Zia di rumah duduk termangu di kamarnya, hari ini Zion ke Jepang untuk menghadiri peresmian Zombie Hotel di Jepang.
Zia memilih tidak ikut karena belakangan kesehatannya sedang tak begitu baik. Takut hanya akan menjadi beban dan mengganggu kesibukan Zion di sana, maka Zia lebih memilih tetap tinggal di rumah.
Zia masih duduk termangu saat hp nya ada pesan masuk dari Zizi memberi kabar akan menginap saja di hotel sang Papa.
Tampak Zia menghela nafas, rasanya ia ingin membalas jangan, tapi Zia ingat jika Zizi sekarang telah masuk usia dua puluh tahun, usia yang seharusnya sudah hampir dewasa, dan di usia itu rasanya Zia akan terkesan terlalu kolot jika hanya menginap di hotel milik orangtuanya saja tidak boleh.
Apalagi Zia tahu Zizi tak ada teman pria lain selain Shane yang vampire dan Arya yang saat ini sudah mulai sibuk lagi.
Zia menghela nafas, tak terasa waktu bergulir begitu cepat, seolah baru kemarin ia mengandung Zizi.
Ternyata kini dua puluh tahun sudah berlalu, dan begitu banyak hal yang terjadi sepanjang perjalanan itu.
Zia terdiam.
Entah kenapa ia merasa ada selintas ingatan yang seolah tiba-tiba muncul dalam pikirannya.
Yah, ia seperti menemukan kepingan-kepingan puzzle yang sempat hilang saat Zia hamil Zizi dulu.
Aroma melati seperti pada sanggul perempuan, kilat merah membentuk naga, pedang jayapada yang dipegang seorang perempuan.
Ah...
Zia menghela nafasnya,
Ya, kini Zizi nyatanya terpilih menjadi seorang penengah dan mengemban sebuah misi besar.
Mungkin sebentar lagi perempuan bersanggul melati itu, Nyi Retnoasih, akan datang kepadanya untuk menjemput Zizi untuk pergi membersihkan energi negatif atas pusaka yang diturunkan kepadanya.
Hari itu, di mana pasti akan datang, hari di mana Zia tak mungkin akan mampu menghalangi karena itu adalah bagian dari takdir Zizi terlahir ke bumi.
[Boleh kan Ma?]
Pesan Zizi masuk lagi ke hp Zia.
Zia membaca pesan Zizi.
[Ya, hati-hati]
Balas Zia.
Hati-hati, ya tentu saja Zia harus membalas begitu karena kapanpun dan di manapun Zizi selalu akan berhadapan dengan makhluk tak kasat mata yang bisa saja mencelakainya.
Meskipun Zia tahu darah para leluhurnya dan leluhur Zion kini bercampur di tubuh Zizi, menarik banyak energi masa lalu yang dulu sempat menyertai perjalanan para leluhurnya untuk kini bersama Zizi, namun tetap saja Zia tak lantas menjadi merasa Zizi pasti akan aman.
Zia menghela nafas.
Entah kapan semua akan berakhir dan bisa berjalan normal, kadang Zia iri dengan kehidupan manusia lain yang bisa menikmati hidup biasa saja.
Zia ingin sekali seperti itu, tapi kembali lagi, semua sudah takdir, jadi Zia bisa apa, ia hanya bisa pasrah dan berharap semua bisa berjalan tanpa harus ada yang terluka, itu saja keinginan Zia.
"Saya lebih berfikir itu adalah berkah saat tahu Ali memiliki kekuatan yang tak seperti banyak orang. Hanya saja kami memang berusaha mengarahkan Ali untuk tak terlalu terfokus dengan kekuatan yang ia miliki, mungkin karena kami sedikit lebih beruntung Ali tak melihat mahluk itu dengan jelas sebagaimana Zizi."
Zia ingat kata-kata Kak Aisyah, kakak iparnya, isteri kakak kembar sang suami yang juga salah satu anaknya memiliki kekuatan supranatural.
Bisa merasakan energi di sekitarnya dan bahkan bisa menghancurkannya.
Ah yah, dan karena itulah, Zia nyatanya kini mulai pelahan bisa berdamai dengan takdir atas dirinya dan juga atas diri Zizi putrinya.
Terpilih, sudah menjadi garisnya mereka terpilih, terutama putrinya.
**----------**
Hotel Zombie lampunya sudah kembali menyala dan semua tamu yang ada di lobby diminta kembali ke kamar masing-masing.
Andri dan geng akhirnya diantar staf hotel menuju kamar mereka yang mana mereka minta ganti kamar yang biasa saja dan yang ada di lantai dua.
"Ngga jadi bikin kontennya?"
Tanya Zaki pada Andri.
"Besok bikin konten keliling hotel saja, pas siang."
Jawab Andri.
"Hmm... udah dibelain jauh-jauh datang dari Cirebon, sampai siji gagal bikin konten, kamu sih Si pake acara nyasar ke lantai enam saja. Sudah dibilangin lantai tiga malah lantai enam."
Zaki mengomel.
Ingatan keempatnya memang dibuat berantakan oleh Shane, macam kamar othor berantakan karena malas bebenah, hihihi...
"Ya salah kalian ninggalin aku di lobby, untung kan ketemu penjaga, kalau tidak aku bingung ada di atap."
Kata Sasi.
"Ya sudahlah, lagian lantai tiga memang terlalu serem ternyata, lebih baik memang kita tidur di kamar biasa saja, besok kalau mau bikin konten siang saja dan sewa satu kamar lagi untuk sekedar bikin video."
Ujar Rani.
Andri mengangguk setuju.
"Selamat malam, selamat beristirahat."
Tiba-tiba staf hotel mengagetkan keempat anak muda itu, yang sibuk berbincang sendiri ketika ada di depan kamar baru mereka.
"Oh iya Bang, makasih, makasih."
Kata Zaki mewakili teman-temannya.
Staf hotel itu permisi pergi.
Keempatnya menatap staf hotel yang kini menjauh menuju lift dan kemudian masuk ke sana untuk kembali turun ke lantai satu.
"Lihat dia jadi ingat drama hotel de Luna."
Kata Rani, membuat Sasi mengangguk setuju.
"Hotel para arwah, hiii serem ah."
Sasi bergidik.
Dan makin bergidik saat tiba-tiba ada sayup suara terdengar.
"Hotel arwah... hihihihihi."
"Hiiiiiiii apa itu."
Sasi menarik tangan Rani masuk ke dalam kamar, sedangkan Andri dan Zaki yang tak dengar apa-apa jadi menggelengkan kepalanya.
"Kamu sih Ndri, pake ajak Sasi saja, sudah tahu dia agak sensi sama makhluk astral."
Kata Zaki mengikuti langkah Andri yang masuk ke dalam kamar mereka.
"Lho kan biar konten kita jadi bagus ngajak anak kayak Sasi ini."
"Iya, tapi dia penakut, ngga masalah kalau kita ajak anak yang sensi macam Sasi tapi jangan yang penakut."
Ujar zaki.
Andri meletakkan ranselnya di atas tempat tidur, tanpa tahu di sana ada perempuan berambut panjang yang berbaring sambil menatap keduanya.
"Ya udah tanggunglah, lagian juga kita ngga kenal siapa-siapa lagi yang bisa kayak Sasi."
Kata Andri.
Zaki menghela nafas.
"Aku mandi sajalah, gerah."
Kata Zaki.
"Ya sono mandi, aku mau rebahan dulu."
Ujar Andri.
Zaki tampak masuk kamar mandi, sedangkan Andri melepas sepatu dan kaos kakinya, baru kemudian berbaring di atas tempat tidur begitu saja tampa menepuk-nepuknya lebih dulu.
Tahu kan? Ini ajaran para si mbah si mbah jaman dulu, kalau mau tidur tepukin kasurnya, biar kalau ada makhluk lain yang lagi duduk atau ikut tiduran dia menyingkir, selain itu juga untuk menghilangkan debu dan konon tempat tidur manusia juga suka dikotori para mahluk astral untuk ditandai jika tempat itu milik mereka.
Andri berbaring di atas tempat tidur hotel, dan di sampingnya tampak perempuan menatapnya dari dekat.
"Tampan."
Bisik perempuan itu seraya tersenyum.
**------------**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 253 Episodes
Comments
Ray
Iya, tempat tidur harus dibersihkan atau ditepuk2x dengan sapu lidi atau selimut, dan baca bismillah juga, lebih bagus bersihkan badan dahulu kalo dari luar, agar tidak ketempelan yg ghoib2x🙏
2022-10-09
0
Alexandra Juliana
Minta Puteri Arum Dalu utk beberes kamarnya Thor...Kamar Zizi aja dia rapihin 😄😄😄
2022-09-26
0
MIKO
wow hantu pun suka orang tampan
2022-04-16
2