Ali terus mengikuti gadis yang lari sambil menariknya, hingga kemudian mereka sampai di tepi tebing, Ali membelalakan matanya.
Sial, mati aku! Batin Ali.
Namun, tiba-tiba gadis cantik itu menjentikkan jarinya, sebuah jembatan transparan muncul begitu saja.
Belum sempat Ali bertanya, gadis itu segera menarik Ali melewati jembatan transparan itu.
Manusia setengah rubah itu melompat mencoba mendapatkan keduanya, mereka ikut menyebrang jembatan transparan yang dibuat hanya dengan jari telunjuk gadis cantik yang menarik tangan Ali.
Hingga saat Ali dan gadis itu sampai di seberang, gadis itu melompat dengan senang, ia menjentikkan jari lagi, dan...
Push...
Jembatan transparan itu menghilang.
"Hei, aku pulangnya bagaimana?'
Teriak Ali melihat jembatan itu hilang dan para manusia setengah rubah berjatuhan ke bawah.
Ali melihat ke arah jurang di bawah sana yang begitu dalam, ia bergidik membayangkan ia bernasib sama dengan para manusia setengah rubah itu.
"Kau itu apa?"
Tanya gadis itu tiba-tiba, mengejutkan Ali yang langsung menoleh ke arahnya dan jadi kesal.
"Apa? Aku manusia! Memangnya kamu lihatnha apa? Perkedel?"
Sungut Ali.
Gadis itu mengulurkan tangannya ke arah wajah Ali dan mencolek hidung Ali yang bangir.
Haiiish... Ali mengusap hidungnya dengan kesal.
"Ternyata benar ada manusia."
Kata gadis itu.
Ya Tuhan, apa ini mimpi?
Mimpi bodoh?
Apa aku belakangan kurang asupan gizi?
Ali mengacak-acak rambutnya.
"Kenapa manusia masuk ke alam peri?"
Gumam gadis itu.
Hah, apa dia bilang, peri?
Ali menatap gadis cantik di depannya.
"Apa? Ah... ya aku cantik."
Kata gadis itu karena ditatap Ali.
Ali jadi mendengus.
Malah dia GR. Ali jadi tambah kesal.
Tampak gadis itu mengerjapkan mata bulatnya ke arah Ali, mata bulat dengan bulu mata yang lentik, sungguh cantik memang.
Ali akhirnya mengatur nafas, ia menatap langit di atas sana yang tak seperti langit biasanya.
Ali mengerutkan kening, kenapa langit awannya berwarna-warni dan bercorak bulat-bulat seperti polkadot.
Dan..
Ah apa ini...
Ali menatap hamparan rumput di bukit yang kini ia pijak. Rumput liar berwarna magenta dan hijau toska itu setiap tertiup angin yang beraroma mint seperti mengeluarkan siulan.
Ali menatap gadis itu lagi, yang kini tersenyum begitu lucu.
"Apa kau tersesat?"
Tanya gadis itu.
Ali menghela nafas.
"Apa aku bukan sedang mimpi?"
Ali balik bertanya.
Plak!!
Gadis itu malah menampol muka Ali.
"Haiii!!"
Ali berang bukan kepalang, darah Ziyan dalam dirinya langsung muncul.
Gadis itu malah cekikikan melihat Ali marah.
"Manusia ternyata suka marah-marah, mirip dengan para kelompok penyihir jahat."
"Apa!"
Ali sungguh tidak mengerti kenapa ia sampai ada si tempat aneh dan bertemu dengan gadis aneh.
"Apa mungkin kamu yang dikirim cermin Nenek ke sini?"
Tanya gadis itu kemudian.
"Cermin Nenek? Cermin apa?"
Ali pusing tujuh keliling.
Gadis itu kemudian mengulurkan tangannya dan membuka telapak tangannya, muncul dari telapak tangan itu seperti batu kecil berkilauan.
"Kata Oracle, akan ada masanya cermin Nenek mengirimkan seorang manusia ke tempatku, kupikir itu kau."
Lirih gadis itu.
Ali yang masih bingung menatap batu kecil berkilauan di tangan gadis yang ada di depannya.
Angin dengan aroma mint yang kuat berhembus lagi, dan Ali mendengar sayup suara memangil, Loriiiii... Loriii."
Ali celingak-celinguk, mencari sumber suara, saat kemudian ia melihat unicorn berlari ke arah mereka, di atasnya seorang anak laki-laki kecil menungganginya.
"Loriii, darimana saja kau, Meri mencari mu hingga ke tengah hutan Coklat."
Kata anak laki-laki itu.
"Tenanglah Belle, aku tadi sedang memetik anggur, lalu ada manusia setengah rubah, aku lari ke sini, mereka berjatuhan ke dalam jurang."
Kata Lori.
Ya, gadis cantik itu bernama Lori.
"Lalu..."
Belle adik Lori turun dari Unicorn yang ia tunggangi, matanya ke arah Ali menelisik curiga.
"Siapa dia?"
Tanya Belle.
"Dia manusia."
Kata Lori.
"Hah, manusia? Bagaimana bisa?"
Belle heran.
Ali mendengus.
Kalian saja heran, apalagi aku. Batin Ali.
"Bagaimana bisa kau masuk ke dunia kami Man?"
Tanya Belle.
Man? Maman? Man Karyo? Ato apa nih? hadeeeh...
Ali benar-benar makin pusing.
"Aku dengar suara teriakan minta tolong saat aku tidur di rumah Pamanku, rumah yang dulu ditinggali Kakek dan Nenek, lalu juga buyut."
"Aaah, apa itu ngga tahu, belut apa sih."
Belle tak sabar dengan penjelasan Ali yang tak singkat, padat dan jelas seperti jawaban soal ujian.
"Intinya, aku tidur, lalu aku dengar suara perempuan minta tolong, aku ikuti asal suaranya yang seperti dari arah gudang, aku lihat kabut tebal dan aku melompat masuk, kemudian mana aku tahu tiba-tiba aku melihatnya lari tunggang langgang dikejar manusia setengah rubah."
Ali menunjuk wajah Lori.
"Aku?"
Lori menunjuk dirinya sendiri.
"Kau minta tolong Lori?"
Tanya Belle.
Lori terdiam, mengingat saat tadi nyaris dimakan manusia setengah rubah.
"Ya aku minta tolong, tapi tidak ada dia."
Ujar Lori heran.
Ali menghela nafas.
"Trus suara siapa yang aku dengar, dan bagaimana aku pulang?"
Kesal Ali.
**-----------**
Zizi sedang menulis alamat rumah peristirahatan Nyonya Rosita yang ia dapat dari Paman Dimas manakala hp nya berdering, panggilan dari Mamanya.
"Ya Ma, sebentar lagi Ma, Zizi masih ada urusan, cuma sebentar."
Kata Zizi.
"Zizi, pulang sekarang saja, kita harus ke Jepang."
Ujar Mama dengan nada suara yang benar-benar panik.
"Ada apa Ma? papa?"
Zizi cemas bukan main jika Papanya kenapa-kenapa, sejak pagi tadi Zizi menghubungi tak biasanya sang papa tak balik menghubunginya.
"Bukan papa sayang, tapi Ali."
"Ali?"
Zizi begitu terkejut.
"Ali kenapa?"
"Ali hilang di gudang, sepertinya ia masuk alam lain atau apa."
Zizi yang mendengarnya langsung terlihat marah.
"Siapa Ma yang ganggu Ali?"
Tanya Zizi.
"Belum jelas sayang, makanya kita harus ke sana."
Haiiish... Zizi meninju meja resepsionis di dekatnya hingga meja itu miring.
Semua orang melongo melihat kekuatan Zizi.
Tampaknya usia dua puluh tahun Zizi membuat kekuatannya semakin bertambah.
Zizi menatap Paman Dimas.
"Ali hilang, Zizi harus menyelamatkan dia Paman."
Kata Zizi.
"Paman, lakukan ini untuk Zizi."
Ujar Zizi kemudian.
Pergilah ke rumah peristirahatan Nyonya Rosita, lalu bakar lukisan itu dan abunya dikuburkan sekalian di sana, bungkus abunya dengan kain."
Zizi menatap Shane.
"Kak Seng, aku minta saputanganmu."
Kata Zizi.
Shane memberikan saputangannya, dan tampak Zizi menggigit ujung telunjuk nya hingga berdarah.
Zizi mengusapkan darah itu ke saputangan.
"Bungkus dengan kain yang ada darah Zizi, mereka akan tahu, ada Naga yang menjaga Nina dan tak akan lagi memperalatnya."
Paman Dimas mengerti.
Zizi kemudian menatap Andri dan teman-temannya, si tim pemburu hantu abal-abal.
"Berhentilah membuat konten yang kalian saja sebetulnya tidak tahu menahu soal itu, kalau kalian mau selamat, dengarkan aku."
Kata Zizi.
**-----------**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 253 Episodes
Comments
Ray
Ingin berbuat sesuatu harus berani tanggung resikonya, tapi lebih baik pertimbangkan terlebih dahulu baik buruknya🙏Semangat dan sehat selalu buat Outhor💪🙏😘
2022-10-09
0
༺❥ⁿᵃᵃꨄ۵᭄
waaah makin keren zizi😍😍😍
2022-03-28
0
Sinta Dwi
enggeh mbk zizii 😂
2022-03-19
0