Jin Tian tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Jika Lien kecilnya memiliki ruang dimensi pribadi, berarti Lien kecil telah memiliki kecerdasan sejak usia satu tahun.
Dia kemudian teringat saat mengatakan sesuatu pada Jin Lien, waktu dia menjemput keduanya.
Saat itu Jin Lien mengangguk menyetujui perkataannya, Jin Tian kemudian membulatkan matanya.
"Kakak ipar, entah apa yang terjadi pada Lien kecil saat itu dan entah dari mana ruang dimensi yang ada padanya. Saat aku sampai disana, Lien kecil memandang tubuh Jiejie yang sekarat dan air matanya terus menetes tanpa mengeluarkan suara. Aku yakin waktu itu terjadi sesuatu yang tak terduga padanya, dia membuat Niu'er linglung dan dengan cepat memasukan Jiejie kedalam dimensi pribadinya kemudian perlahan muncul tubuh palsu.."
Jin Tian mengangguk, "tidak peduli apa, Lien kecil dan Niu'er adalah putri kebanggaan ku. Meskipun Niu'er adalah iblis sekalipun.."
Mu Jing Yu tersenyum dan menyetujui apa yang dikatakan kakak iparnya.
"Kakak ipar juga pasti tahu, betapa pun liciknya Ras Demon, betapa pun arogannya mereka dan betapa pun jahatnya mereka tapi sekali mereka menyayangi seseorang atau sesuatu, mereka akan memberikan ketulusan yang melebihi apapun asal mereka tidak dikhianati.."
"Ya aku tahu, lagi pula aku dan Xue'er telah merawatnya dari bayi seperti anak kami sendiri. Apapun yang dia lakukan bersama Lien kecil, asalkan mereka bahagia, aku tidak masalah. Sekalipun mereka membunuh dewa, aku akan berada di belakang mereka untuk mendukung mereka.."
Mu Jing Yu menatap Jin Tian dengan aneh tapi ada senyum tulus di bibirnya.
"Kakak ipar, kau terlalu berlebihan tapi kau juga tidak salah karena aku juga akan melakukan hal yang sama pada kedua anakku. Mendukung mereka tanpa pamrih meskipun mereka salah asalkan menurut mereka itu benar, aku tidak akan mempermasalahkannya.." Meskipun mendukung anak-anak dan memanjakan mereka dalam segala hal tanpa pamrih akan memiliki efek buruk pada sifat anak-anak mereka, tapi mereka bersedia memanjakan dan mendukung anak-anak mereka, mereka yakin jika anak-anak mereka dapat membedakan yang baik dan buruk. Jadi, tidak ada kekhawatiran berlebih pada mereka.
"Hahahahaha" keduanya tertawa bersama tanpa mereka sadari ada 3 sosok yang mendengar pembicaraan mereka hingga menunjukkan senyum tulus.
Terlebih dua sosok kecil merasa hangat di hati mereka, bersyukur memiliki orang tua yang begitu menyayangi mereka.
....
Jin Lien, Ning'er, Ye Hong Zhuang, Xiao Zhan, Xiao An, dan Feng Zhixing saat ini tengah berada di kediaman Ye Hong Zhuang.
Mereka duduk saling berhadapan dan menunggu Jin Lien selesai membaca informasi yang baru saja didapatkan oleh Rui.
Jin Lien tersenyum kecil dan mengangguk pada yang lainnya sambil menaruh kertas informasi di meja.
"Jadi..?"
"Sebagian besar pejabat kekaisaran sangat setia pada Kerajaan Nancheng. Hanya menteri kanan dan seluruh keluarganya adalah mata-mata dari kerajaan Zhou.."
Mereka kemudian melihat informasi di meja. Mereka memandang Jin Lien dengan senyum.
"Jiejie bisakah kau membuat anak menteri kiri sembuh.." Niu'er melototi adiknya itu tapi kemudian dia tersenyum.
"Aku bisa, hanya saja dia akan kehilangan ingatannya tapi tidak dengan bakatnya.."
"Itu bagus dan sebagai pelajaran untuknya agar tidak impulsif lagi. Hal itu juga baik untuk menteri kiri agar mendidik putri mereka dengan benar dan tidak terlalu memanjakannya.."
"Jadi kapan kau akan menyembuhkan gadis itu Niu'er?"
"Zhan Ge, aku akan menyembuhkannya saat menteri kiri datang dan berjanji untuk mendidik putri mereka dengan baik.."
"Itu baik-baik saja.."
"Mari berikan bukti ini pada Yang Mulia Kaisar! Setelah itu, musnahkan seluruh keluarga Menteri kanan!" Mereka setuju dengan usul Ye Hong Zhuang.
Niu'er juga semakin bersemangat saat memikirkan akan melahap jiwa lebih banyak.
Mereka kemudian menyerahkan bukti pada Putra mahkota dan Niu'er bersiap untuk menyerang semua mata-mata di dalam kota kekaisaran sebelum para perwakilan dari 3 kerajaan besar lainnya datang.
Semakin Jin Lien memikirkan, semakin bersemangat dirinya.
Jika para utusan berani mencari masalah lebih dulu. Hehehehe dia akan memiliki tontonan live.
Segera diskusi mereka berhenti, putra mahkota dan Xiao An kembali ke istana, Feng Zhixing memilih pulang dan hanya menyisahkan 3 orang tertentu.
"Pergi bersihkan diri kalian! Setelah itu, kita akan makan malam bersama ayah dan kakek.."
Jin Lien dan Niu'er mengangguk dan keluar dari kediaman Ye Hong Zhuang.
Keduanya berjalan beriringan menuju kediaman masing-masing.
"Lien'er, bagaimana jika besok kita pergi ke kediaman untama milik kita untuk melihat hasil latihan 200.000 prajurit.."
"Baiklah.." Jin Lien dengan cepat setuju. Sudah seminggu dia tidak melihat 200.000 prajurit miliknya. Dia juga harus mengawasi perkembangan mereka.
"Tapi Jiejie, kita hanya akan mengawasi mereka dalam gelap.."
"Tentu, sesuai keinginanmu. Lalu bagaimana dengan perkembangan ibu?"
Jin Lien tersenyum dan menjelaskan jika kondisi Mu Xue semakin hari semakin baik.
Niu'er menghela napas lega mendengar penjelasan adik kecilnya itu.
"Jiejie, entah mengapa aku memiliki perasaan jika ayah tidak lah meninggal.." Niu'er menatap adik kecilnya lama lalu mendesah lelah.
"Aku pun merasakan hal yang sama. Jika ayah masih hidup, aku berharap dimana pun dirinya saat ini, dia harus sehat dan dalam keadaan baik.."
"Mari berharap jika firasat kita benar.."
"Uhm.."
Di Istana Bintang, Jin Tian menunjukan senyum lembut. Dia tidak pernah menyangka jika kedua putrinya memiliki firasat jika dirinya masih hidup.
Dia diam-diam berpikir jika ikatan antara darah dan hubungan akan terbentuk antara orang tua dan anak-anak dapat membuat mereka saling merasakan keberadaan masing-masing.
...
Istana Kekaisaran
Putra Mahkota dan Xiao An menghadap Kaisar, kehadiran keduanya menimbulkan pertanyaan di benak Kaisar.
"Apa ada hal yang mendesak?"
"Ayah Kaisar, tolong baca informasi ini!" Kaisar mengerutkan keningnya dan mengambil kertas tersebut.
Dia membaca dengan teliti hingga memandang kedua putranya.
"Ini.."
"Tugas milik Niu'er, dia akan bergerak ketika tengah malam menghabisi semuanya. Ayah Kaisar sebaiknya memiliki kandidat untuk memegang jabatan Menteri Kanan.."
"An'er tenanglah! Aku memiliki kandidat untuk mengisi posisi tersebut. Juga sudah lama aku curiga dengannya.."
Kedua pangeran tersebut tersenyum puas.
"Satu lagi, An'er apakah kau yakin tidak ingin mengambil alih tahta dari salah satu kekaisaran lain jika kita berhasil menundukan mereka.."
Xiao An menggeleng dan tersenyum lembut.
"Ayah Kaisar, putra ini tidak pernah tertarik dengan tahta. Menjadi seorang Jenderal juga tidak buruk.."
Xiao Zhan tersenyum dan menepuk pundak adiknya itu.
"Baiklah jika itu adalah keputusanmu, ayah tidak akan memaksamu..."
"Terimakasih Ayah Kaisar.."
....
Jin Lien saat ini tengah berpakaian setelah mandi. Dia tidak meminta Mo Yi untuk menata rambutnya dan memilih membiarkan saja seperti itu.
Beberapa menit kemudian, dia di jemput oleh Niu'er dan Ye Hong Zhuang untuk menuju meja makan.
Ketiganya berjalan tanpa membuang suara sedikitpun. Itu sangat sepi bahkan suara hewan malam dapat di dengar dengan jelas.
Ketika sampai di meja makan, mereka mulai makan dalam diam dan tidak ada yang bersuara hingga makan malam selesai.
"Zhuang, apakah pakaian resmi untuk kedua adikmu saat perjamuan sudah ada?"
Ye Hong Zhuang melirik kedua adiknya dan tanggapi dengan gelengan.
"Baik kalau belum ada, besok ayah akan mengundang ibu bordir untuk membuat pakaian untuk kalian.."
Kudanya segera berterimakasih pada Ye Han Hui.
Setelah itu mereka pamit dan kembali ke kediaman masing-masing.
Setelah sampai, Jin Lien melanjutkan membuat ranjau lagi. Dia juga membuat beberapa granat untuk di berikan pada Ye Hong Zhuang, Feng Zhixing dan dua orang lainnya.
Dia tidak mungkin mengeluarkan pistol atau semacamnya. Cukup dengan ranjau dan granat sudah menjamin kemenangan mereka.
Di sisi lain, Niu'er mempersiapkan dirinya untuk membersihkan para mata-mata hingga tak tersisa.
....
Seorang pemuda duduk didalam gerbong, wajahnya tampak dingin dan tanpa expresi.
"Tuan, kita membutuhkan waktu seminggu lagi untuk sampai. Apakah anda yakin ingin mengajukan kerjasama dengan dewa perang kerajaan Nancheng?"
"Untuk menjatuhkan saudara kedua yang licik itu, kita membutuhkan kerjasama dengan pihak Dewa perang Kerajaan Nancheng. Ini juga demi membalas kematian Ibu Ratu..
"Tapi jika mereka tidak setuju.."
"Mereka akan setuju, aku sudah lama bersembunyi dengan penampilan idiot milikku. Aku hanya perlu membalaskan dendam dan aku tidak peduli dengan tahta. Menjanjikan memberikan tahta pada pihak mereka, mereka akan setuju.."
"Bawahan mengerti.."
...
"Meimei, pangeran mana yang akan menjadi targetmu?"
"Tentu saja Putra Mahkota kerajaan Nancheng.."
"Nafsu makanmu terlalu besar.."
"Itu harus, siapa yang akan menolak pesonaku ini. Bahkan saudara kerajaanku juga tunduk pada pesonaku.."
"Hmmp, siapa yang menyuruhmu terlahir cantik. Lagi pula aku sangat menyukai saat kau menyebut namaku ketika berada di bawahku.."
"Gege bukankah kau memiliki banyak selir cantik.."
"Jadi Meimei cemburu.."
"Tentu saja, Gege akan selalu menjadi milikku..
"Bagaimana jika kita bermain beberapa ronde sebelum sampai.."
"Baiklah, tapi Gege harus memuaskan ku.."
Prajurit yang mengawal keduanya memiliki rona merah di wajah masing-masing mendengar percakapan kedua saudara tersebut.
Keduanya tidak lain adalah putra Mahkota Kerajaan Ming dan tuan putri mereka yang akan berusaha menjerat putra Mahkota Kerajaan Nancheng.
Sudah menjadi rahasia umum antara hubungan kekasih diantara keduanya yang merupakan saudara kandung.
Hubungan keduanya merupakan hubungan terlarang yang sangat merusak citra kerajaan. Meski telah tercium tapi tidak ada bukti untuk di tunjukan pada Kaisar dan permaisuri.
Dengan begitu hubungan keduanya tetap berlangsung. Hanya Jin Lien yang mengetahui sesuatu tercela itu, Rui juga mengantar informasi tentang keduanya sedikit terlambat setelah mengetahui tentang kebiasaan Jin Lien yang suka melihat adegan erotis.
....
Di rombongan kerajaan Zhou sendiri.
Zhou Jiao telah berfantasi dengan pikiran tentang ketampanan dewa perang yang selalu tersembunyi di balik topeng saat berperang.
Dia ingin melihat wajah itu tanpa topeng, karena dari informasi yang dia dengar. Dewa perang saat berada di kota kekaisaran, dia tidak akan mengenakan topeng wajah.
Wajahnya memerah membayangkan ketampanan Ye Hong Zhuang, dirinya telah membentuk beberapa rencana untuk menjebak Ye Hong Zhuang dan menikmati seluruh tubuh Ye Hong Zhuang..
"Ah, aku sudah tidak sabar ingin cepat-cepat sampai dan melihat keindahan yang akan menjadi milikku.."
Zhou Jiao tidak hanya memikirkan tentang Ye Hong Zhuang saja, tapi dia juga membayangkan banyak pemuda tampan yang akan dia temui di kerajaan Nancheng.
Di sisi lain, Ye Hong Zhuang merasa merinding dan memiliki firasat buruk jika ada seseorang merencanakan skema licik untuknya.
...
Saat malam mulai larut, tiga sosok kembali melesat dalam kegelapan. Mereka akan menghabisi musuh sebelum waktu seminggu habis.
Tiga sosok tersebut tidak lain adalah Niu'er, Ye Yi dan Ye Er.
Sangat cepat, mereka menghabisi para mata-mata tersebut dan seluruh keluarga Menteri Kanan juga tidak luput dari ketiganya.
Ketika Niu'er dan kedua bawahannya telah menghabisi kelaurga menteri kanan, mereka berhenti saat melihat seorang bayi yang baru berusia seminggu.
"Nona bayi ini tidak bersalah dan dia masih berusia seminggu.."
Niu'er memandang Ye Yi dan mengangguk.
"Baik, aku akan membawanya bersamaku dan merawatnya bersama Lien'er..."
Ning'er kemudian meminta agar Ye Er menggendong bayi yang masih tertidur itu.
Mereka menghilang dari kediaman Menteri kanan dengan seorang bayi.
Tapi sebelum mereka sampai di kediaman Ye, Niu'er berhenti dan memperingati mereka untuk tidak membocorkan tentang keberadaan bayi tersebut pada orang lain kecuali Jin Lien..
Kemudian mereka bergerak menuju halaman milik Jin Lien. Saat sampai, Niu'er langsung menuju kamar Jin Lien.
Karena ini tengah malam, jadi pelayan yang lain sudah pasti tengah tertidur.
"Lien'er, apakah kau masih terjaga?"
"Ya, Jiejie masuk saja.."
Ye Yi dan Ye Er tidak mengikuti dan hanya membiarkan Niu'er sendiri yang masuk.
Saat Jin Lien melihat Niu'er masuk, dia mengerutkan keningnya melihat jika Niu'er menggendong seorang bayi.
"Jiejie bayi siapa itu?"
"Dia salah satu kerabat menteri kanan, karena dia masih bayi tak berdosa. Aku memutuskan untuk membawanya dan akan merawatnya bersamamu. Bagaimana menurutmu?"
Jin Lien tersenyum memandang kakaknya itu. Dia tidak menyangka, meskipun Niu'er adalah seorang iblis, tapi Niu'er masih memiliki kelembutan dan kasih sayang.
"Baik, mari kita rawat bersama..."
"Lien'er, kita tidak boleh memperlihatkan bayi ini di dunia luar. Mereka pasti curiga.."
"Kalau begitu, mari tempatkan dia didalam dimensi Lotus.."
"Ide bagus.."
Jin Lirn segera membawa Niu'er dan bayi kecil itu kedalam dimensi Lotus..
Lotus kecil yang melihat hal itu memandang aneh pada Jin Lien dan Niu'er.
"Master, nona sulung. Di mana anda menculik bayi itu?"
Keduanya langsung melototi Lotus kecil membuat Lotus kecil menciut.
"Kami tidak menculik, dia bayi milik mata-mata dan aku tidak tega membunuh bayi tak berdosa ini.."
Lotus kecil akhirnya mengangguk mengerti dan semakin mengagumi Niu'er.
"Lotus kecil, sebaiknya kau siapkan pakaian untuknya.."
"Baik tuan.."
Niu'er dan Jin Lien segera memeriksa kelamin bayi yang akan mereka rawat yang ternyata adalah bayi laki-laki.
Keduanya kemudian tersenyum dengan bahagia.
"Hehehe adik laki-laki tidak buruk.."
"Uhm Jiejie benar, menunggu adik baru dari ibu, itu mustahil.."
Niu'er mengacak rambut Jin Lien dan terkekeh.
"Jadi kita beri dia nama apa?"
"Bagaimana dengan Jin Shan.."
"Nama yang bagus Lien'er. Mulai saat ini namanya adalah Jin Shan.."
Keduanya tersenyum dan mengamati bayi yang telah mereka klaim sebagai adik laki-laki mereka.
...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 184 Episodes
Comments
P&B
ya ampun pak kirain jdi garda terdepan 😭🤣
2025-02-24
0
~_rainsky_~
RUN ZHUANG GEGE RUN🏃💨
2024-07-27
0
Diah Susanti
ning'er iku sopo?
2023-12-06
0