakan Spesial
67 Hamil?
68 Meminta Restu
69 Masa lalu mereka
70 Wedding Day
71 Mencari Tahu
72 Masa Lalu
73 Masih Flashback
74 Masalah Yang Belum Selesai
75 Perkara Pil KB
76 Mengajak Rujuk
77 Menjemput Kebahagiaan
Episodes

Updated 77 Episodes

1
Bab 1 ( Sesak )
2
Bab 2 ( Patah Hati )
3
Bab 3 ( Di Permalukan )
4
Bab 4 ( Harus move on )
5
Bab 5 ( 100 soal )
6
Bab 6 ( Resah dan Gelisah )
7
Bab 7 ( Tatapan Yang Sulit di Artikan )
8
Bab 8 (Jauhi Dia)
9
Bab 9 ( Murid Baru )
10
Bab 10 ( Pembimbing Privat )
11
Bab 11 ( Revan Cemburu )
12
Bab 12 ( Siasat Angel )
13
Bab 13 ( Sahabat Somplak )
14
Bab 14 ( Terlambat Menyadari )
15
Bab 15 ( Revan Berubah )
16
Bab 16 ( Hasutan Angel )
17
Bab 17 ( Bersitegang )
18
Bab 18 ( Kemarahan Revan )
19
Bab 19 ( Detak Jantung )
20
Bab 20 ( Modus )
21
Bab 21 ( Warung Bakso )
22
Bab 22 ( Berjuang )
23
Bab 23 ( Hanya Obsesi )
24
Bab 24 ( Revan & Raka )
25
Bab 25 ( Perdebatan )
26
Bab 26 ( Gue Janji )
27
Bab 27
28
Bab 28 ( Ancaman Ara )
29
Bab 29 ( Penjebakan )
30
Bab 30 ( Bukan Seperti Yang Di Harapkan )
31
Bab 31 ( Ternyata Memang Kamu )
32
Bab 32 ( Bersaing Secara Sehat )
33
Bab 33 (Belajar Bersama)
34
Bab 34 ( Jalan Untuk Membuka Hati )
35
Tidak Tahan
36
Ara Milik Revan
37
Jogja
38
First Kiss
39
Ada sesuatu dengan Gilang dan Nita
40
Liburan Yang Kacau
41
Masalah Nita dan Gilang
42
Akhir Liburan
43
Janji
44
Janji Putih
45
PANGGIL AKU YANK!
46
Bertemu Kembali
47
Membujuk Aldo
48
Hampir Kebablasan
49
Saingan
50
Berbesar Hati
51
Aku Cinta Kepadamu Tak Terbatas Waktu
52
Sebuah Rahasia
53
Ancaman Cecilia
54
Sama-sama punya masalah
55
Saling Terbuka
56
Keadaan Ayah
57
Meminta Hak
58
Coming soon
59
Malam Pertama
60
Bertemu dengan Cecilia
61
Ara, jangan pergi!
62
Hadiah
63
Terima kasih sayang
64
Buket mawar putih
65
"Ara!! kamu di mana!!"
66
Masakan Spesial
67
Hamil?
68
Meminta Restu
69
Masa lalu mereka
70
Wedding Day
71
Mencari Tahu
72
Masa Lalu
73
Masih Flashback
74
Masalah Yang Belum Selesai
75
Perkara Pil KB
76
Mengajak Rujuk
77
Menjemput Kebahagiaan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!