"A kita sedang menunggu siapa?" tanya Cindy, karena sejak tadi mereka hanya diam berdiri tanpa melakukan apapun.
Agam diam tidak menjawab pertanyaan Cindy, karena sorot matanya saat ini sedang menatap seorang gadis yang berlari kearahnya.
"A ada apa?" tanya Baby dengan napas yang naik turun karena berlarian hanya agar cepat sampai di lantai tiga.
Tanpa banyak berkata Agam menarik tangan Baby dan membawa gadis itu keluar dari pusat perbelanjaan tersebut. Sementara Cindy yang ditinggal begitu saja oleh Agam, hanya bisa menatap punggung calon suaminya dan Baby yang semakin menjauh.
"Lagi-lagi kau pergi meninggalkan aku." Cindy menatap sendu kepergian Agam dan Baby tanpa berniat mengejar keduanya. "Kenapa kau tidak pernah melihat keberadaan ku? Dan apa aku salah jika cemburu pada Baby? Padahal aku tahu hubungan kalian adalah saudara sepupu." Gumamnya dalam hati.
Cindy yang merasa sedih karena keberadaannya selalu dilupakan begitu saja oleh Agam, memutuskan menghubungi supirnya dan memintanya untuk menjemput dirinya.
*
*
Sementara itu di tempat parkiran yang ada di pusat perbelanjaan tersebut, Agam terus menarik tangan Baby dan membawa gadis itu masuk ke dalam mobilnya.
"A kau itu kenapa sih?" tanya Baby dengan bingung karena sejak tadi pria itu hanya diam saja. "Cindy bagaimana? Kenapa ditinggal?" tanya Baby saat kendaraan yang mereka tumpangi mulai berjalan.
Agam tetap diam tidak menjawab pertanyaan Baby, karena fokusnya saat ini mengendarai kendaraannya.
"A kau marah padaku?" tanya Baby, karena ia tahu pasti jika Agam sedang marah maka pria itu akan diam seribu bahasa. "Tapi kenapa kau marah? Seharusnya disini aku yang marah, karena kalung yang ingin aku beli dikatakan jelek dan tidak pantas. Lagi pula A kau itu keterlaluan meninggalkan Cindy di sana sendirian, apa kau lupa wanita itu calon istrimu? Atau jangan-jangan kau berubah pikiran tidak jadi menikahinya?"
Cit.
Agam menginjak rem dengan mendadak hingga membuat mobil yang dikendarainya berhenti di tengah jalan, ia lalu menepikan kendaraannya setelah mobil yang di belakangnya terus membunyikan klakson.
"A ya ampun, tadi itu sangat berbahaya!" Baby mengusap dadanya yang berdetak dengan kencang karena ketakutan.
"Diam Baby! Diam!" sentak Agam, karena dari tadi gadis itu terus mengoceh membuat kepalanya terasa pusing.
Baby yang terkejut karena di sentak oleh Agam langsung terdiam, begitu pun dengan Agam yang juga terdiam karena baru tersadar sudah membentak sepupunya. Sehingga suasana di dalam mobil itu menjadi hening dan tegang, karena kedua orang yang berada di dalamnya tidak ada yang mengeluarkan satu kata pun.
Drt .. drt.
Baby menatap layar ponselnya yang berdering, dan melihat nomer yang tidak ia kenal sama sekali.
"Siapa?" tanya Agam setelah cukup lama terdiam.
"A kau sudah tidak marah lagi?" tanya Baby tanpa menjawab pertanyaan Agam.
"Ck siapa yang menghubungimu?" Agam menatap ponsel Baby.
"Tidak tahu, nomernya tidak dikenal." Baby memutuskan menolak panggilan tersebut, namun ponselnya kembali berdering dengan nomer yang sama.
"Berikan!" Agam mengulurkan tangannya.
"Untuk apa?" tanya Baby dengan wajah yang bingung, karena sejak tadi sepupunya itu bertingkah aneh bahkan sampai membentak dirinya.
"Berikan ponselmu!" Agam merebut ponsel Baby lalu mengangkat panggilan tersebut.
"Halo Lea ini aku Sky, aku hanya ingin mengecek apa benar ini nomer ponselmu? Karena tadi kau terburu-buru pergi sampai tidak sempat meminum minuman yang aku pesan." Ucap Sky setelah sambungan teleponnya terhubung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 137 Episodes
Comments
Lalisa
sabar ya Cindy belum jodoh
2025-01-05
0
Yu~
haduh, cowok emang gitu ya selalu telat menyadari perasaannya.
2024-10-20
0
Ila Lee
A kalau suka sama baby bilang ni cemburu terus/Facepalm/
2024-05-19
3