Eps 6 - Triple A dan twins N beraksi

Triple A dan twins N menatap Vero dengan sinis, mereka tidak menyukai ada pria asing yang mencoba untuk merayu salah satu anggota Wijaya. Begitupun dengan Kenzi yang juga mengertakkan giginya jika ada yang mendekati adik ataupun saudaranya, tatapan Kenzi mengarah kelima keponakannya dan tersenyum tipis.

"Ternyata mereka juga tidak menyukai monyet itu," batin Kenzi.

Dia berjalan mendekati keponakannya, "Paman tau bagaimana perasaan kalian berlima, pergunakanlah kelebihan kalian," bisik Kenzi.

"Serahkan kepada kami Paman," balas Niki yang membusungkan dada sembari tersenyum penuh arti.

"Paman lihat dan saksikan atraksi yang kami suguhkan," sambung Alex. Kenzi hanya duduk dan menyaksikan bagaimana kenalan keponakannya yang sangat ajaib itu.

Tanpa tau malu, Vero duduk di samping Vivian yang sangat kesal dengan keberadaan pria tampan di sebelahnya. "Bisakah kamu duduk di tempat lain?" ketus Vivian.

"Tidak, di sini sangat nyaman sekali."

"Hei pria berbulu, jauhi Aunty ku!" ketus Lexa yang bertolak pinggang menatap Vero dengan tajam.

"Oh ya ampun, kamu sangat cantik sekali. Bagaimana jika kamu saja yang menjadi kekasih pria tampan sepertiku?" tutur Vero yang tersenyum seraya mengedipkan matanya. Tiba-tiba bantal kecil melayang tepat mengenai wajah Vero, "dasar pedofil, dia itu keponakanku. Pergilah dari sini sebelum aku mematahkan leher mu itu," ancam Kenzi dengan sinis.

Bukannya takut Vero berdiri dan berjalan mendekati Kenzi sembari duduk, "perkenalkan namaku Vero, pria penuh pesona yang akan menjadi adik ipar mu," ucap Vero dengan penuh percaya diri sambil merangkul Kenzi.

"Lepaskan tanganmu di leherku atau tangan itu tidak akan berfungsi lagi," ucap Kenzi dengan raut wajah datarnya.

"Baiklah, tidak perlu tegang begitu." Vero melepaskan tangannya sembari menatap wajah kesal Kenzi.

"Apa kamu punya ide?" ucap Niko yang menatap keempat saudaranya.

"Tentu saja," sahut Niki.

"Dan bahkan aku punya rencana cadangan," sambung Alex yang tersenyum. Ketiga anak laki-laki itu saling melirik satu sama lainnya, sementara Lexa dan Lexi bertugas untuk membuat target sibuk, mereka bertugas untuk mengalihkan perhatian Vero, sungguh rencana yang sangat mudah bagi kelima anak kecil itu untuk menjalankan segalanya dengan sangat cepat dan bersih.

Vero ingin berpindah tempat, "kenapa kursi ini seakan di beri lem yang sangat kuat?" batin Vero yang terus berusaha untuk melepaskan pantatnya dari sofa.

"Ada apa Paman?" tanya Niki dengan sangat polos.

"Tidak, hanya saja sofa ini sangat nyaman sekali," kilah Vero yang terus memaksa agar bisa terlepas dari kursi, dia berusaha sangat keras. Tapi celana yang dia pakai robek dan menjadi pusat perhatian semua orang, "aku tak mengira jika celana Da*la*m Paman bermotif kupu-kupu," tutur Niko.

"Sial, mereka melihatnya. Seseorang tolong aku....bawa aku pergi dari sini," batin Vero yang sangat malu, apalagi saat menatap Vivian yang menahan tawanya yang sebentar lagi meledek.

Dengan cepat Niki memotret keadaan Vero yang sangat sial itu membuat sang empunya kesal, "jangan memotretku dalam keadaan seperti ini."

"Dan aku tidak peduli," jawab Niki yang terus memotret dan mendapatkan beberapa pose yang bagus untuk di masukkan sebuah album. Sebuah album lanjutan yang dulunya milik ayah mereka, El.

Demi menutupi rasa malunya, Vero terpaksa duduk dan meminum air mineral yang tersedia di atas meja yang tak jauh darinya, meneguk segelas air membuatnya sedikit tenang. Alex tersenyum dan menatap arah jarum jam, Kenzi hanya menatap permainan dari kelima keponakan nya yang sangat cerdas.

"Ternyata mereka sangat cerdas," batin Kenzi yang tersenyum samar.

"Aku sangat yakin jika ini adalah pekerjaan para keponakanku itu, good job! aku menyukai ini," batin Vivian yang juga tersenyum samar.

20 detik telah berlalu, Vero menggaruk seluruh tubuhnya karena rasa gatal yang sangat luar biasa. "Sial, kenapa sekarang seluruh tubuhku sangat gatal," gumam Vero yang masih terdengar oleh Kenzi.

"Kenapa Paman menggaruk seperti monyet?" ucap Alex dengan polos, tentunya mereka sangat pandai dalam berakting.

"Tolong bantu aku untuk menggaruki tubuhku," pinta Vero.

"Baiklah, dengan senang hati!" jawab Niki yang tersenyum.

Seketika rasa gatal itu menghilang membuat Vero lega, tapi beberapa detik kemudian perutnya terasa sangat mulas hingga mengeluarkan suara kentut yang menggelegar seperti memenuhi ruangan itu. Kenzi yang kesal itu merubah posisinya dengan cepat dan menendang Vero yang sekarang tersungkur hingga kepalanya mencium lantai. Sekali lagi suara nyaring itu keluar dengan sangat kuat dari yang pertama, kesialan dari Vero berimbas kepada Kenzi yang saat itu berada dekat dengan pantat Vero yang baru saja mengeluarkan gas.

"Sial, berani sekali kamu mengentuti wajahku," gerutu Kenzi yang dengan gerakan cepat menimpa tubuh Vero. Kelima anak-anak itu ikut bergabung dalam menimpa tubuh Vero, kejadian hanya bertahan beberapa detik saja karena ruangan itu sangat bau. Vero segera berlari menuju toilet setelah bertanya kepada pelayan yang tak jauh dari nya.

"Awas! jangan sampai tercecer di lantai," pekik Alex yang tertawa terbahak-bahak, di ikuti oleh semua orang yang juga tertawa.

"Kerja bagus, itu baru keponakanku," ucap Kenzi yang bertos ria kepada kelima keponakan nya.

"Tentu saja," sahut mereka dengan kompak.

Kenzi kembali menatap adiknya, "kenapa kamu membawa monyet itu kesini?"

"Sudah aku katakan jika dia mengikuti kemanapun aku pergi," ucap Vivian dengan jengah.

"Kamu tenang saja, aku akan mengirim monyet itu ke asalnya."

"Terbaik," ujar Vivian yang mengacungkan kedua jempol tangannya mengarah kehadapan sang kakak.

"Tentu saja."

"Bagaimana kabar Rayyan di sana Kak?" tanya Vivian dengan sangat antusias.

"Tanyakan itu kepadaku langsung, jangan kepadanya," ucap seseorang dari arah belakang yang membuat mereka menoleh ke asal suara.

"Kamu di sini? bukankah dua minggu lagi?" tanya Kenzi yang menautkan kedua alisnya.

"Memangnya kenapa? apa aku di larang untuk datang kesini?"

"Tidak."

Vivian membulatkan matanya saat menatap pria itu yang tak lain adalah Rayyan, teman seperjuangan dan sahabat dari sang kakak.

"aku tak menyangka jika sad boy itu benar-benar tampan," gumam Vivian yang terpesona dengan wajah tampan dari Rayyan, dia melihat interaktsi Kenzi dan Rayyan yang saling memeluk karena beberapa bulan jarang bertemu.

"Siapa itu?" bisik Niko.

"Entahlah, aku juga tidak tau!" balas Alex.

"Siapa nama Paman?" ucap Lexi yang sangat penasaran. Kedua pria dewasa itu menghentikan aktivitas mereka sembari menoleh ke sumber suara, Rayyan tersenyum sembari mendekati Lexi dan menggendongnya. "Perkenalkan nama ku Rayyan, sahabat dari Paman Kenzi."

Vero yang baru keluar dari toilet itupun mengepalkan kedua tangannya saat melihat interaksi di hadapanya, "siapa pria itu? kenapa dia terlihat sangat dekat dengan Vivian?" lirihnya.

Vero berjalan mendekati semua orang dan menggandeng Vivian dengan mesra, Vivian yang kesal itu pun melayangkan pukulan di perut Vero dengan keras membuat kelima anak-anak itu bertepuk tangan dan tertawa. Sedangkan Kenzi dan Rayyan hanya menggelengkan kepalanya, "ada yang ingin aku sampaikan kepadamu, ayo kita bicarakan ini di tempat lain," seloroh Rayyan.

"Ayo."

Terpopuler

Comments

A.0122

A.0122

sepertinya vivian bnr² akan berjodoh dgn rayyan

2022-04-17

0

Oi Min

Oi Min

Amar..... Rayyan sainganmu..... Koe mundur alon alon we.....

2022-01-18

0

Almahyra Haq

Almahyra Haq

ayoo Rayan lamar vivian.. biar itu kutu kupret gak ganggu vivian terus

2021-11-23

1

lihat semua
Episodes
1 Eps 1 - Menikah atau mengasuh?
2 Eps 2 - Hari pertama
3 Eps 3 - Kekesalan Kenzi
4 Eps 4 - Ponsel mahal Amar
5 Eps 5 - Kedatangan Vivian
6 Eps 6 - Triple A dan twins N beraksi
7 Eps 7 - Sekarang kita impas
8 Eps 8 - Pengasuh baru
9 Eps 9 - Kalian ingin membantu atau mencelakaiku?
10 Eps 10 - Rencana Bara
11 Eps 11 - Akal sehat dan akal buntu
12 Eps 12 - Serangan musuh
13 Eps 13 - Kesempatan di dalam kesempitan
14 Eps 14 - kabur
15 Eps 15 - Identitas baru (Arya)
16 Eps 16 - Kepintaran Niki
17 Eps 17 - Tertangkap
18 Eps 18 - Kebahagiaan semua orang
19 Eps 19 - Tubuh atletis
20 Eps 20 - Rahasia Abian
21 Eps 21 - Turun atau aku gendong?
22 Eps 22 - Dua sisi
23 Eps 23 - Perayaan ulang tahun
24 Eps 24 - Cemburu
25 Eps 25 - Lea hamil
26 Eps 26 - Terungkap
27 Eps 27 - Cemburu 2
28 Eps 28 - Kedatangan Melodi
29 Eps 29 - Siapa Kayla?
30 Eps 30 - Penyerangan di Markas
31 Eps 31 - Ternyata?
32 Eps 32 - Duo K beraksi
33 Eps 33 - akhir Perawan dan Perjaka
34 Eps 34 - Heboh
35 Eps 35 - Nasib sial Jimmy dan Kenzi
36 Eps 36 - Permasalahan selesai
37 Eps 37 - Rencana untuk kesembuhan Lea
38 Eps 38 - Melodi
39 Eps 39 - Pukul telak
40 Eps 40 - Perasaan Vivian
41 Eps 41 - Bertemu Robert
42 Eps 42 - Firasat
43 Eps 43 - Brandalan kecil
44 Eps 44 - Robert palsu
45 Eps 45 - Bujukan Twins N dan Alex
46 Eps 46 - Arti
47 Eps 47 - Melawan hewan buas
48 Eps 48 - Kelebihan Niki
49 Eps 49 - Akhir Xavier
50 Eps 50 - Kecemburuan Rayyan
51 Eps 51 - Penyesalan Rayyan
52 Eps 52 - Suasana Mansion
53 Eps 53 - Melodi licik Vs kelima kecebong
54 Eps 54 - Orang asing
55 Eps 55 - Kayla hamil
56 Eps 56 - Ritual dari ketiga tuyul
57 Eps 57 - Keadaan darurat Lea
58 Eps 58 - Air mata Abian
59 Eps 59 - Sembuh
60 Eps 60 - Ketua mafia di rampok
61 Eps 61 - Rencana Rayyan
62 Eps 62 - Merasa tertindas
63 Eps 63 - Amar cemburu
64 Eps 64 - Karena ikan cupang
65 Eps 65 - Kenzi yang sensitif
66 Eps 66 - Suamiku Limited Edition
67 Eps 67 - Ada apa dengannya?
68 Eps 68 - Bogeman mentah Vivian
69 Eps 69 - Petasan
70 Eps 70 - Kecurigaan Vivian
71 Eps 71 - Kakak posesif
72 Eps 72 - Duo tuyul pengganggu
73 Eps 73 - Kegundahan hati Amar
74 Eps 74 - Temu janji Vero dan Rayyan
75 Eps 75 - Wasiat Vero
76 Eps 76 - Nyanyikan aku lagu
77 Eps 77 - Kepergian Vero
78 Eps 78 - Lembaran baru
79 Eps 79 - Nasib sial Kenzi dan Abian
80 Eps 80 - Pekerjaan baru
81 Eps 81 - Pria gila
82 Eps 82 - Ketahuan
83 Eps 83 - Keadaan genting
84 Eps 84 - Melahirkan
85 Eps 85 - Baby Eve
86 Eps 86 - Carilah yang sebanding, Paman!
87 Eps 87 - Rencana Rayyan
88 Eps 88 - Dad, tolong nikahkan kami
89 Eps 89 - Pencuri kecil
90 Eps 90 - Karma
91 Eps 91 - Berkunjung
92 Eps 92 - Nasib
93 Eps 93 - Kecelakaan
94 Eps 94 - Tantangan menjadi menantu
95 Eps 95 - Taruhan Abian dan Kenzi
96 Eps 96 - Membunuh musuh
97 Eps 97 - Halo, kakak ipar!
98 Eps 98 - Salah paham yang menguntungkan
99 Eps 99 - Pernikahan
100 Eps 100 - Tamat
101 Pengumuman
102 Rilis novel si kembar Niko dan Niki
103 Promosi novel Dini Ratna
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Eps 1 - Menikah atau mengasuh?
2
Eps 2 - Hari pertama
3
Eps 3 - Kekesalan Kenzi
4
Eps 4 - Ponsel mahal Amar
5
Eps 5 - Kedatangan Vivian
6
Eps 6 - Triple A dan twins N beraksi
7
Eps 7 - Sekarang kita impas
8
Eps 8 - Pengasuh baru
9
Eps 9 - Kalian ingin membantu atau mencelakaiku?
10
Eps 10 - Rencana Bara
11
Eps 11 - Akal sehat dan akal buntu
12
Eps 12 - Serangan musuh
13
Eps 13 - Kesempatan di dalam kesempitan
14
Eps 14 - kabur
15
Eps 15 - Identitas baru (Arya)
16
Eps 16 - Kepintaran Niki
17
Eps 17 - Tertangkap
18
Eps 18 - Kebahagiaan semua orang
19
Eps 19 - Tubuh atletis
20
Eps 20 - Rahasia Abian
21
Eps 21 - Turun atau aku gendong?
22
Eps 22 - Dua sisi
23
Eps 23 - Perayaan ulang tahun
24
Eps 24 - Cemburu
25
Eps 25 - Lea hamil
26
Eps 26 - Terungkap
27
Eps 27 - Cemburu 2
28
Eps 28 - Kedatangan Melodi
29
Eps 29 - Siapa Kayla?
30
Eps 30 - Penyerangan di Markas
31
Eps 31 - Ternyata?
32
Eps 32 - Duo K beraksi
33
Eps 33 - akhir Perawan dan Perjaka
34
Eps 34 - Heboh
35
Eps 35 - Nasib sial Jimmy dan Kenzi
36
Eps 36 - Permasalahan selesai
37
Eps 37 - Rencana untuk kesembuhan Lea
38
Eps 38 - Melodi
39
Eps 39 - Pukul telak
40
Eps 40 - Perasaan Vivian
41
Eps 41 - Bertemu Robert
42
Eps 42 - Firasat
43
Eps 43 - Brandalan kecil
44
Eps 44 - Robert palsu
45
Eps 45 - Bujukan Twins N dan Alex
46
Eps 46 - Arti
47
Eps 47 - Melawan hewan buas
48
Eps 48 - Kelebihan Niki
49
Eps 49 - Akhir Xavier
50
Eps 50 - Kecemburuan Rayyan
51
Eps 51 - Penyesalan Rayyan
52
Eps 52 - Suasana Mansion
53
Eps 53 - Melodi licik Vs kelima kecebong
54
Eps 54 - Orang asing
55
Eps 55 - Kayla hamil
56
Eps 56 - Ritual dari ketiga tuyul
57
Eps 57 - Keadaan darurat Lea
58
Eps 58 - Air mata Abian
59
Eps 59 - Sembuh
60
Eps 60 - Ketua mafia di rampok
61
Eps 61 - Rencana Rayyan
62
Eps 62 - Merasa tertindas
63
Eps 63 - Amar cemburu
64
Eps 64 - Karena ikan cupang
65
Eps 65 - Kenzi yang sensitif
66
Eps 66 - Suamiku Limited Edition
67
Eps 67 - Ada apa dengannya?
68
Eps 68 - Bogeman mentah Vivian
69
Eps 69 - Petasan
70
Eps 70 - Kecurigaan Vivian
71
Eps 71 - Kakak posesif
72
Eps 72 - Duo tuyul pengganggu
73
Eps 73 - Kegundahan hati Amar
74
Eps 74 - Temu janji Vero dan Rayyan
75
Eps 75 - Wasiat Vero
76
Eps 76 - Nyanyikan aku lagu
77
Eps 77 - Kepergian Vero
78
Eps 78 - Lembaran baru
79
Eps 79 - Nasib sial Kenzi dan Abian
80
Eps 80 - Pekerjaan baru
81
Eps 81 - Pria gila
82
Eps 82 - Ketahuan
83
Eps 83 - Keadaan genting
84
Eps 84 - Melahirkan
85
Eps 85 - Baby Eve
86
Eps 86 - Carilah yang sebanding, Paman!
87
Eps 87 - Rencana Rayyan
88
Eps 88 - Dad, tolong nikahkan kami
89
Eps 89 - Pencuri kecil
90
Eps 90 - Karma
91
Eps 91 - Berkunjung
92
Eps 92 - Nasib
93
Eps 93 - Kecelakaan
94
Eps 94 - Tantangan menjadi menantu
95
Eps 95 - Taruhan Abian dan Kenzi
96
Eps 96 - Membunuh musuh
97
Eps 97 - Halo, kakak ipar!
98
Eps 98 - Salah paham yang menguntungkan
99
Eps 99 - Pernikahan
100
Eps 100 - Tamat
101
Pengumuman
102
Rilis novel si kembar Niko dan Niki
103
Promosi novel Dini Ratna

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!