Tiba-tiba Zizi terpental ke belakang dan nyaris saja menabrak dinding gudang jika saja Shane tak segera melesat menangkapnya.
"Terimakasih Kak Seng."
Kata Zizi pada Shane.
Tampak Shane mengangguk.
Paman Ziyan menghampiri keponakannya, wajahnya mengisyaratkan kekhawatiran.
"Kamu tidak apa-apa Zizi?"
Tanya Paman Ziyan.
Zizi mengangguk.
"Tidak apa-apa Paman."
Ujar Zizi yang kini sudah kembali berdiri biasa lagi.
Zizi akan kembali menuju cermin tua milik Kakek dan Neneknya, saat Paman Ziyan segera menahan lengan Zizi.
"Sudahlah, kita cari jalan lain saja, Paman tak mau kehilangan satu lagi kesayangan Paman."
Kata Paman Ziyan.
"Tapi Paman, kalau Ali..."
Paman Ziyan segera menepuk bahu Zizi.
"Jangan, jangan katakan sesuatu yang buruk, jangan pikirkan hal buruk."
Kata Paman Ziyan.
Zizi menatap Pamannya yang jelas sekali berusaha untuk kuat, padahal Papa Zizi saja seolah tak bisa apa-apa karena terlalu syok.
Bersamaan dengan itu muncul Zia dari pintu masuk gudang, ia berjalan masuk dan bergabung bersama Zizi, Shane dan Paman Ziyan.
Tampak hantu Maria kini berada di dekat cermin bersama mbak pocong, mereka sangat penasaran dengan cermin tua itu.
"Apa yang terjadi?"
Tanya Zia.
"Cermin itu, Zizi yakin cermin itu."
Zizi menunjuk cermin tua yang kini tengah dipandangi Maria dan mbak pocong.
"Zizi pikir akan bisa masuk saat mencoba berkomunikasi jika Zizi keturunan Naga, bukannya bisa masuk Zizi malah terpental."
Kata Zizi pada Mamanya.
Zia akhirnya menghampiri cermin yang dimaksud Zizi.
Apa sebetulnya yang terjadi?
Benarkah ada dunia lain di balik cermin tua ini? Batin Zia.
"Ah sebentar."
Zia menghentikkan langkahnya dan kemudian beralih pada Ziyan.
"Kak Ziyan, kau bisa telfon Kakek sekarang?"
Tanya Zia.
Ziyan mengerutkan kening.
"Untuk apa? Kami sengaja tak memberitahu dulu kabar Ali hilang padanya."
Ujar Ziyan.
Zia menggeleng.
"Bukan untuk memberi kabar padanya soal menghilangnya Ali, tapi tanyakan riwayat cermin ini."
Ziyan tampak ragu, lalu...
"Aku rasa Kakek tak akan terlalu mengurusi paa yang ada di dalam rumah Zia, aku rasa lebih memungkinkan Paman Salim yang tahu."
Kata Ziyan.
"Ah ya benar, dia dulu pengawal Ayah dan Ibu kalian, pasti dia tahu sesuatu."
Kata Zia.
Ziyan mengangguk.
"Biar Zion yang hubungi Paman Salim, dia lebih pandai bicara."
Kata Ziyan yang kemudian bergegas keluar dari gudang untuk kembali ke bangunan utama rumah di mana tadi mereka berkumpul.
Aisyah isteri Ziyan masih terus menangis dipeluk Eva putri sulung mereka, ketika Ziyan kembali ke ruangan.
Sementara Zion yang wajahnya pucat karena merasa sangat bersalah duduk di sudut dengan mengurut kening terus menerus.
"Zion."
Panggil Ziyan.
Zion menoleh ke arah kedatangan saudara kembarnya.
"Ada apa Kak?"
"Telfon Paman Salim, tanya soal cermin yang ada di gudang."
Kata Ziyan tanpa buang waktu.
Zion pun segera meraih hp nya dan langsung mencari nama Paman Salim untuk segera ia hubungi.
Sementara Zion tengah menghubungi Paman Salim, mantan pengawal utama Alpha Centauri yang juga menjadi kaki tangan keluarga Kakek Zion dan Ziyan, di gudang saat Zia akan mendekati cermin, tiba-tiba Maria dan mbak pocong tersedot masuk ke dalam cermin yang berubah seperti pusaran angin.
Zizi dan Shane melompat cepat mencoba menyelamatkan Maria dan mbak pocong, tapi mereka sudah terlanjur masuk ke dalam cermin.
Zizi nyaris meninju cermin itu saking kesalnya, jika saja Shane tak langsung menangkap tangan Zizi.
"No, kita masih memerlukannya Zizi, dan tanganmu bisa terluka."
Kata Shane lembut.
**-----------**
Ali menatap api yang menyala di perapian untuk menghangatkan ruangan sambil memikirkan apa yang kini terjadi di dunia manusia.
Bagaimana khawatirnya Ibu dan Ayahnya, Paman dan Bibinya, serta memikirkan apa mungkin Kak Zizi bisa menjemputnya pulang, tatkala tiba-tiba Ali mendengar seperti ada suara sesuatu jatuh di atas atap rumah Lori.
Lori yang datang membawa segelas coklat panas begitu mendengar suara sesuatu jatuh di atas atap rumahnya langsung buru-buru keluar, Ali mengikuti.
Hujan masih turun, jalanan masih terlihat sepi, belum ada tanda Meri pulang bersama Belle, padahal Lori yakin tadi Belle pasti langsung menjemput Meri.
Lori baru akan memastikan apa yang ada di atap rumahnya, saat tiba-tiba sesuatu menggelinding dari atap dan jatuh di depannya.
"Hah! Karung apa ini?"
Lori kaget bukan main melihat sesuatu dibungkus dengan dua kuncung macam permen.
Permen itu memiliki wajah, dan wajah itu menyeringai ke arah Lori.
Lori yang merasa itu mahluk aneh jelas saja langsung menendangnya.
"Dia pasti kiriman dari Birsha Dolores."
Kata Lori sambil melihat permen yang ia tendang kini terpental jauh.
"Heeei!!"
Tiba-tiba sebuah suara terdengar dari atas atap, dan tampak seorang perempuan melayang turun dari atap.
Perempuan yang memakai gaun berenda itu menatap kesal pada Lori karena telah menendang si permen.
"Kau mau mati, menendang teman..."
Maria, si perempuan dengan gaun berenda itu menghentikan omelannya ketika melihat Ali muncul di dekat Lori.
Ali terlihat bertanya pada Lori,
"Ada apa?"
Lalu Ali menatap ke arah Maria.
Ali mengerutkan kening, karena perempuan di depan mereka itu seolah mengenalnya.
"Hai Ali, kamu dicari seluruh keluarga malah asik pacaran!!"
Maria marah-marah.
Lori memandang Maria lalu memandang Ali bergantian.
"Kau mengenalnya?"
Tanya Lori pada Ali yang tak yakin ia mengenalnya atau tidak.
"Aku Maria, kau di dunia manusia tidak melihatku, tapi harusnya kau mengenali energiku, dasar manusia kalau lagi pacaran lupa semuanya."
Kesal Maria.
"Pacaran apa? Kami tidak pacaran!"
Lori dan Ali bersamaan.
Maria menyeruak masuk ke dalam rumah Lori tanpa permisi.
"Di luar dingin."
Kata Maria seenaknya.
"Haiish, kamu ini apa?"
Tanya Lori heran.
"Kamu bukan peri tapi bisa melayang."
"Aku kresek kena angin."
Kesal Maria sambil duduk di atas rak.
"Aku hantu dodol!!"
Maria geleng-geleng kepala.
Bisa-bisanya ada mahluk yang tak tahu jenis hantu. Batin Maria.
"Ah, monster."
Gumam Lori.
"Hantuuuu... Hantuuuuu."
Maria ngotot.
Ali yang mencoba mengingat energi Maria yang bisa ia rasakan akhirnya mulai menyadari jika ia yang sering berada di sekitar Kak Zizi.
"Kak Zizi, apa dia datang? Di mana dia? Ah pasti dia datang kan? Aku tahu dia pasti akan membawa ku pulang."
Ali langsung terlihat senang begitu tahu Maria yang ada di depannya kini adalah teman hantu kakak sepupunya.
Maria mendengus.
"Pulang apanya, aku dan si pocong saja tiba-tiba tersedot ke sini."
Kata Maria.
"Hah, kenapa?"
Lori malah bingung.
"Kenapa? Kamu yang penghuni dunia di sini saja tanya, apalagi aku yang kesedot!"
Maria benar-benar pusing tujuh keliling.
"Ah jadi Kak Zizi tidak ada."
Ali terlihat lemas.
"Zizi mencarimu seperti orang gila, dia sangat khawatir, begitu juga semua keluarga."
Kata Maria pada Ali.
**-------------**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 253 Episodes
Comments
Ray
Terus gimana jalan keluarnya, dan apakah Zizi bisa nyusul ke dunia peri Thor🤔🙏
2022-10-09
0
Alexandra Juliana
Ya ampun onty Maria kresek ternyata 😂😂😂
2022-09-27
0
Iswahyuni Puji Handayani
hahahaha.. peri tau ga.. apa itu kresek..
2022-03-03
1