Cia memperhatikan rumah yang akan mereka tempati sekarang. Alvian membawa masuk dua koper dan membawanya ke kamar atas. Gadis itu berjalan melihat-lihat rumah minimalis tingkat dua itu terlihat sederhana namun terkesan elegan. Ia masuk ke dalam dapur yang sudah lengkap dengan perabotan dapur , bumbu dapur dan persediaan pokok untuk memasak.
Cia membuka kulkas dua pintu yang di dalamnya sudah penuh dengan makanan siap saji , sayur-sayuran dan cemilan lainnya. Senyumannya merekah melihat es krim kesukaannya. Ia mengambil satu es krim tersebut, membuka bungkusnya dan menjilatinya hingga mulutnya blepotan.
Cia berjalan menuju ruang tamu, duduk di sofa sambil menjilati es krimnya.Alvian yang baru meletakkan koper di kamar berjalan menuruni anak tangga. Mendekati istrinya yang sibuk memakan es krimnya. Pria itu duduk di sebelah Cia, memperhatikan wajah cantik gadis tersebut.
Cia yang merasa di perhatikan menoleh menatap Alvian. Mengangkat satu alisnya seakan berkata "apa".
" Mau"Cia menyodorkan es krimnya ke mulut Alvian.
Alvian menggelengkan kepalanya"Tidak, kamu habiskan saja "tolak Alvian tersenyum.Cia kembali menjilati es krimnya.
Tubuh gadis itu menegang saat Alvian menjilati sudut bibir Cia. Jantung gadis itu berdetak tak karuan seakan ingin keluar dari tempatnya. Tubuhnya mematung seakan sentuhan itu membuat dia tidak bisa bergerak.
" Manis, aku suka "ujar Alvian tersenyum apalagi melihat wajah tegang Cia sangat menggemaskan baginya.
Alvian segera pergi dari hadapan Cia karna ada sesuatu yang harus dia kerjakan. Cia langsung tersadar dan menyentuh sudut bibirnya. Sebuah senyuman tercetak jelas di bibir tipisnya dengan semburat merah di kedua pipinya. Entah mengapa hatinya berbunga-bunga seperti ini.
*****
Albian duduk bersandar di ranjang menatap foto Cia yang dia dapatkan dari kamar Alvian. Entah sejak kapan saudara kembarnya itu menyimpan foto ini.Ia kaget ketika seseorang merebut foto itu dari tangannya. Albian langsung memberikan tatapan tajam pada sang pelaku sedangkan Azriellia tersenyum cengengesan.
" Kembalikan foto itu! "pinta Albian dengan ketus.
" Kenapa aku harus memberikan pada abang? Ini foto istrinya bang Alvian dan kenapa abang Albian mesem-mesem seperti orang gila? Ingat jangan jadi pembinor di rumah tangga orang lain walau istri orang lebih menggoda dari perawan di luaran sana "ejek Azriellia tersenyum mengejek.
Albian memalingkan wajahnya dan berdecak kesal. Azriellia duduk di samping Albian.
" Abang lebih baik cari wanita yang lain. Jangan terus mengharapkan Cia, wanita yang tidak mungkin bisa abang gapai... Cari wanita yang mencintai abang dan sebaliknya. Kalau abang terus seperti ini, sama saja abang menyakiti hati abang sendiri. Beri kesempatan pada wanita lain untuk menaklukkan hati abang "tutur Azriellia menatap Albian yang juga menatap dirinya.
" Tau apa kamu soal cinta, heh? "ejek Albian tersenyum meremehkan" Kamu masih bocah kemaren sore yang tak tau masalah seperti itu"cibir Albian.
Azriellia menghela napas berat dan tersenyum "Walau umur ku masih sembilan belas tahun aku sudah paham apa itu cinta dan sakitnya saat cinta kita di khianati. Orang yang jatuh cinta tidak pernah pandang umur mau masih balesan tahun atau sudah puluhan tahun. Bukan berarti orang yang bisa merasakan jatuh cinta itu harus berumur 20 , 23 , 25 dan seterusnya . Ini, nih kalau orang terlalu berteman dengan tumpukan pekerjaan hingga tidak tau bagaimana di dunia luaran sana" ujar Azriellia.
Albian terdiam membisu tak bergeming dengan ucapan sepupunya yang memang benar
"Iya, kamu benar tidak seharusnya aku terus mengharapkan Cia. Mungkin dengan merelakannya membuat hati ku tenang dan plong" sahut Albian.
Albian dan Azriellia saling melemparkan senyumannya.
"Kamu kenapa ke sini? " tanya Albian.
"Biasalah, aku habis bertengkar sama deddy. Semenjak kehadiran tante Meisya hubungan aku dan deddy merenggang. Aku kangen sama deddy aku yang dulu yang humoris dan bisa menempatkan dirinya sebagai deddy maupun sebagai teman curhat. Tapi sekarang kami bagai orang asing yang tak saling kenal " ujar Azriellia dengan wajah yang sedih.
Albian menatap kasihan pada Azriellia. Dia memeluk sepupunya dan mengusap kepala gadis itu dengan sayang.
"Lebih baik kamu tinggal di sini. Alvian juga tidak tinggal di sini jadi kamu bisa pakai kamarnya" ujar Albian.
*******
Cia duduk di sisi ranjang sambil tersenyum-senyum sendiri mengingat kejadian yang membuat jantungnya berdisko ria.Senyumannya langsung memudar berganti dengan ekpresi wajah yang biasa saja seakan tidak terjadi apa-apa saat melihat Alvian masuk ke dalam kamar . Pria itu mendekati Cia yang mengalihkan pandangannya sambil mengulum senyuman.
"Kamu sudah mandi? " tanya Alvian seraya melepaskan baju kaosnya yang sudah basah karna keringat.
"Aku belum mandi, tiba-tiba badan aku menggigil" sahut Cia. Alvian meletakkan telapak tangannya pada dahi istrinya membuat Cia mematung menatap suaminya.
"Suhu badan kamu normal. Mungkin kamu malas mandi " ujar Alvian.
Cia cengengesan membenarkan ucapan pria itu.
"Iya, aku lagi malas mandi " ujar Cia.
Alvian menggelengkan kepalanya melihat sikap malas istrinya.
"Jadi perempuan itu jangan malas mandi. Itu untuk kebersihan diri kamu juga jadi... Jangan di biasakan seperti itu " ujar Alvian tersenyum.
Alvian berlalu di hadapan Cia dan masuk ke kamar mandi. Melihat pria itu masuk ke kamar mandi Cia kembali tersenyum hatinya menghangat saat Alvian menyentuh dahinya, dia seperti tersengat listrik saat suaminya menyentuhnya.
Suara bel rumah membuat Cia membuyarkan lamunannya. Ia segera keluar dari kamar menuju ke pintu keluar.
Cia membuka pintu rumah .Ia nampak mengkerutkan keningnya melihat seorang wanita cantik yang terlihat lebih dewasa dan anak kecil perempuan yang mengandeng tangan wanita itu tengah berdiri di depan pintu seraya tersenyum.
"Maaf saya cari mas Alvian. Apa dia ada di dalam? " tanya wanita yang bernama Kanaya itu.
Hati Cia sudah memanas dan rasa cemburu mulai menyelimuti hatinya mendengar wanita yang ada di depannya ini menyebut Alvian dengan sebutan mas.Walau terdengar biasa saja tapi Cia tetap tidak suka.
"Ngapain cari bapak Alvian! " tanya Cia dengan nada ketus sambil berkacak pinggang.
Kanaya tampak kaget ketika kedatangannya tidak di sambut dengan baik. Ela nampak ketakutan melihat Cia yang seperti orang kesurupan dengan mata melotot. Bocah berumur lima tahun itu menyembunyikan dirinya di belakang sang bunda, Kanaya.
"Maaf, anda pembantunya ya? " tanya Kanaya yang tanpa sadar menyulut kemarahan Cia.
"Pembantu, pembantu. Saya ini istrinya bapak Alvian! Enak banget ngomong kalau saya pembantunya kalau pembantu dalam urusan ranjang saya masih terima di sebut seperti itu! Kamu ngapain cari suami saya, hah?!! " bentak Cia.
Kanaya tampak ketakutan melihat Cia yang dalam mode singa ngamuk. Ela sudah menangis ketakutan melihat orang yang ada di depannya yang sangat menyeramkan bagi bocah kecil itu.
"Saya cuma mau mengembalikan jam tangan mas Alvian yang ke tinggalan di rumah saya. Dan saya titip salam buat mas Alvian. Dan katakan terimakasih untuk servicenya" ujar Kanaya setelah memberikan jam tangan itu ia segera pergi dari hadapan Cia yang nampak mematung.
Pikiran Cia langsung mengarah ke hal negatif. Kenapa bisa jam tangan bapak Alvian ketinggalan di rumah Kanaya ? Apa mereka berdua berselingkuh.
"Bapak Alvian!!! " teriak Cia dengan suara yang menggelegar memenuhi semua isi ruangan dengan suaranya yang cempreng.
Napas Cia memburu dengan wajah yang memerah ,matanya sudah berair .
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments
RyuuHae
duri landak sdh mulai berdiri nih hati² vian 😂😂😂
2022-02-02
0
MAmk Anggry Anggri
lnjut
2021-12-16
0
olle
itu kanaya anak kandungnya dr. irfan buka ya?
dan apakah ela itu cucunya dr. irfan?
di bantu jawab ya thorr?
makasih
semangat up nya kakak
2021-12-16
0