Aroma permusuhan yang kuat menjalar. Suasana mulai memanas dengan saling melempar tatapan sinis. Hito berdecih sebagai bentuk tak senang dengan sikap arogan yang ditunjukkan Dirga.
"Istri? Istri ke dua yang kamu biarkan tinggal seorang diri maksudnya?"
Sindiran Hito begitu menghujam jantung. Tangan Dirga terkepal demi mengurai rasa marah yang seakan membakar tubuhnya hingga ke ubun-ubun. Menyadari raut muka Dirga, Lula pun berdiri meninggalkan kursinya. Namun tetap diam membisu di sisi sang suami.
Dirga menarik Lula ke belakang punggungnya. Melalui bahasa tubuhnya, ia seolah ingin menjelaskan kepada Hito bahwa dirinya lah pemilik wanita itu.
Di saat yang sama, seorang wanita pemilik kedai makanan tiba-tiba hadir di antara mereka dengan membawa makanan yang sempat dipesan Lula untuk dibawa pulang. Dirga meraihnya dan menyerahkan beberapa lembar uang kertas, membuat dahi wanita pemilik kedai makanan itu berkerut.
"Simpan saja kembaliannya."
"Terima kasih." balas wanita itu dengan sopan, lalu kemudian kembali ke kedai miliknya.
Dirga kembali menghunus tatapan permusuhan kepada pria di hadapannya, jika tidak sedang berada di keramaian, mungkin kepalan tinjunya yang keras sudah ia hadiahkan ke wajah Hito.
"Aku ingatkan, jauhi istriku dan jangan pernah kamu dekati dia lagi!"
Tanpa menghiraukan Hito, Dirga merangkul bahu Lula dengan posesif dan membawanya pergi. Lula menatap tangan Dirga yang terasa begitu erat memeluknya. Namun seperti biasa, tak menunjukkan reaksi apapun.
Dirga membuka pintu mobil..
"Cepat naik!"
.
.
.
Beberapa kali Alika melirik arah jarum jam di dinding dengan kesal. Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam, namun Dirga belum juga kembali. Akhir-akhir ini Alika mulai merasa Dirga mengabaikannya dengan lebih banyak menghabiskan waktu di kantor. Bahkan sudah beberapa kali ia mencoba menghubungi nomor suaminya itu, namun tak juga tersambung.
Alika membuka ponsel. Satu-satunya orang yang dapat ia hubungi saat ini adalah orang terdekat suaminya saat sedang di luar, Jeff.
"Halo, Jeff. Apa kamu sedang bersama Dirga?" tanya Alika saat mendengar Jeff menjawab panggilannya.
Di sana, Jeff memutar bola matanya dengan ekspresi kesal.
Dia tidak pernah sopan menyebut nama suaminya dan Pak Dirga malah bertahan dengan istri seperti ini? Ajaib sekali!
Jeff kembali menempelkan ponsel ke telinga. "Pak Dirga sedang lembur, Bu. Apa ada pesan yang perlu saya sampaikan?" tanya Jeff datar.
"Kenapa nomornya mati?"
Jeff melirik ponsel sang bos yang telah hancur berkeping-keping karena dibanting setelah kesal menerima laporan dari Leon tentang Lula yang sedang bersama Hito.
"Ponsel Pak Dirga tadi jatuh dan rusak, Bu. Makanya tidak aktif nomornya."
"Ya sudah, saya mau bicara dengan dia!"
"Maaf, tidak bisa! Saat ini Pak Dirga sedang tidak bisa diganggu. Saya akan sampaikan pesan Ibu kalau memang ada yang penting."
Kesal, Alika mengakhiri panggilan itu. Memaki-maki Jeff sambil melempar ponsel ke sofa. Sejak awal menikah dengan Dirga, Jeff tak pernah sungkan menunjukkan kekurang-ajarannya terhadap istri bosnya itu. Dan walaupun kerap menyampaikan keberatan terhadap sikap Jeff, nyatanya Dirga tak begitu menghiraukan.
"Seharusnya sejak awal aku singkirkan orang ini!"
.
.
.
Sepanjang perjalanan pulang, Dirga dan Lula saling diam satu sama lain. Sesekali Dirga melirik Lula yang duduk di sisinya--yang sejak tadi mengabaikannya dan memilih mengalihkan pandangan ke arah lain.
"Kamu kenapa keluar malam-malam?" tanya Dirga yang masih terfokus dengan jalan di depannya.
"Aku rasa, aku tidak perlu menjawabnya, karena itu akan membuat kamu merasa bersalah."
Dirga terdiam. Melalui jawaban ambigu itu, ia dapat menebak sendiri apa yang membuat istrinya keluar di malam hari.
"Maaf."
"Tidak perlu," sambar Lula dengan cepat. "Maaf adalah kesadaran seseorang atas kesalahannya. Dengan meminta maaf seseorang akan menjadi bijak dan bertanggungjawab. Sayangnya, itu tidak ada di dalam diri kamu!"
Lula membungkam Dirga dengan telak. Keheningan pun kembali tercipta.
Setibanya di rumah, Lula masuk terlebih dulu, sementara Dirga mengikuti di belakangnya.
"Aku mau bicara!" Dirga membuka suara. Lula lantas meletakkan kantongan makanan ke atas meja.
"Bicaralah," balasnya singkat dalam posisi masih membelakangi Dirga. Terlihat enggan menatap wajah sang suami.
Dirga menarik napas dalam menyadari sikap dingin Lula. Ia menatap punggung istrinya itu. "Jauhi Hito! Aku rasa dia menginginkan kamu dan dia akan terus mendekati kamu."
Lula terdiam sebentar, lalu membalikkan tubuh dan menatap mata suaminya. Melangkah maju dan membuat Dirga membeku.
"Dan kamu sendiri? Kamu tidak menginginkan aku?"
Dirga seketika membungkam. Tatapan Lula seolah mampu menenggelamkannya.
"Ya, aku sudah tahu jawabannya. Kamu tidak menginginkan aku, karena itulah kamu akan menceraikan aku setelah anakku lahir. Lalu kenapa kamu harus keberatan saat ada orang lain yang menginginkan aku? Apa yang kamu inginkan dari tubuh yang akan kamu buang ini?"
"Lu-Lula ... Aku ..."
Tok Tok Tok
Suara pintu yang diketuk dengan keras membuat pembicaraan antara Dirga dan Lula terhenti. Lula segera beranjak menuju pintu dan membukanya.
Tampak Alika berada di sana dengan gaya angkuh seperti biasanya. Meskipun cukup terkejut, namun Lula masih berusaha bersikap santai. Tanpa mempersilahkan Alika masuk, Lula melangkah membelakanginya, melewati Dirga begitu saja.
"Istri kamu datang mencari. Pulanglah sebelum kalian membuat keributan di sini!"
Lula berjalan ke arah kamar dan menutup pintunya. Tak lagi peduli dengan dua orang yang berada di rumahnya.
"Jadi ini yang dimaksud Jeff lembur dan tidak bisa diganggu?" Alika menatap Dirga dengan menuntut.
"Al ... Lula juga istriku dan tidak ada salahnya kalau aku menemuinya."
"Tapi Dirga, kamu sudah berjanji sama aku untuk--"
"Stop, Alika!" bentak Dirga, membuat Alika tersentak. "Berhenti menekan aku seperti ini atau aku benar-benar akan ingkar janji."
Dirga melangkah keluar meninggalkan rumah itu. Tak terima, Alika pun mengekor di belakang suaminya.
Sementara tak jauh dari mereka, senyum terbit di sudut bibir Hito, setelah melihat adegan yang tersaji di hadapannya.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Galih Pratama Zhaqi
kusambel km ya bang dah tau bini hamil ya jls pngin ini ono lah km mlh gak peduliin yg km peduliin si lampir aja ya,, cb dech km selidiki tu lampir gmn bobrokny dia CEO kok oon buka mata jngn buta dg cinta apa itu,, 😏
2024-11-27
1
Sulis Tyawati
hito g usah jd pebinor,,, cukup allan dan rayhan saja yg jd pebinor 🤣😀
2024-12-05
0
Adhe Ayori
masih nanya kmu Dirga,knpa keluar mlm2 ,gk tanya dri sendri ,apa yg d butuh in wanita yg lgi hamil , apakah kamu pernah nanya apa yg d inginkan wanita dan apa yg kmu lakukan buat Lula istrimu yg LG hamil...apa Dirga ,klo gk bisa perhatian dn punya waktu buat istrimu ,jgn tanya knpa dia kluar mlm2.
2024-10-27
0