"Ampuuun... Ampuuun..."
Andri si pemuda cepak yang saking paniknya lari lewat tangga dan terjatuh tampak mundur-mundur.
Sementara hantu perempuan yang merangkak mengejarnya melongok lewat celah pegangan tangga.
"Baaaaaaaa..."
Kata si hantu perempuan.
"Hah buseeet, apa sih."
Andri yang sudah nempel dinding macam cicak kaget setengah mati hantu itu malah main cilukba.
"Ah..."
Hantu itu tiba bergerak pelahan berdiri, tampak ia mengurut pinggangnya yang sakit.
"Encok."
Kata dia.
Andri mengerutkan kening.
Belum lagi Andri akan berusaha kabur lagi, tiba-tiba sesuatu tiba-tiba jatuh di sebelahnya.
Bugh!
Andri melonjak...
Mbak pocong menoleh pada Andri lalu nyengir ramah, sebagai hantu mbak pocong memang selalu mengutamakan keramahan dan sikap hangat terhadap siapapun.
Andri yang melihat mbak pocong di sebelah nya akhirnya tak kuat lagi dan jatuh pingsan.
"Lah dia malah tidur."
Kata mbak pocong.
"Jiaaah, dia pingsan dodol!"
Hantu perempuan yang merangkak kemudian melayang mendekati Andri yang kameranya terjatuh di dekatnya.
"Kamu yang bikin dia lari dan hotel jadi heboh, Nona Zizi marah tuh."
Kata mbak pocong.
"Hah serius?"
Hantu perempuan yang merangkak itu panik begitu mendengar mbak pocong mengatakan kalau Nona Zizi nya marah.
"Aduh, aku kan tadi sebetulnya ingin bantu dia bikin konten saja, salah dianya lari."
Kata si hantu.
Mbak pocong yang kini kembali berdiri tampak mendengus.
"Memangnya bikin apa sampai kamu harus bantu bayar kontan?"
Tanya Mbak Pocong serius.
"Haiiish... Bukan bayar kontan, bikin konten."
Kesal si hantu.
Sedang kesal tiba-tiba Zizi muncul turun dari tangga diikuti Shane.
"Kamu yang bikin heboh hotel? Sini kamu."
Marah Zizi.
Hantu perempuan yang tadi merangkak melayang takut mendekati Zizi.
"Maaf Non."
Shane sendiri langsung menolong Andri dengan membawanya kembali ke kamar.
Maria yang baru muncul melihat kamera Andri yang tertinggal dan masih menyala jadi tertarik mainan.
"Itu apa ya Mar?"
Tanya Mbak Pocong.
"Kamera."
Kata Maria.
Ia sering melihat orang menggunakannya sekarang.
"Gimana cara gunainnya?"
keduanya kasak kusuk didepan kamera yang sedang on.
Sementara itu Zizi sedang menatap hantu perempuan dengan kesal.
"Kamu bikin tamu hotel jadi heboh, kalau hotel ini temanya bukan horor pasti sudah langsung gulung tikar, bahkan saham langsung jatuh ke level terbawah besok."
Marah Zizi.
"Ya abisnya dia sama temennya kasihan Non, katanya mau bikin konten tapi ngga ada yang bisa diajak kerjasama selain cewek yang punya indra setengah enam itu."
Zizi membulatkan matanya.
"Indra setengah enam bagaimana maksudnya sih."
"Ya bisa lihat tapi ngga bisa denger, bisa denger tapi nanti ngga bisa lihat, trus penakut pula."
Kata si hantu.
Zizi geleng-geleng kepala.
Ada ternyata indra setengah enam, kirain cuma jam sarapan Papanya doang yang suka sarapan setengah enam.
"Dia bikin konten buat akunnya di media sosial yang sekarang mulai sepi karena katanya konten horornya ngga pernah ada hantunya, kalo di akun lain banyak yang muncul hantunya."
Zizi mendengus.
"Aneh banget."
"Iya Non, kayaknya dia itu agak bolot kan jadinya saya kasihan Non, maka saya yang baik hati dan tidak sombong akhirnya ingin nolong dia Non, ikutlah saya syuting pas dia sama temennya lagi mulai rekam-rekam di kamar."
**---------------**
Flashback,
"Kamu aja Ki yang bawa acara."
Kata Andri mengarahkan.
Keduanya sudah selesai mandi dan kenyang makan kentang goreng dan ayam goreng yang mereka pesan menggunakan jasa layanan kamar.
"Harusnya kan Sasi yang bawa, bukannya biar ceritanya dia lihat hantunya."
Ujar Zaki.
"Aaah besok saja yang Sasi mah, ini udah malam, ntar bukannya lihat hantu malah ada setan."
Sahut Andri.
"Lah bedanya apa hantu sama setan."
Gumam Zaki tidak mudeng.
"Hantu itu ya yang penampakan itu, kalau setan yang bikin kita lupa diri trus nanti ngerjain anak perawan orang."
Kata Andri.
"Oh baru mudeng aku, kamu kayaknya yang rentan kena setan."
Ujar Zaki.
"Sialan."
Andri melempar bantal ke muka Zaki.
Zaki akhirnya menurut berjalan menuju ke arah yang ditunjuk Andri.
"Di pojok dekat kaca tuh yang dekat balkon."
Kata Andri lagi memberikan instruksi.
Zaki menurut, ia pun berdiri di pojok dekat kaca yang menuju balkon, yang sengaja mereka buka sedikit agar ada angin semilir yang ikut masuk dan jadi menambah konten mereka terlihat natural karena rambut Zaki yang agak gondrong jadi meriap-riap kena angin malam.
"Siiip... eksyen."
Kata si Andri dengan kamera yang on.
Zaki melambai ke arah kamera.
"Hai gaes, jumpa lagi dengan kami tim pemburu demit yang hits, kami sekarang berada di zombie hotel, tempat yang dibangun dengan tema horor dan memang tempat ini menyuguhkan nuansa horor yang bagus banget gaes."
Zaki membuka konten mereka dengan sapaan sapaan basi.
Zaki kemudian bicara lagi bla bla bla panjang lebar seperti semacam membicarakan kelebihan hotel di mana mereka menginap.
Lalu...
"Ya, tujuan kita ke sini adalah tentu saja ingin lihat apakah di hotel yang sengaja dibangun seram bakal ada hantu beneran atau tidak. Apa mereka antusias menyambut dibangunnya zombie hotel yang mengusung tema mereka sebagai penarik tamu berkunjung."
"Kita di sini akan membuktikannya..."
Andri kemudian sengaja mematikan lampu kamarnya dan menyisakan satu lampu tidur saja, suasana menjadi sedikit remang-remang.
Andri mengarahkan Zaki seolah bisa melihat sesuatu di atap atau di manalah di kamar itu.
Zaki pun pura-pura tetap bicara, hingga kemudian...
"Ah ya Tuhan, apa itu..."
Pekik Zaki menatap ke meja TV yang dekat dengan posisi Andri.
Andri mengacungkan ibu jarinya, merasa akting temannya sangat natural.
Zaki melompat makin ke pojok sambil gemeteran.
"A... ada sesuatu di sana, a... ada han... hantu beneran."
Kata Zaki. dengan wajah yang mulai pucat pasi.
Andri cekikikan karena menikmati akting temannya yang ternyata mengalami banyak kemajuan.
Biasanya dia kalau akting selalu terlihat gugup, tapi hari ini ia benar-benar natural.
"I... itu di... di sana."
Kata Zaki tergagap menunjuk meja dekat Andri.
Andri pun ceritanya mengarahkan kamera ke arah di mana yang ditunjuk oleh Zaki.
Dan...
"Haiiiiii..."
Sekuntum hantu perempuan menatap kamera yang dengan penuh penghayatan.
Andri yang tak menyangka ternyata hantu itu beneran ada langsung melompat dan lari tunggang langgang keluar dari kamar.
"Kun... Kuntiiiiiii..."
Andri yang lupa mematikan kameranya berlari sambil berteriak.
"Aku bukan kunti... aku bukan kunti... aku bukan kunti."
Hantu itu merangkak cepat mengejar Andri yang lari ke arah tangga untuk turun ke lantai satu.
Zaki sendiri yang sudah lemas seperti habis dipresto hinga berasa tak punya tulang tampak nggelosor duduk di lantai, ia seperti orang linglung karena akhirnya bisa melihat hantu beneran setelah sekian lama hanya pura-pura.
**-----------**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 253 Episodes
Comments
Ray
Oh gitu ya Outhor😂Mereka mo bikin konten dan bener deh ada hantu beneran yg nongol😱🙏
2022-10-09
1
Adi Trasta
asyik menegangkan..
2022-05-06
0
Endah Aji
hantunya kocak bro
2022-04-22
1