Chapter 04

Menjelang berakhirnya waktu jam kerja.

Anin masih disibukkan dengan pekerjaan. Matanya nampak serius menghadap komputer. Sesekali Anin nampak mengedipkan mata tanda lelah mulai menyerangnya.

Jari-jari lentiknya bergerak lincah di atas keyboard meja kerjanya. Mengejar waktu agar beberapa sisa laporan segera terselesaikan. Menginggat sang buah hati sudah menunggunya di rumah sakit.

Keberadaan Alea menjadikannya wanita yang kuat. Tetapi kerapuhan sedang menggerogotinya saat ini, selain korban dari perceraian. Alea harus terbaring lemah karna pnyakitnya.

Menekuk kepalanya ke kanan dan ke kiri. Merenggangkan tangan ke atas sambil menenggadahkan dagunya Anin membuang rasa lelahnya.

"Hahh!... Ahirnya selesai juga."

Segera Anin membereskan barang barang pribadinya, merapihkan diri bersiap untuk pulang. Beberapa karyawan sudah mulai membubarkan diri tanda jam kerja sudah berakhir. Ia menengok ke samping kanan tempat meja kerja Dewi berada. Dewi juga sedang merapihkan barang bawaannya.

"Wi kamu duluan saja ya." Anin beranjak dari tempat duduknya.

"Kamu mau kemana An?"

"Aku mau ke toilet dulu Wi."

"Ok, aku duluan ya. Bye An… sampai bertemu besok. Salam untuk Alea ya"

"Ya, akan kusampaikan."

**

Keluar dari dalam toilet. Anin menerima panggilan telfon dari nomor tidak dikenal. Anin kemudian menggeser tombol hijau pada layar, menempelkan benda pipih itu ketelinganya.

"Halo.."

"Dengan Anindirra?"

"Iya, maaf ini dengan siapa?"

"Naik ke lantai tujuh belas. Temui saya. Sekarang!" Suara tegas terdengar.

Belum sempat ia bertanya. Pria di ujung telfon sudah mengakhiri pangilannya. Tiba-tiba hatinya merasa tidak tenang. Anin bingung, apa ada kesalahan yang dia lakukan.

"Mbak Anin." Seorang OG mengejutkannya. "Haduhhh Mbak! Saya cari-cari gak taunya disini. Mbak di tunggu di ruangan Tuan Dirga. Ruang kerja CEO. Sudah ya mbk kerjaan saya belum selesai."

"Eeh. Mbaakk." belum juga Anin bertanya. Wanita yang memakai seragam office girl itu sudah pergi menjauh.

"Ada apa ya?" Anin membeo.

"Oh, ya tuhan! Apa karna kejadian tadi siang. Belum selesai masalah ku sudah datang masalah yang baru."

Sampai di lantai tujuh belas, segera Anin mencari ruangan yang bertuliskan CEO. Mengepalkan tangan Anin mengetuk pintu dengan pelan. Terdengar suara berat khas pria terdengar dari dalam ruangan.

"Masuk!"

Anin membuka pintu dengan perlahan.

"Tuan memanggil saya?" Anin memastikan.

"Silahkan duduk!" nada memerintah terdengar jelas dari pria itu. Dirga duduk di sofa menyilangkan kaki panjangnya.

Dengan wajah pias Anin menghela nafas. Mengatur detak jantungnya. Ia berjalan mendekat sesuai perintahnya.

"Kamu Anindirra?" pria itu bertanya setelah Anin mendudukkan bokongnya di sofa.

"Iya, Tuan.." Anin menjawab dengan menunduk.

Tanpa basa-basi pria tersesebut mengungkapkan keinginannya.

"Aku akan membantumu menyelesaikan masalahmu. Aku akan memberikan uang untuk operasi putrimu."

"Hah!!... Bagaimana Tuan?" Anin bertanya.

"Maksud Tuan?" Anin bertanya kembali memastikan sesuatu yang belum di pahaminya.

"Kamu akan menerima uang yang kamu butuhkan. Dengan syarat temani aku tidur malam ini!" tanpa basa basi pria itu langsung mengucapkan keinginannya.

Seketika otaknya membeku. Anin masih mencoba mencerna apa yang baru saja didengarnya.

"Ma-maksud Tuan apa?" Anin tergagap, terperanjat. Mendengar ucapan pria dihadapannya. Jantungnya seperti dihantam palu hingga meremukkannya. Sebagai wanita Anin merasa tersinggung.

Wajahnya memerah menahan amarah.

Dengan suara bergetar ia berkata.

"Saya memang sedang membutuhkan uang Tuan!! Tapi bukan berarti Tuan bisa merendahkan saya!!" intonasi suaranya meninggi.

"Tidak terpikir sedikitpun di pikiran saya menjual diri ke siapapun!" Anin sedikit berteriak. Dia sudah tidak perduli kalau laki-laki yang dihadapannya adalah pemilik perusahaan tempatnya bekerja.

Kelopak matanya mulai berkaca-kaca. Tanpa pikir panjang Anin beranjak dari sofa berjalan meninggalkan pria itu menuju pintu keluar. Saat tangannya memegang knop pintu. Pria itu berkata penuh ketegasan.

"Aku tidak main-main Anindirra! Aku serius menginginkanmu. Jika kamu berubah pikiran. Kamu bisa menghubungi nomor telfonku."

Sejenak Anin memejamkan matanya. Menghembuskan nafas berat. Tanpa menengok ke belakang. Ia melangkah keluar dengan membanting pintu.

Anin keluar dari gedung kantor saat udara sudah mulai petang. Segera ia memesan taksi online, berharap cepat sampai dimana buah hatinya berada.

Rasa sedih menyerangnya hatinya. Mengingat ucapan dari pria yang baru saja di temuinya. Kemarahan menguasai pikirannya. Rasanya ingin terus mengumpat dan tak ingin berhenti.

Anin meraba dadanya yang terasa sesak. Perasaan resah yang datang tiba-tiba. Seperti sebuah firasat, bahwa akan terjadi suatu hal yang akan membekuknya.

*

*

Tidak terasa Anin sudah sampai di depan gedung rumah sakit. Turun dari mobil, ia berjalan cepat di sepanjang lorong rumah sakit. Ia menuju ruangan rawat inap bertuliskan kamar dahlia. Kamar tempat Aleanya berada.

Membuka pintu, masuk ke dalam ruang perawatan. Anin melihat Ibunya sedang menangis, duduk di kursi dekat pembariangan Alea.

"Bu, kenapa menangis? Ada apa?" ia khawatir melihat Ibunya menangis.

Di lihatnya wajah Alea semakin pucat. Pergelangan tangannya yang kecil terlihat membiru. Menunjukkan luka baru. Ada bekas pencarian jalannya infusan.

"Menjelang ashar tadi Alea anfal An, detak jantung Alea beberapa detik sempat terhenti. Ia tidak bisa bernafas." sambil menyeka airmata Bu Rahma menyampaikan apa yang di alami Alea sore tadi.

Anin tersentak! Telapak tangannya reflek menekan dadanya. Tubuhnya tiba-tiba melemas. Mendengar kondisi Alea yang semakin memburuk.

"Selain keajaiban dari tuhan. Syukurlah para Dokter segera membuatnya kembali bernafas. Ibu sempat ingin menelfonmu, tapi Ibu khawatir akan membuatmu panik. Jadi Ibu putuskan menunggumu sampai pulang. Alea harus segera di operasi secepatnya. Apa kamu sudah mendapatkan pinjaman dari perusahaan?"

"Sudah Bu." tanpa berpikir lagi ia memilih berbohong demi menenangkan Ibunya. Selain memikirkan Alea. Ia tidak tega melihat raut wajah Ibunya yang nampak terpukul. Selain Alea wanita tua inilah sumber kekuatannya.

****

Bersambung❤️

Terpopuler

Comments

Muri

Muri

menolong hrs ada imbalannya dr seorng CEO

2024-04-25

2

Lisa Icha

Lisa Icha

pengorbanan seorang ibu buat anak tercintanya

2024-04-23

0

Sri Menanti Saragih

Sri Menanti Saragih

mau tidak mau tawaran dari CEO di terima

2024-04-18

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 01
2 Chapter 02
3 Chapter 03
4 Chapter 04
5 Chapter 05
6 Chapter 06
7 Chapter 07
8 Chapter 08
9 Chapter 09
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Cahpter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Pengunguman
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chapter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117
118 Chapter 118
119 Chapter 119
120 Chapter 120
121 Chapter 121
122 Chapter 122
123 Chapter 123
124 Chapter 124
125 Chapter 125
126 Chapter 126
127 Chapter 127
128 Chapter 128
129 PENGUMUMAN
130 Chapter 129
131 Chapter 130
132 Chapter 131
133 Chapter 132
134 PENGUMUMAN
135 Bonchap 01
136 Bonchap 02
137 Bonchap 03
138 Bonchap 04
139 Bonchap 05
140 Bonchap 06
141 Bonchap 07
142 Bonchap 08
143 Bonchap 09
Episodes

Updated 143 Episodes

1
Chapter 01
2
Chapter 02
3
Chapter 03
4
Chapter 04
5
Chapter 05
6
Chapter 06
7
Chapter 07
8
Chapter 08
9
Chapter 09
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Cahpter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Pengunguman
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chapter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117
118
Chapter 118
119
Chapter 119
120
Chapter 120
121
Chapter 121
122
Chapter 122
123
Chapter 123
124
Chapter 124
125
Chapter 125
126
Chapter 126
127
Chapter 127
128
Chapter 128
129
PENGUMUMAN
130
Chapter 129
131
Chapter 130
132
Chapter 131
133
Chapter 132
134
PENGUMUMAN
135
Bonchap 01
136
Bonchap 02
137
Bonchap 03
138
Bonchap 04
139
Bonchap 05
140
Bonchap 06
141
Bonchap 07
142
Bonchap 08
143
Bonchap 09

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!