Bab 14

Sebelum bertemu dengan Ella siang ini. Bima harus terlebih dahulu menemui sang papa. Dia harus rela kembali pulang ke rumah padahal nanti malam mereka masih bisa bertemu. Bima berdecak kesal membaca pesan sang papa. Tapi Bima tidak bisa mengabaikan pesan tersebut. Bima sudah bisa menebak ke arah mana maksud pertemuan dengan sang papa nantinya.

Bima tiba di rumah. Dan benar dugaannya. Di ruang tamu sudah berkumpul penghuni rumah mewah itu. Papa Yuda, Linna si mama tiri, Kiki dan juga gadis yang hendak dijodohkan dengan dirinya.

Papa Yuda menggerakkan tangannya menyuruh Bima duduk di sebelah Lola. Bima ingin membantah tapi sorot mata papa Yuda membuat siapa saja tidak bisa menolak perintahnya termasuk Bima.

Bima duduk santai dengan kaki yang saling menimpa. Bima sengaja duduk berjarak dengan Lola. Bima mengeluarkan ponselnya dari saku jasnya. Tanpa menghiraukan semua yang ada di ruang tamu itu. Bima dengan santai bermain game.

"Bima, simpan ponselmu. Kita perlu berbicara serius sekarang," kata papa Yuda tegas. Bima menurut dan menyimpan ponsel itu kembali ke saku jasnya. Bima menyandarkan tubuhnya ke sofa pertanda dirinya sudah siap mendengar apa yang hendak dikatakan oleh papanya.

"Pernikahan kamu dengan Lola harus di percepat. Papa tidak sabaran untuk menggendong cucu. Lebih cepat menikah maka lebih cepat papa mendapat cucu," kata Papa Yuda. Bima terkejut dan memandang papanya tidak percaya. Tadi malam papanya meminta Bima menikahi Lola dua bulan lagi dan menyuruh mempersiapkan pernikahan mereka sendiri. Dan itulah alasan Bima ingin mempercepat pernikahannya dengan Ella. Tapi hari ini belum 24 jam. Sang papa menyuruh dirinya mempercepat pernikahan.

"Apa hanya ingin cepat mempunyai cucu pa?" tanya Bima datar. Ekor matanya mengamati tiga wanita yang ada di ruang tamu itu.

"Iya. Kamu putra satu satunya di keluarga ini. Dan kamu juga harus secepatnya memberi cucu laki laki kepada papa sebagai penerus bisnis kita nantinya," jawab papa Yuda tenang. Di keluarga mereka turun temurun memang hanya laki laki yang menjadi pewaris. Walau papa Yuda mempunyai seorang putri dari istri keduanya yaitu Kiki. Tapi papa Yuda masih memegang teguh prinsip bahwa hanya laki laki yang akan menjadi pewaris semua harta hartanya.

"Bagaimana kalau kami menikah dan tidak bisa memberi papa seorang cucu. Bisa saja aku mandul atau dia yang mandul," jawab Bima masih tenang. Linna yang tadi duduk tenang kini sudah merubah duduknya sedangkan Lola menoleh ke arah Bima. Kiki bersikap biasa saja atau bahkan tidak menyimak pembicaraan papa dan kakaknya.

"Jangan berkata seperti itu Bima. Terkadang perkataan itu bisa menjadi doa. Kamu tidak mungkin mandul. Dan Lola juga tidak mungkin mandul. Lola mempunyai siklus menstruasi yang normal," kata Linna sambil tersenyum lembut.

"Ternyata mama sudah sangat dekat Lola sampai hal pribadi seperti itu mama mengetahuinya," kata Bima.

"Lola gadis yang baik, pintar, berpendidikan dan juga cantik. Mama sudah menganggapnya seperti putri kandung mama sendiri. Itulah sebabnya mama mengetahui banyak hal tentang Lola dan papa sangat yakin menjodohkan kamu dengan dia. Karena kamu akan menjadi pria beruntung yang akan mendapatkannya," jawab Linna sambil tersenyum. Lola sudah tersipu malu mendapatkan pujian itu. Papa Yuda juga mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan istrinya. Sedangkan Kiki masih seperti biasa.

"Sebenarnya aku ragu untuk menikah ma. Karena aku sangat yakin jika sikap papa yang suka mempermainkan wanita akan turun kepadaku. Itulah sebabnya sampai setua ini aku belum memantapkan hati untuk menikah. Aku tidak siap melihat istriku kelak terluka jika ada wanita penggoda yang berhasil merayu diriku nantinya. Seperti yang mama tahu. Aku itu tampan dan calon pewaris dari kerajaan bisnis papa. Pasti banyak wanita yang akan berusaha mendapatkan aku dengan berbagai cara," kata Bima tenang.

Linna menelan ludahnya kasar tetapi langsung memasang wajah selembut mungkin. Kata kata Bima adalah sindiran baginya. Dan Linna mengetahui hal itu. Tapi dia bersikap seperti tidak tersinggung. Sedangkan Papa Yuda hanya menghembuskan nafasnya kasar pertanda jika dirinya sudah kesal dengan perkataan putranya itu. Sedangkan Lola tidak terpengaruh sedikitpun dengan perkataan Bima itu. Dia masih bersikap manis dan sesekali menoleh ke Bima.

"Jangan mengalihkan pembicaraan Bima. Kita berbicara tentang pernikahan kamu bukan masa lalu papa. Lagi pula Lola sangat cantik. Tidak mungkin kamu berpaling dari dia," kata papa Yuda. Dia memang tidak bisa berlama-lama kesal dengan putra kesayangannya. Walau Bima jelas jelas menyindir dirinya. Tapi papa Yuda tidak bisa marah kepada Bima. Hanya terkadang papa Yuda memaksakan kehendaknya kepada Bima termasuk pernikahan perjodohan dengan Lola.

"Kecantikan istri tidak menjadi jaminan membuat si suami tidak selingkuh pa. Kecantikan istri akan kalah dengan godaan maut wanita penggoda. Mama kandungku adalah wanita yang sangat cantik, lembut dan bahkan sangat baik. Tapi lihat sekarang. Yang menjadi istri papa sekarang mama Linna kan. Dan mama kandungku tidak tahu dimana karena stress diselingkuhi oleh papa dan karena kehilangan adik kandungku satu satunya. Jadi jangan paksa aku menikah karena perjodohan pa," kata Bima sedih.

Rasa bersalah terlihat di wajah papa Yuda mendengar perkataan putranya. Bima mengingatkan dirinya ke masa lalu dimana Istri pertama harus stress karena mengetahui dirinya selingkuh. Dan menjadi gila setelah bayi yang dikandungnya kala itu dinyatakan meninggal. Dan tidak lama di rumah sakit jiwa, mama kandung dari Bima dinyatakan hilang karena berusaha mencari bayinya.

"Papa minta maaf akan kesalahan papa kepada mama kamu Bima. Tapi asal kamu tahu. Sampai saat ini papa dan Linna berusaha mencari keberadaan mama kamu. Kami benar benar merasa bersalah kepadanya," kata papa Yuda pelan.

"Benar Bima. Mama juga minta maaf akan kesalahan itu. Jika mama kamu ditemukan. Mama akan membawanya berobat supaya sembuh," kata Linna juga dengan suaranya pelan dan kepala tertunduk.

"Semoga saja kalian berhasil menemukan Mama kandungku. Aku sangat berharap akan hal itu," kata Bima datar.

"Iya pa, ma. Aku juga berharap seperti kak Bima. Walau aku putri kandung mama. Tapi aku ingin mengenal mama kandung kak Bima bagaimanapun keadaannya sekarang. Aku juga ingin minta maaf kepada beliau. Mungkin karena kehadiranku lah pernikahan papa dan mama kandung kak Bima tidak bisa diselamatkan," kata Kiki yang sedari tadi diam. Dia sama sekali tidak tertarik dengan pembicaraan tentang perjodohan kakak tirinya dengan Lola. Tapi ketika pembicaraan itu menyangkut mama kandung kakaknya. Kiki tidak bisa menahan mulut untuk tidak ikut berkomentar.

"Baik Bima. Papa akan menyuruh orang-orang kepercayaan papa untuk lebih serius lagi mencari keberadaan mama kamu. Sekarang kamu fokus mempersiapkan pernikahan kamu ya. Dua Minggu lagi kamu harus menikah dan tidak ada bantahan," kata papa Yuda tegas. Bima beranjak dari duduknya tanpa mengiyakan perkataan papanya.

Terpopuler

Comments

ᵉᴸiˢ🇵🇸Kᵝ⃟ᴸ

ᵉᴸiˢ🇵🇸Kᵝ⃟ᴸ

klo ella jadi nikah dengan bima berarti poliandri

2024-09-09

0

Rohmatiyaa Wahhab

Rohmatiyaa Wahhab

dan walaupun dah cerai wanita masih harus nunggu masa iddah

2024-07-06

2

Evy

Evy

belum cerai dak boleh nikah kalo cewek... kecuali pria.... bagaimana ini.. harusnya cerai dulu Thor .. walaupun nikahnya diam2..

2024-05-27

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!