bab 2

" San, aku titip Resto ya, aku mau jemput anak-anak", ucapnya pada asistennya.

Sila perlahan meninggalkan parkiran Resto menuju sekolah kedua anaknya.

tak butuh lama bagi Sila untuk menemukan kedua anaknya.

" anak mama kok masih cemberut aja sih", Sila membelai rambut putrinya dengan sayang.

Adit yang duduk dibelajang hanya bisa mengangkat bahu dan menghembuskan nafas beratnya.

" hem... bagaimana kalau kita mampir dulu ke kedai es krim", meminta persetujuan kepada kedua anaknya.

Dania yang sedari tadi hanya menatap keluar jendela dengan cemberut mengalihkan pandangannya kepada Sila. semarah apapun dania akan berbinar - binar jika mendengar kata es krim. mendung diwajahnya perlahan pudar perlahan.

" mau tidak, kalau gak mau kita langsung ke Resto ya, mama masih ada kerjaan dikit di sana! ", dengan melirik anak sulungnya sila mencoba menggoda putrinya.

" aku sih mau ja ma, tapi kayaknya tuan putri kita yang cantik ini gak mau ma", ucap adit menggoda adik kesayangannya.

" huaaa... huaaa.. huaaa... mama dan abang jahat, huaaa... huaaa... huaaa... mama dan abang gak sayang adek lagi", dania menangis dengan kerasnya.

Sila dan adit saling pandang, mereka tertawa melihat dania yang menangis didalam mobil.

" cup... cup... cup.... sayang, abang dan mama hanya bercanda tadi, cup... cup... cup... oke, kita ke kedai es krim sekarang ya, , tapi dengan syarat gak boleh nangis dan sedih lagi, oke ",!. ucapnya sambil memeluk dan menghapus air mata putrinya.

Dania hanya mengangguk tanda setuju dengan syarat yang diberikan mamanya dan mencoba memberikan senyum terbaiknya.

" Nah gitu donk, itu baru anak mama", mobil mulai berjalan perlahan menuju Mall yang terdapat kedai es krim, dimana berbagai macam rasa es krim dapat dinikmati di sana.

hanya butuh waktu 30 menit untuk sampai di mall yang mereka tuju.

" bang pakai jaketnya dulu, adek juga biar nyaman makan es krimnya", Sila memberikan jaket kepada kedua anaknya.

Sila selalu menyiapkan jaket dan baju ganti di mobil untuk mereka, sebagai persiapan jika sewaktu - waktu mereka ingin berganti pakaian.

mereka berjalan memasuki Mall, dan langsung menuju tempat yang mereka inginkan. setelah memilih varian rasa yang diinginkan dan memesannya segera mencari tempat duduk dan menikmati es krim.

tak butuh waktu lama bagi dania dan adit untuk menghabiskan pesanan mereka, dengan lahap dan habis tak tersisa hingga bersih.

" yuk kita ke resto, biar pulangnya gak kesorean", sambil bangkit dari tempat duduknya.

" ok ma", kedua anaknya pun beranjak dan mengekor sang mama.

sesampainya di Resto, Sila meminta karyawannya untuk membersihkan tempat bermain sekaligus tempat istirahat untuk kedua anaknya.

Resto itu memiliki tempat bermain dan tempat istirahat yang sengaja dibuat jika kedua anaknya ikut bersamanya.

" gimana Resto hari ini san?, ucapnya pada asistennya.

" hari ini cukup rame bu, dan ini laporan keuangannya", Sila menerima map merah yang berisi laporan tersebut.

dengan teliti Sila memeriksanya, dirasa tidak ada yang salah ia mengembalikannya pada asistennya.

" pendapatan kita sudah mulai lumayan bagus ya san", ucapnya pada asistennya yang sudah dipercayainya sejak Resto itu dibuka.

" ya bu, bahkan semakin mengalami kenaikan", ucapnya.

Sila hanya akan mengecek Resto seminggu dua kali, jika tidak ada hal yang memang mendesak. jika diharuskan dia untuk datang baru ia akan datang.

-----------------*****-------++++-----

hari yang melelahkan dirasakan Sila, setelah menyuruh kedua anaknya untuk membersihkan diri dan istirahat, Sila beranjak naik keatas menuju kamarnya, membuka baju dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.

" berendam bisa memghilangkan lelahku", batinnya.

Sila mengisi bathtub dengan air hangat dan menambahkan aroma terapi.

" mama.... mama.... tok.. tok... tok... ma.... mama... ", teriakan kedua anaknya menyadarkannya.

" hah.... aku ketiduran, hampir satu jam aku tertidur disini", umpatnya

dengan cepat Sila menyambar jubah mandi, dan bergegas membuka pintu untuk kedua anaknya.

" kok lama sih ma, buka pintunya", tanya dania langsung masuk dan naik keranjang mamanya.

" Mama mandi sayang, jadi lama bukanya", dan berlalu menganti pakaiannya.

" kami lapar ma," ucap kedua bocah bersamaan.

" suruh bibi menyiapkan makanannya, mama tadi bawa lauk dari resto, jadi mama gak masak untuk makan malam", perintahnya kepada kedua anaknya.

kedua bocah itu turun dan langsung menyampaikan seperti yang mama mereka ucapkan.

" mas jangan pulang larut malam, aku menunggu dan merindukanmu", sila mengirimkan pesan kepada suaminya.

" akan aku usahakan sayang, aku juga merindukanmu", senyum mengembang di bibirnya membaca balasan suaminya.

ntah mengapa malam ini dia merindukan suaminya Aldi, sejak mendapat tender baru, Aldi selalu sibuk dan pulang larut malam, ada hal yang mereka lupakan sebagai penghangat hubungan mereka.

setelah rapi dan memoles wajahnya sedikit, Sila turun kebawah untuk makan malam bersama anak- anaknya.

" mama lama banget sih, kami sudah lapar ma", oceh dania sambil menaruh kepalanya dimeja.

" maafkan mama sayang, ya sudah mari kita makan", Sila menaruh nasi dan lauk untuk kedua anaknya.

setelah makan malam dan menemani mereka belajar, dan memastikan anak- anaknya tidur, Sila naik keatas menuju kamarnya.

Sila kembali memoles wajahnya, ia ingin terlihat cantik didepan suaminya.

pukul sembilan malam Aldi sampai di rumah, sudah terlihat sepi, mungkin sebagian penghuninya sudah terlelap.

dengan pelan Aldi membuka kamarnya, didapati sang istri sedang memainkan benda pipih genggamannya.

Sila mengarahkan pandangannya mendengar suara pintu terbuka, dengan cepat ia menuju suaminya, mengambil tas dan menyambutnya dengan senyuman termanisnya.

" belum tidur ma", sapa suaminya

" kan mama nunggu papa", ucapnya membawa tas suaminya menuju nakas

Sila membuka dasi dan kemeja suaminya, dan berlalu ke kamar mandi menyiapkan air hangat untuknya.

" Papa udah makan?, tanyanya

" udah ma, tadi sama yang lain di kantor", ucap suaminya.

setelah suaminya masuk ke kamar mandi Sila menyiapkan bajunya, tak lupa Sila dengan cepat menganti bajunya dengan lingerie yang sudah ia siapkan sedari tadi, malam ini ia ingin melakukannya dengan suaminya, membayar yang telah terlewatkan.

sila membungkus seluruh tubuhnya dengan selimut, meski sudah sering melakukannya tapi rasa malu masih saja bersemayam, apalagi malam ini terkesan ia yang sedang menggoda suaminya.

pintu kamar mandi terbuka, Sila sedikit terkejut dan menatap suaminya yang hanya membungkus bagian tubuhnya dengan handuk.

" mama kenapa kok kayak ulat bulu gitu", canda suaminya.

Aldi berjalan dan duduk ditepian ranjang, mencoba menatap istrinya pura- pura terpejam.

" ma tolong ambilin air minum donk di nakas", perintahnya pada Sila.

sebenarnya Aldi hanya ingin tau apa yang dilakukan istrinya didalam selimut, Sila yang tak menyadari hal itu, segera beranjak dan menuju nakas mengambil air.

ketika melihat pantulan kaca, Sila baru tersandar jika ia sedang memakai lin****e tipis dam tanpa dalaman, rasa malu menghinggapinya, dengan gugup ia memberikan air kepada suaminya.

" kau sengaja ingin menggodaku ya," seringai dan langsung merangkul pinggang istrinya.

meskipun sudah memiliki dua anak, Sila pandai merawat tubuhnya, sehingga masih terlihat ramping dan sexy. ia selalu berolahraga setiap hari.

" jadi ini sebabnya kau menyuruhku pulang cepat", sila hanya tersenyum dan malu- malu.

" maafkan aku sudah lupa akan tugasku, tapi aku bahagia kamu jadi punya inisiatif seperti ini, dan aku menyukainya", ucap Aldi pada istrinya.

Aldi merasa lelahnya terobati dengan menunaikan kewajibannya sebagai seorang suami, selama ini ia lupa akan tugasnya sehingga membuat istrinya yang melakukan ini semua.

Aldi merobohkan tubuhnya di samping Sila, keringat mereka bercucuran meski Ac menyala, Aldi memeluk perut ramping istrinya dan mencium keningnya.

" makasih sayang atas malam ini, sungguh nikmat dan masih sama seperti dulu", ucapnya

mereka mulai terlelap, tanpa membersihkan tubuh mereka yang penuh dengan peluh.

Terpopuler

Comments

Hasrie Bakrie

Hasrie Bakrie

Next

2022-03-30

1

alamterang makmur

alamterang makmur

SE

2022-02-28

0

Cucu Saodah

Cucu Saodah

he.mm..... kangen suami... suami mana suami?..

2022-01-19

3

lihat semua
Episodes
1 bab 1
2 bab 2
3 bab 3
4 bab 4
5 bab 5
6 bab 6
7 bab 7
8 bab 8
9 bab 9
10 bab 10
11 bab 11
12 bab 12
13 bab 13
14 bab 14
15 bab 15
16 bab 16
17 bab 17
18 bab 18
19 bab 19
20 bab 20
21 bab 21
22 bab 22
23 bab 23
24 bab 24
25 bab 25
26 bab 26
27 bab 27
28 bab 28
29 bab 29
30 bab 30
31 bab 31
32 bab 32
33 bab 33
34 bab 34
35 bab 35
36 bab 36
37 bab 37 untuk 21+
38 bab 38
39 bab 39
40 bab 40
41 bab 41
42 bab 42
43 bab 43
44 bab 44
45 bab 45
46 bab 46
47 bab 47
48 bab 48
49 bab 49
50 bab 50
51 bab 51
52 bab 52
53 bab 53
54 bab 54
55 bab 55
56 bab 56
57 bab 57
58 bab 58
59 bab 59
60 bab 60
61 bab 61
62 bab 62
63 bab 63
64 bab 64
65 bab 65
66 bab 66
67 bab 67
68 bab 68
69 bab 69
70 bab 70
71 bab 71
72 bab 72
73 bab 73
74 bab 74
75 bab 75
76 bab 76
77 bab 77
78 bab 78
79 bab 79
80 bab 80
81 bab 81 untuk 21+
82 bab 82
83 bab 83
84 bab 84
85 bB 85
86 bab 86
87 bab 87
88 bab 88
89 bab 89
90 bab 90
91 bab 91
92 bab 92
93 bab 93
94 bab 94
95 bab 95 gelisah
96 bab 96 malas
97 bab 97 kunjungan Aldi
98 bab 98 dokter cabul
99 bab 99 vitamin kesuburan
100 bab 100 serba salah
101 bab 101 berdoa dan berusaha
102 bab 102 kembali ke paris
103 bab 103 berpuasa
104 bab 104 lanjut puasa
105 bab 105 pulang ke rumah lama
106 bab 106 Vania kesal
107 bab 107 Arsya kesal
108 bab 108 orang misterius
109 bab 109
110 bab 110 memberi hukuman
111 bab 111 romantis
112 bab 112 bukti cinta
113 bab 113 hamil
114 bab 114 pertengkaran
115 bab 115 Menenangkan diri
116 bab 116 penyesalan
117 bab 117 kedatangan Vania
118 bab 118 kedatangan Oma Cintya
119 bab 119
120 bab 120 bertemu Aldi
121 bab 121 menemui Sonia
122 bab 122 menemukan titik terang
123 bab 123 terbang ke Swiss
124 bab 124 pertemuan
125 bab 125 pertemuan 2
126 bab 126 pelanggan kamar 102
127 bab 127 memaafkan
128 bab 128 permintaan Oma Cintya
Episodes

Updated 128 Episodes

1
bab 1
2
bab 2
3
bab 3
4
bab 4
5
bab 5
6
bab 6
7
bab 7
8
bab 8
9
bab 9
10
bab 10
11
bab 11
12
bab 12
13
bab 13
14
bab 14
15
bab 15
16
bab 16
17
bab 17
18
bab 18
19
bab 19
20
bab 20
21
bab 21
22
bab 22
23
bab 23
24
bab 24
25
bab 25
26
bab 26
27
bab 27
28
bab 28
29
bab 29
30
bab 30
31
bab 31
32
bab 32
33
bab 33
34
bab 34
35
bab 35
36
bab 36
37
bab 37 untuk 21+
38
bab 38
39
bab 39
40
bab 40
41
bab 41
42
bab 42
43
bab 43
44
bab 44
45
bab 45
46
bab 46
47
bab 47
48
bab 48
49
bab 49
50
bab 50
51
bab 51
52
bab 52
53
bab 53
54
bab 54
55
bab 55
56
bab 56
57
bab 57
58
bab 58
59
bab 59
60
bab 60
61
bab 61
62
bab 62
63
bab 63
64
bab 64
65
bab 65
66
bab 66
67
bab 67
68
bab 68
69
bab 69
70
bab 70
71
bab 71
72
bab 72
73
bab 73
74
bab 74
75
bab 75
76
bab 76
77
bab 77
78
bab 78
79
bab 79
80
bab 80
81
bab 81 untuk 21+
82
bab 82
83
bab 83
84
bab 84
85
bB 85
86
bab 86
87
bab 87
88
bab 88
89
bab 89
90
bab 90
91
bab 91
92
bab 92
93
bab 93
94
bab 94
95
bab 95 gelisah
96
bab 96 malas
97
bab 97 kunjungan Aldi
98
bab 98 dokter cabul
99
bab 99 vitamin kesuburan
100
bab 100 serba salah
101
bab 101 berdoa dan berusaha
102
bab 102 kembali ke paris
103
bab 103 berpuasa
104
bab 104 lanjut puasa
105
bab 105 pulang ke rumah lama
106
bab 106 Vania kesal
107
bab 107 Arsya kesal
108
bab 108 orang misterius
109
bab 109
110
bab 110 memberi hukuman
111
bab 111 romantis
112
bab 112 bukti cinta
113
bab 113 hamil
114
bab 114 pertengkaran
115
bab 115 Menenangkan diri
116
bab 116 penyesalan
117
bab 117 kedatangan Vania
118
bab 118 kedatangan Oma Cintya
119
bab 119
120
bab 120 bertemu Aldi
121
bab 121 menemui Sonia
122
bab 122 menemukan titik terang
123
bab 123 terbang ke Swiss
124
bab 124 pertemuan
125
bab 125 pertemuan 2
126
bab 126 pelanggan kamar 102
127
bab 127 memaafkan
128
bab 128 permintaan Oma Cintya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!