Eps 12

Berjarak hampir dekat, langkah kaki seorang begitu tegap dan gagah, balutan baju nya sangat rapih walau jas tidak lagi menutupi baju kemeja putih itu.

Ya dia Shane, kakak nya yang tengah berjalan dengan kepala asrama.

Asnee menghentikan lari kecil nya dan ikut berdiri sehingga lurus dengan jarak Shane. Sunggingan kecil terpaut, Asnee menatap rindu pada kakak nya yang satu ini.

"Kak" Teriak Asnee. Mereka yang ada di area asrama pun ikut menoleh. Shane melambaikan tangan nya memberi kode jika dia melihat nya.

Jarak mereka hanya seratus meter saja dan senyum Shane semakin terlihat jelas. Kepala asrama itu pun pamit kembali pada aktifitas nya.

"Asnee, kesayangan kakak !." Seru Shane memeluk Asnee seperti anak kecil, pelukan yang sama yang di dapatkan oleh Asnee bertahun-tahun lama nya.

Mungkin saja sepertinya jika nanti dirinya menjadi raja pun akan sama di mata mereka, Asnee kecil mereka, Asnee yang menggemaskan dan tidak mau kalah.

"Aey aey itu apaan ? Itu wajah mu di tekuk seperti itu !,"

"Apa kau sedang berkecil hati sekarang ?."

Goda Shane dengan senyum bodoh, kedua alis pun naik turun menyebalkan.

"Kak jangan keras-keras"

Asnee langsung membekap mulut Shane dengan berani nya, kedua bola mata itu terus mengedar melihat mereka yang masih mengamati nya. Shane pun ikut mengedarkan tatapan nya.

"Aku bukan berkecil hati, tapi aku mempersiapkan diri jika di mana kalian tidak jadi menjemput ku di sini." Ucap nya merajuk.

hahahahaha

"Astaga bocah ini benar-benar menggemaskan" Shane bersiap mencubit pipi Asnee namun sang pemilik wajah langsung menjaga jarak dan berkecak pinggang.

"Apa ?" Ancam nya.

"Tidak !." Seru Shane langsung merangkul pundak Asnee.

Dulu Asnee hanya bisa di gendong ke sana ke mari oleh keluarga nya namun kini tidak lagi, paling-paling rangkulan saja karena kini Asnee sudah tumbuh tinggi.

Asnee membawa Shane ke dalam asrama nya dan tentu saja sang kakak pun mau saja.

Pintu kembali terdorong, Robert dan juga Kevin seketika menghentikan kesibukan mereka dan mensejajarkan koper mereka di sudut nakas.

"Kak kau tunggu dulu di sini ! Duduk dulu dan tunggu aku sebentar, aku hanya hendak membawa buku bacaan saja ke Irland."

Asnee sedikit menarik paksa Shane dan mendorong kecil sehingga Shane mendaratkan tubuh nya di atas sofa.

Robert juga Kevin langsung kikuk, mereka melirik Shane dengan malu-malu, layaknya seorang gadis yang tengah mengagumi pria di samping nya.

Shane nampak heran sehingga ekspresi nya tak dapat lagi datar, Asnee pun sudah kembali lagi dengan tiga buku di tangan nya.

Mereka menoleh pada keberadaan Asnee bersamaan.

"Buku apa yang kau bawa itu ?." Tanya Shane seraya meraih salah satu dari tiga buku itu dari tangan Asnee.

"Bisnis internasional ?." Seru Shane membulak-balikkan buku itu sesekali membuka nya.

"Iya kak ! Aku tengah memperdalam materi di dalam nya.

" Tidak perlu di bawa ! Kemarikan, biar kakak simpan lagi." Shane berdiri dan mengambil alih buku yang tersisa di tangan Asnee. Buku itu tidak lain adalah 'Ekonomi Sumber Daya Manusia' dan juga buku 'Ekonomi Industri'.

Shane mengacak sayang pucuk kepala Asnee dengan senyum bangga menyelimuti wajah nya.

Robert dan juga Kevin hanya bisa menganga menyaksikan keakraban kedua laki-laki beda zaman itu, terlebih teman mereka Asnee seperti bukan teman nya saat ini.

"Memang nya di sana ada ? Aku masih membutuhkan buku itu, kak!." Rengek Asnee.

"Banyak, apapun yang kau mau ada di sana ! Daddy sudah merenovasi mansion dan sekarang tersedia perpustakaan di sana. Kau pasti akan suka" Ucap Shane sambil meletakan kembali buku itu

"Benarkah ? Kau sedang tidak membohongiku bukan, kak?." Asnee berjalan mendekat dan menatap Shane binar.

"Apa sekarang mata kakak memperlihatkan kebohongan ? No tuan kecil," Shane kembali merangkul Asnee.

"Oh iya, kalian bisa bukan membawa koper masing-masing ?!." Shane akhirnya bertanya pada mereka.

Robert dan juga Kevin langsung mendekat pada koper mereka.

"Tentu bisa" Seru mereka bersamaan.

"Panggil saya kakak saja," Ucap Shane.

Mereka pun akhirnya ke luar dari asrama, namun baru saja beberapa langkah menuju area sekolah, Robert dan Kevin menepuk kening mereka.

"Pangeran kita yang tampan ?," Robert tersenyum bodoh.

Asnee juga Shane menoleh reflek. " Apa ?." Seru Asnee.

"Kau tidak akan membawa apapun ? Baju misal nya ?." Kevin mengingatkan..

"Itu tidak di perlukan," Jawab Shane mendahului.

Robert juga Kevin bingung, bukankah mereka akan menginap beberapa hari di sana ? Tidak mungkin juga bukan jika pulang-pergi ?

"Semua keperluan Asnee sudah lengkap di mansion, jadi tidak memerlukan apapun lagi ! Kalian tidak tahu jika dia ini bos Asnee, miliarder termuda, jadi bisa beli apapun yang dia mau"

Mulut Shane benar-benar minta di tampol. Miliarder apa coba, lihatlah sampai kening adik nya banyak kerutan akibat perkataan dirinya.

"Miliarder apaan kakak jelek ?!". Tajam Asnee.

"Hahaha tentu kak, dia ini calon raja dan pastinya akan menjadi miliarder juga, 'kan ?!." Ujar Robert tidak mengerti.

"No, bukan itu maksud saya" Tukas Shane kembali.

"Kakak diam" Tegur Asnee melotot tajam.

Pertengkaran kecil atara Asnee dan juga Shane sering kali terjadi jika mereka berdua bertemu, masalah sepele pun akan menjadi bahan pertengkaran mereka berdua.

Gedung asrama dan juga gedung sekolah berdampingan namun jika berjalan kaki cukup membuat nafas sesak.

Di depan sekolah yang sangat luas sudah sangat ramai, mungkin para wali murid hendak bersiap membawa serta anak-anak mereka pulang. Di lain sisi banyak pula yang tidak pulang sekedar mengunjungi saja dan itu hanya di angan.

Aula yang sangat luas dengan kursi tertata rapi telah di buka, para murid serta orang tua wali di kumpulkan di sana. Pengumuman akan di mulai beberapa menit lagi menunggu para orang tua wali masuk semua.

"Kak, kau ke sini hanya sendiri saja ? Apa tidak dengan yang lain nya ?! Siapa gitu, kan banyak keluarga di Irlandia, masa hanya kakak saja yang menjemput ku ?!."

Asne benar-benar bertingkah layak nya anak kecil sekarang di hadapan Shane sampai Robert dan juga Kevin saling sikut mendengar rengekan dari mulut teman nya itu.

"Memang nya kau mengharapkan siapa ? Mereka sibuk, mana sempat menjemput mu sekarang !."

Pltakkk....

"Arrghh sakit"

Mereka berempat reflek membalikkan badan mereka ke belakang. Shane langsung nyengir kuda sedangkan Asnee beralih berdiri di samping orang itu secepat kilat.

Belum juga Robert dan Kevin di bingungkan oleh kedatangan pria yang dari tadi di panggil kakak oleh Asnee, sudah datang lagi satu orang yang tengah kecak pinggang.

Jika di telisik dan di amati, wajah mereka terlihat mirip satu sama lain, namun mereka pun kembali tersadarkan akan ingatan dari wajah wanita di depan mereka.

"Dia yang waktu itu" Bisik Robert pada Kevin. Bukan hanya Nara yang di puja-puja tapi Shabila pun termasuk ke dalam pujaan mereka berdua setelah waktu lalu melihat saat Shabila berkunjung ke sekolah.

"Maaf" Cengir Shane.

"Sakit ?." Seru Shabila.

"Sakit kak" Ringis Shane dengan drama berlebihan nya agar tidak kalah dari Asnee.

"Bohong kak itu ! Masa di jitak pelan begitu sakit, bisa saja pura-pura nya." Asnee sengaja menyulut pertengkaran antara mereka dan itu memang sengaja.

"Mana ada seperti itu,"

"Yak kau diam bocah tengik !." Tunjuk nya pada Asnee.

"Ada apa lagi ini ?." Suara lain ikut terdengar. Mereka semua menoleh.

Di depan sekolah tinggal mereka yang belum masuk aula dan masih terlibat pertengkaran kecil.

"Hai Asnee" Dari belakang tubuh Sean muncul seorang gadis cantik, mirip dengan Revan. Ya mereka adalah Sean juga Finola yang baru saja muncul setelah ke luar dari kantor kepala sekolah beberapa menit yang lalu.

"Fifi ?." Asnee malah heran dengan keberadaan Finola. Putri sulung dari Revan dan usia nya sama dengan Rayya, beda 3-4 thn dengan Asnee.

"Aaaaa tampan nya Fifi ! Sini peluk dulu" Fifi pun berhamburan memeluk Asnee seperti boneka. Fifi dengan tingkah bar-bar nya pun masih bisa dekat dengan Asnee di awali pertengkaran kecil prihal kecantikan dirinya dan juga kakaknya-Rayya di waktu masa kanak-kanak dulu.

Robert dan juga Kevin nelan ludah sendiri saat gadis cantik memeluk teman nya itu, kenapa ? Karena tidak jauh dari tatapan mereka terlihat keberadaan Yaya dan satu teman di samping nya.

"Sudah sudah lepas rindu nya nanti saja, kita ke aula dulu baru langsung berangkat!." Timpal Shabila namun Sean menghentikan .

"Tidak perlu, aku sudah mengurus nya tadi ! Kita langsung berangkat saja sebelum udara di sini mendingin." Ucap Sean.

Mereka pun menjauh dari area sekolah dan ke luar gerbang, di depan sana sudah berjajar dua mobil menunggu pemilik untuk menggunakan.

Terpopuler

Comments

nyaks 💜

nyaks 💜

😍😍😍😍

2022-10-07

0

Pray Ezya NovTa

Pray Ezya NovTa

karyamu the best Thor...👍
trimakasih sudah menyajikan cerita yg sangat hangat. always succes Thor 👍🙏

2022-01-23

0

Renireni Reni

Renireni Reni

yaya smg aja gk salah paham.....

2021-12-30

0

lihat semua
Episodes
1 Eps 1
2 Eps 2
3 Eps 3
4 Eps 4
5 Eps 5
6 Eps 6
7 Eps 7
8 Eps 8
9 Eps 9
10 Eps 10
11 Eps 11
12 Eps 12
13 Eps 13
14 Eps 14
15 Eps 15
16 Eps 16
17 Eps 17
18 Eps 18
19 Eps 19
20 Eps 20
21 Eps 21
22 Eps 22
23 Eps 23
24 Eps 24
25 Eps 25
26 Eps 26
27 Eps 27
28 Eps 28
29 Eps 29
30 Eps 30
31 Eps 31
32 Eps 32
33 Eps 33
34 Eps 34
35 Eps 35
36 Eps 36
37 Eps 37
38 Eps 38
39 Eps 39
40 Eps 40
41 Eps 41
42 Eps 42
43 Eps 43
44 Eps 44
45 Eps 45
46 Eps 46
47 Eps 47
48 Eps 48
49 Eps 49
50 Eps 50
51 Eps 51
52 Eps 52
53 Eps 53
54 Eps 54
55 Eps 55
56 Eps 56
57 Eps 57
58 Eps 58
59 Eps 59
60 Eps 60
61 Eps 61
62 Eps 62
63 Eps 63
64 Eps 64
65 Eps 65
66 Eps 66
67 Eps 67
68 Eps 68
69 Eps 69
70 Eps 70
71 Eps 71
72 Eps 72
73 Eps 73
74 Eps 74
75 Eps 75
76 Eps 76
77 Eps 77
78 Eps 78
79 Eps 79
80 Eps 80
81 Eps 81
82 Eps 82
83 Eps 83
84 Eps 84
85 Eps 85
86 Eps 86
87 Eps 87
88 Eps 88
89 Eps 89
90 Eps 90
91 Eps 91
92 Eps 92
93 Eps 93
94 Eps 94
95 Eps 95
96 Eps 96
97 Eps 97
98 Eps 98
99 Eps 99
100 Eps 100
101 Eps 101
102 Eps 102
103 Eps 103
104 Eps 104
105 Eps 105
106 Eps 106
107 Eps 107
108 Eps 108
109 Eps 109
110 Eps 110
111 Eps 111
112 Eps 112
113 Eps 113
114 Eps 114
115 Eps 115
116 Eps 116
117 Eps 117
118 Eps 118
119 Eps 119
120 Eps 120
121 Eps 121
122 Eps 122
123 Eps 123
124 Eps 124
125 Eps 125
126 Eps 126
127 Eps 127
128 Eps 128
129 Eps 129
130 Eps 130
131 Eps 131
132 Eps 132
133 Eps 133
134 Eps 134
135 Eps 135
136 Eps 136
137 Eps 137
138 Eps 138
139 Eps 139
140 Eps 140
141 Eps 141
142 Eps 142
143 Eps 143
144 Eps 144
145 Eps 145
146 Eps 146
147 Eps 147
148 Eps 148
149 Eps 149
150 Eps 150
151 Eps 151
152 Eps 152
153 Eps 153
154 Eps 154
155 Eps 155
156 Eps 156
157 Eps 157
158 Eps 158
159 Eps 159
160 Eps 160
161 Eps 161
162 Eps 162
163 Eps 163
164 Eps 164
165 Eps 165
166 Eps 166
167 Eps 167
168 Eps 168
169 Eps 169
170 Eps 170
171 Eps 171
172 Eps 172
173 Eps 173
174 Eps 174
175 Eps 175
176 Eps 176
177 Eps 177
178 Eps 178
179 Eps 179
180 Eps 180
181 Eps 181
182 Eps 182
Episodes

Updated 182 Episodes

1
Eps 1
2
Eps 2
3
Eps 3
4
Eps 4
5
Eps 5
6
Eps 6
7
Eps 7
8
Eps 8
9
Eps 9
10
Eps 10
11
Eps 11
12
Eps 12
13
Eps 13
14
Eps 14
15
Eps 15
16
Eps 16
17
Eps 17
18
Eps 18
19
Eps 19
20
Eps 20
21
Eps 21
22
Eps 22
23
Eps 23
24
Eps 24
25
Eps 25
26
Eps 26
27
Eps 27
28
Eps 28
29
Eps 29
30
Eps 30
31
Eps 31
32
Eps 32
33
Eps 33
34
Eps 34
35
Eps 35
36
Eps 36
37
Eps 37
38
Eps 38
39
Eps 39
40
Eps 40
41
Eps 41
42
Eps 42
43
Eps 43
44
Eps 44
45
Eps 45
46
Eps 46
47
Eps 47
48
Eps 48
49
Eps 49
50
Eps 50
51
Eps 51
52
Eps 52
53
Eps 53
54
Eps 54
55
Eps 55
56
Eps 56
57
Eps 57
58
Eps 58
59
Eps 59
60
Eps 60
61
Eps 61
62
Eps 62
63
Eps 63
64
Eps 64
65
Eps 65
66
Eps 66
67
Eps 67
68
Eps 68
69
Eps 69
70
Eps 70
71
Eps 71
72
Eps 72
73
Eps 73
74
Eps 74
75
Eps 75
76
Eps 76
77
Eps 77
78
Eps 78
79
Eps 79
80
Eps 80
81
Eps 81
82
Eps 82
83
Eps 83
84
Eps 84
85
Eps 85
86
Eps 86
87
Eps 87
88
Eps 88
89
Eps 89
90
Eps 90
91
Eps 91
92
Eps 92
93
Eps 93
94
Eps 94
95
Eps 95
96
Eps 96
97
Eps 97
98
Eps 98
99
Eps 99
100
Eps 100
101
Eps 101
102
Eps 102
103
Eps 103
104
Eps 104
105
Eps 105
106
Eps 106
107
Eps 107
108
Eps 108
109
Eps 109
110
Eps 110
111
Eps 111
112
Eps 112
113
Eps 113
114
Eps 114
115
Eps 115
116
Eps 116
117
Eps 117
118
Eps 118
119
Eps 119
120
Eps 120
121
Eps 121
122
Eps 122
123
Eps 123
124
Eps 124
125
Eps 125
126
Eps 126
127
Eps 127
128
Eps 128
129
Eps 129
130
Eps 130
131
Eps 131
132
Eps 132
133
Eps 133
134
Eps 134
135
Eps 135
136
Eps 136
137
Eps 137
138
Eps 138
139
Eps 139
140
Eps 140
141
Eps 141
142
Eps 142
143
Eps 143
144
Eps 144
145
Eps 145
146
Eps 146
147
Eps 147
148
Eps 148
149
Eps 149
150
Eps 150
151
Eps 151
152
Eps 152
153
Eps 153
154
Eps 154
155
Eps 155
156
Eps 156
157
Eps 157
158
Eps 158
159
Eps 159
160
Eps 160
161
Eps 161
162
Eps 162
163
Eps 163
164
Eps 164
165
Eps 165
166
Eps 166
167
Eps 167
168
Eps 168
169
Eps 169
170
Eps 170
171
Eps 171
172
Eps 172
173
Eps 173
174
Eps 174
175
Eps 175
176
Eps 176
177
Eps 177
178
Eps 178
179
Eps 179
180
Eps 180
181
Eps 181
182
Eps 182

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!