Hotel akhirnya kembali kondusif setelah semua tamu ditenangkan dan kembali ke kamar masing-masing.
Andri dan Zaki yang baru saja melewati syuting bersama hantu beneran akhirnya ditunggui Zizi dan Shane di kamarnya, begitu juga Rani dan Sasi yang merupakan rekan satu tim mereka.
"Besok kami akan cek out saja Nona, sepertinya sudah cukup bahan kontennya, ini bahkan melebihi ekspektasi."
Kata Andri yang duduk di atas tempat tidur masih gemeteran.
Zizi tertawa kecil.
"Lagian kalian itu penakut tapi sok-sok bikin konten horor itu gimana ceritanya sih, ada-ada saja."
Zizi geleng-geleng kepala.
"Kami ngikut yang lagi tren saja Nona, yang bisa dapet banyak subscriber trus bisa viral."
Kata Rani mewakili yang lain.
Zizi tersenyum.
"Mau aku ajakin lihat yang lebih serem ngga?"
Tanya Zizi kumat jahilnya.
"Aduh enggak Non, jangan, ini sudah rasanya kakiku kebas semua."
Kata Andri langsung menyerah.
Shane yang duduk di dekat Zizi hanya mengulum senyumnya, ia tampak begitu cool di mata Sasi, dan memang begitulah pembawaan Shane.
Jam kini menunjukkan angka dua dini hari, Zizi yang sebetulnya tadi masih mengantuk rasanya ingin melanjutkan tidurnya, tapi berhubung ini demi keamanan dan ketentraman hotel milik sang Papa, maka Zizi pun memilih membuat kopi saja.
"Saya buatkan Nona."
Kata Sasi begitu Zizi akan membuat kopi.
"Tuan Shane, anda ingin kopi?"
Tanya Sasi pada Shane yang tentu saja menggeleng.
"Tidak, terimakasih."
Kata Shane.
Sasi kemudian menyiapkan air panas lebih dulu, sedangkan Zizi kembali duduk di sofa yang tadi dia duduk bersama tim pemburu hantu abal-abal.
"Kalau kataku, mending kalian cari bahan konten yang lain saja, kalian nyatanya sepenakut ini, selain berbahaya kalau sampai ketemu hantu yang jahat, kalian juga sama saja melalukan pembodohan, tidak lihat bilang lihat, tidak ada hantu bilang ada, nanti lama-lama tidak kesurupan pura-pura kesurupan."
Kata Zizi.
"Nona, kalau boleh tahu, itu tadi hantu apa yang dilihat Andri dan Zaki?"
Tanya Rani.
Zizi menghela nafas.
"Bukan hantu apa-apa, dia cuma hantu perempuan biasa saja, mampir tidur di sini, trus gentayangan lagi entah ke mana."
Kata Zizi.
"Sebetulnya dia ngga jahat, cuma ingin ikut eksis saja, kalau mau tahu hantu yang jahat justeru yang lagi kami cari itu justeru hantu anak kecil cewek, dia yang justeru energinya paling jahat di sini."
Lanjut Zizi.
"Hantu anak cewek?"
Sasi yang sedang menuang air panas ke dalam mug berisi kopi instan menoleh ke arah Zizi dan yang lain.
"Aku sepertinya melihat dia saat tersesat ke lantai enam."
Ujar Sasi.
Zizi mengangguk.
Ingatan Sasi memang sedikit kacau soal ia dibawa ke lantai enam oleh hantu kecil itu dan kemudian diselamatkan Shane.
Shane sengaja menghapus ingatan Sasi yang terlanjur tahu dia vampire, itu sebabnya ingatan Sasi tak sempurna soal peristiwa yang menimpa dirinya di lift dan lantai enam.
"Apa dia bisa membunuh?"
Tanya Sasi lirih.
"Entahlah, tapi semua hantu jahat akan berusaha mencelakai manusia yang ia incar. Tapi jika dia memang berencana begitu, aku akan lebih dulu memusnahkannya."
Sasi terdiam.
Saat tiba-tiba lampu di ruangan kamar Andri itu padam.
Dan tiba-tiba Sasi melompat ke atas plafon, menempel di sana seperti spiderman.
Semua mencari Sasi, kecuali Andri yang karena sejak tadi perhatiannya terpusat pada Sasi, ia melihat Sasi yang kini menempel di plafon.
"Dia... Dia..."
"Hihihihi... hihihihi..."
Sasi cekikikan.
Zizi yang melihat Sasi kesurupan segera melompat ke arah Sasi untuk menariknya ke bawah dan membantingnya ke lantai.
Rani menjerit melihat sahabatnya dibanting ke lantai, yang anehnya tiba-tiba tubuh Sasi menghilang.
Zizi menatap Shane.
"Cari Sasi yang asli."
Kata Zizi.
Shane segera keluar dari kamar Andri, Zizi memanggil Aunty Maria dan mbak Pocong yang malah sedang sibuk ngerumpi dengan hantu nenek yang matanya bolong.
Hantu perempuan yang tadi ikut bikin konten sendiri pindah di lobby.
"Sasi, dia palsu."
"Apa, bukannya tadi diselamatkan Shane?"
"Pasti saat tadi saat heboh mbak hantu yang merangkak itu, si hantu kecil menyelinap dan membuat ulah."
"Zi, aku yakin lukisan itu, pasti lukisan itu."
Kata Maria.
Zizi yang paham maksud Maria langsung lari masuk lift, saking buru-burunya Zizi masuk ke dalam lift menubruk nenek hantu yang matanya bolong.
Nenek hantu terjengkang dan rambutnya jadi terjepit pintu lift.
Lift bergerak menuju lantai lima, hantu nenek menjerit-jerit terbawa lift karena rambutnya ketarik lift yang naik keatas.
Setelah sampai di lantai lima, pintu lift terbuka dan Zizi segera melompat keluar, tak menyadari Nenek hantu menangis tersedu-sedu.
"Aduuh, sudah mata bolong suruh menangis, sungguh kejamnya dunia."
Nenek hantu mengelus dadanya meratapi nasibnya yang ngenes semakin ngenes.
Zizi berlari ke kamar di sudut ruangan.
Zizi masuk ke dalam kamar dan ia melihat ada cahaya aneh memancar dari lukisan yang kata staf hotel adalah lukisan pemberian Nyonya Rosita.
Zizi berdiri di depan lukisan yang mengeluarkan cahaya itu, terdengar suara jeritan seorang gadis dari dalam sana.
Tanpa pikir panjang, Zizi segera melompat masuk ke dalam lukisan, Aunty Maria dan mbak pocong yang sempat melihat Zizi melompat masuk segera menyusul.
Dan tepat saat keduanya menyusul masuk ke dalam lukisan itu, cahaya aneh itu meredup dan hilang.
Lukisan itu kembali menjadi lukisan biasa.
Shane yang semula keliling hotel lebih dulu, terlambat tiba di kamar itu.
Suasana kamar itu terlihat sepi, Shane celingak-celinguk mencari keberadaan Zizi dan yang lain.
Shane bisa merasakan keberadaan Zizi di sana, tapi Shane tak mampu melihat di mana Zizi sekarang.
Shane kemudian menatap lukisan yang disandarkan di tempat tidur kamar itu.
Lukisan pantai dengan rumah peristirahatan dan ayunan anak, Shane mengerutkan kening.
Mungkinkah? Shane menatap nanar lukisan itu.
Apakah mungkin Nona Zizi masuk ke dalam lukisan saat ini? Batin Shane.
**----------**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 253 Episodes
Comments
Suharnani
Itu lah kenapa aku tidak pernah pajang lukisan atau foto f
di dinding. buat tempat para jin
Foto aku simpen album saja
2024-09-09
0
Ray
Apa coba maksudnya Nyonya Rosita itu memberikan lukisan yg berbahaya🤔😱?
Bisa jadi mencari tumbal dan bikin hotel bangkrut? Apakah saingan bisinis atau balas dendam🤔?
2022-10-09
1
Ayuk Vila Desi
kasian sih nenek kejepit gak ada yang nolong😂
2022-07-19
0