Marsha hanya menundukkan kepalanya sambil meremas tangannya. Dia tahu bahwa ayahnya telah membuat satu kesalahan besar, dan itu mengakibatkan dirinya kehilangan nyawa karena menyinggung seseorang yang sangat kuat.
Sebenarnya Marsha dan kakeknya bisa saja pergi dari kota ini untuk menjalani kehidupan baru. Namun jika itu terjadi, maka panti asuhan yang dulu pernah diurus ibunya akan dihancurkan.
Dia tidak tega meninggalkan puluhan anak kecil yang kehilangan orang tua mereka dan takut bahwa mereka tidak akan bisa bertahan hidup jika dia meninggalkan mereka.
Di Kota Aresia, ada tiga sosok orang kuat yang tidak bisa disinggung dengan mudah. Dan salah satunya adalah Goro.
Goro sudah terkenal kejam di Kota Aresia dan sangat berani membunuh di kota jika perasaannya tidak enak. Sebenarnya Walikota juga merasa bahwa Goro terlalu bertindak kejam dan ingin menyingkirkannya. Namun, karena bisnis Goro sangat berkembang di Kota Aresia bahkan memiliki hubungan dalam pada tokoh hebat di ibukota, dia tidak bisa apa-apa.
Jika dia menyingkirkan Goro maka bisnis kota akan lumpuh dan banyak orang akan kehilangan pekerjaannya. Bisa diartikan jika bisnis Goro hancur, maka itu sama saja dengan Kota Aresia juga ikut hancur.
Ditambah lagi sosok dibelakang Goro benar-benar tidak bisa disinggung oleh kota kecil seperti Kota Aresia.
Sementara itu, Gin yang menguping di sudut mendengar semuanya. Entah kenapa setelah mendengar latar belakang Marsha dia sedikit kasihan. Tapi Gin masihlah Gin.
Dia kasihan bukan berarti akan membantu? Namun dia masih peduli dengan satu hal, uangnya!
Gin keluar dari tempat persembunyian dan berteriak. "Hei!!"
Seketika setiap mata kelompok Goro memandang Gin. Marsha juga melihat Gin dan terkejut. Dia bergumam dalam hati. Bagaimana dia bisa ada disini?
Sementara itu Goro yang melihat Gin cemberut. "Siapa kamu nak? Apa yang kamu lakukan disini nak?"
Gin menghirup nafas dalam-dalam dan melangkah untuk mendekati Goro. Gin berdiri di samping Marsha dan menatap Goro tanpa rasa takut.
"Hei! Pak tua! Marsha mengambil uangku dan aku ingin mengambilnya! Tapi uangnya ada padamu! Jadi tolong kembalikan uangku!" Gin tanpa rasa takut meneriaki Goro, dan itu membuat banyak orang terpana.
Bocah ini sangat berani? Bahkan Marsha juga terkejut dan takut karena dia tiba-tiba ingat bahwa Goro adalah pria yang kejam. Meski dia mencuri uang Gin bukan berarti dia tidak peduli pada Gin.
Pada dasarnya Marsha adalah gadis yang baik, hanya saja karena dia mendapat tekanan dari Goro untuk mencari uang, dia memutuskan untuk mencuri.
Goro marah karena seorang anak berani berteriak padanya, namun dia menahan karena melihat pakaian yang dipakai Gin. Goro berpikir bahwa Gin adalah anak dari seorang bangsawan atau orang kaya yang berkunjung ke kota, dia tidak berani melakukan pemukulan pada Gin karena latar belakangnya tidak diketahui.
Goro lebih memilih untuk bermain-main dan bertanya. "Berapa uangmu nak?"
Gin dengan senyum licik di wajahnya mengacungkan lima jarinya. Goro melihat itu menebak.
"Oh, 500 Ryo?" Untuk anak bangsawan, Goro merasa bahwa uang itu biasa dimiliki dan pegang.
Gin menggelengkan kepalanya. Goro menebak lagi. "5.000 Ryo." Itu adalah uang yang cukup banyak bagi anak bangsawan, tapi Gin menggelengkan kepalanya lagi.
"50.000 Ryo!?" Goro merasa bahwa jumlah itu sudah fantastis bagi anak bangsawan.
Gin menggelengkan kepalanya lagi dan menjawab. "500.000 Ryo!"
Goro terkejut dan marah karena merasa dipermainkan. Itu karena dia tidak percaya dengan uang yang dimiliki Gin sebanyak itu. Itu adalah setengah uang yang diberikan dari Marsha.
"Apakah kamu mempermainkan aku bocah?" tanya Goro geram.
Gin dengan blak-blakan berkata, "Itu benar pak tua! Aku memiliki 500.000 Ryo yang dicuri! Itu harus dikembalikan!" Meski sebenarnya hanya 5.000 Ryo dalam kantong.
Marsha juga tahu bahwa Gin tengah menipu. Namun dia tetap diam karena dia juga ingin melihat apa yang ingin dilakukan Gin.
"Nak, aku tidak akan memukul bocah yang belum menumbuhkan rambut. Tapi aku akan memberikanmu 500 Ryo untuk membeli permen. Pergilah!" Goro secara alami tidak ingin membunuh Gin, karena dia juga harus berhati-hati dalam bertindak.
Akan tetapi seperti tidak melihat niat Goro. Gin malah menatap tajam dan tampak sangat marah. "Bajingan! Bagaimana uang 500.000 Ryo hanya bisa menjadi 500 Ryo! Apakah kamu menipuku pak tua! Dan lagi, aku bukan anak kecil! Milikku bahkan sudah menjadi sarang burung!"
Goro"..."
Marsha"..."
Gin sepertinya melupakan peran dirinya yang saat ini sebagai anak kecil dan menjadi dirinya yang di Bumi. Di kehidupan sebelumnya, Gin tampak memiliki kenangan buruk dengan uang. Seperti pamannya yang tidak mengembalikan uang yang dipinjam, dan kebutuhannya pada uang yang sangat banyak.
Jadi karena itu, entah apakah itu tekad yang dibawa di kehidupan sebelumnya. Gin benar-benar memiliki minat pada uang yang sangat tinggi. Meski kehidupannya tercukupi akan uang, tapi Gin secara naluri ingin memiliki lebih banyak uang.
Mungkin selain makan, kebutuhan terhadap uang akan menjadi tahap selanjutnya.
Goro melihat Gin tidak bisa tertawa. "Haha! Nak, aku akui bahwa kamu sangat lucu... Namun aku menolak untuk memberikan kamu uang. Pergilah sebelum aku cabuti satu per satu bulumu! Haha!"
"Haha!" Itu disambut tawa meriah orang-orang milik Goro.
"Kamu..." Gin marah dan emosinya meluap. Namun meski begitu, dia tahu bahwa dengan kata-kata Goro tidak akan memberikan uang.
"Baiklah, jika kamu meminta... Maka aku akan melawanmu dengan sihir terkuatku!"
Gin merasa dengan membuktikan kekuatannya, itu akan membungkam semua tawa busuk mereka. Marsha dari samping membujuk Gin untuk pergi namun ditolak sebelum dia mendapatkan uangnya.
"Haha! Nak, sihir terkuat apa yang kamu miliki? Apakah itu sihir tetesan air atau bahkan kamu baru belajar mengedarkan Mana?"
"Haha! Bos, bocah ini sangat lucu! Biarkan dia mengeluarkan sihir miliknya itu."
"Benar bos, aku juga ingin melihat sihirnya itu!"
Goro melihat anak buahnya yang lain dan tersenyum. Dia menatap Gin di bawah dan memikirkan sesuatu ide yang brilian.
"Baiklah, aku akan memberimu uang 500.000 Ryo jika kamu mengeluarkan sihir terkuatmu." ucap Goro.
Mata Gin sedikit berkedip dan terkejut. Eh, benarkah? Apakah otak mereka rusak?
Sihir perusak sekaligus terkuat milik Gin adalah Sihir Ledakan. Jika dia menggunakannya disini dia tidak akan tahu nasib apa yang akan terjadi pada Goro.
Yah, bukannya dia peduli! Gin tidak terlalu memikirkan jika Goro sekarat, lagipula jika ia ingin membalas dendam, dia masih memiliki ayahnya dan akan bersembunyi dibelakang layaknya bocah.
"Oke! Jika kamu benar-benar ingin melihat sihir terkuatku maka aku akan memperlihatkannya padamu!" Gin tidak peduli lagi dan melambaikan tangannya.
Karena aktifasi mantra sihir ledakan sangat lama, itu memerlukan 23 rangka segel tangan dan mantra mulut secara bersamaan.
"Wahai Dewa Api! Wahai Dewa Bumi! Dengan dua wujudmu aku menciptakan atribut alami! Dengan dua wujudmu aku membuat ledakan! Dengan dua wujudmu aku menciptakan penghancuran! Explosion!"
"...!"
KABOOM!
(A/N: Hanya dua bab hari ini. besok mungkin 3)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
Dae Jen
🤩🤩🤩🤩🤩
2022-12-11
0
Scurity MT
♡90
2022-01-29
0
Kutang Naga
Megumi it's that you?
2022-01-06
5