CEMBURU

Pagi hari. Gadis itu pun kembali bekerja. Wina, kembali membawakan bekal makan siang untuknya. Setelah pamit, ia pun berangkat bersama ayahnya dengan mobil masing-masing.

Luein sampai kantor tiga puluh lima menit kemudian. Gadis itu nampak mempercepat langkahnya. Ia akan mempersiapkan ruang meeting di divisi suplai bahan baku dan produksi. Diana, Hugo dan Brian datang bersamaan. Ketiganya nampak berbincang.

"Luien!" panggil Hugo. Gadis itu menoleh.

"Nanti, kita harus presentasi di kampus sesuai pekerjaan kita," lanjut pria itu memberitahu.

"Iya, aku sudah mendapatkan pesan singkat dari dosen kemarin sore," jawab Luein.

Gloria pun datang dengan wajah kusut. Leo memutuskan dirinya. Ayahnya tidak mau membelikannya mobil. Gadis itu benar-benar hancur.

"Kenapa dengan dia?" tanya Luien. Ia merasa aneh jika Gloria tak mengatainya.

"Sudah, biarkan saja..Nanti dia juga yang ditegur," ucap Brian untuk tidak memperdulikan kondisi Gloria.

Keempat orang itu menaiki lift. Lalu turun di lantai masing-masing. Luein langsung ke lantai 13. Gadis itu akan mempersiapkan ruang rapat. Sampai sana ternyata Alex sudah di sana.

"Selamat, pagi Tuan!" sapa Luein.

"Pagi, apa sudah kau siapkan semuanya?" tanya Alex tanpa melihat gadis itu.

"Sudah Tuan," jawab Luien.

Alex kemudian menatap gadis itu, dengan seksama. Jantungnya berdesir halus, bulu tengkuknya meremang. Pria itu yakin dengan apa yang dirasakan saat ini. Tapi, ia segera menghapus apa yang ia rasakan pada gadis itu.

Tiba-tiba, Adrian datang sambil membuka pintu keras-keras. Luien dan Alex menoleh. Melihat keduanya berada di posisi jauh, pria itu menghela napas lega. Adrian menatap kakaknya tajam. Alex abai dengan tatapan itu.

"Selamat pagi Tuan Adrian," sapa Luien.

"Pagi!" jawab Adrian pendek.

Pria itu langsung duduk di singgasananya. Alex masih membaca semua laporan yang ada di tangannya. Luien membagikan berkas di semua meja. Tak lama, para staf dan management divisi pun hadir. Rapat dimulai.

Luein duduk di sisi Adrian. Gadis itu banyak memberi tanda di laporan kali ini. Alex menatap sepasang manusia itu yang tengah mendengarkan paparan para management.

Sungguh, Alex menahan semua emosinya, melihat kedekatan Luein dan Adrian. Bahkan, jarak duduk mereka begitu dekat. Adrian seperti sengaja merapatkan kursi mereka. Seakan-akan, gadis itu duduk di pangkuannya.

Tangan Alex mengepal, ketika Adrian mendekatkan tubuhnya pada Luein ketika gadis itu menerangkan salah satu kalimat yang ia tandai. Bahkan, ia bisa melihat betapa adiknya itu ingin membungkam bibir sang gadis dalam tautan bibirnya.

Sedangkan, Luein merasa risih. Berkali-kali ia menjauhkan diri dari tubuh atasannya itu. Ia begitu malu dilihat banyak orang.

'Bibirnya indah sekali,' puji Adrian dalam hati.

Adrian akhirnya mulai fokus pada pekerjaan. Pria itu sudah mendalami apa saja yang ditandai oleh sekretaris magangnya.

Tak terasa rapat usai. Luein kembali menyusun semua berkas dan di jadikan satu. Ia akan memberikannya pada ruang arsip. Waktu sudah menunjukkan makan siang. Ketiganya keluar ruangan. bersamaan dengan Vic dan Diana.

"Kita makan yuk," ajak Diana.

"Aku bawa bekal," Luien menolak.

"Wah, tumben kau bawa bekal," sahut Diana.

"Aku menghemat. Bensin butuh uang kan?" sahut Luien.

Diana mengangguk. Ia pun tetap turun ke kantin. Sedang Adrian mencoba memaksa Luein untuk makan siang bersamanya.

"Aku yang traktir!"

"Maaf, Tuan. Makanan yang saya bawa akan terbuang jika saya tidak memakannya," tolak Luein.

Alex sudah berlalu dari sana menuju ruangannya. Adrian tak mengajaknya turun. Mereka memang bersaudara, tetapi selera Alex dan Adrian berbeda. Akhirnya Adrian dan Vic turun berdua saja. Sedang Diana sudah turun duluan.

Ketika Luien masuk. Alex tengah membawa kotak makan siangnya juga.

"Makan di sini bersamaku, Luien!" titah Alex dengan suara sangat lembut.

Luein menurut.

'Kenapa dengan jantungku. Berdegup lebih kencang dari biasanya?' tanya Luien dalam hati. 'Aku nggak sakit jantung kan?'

Ketika Luein duduk di sofa tunggal. Alex langsung memprotesnya.

"Kenapa kau duduk di situ? Sini sebelahku!"

Luien pun duduk di sebelah Alex. Pria itu ingin sekali merengkuh tubuh ramping gadis di sebelahnya. Membayangkan makan salin menyuap, lalu diakhiri dengan sesi percintaan panas di sofa ini.

"Kita tukaran makanan, ya!" ujar Alex menukar kotak makan siangnya.

Luein ingin protes. Namun, Alex sudah memakan makanannya dengan lahap. Akhirnya Luein pun mengabiskan makan siang atasannya.

"Wah enak!'' puji Luein ketika menyuap makanannya.

"Aku memasaknya sendiri," sahut Alex memberitahu.

"Oh ya?" tanya Luein setengah tak percaya.

"Kau ingin melihat aku memasak?"

"Wah, satu kehormatan sekali jika saya bisa melihat Tuan memasak," sahut Luein antusias..

"Aku akan mengundangmu makan malam di penthouse milikku di bilangan XX, malam minggu besok. Apa kau mau datang?" tembak Alex langsung.

Luein pun terdiam Gadis itu bingung harus menjawab apa. Ia merasa dijebak. Setelah melontarkan pernyataan jika ia ingin sekali melihat atasannya itu memasak. Kini, ia harus mengiyakan ajakan Alex.

"Kau boleh membawa Diana bersamamu," ujar Alex kemudian. "Aku juga akan membawa Adrian dan Vic."

"Benar kah Tuan?" tanya Luien merasa tercerahkan.

"Ya. bagaimana apa kau mau datang?" tanya Alex.

Pria itu meletakkan kotak bekal Luein di atas meja. Ia sudah selesai makan. Luein masih ingin memakan masakan lezat itu. Tapi ternyata porsinya cukup besar. Jadi, ia kesulitan untuk menghabiskannya.

"Sini biar kuhabiskan!"

Alex menarik kotak bekal makannya. Ia pun menghabiskan makanan itu dengan sendok yang gadis itu pakai tadi.

"Sendoknya ...."

"Ada apa memang?"

"Bekas aku ...."

"Tidak apa-apa," sahut Alex.

Makanan pun habis kini keduanya masih duduk berdampingan di sofa. Alex berani memandang Luien. Gadis itu gelisah bukan main. Ia ingin sekali bangkit dari duduknya. Tapi, bokongnya seperti di lem amat kuat.

"Luein!" panggil Alex.

Gadis itu menoleh padanya. Iris abu-abu itu menggetarkan hati Alex. Tidak ada lagi raut kesedihan di sana ketika pertama kali ia menatapnya. Alex menjulurkan tangan merapikan anakan rambut gadis itu.

Jantung keduanya berdegup kencang. Perlahan, jemari Alex mengusap lembut pipi Luein yang memerah. Sedangkan gadis itu seperti terhipnotis. Wajah keduanya saling mendekat. Napas Alex menderu di wajah lembut Luein. Mata mereka saling mengunci.

Dengan penuh kelembutan, pria itu memagut benda kenyal yang sudah dari tadi dia inginkan. Ciuman itu makin lama makin dalam. Luein ternyata pencium yang handal. Alex menahan tengkuk Luein agar tak melepas ciuman mereka. Tubuh mereka makin merapat. Hingga tiba-tiba.

"Luein, apa sudah kau siapkan berkas untuk presentasi mu nanti pada dosen pembimbing?"

Sebuah suara mengagetkan Alex. Pria itu pun membuka mata. Ia belum tersadar sepenuhnya. Hingga Vic menegurnya.

"Ah, aku tidak apa-apa Vic. Hanya tertidur sebentar," ujar. Alex.

sejurus kemudian, pria itu pun terkekeh dalam hati. Bisa-bisanya ia mengkhayal mesum. Saat berdua dengan Luein ia menghayal tengah berciuman dengan gadis itu.

bersambung.

sabar Lex ...

next?

Terpopuler

Comments

Nor Azlin

Nor Azlin

/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ aku pikirkan betul2 tadinya biar si vic atau Adrian liat deh ehh ternyata hayalan nya aja deh ...semoga mereka berdua berjodoh yah thor...lanjutkan thor

2024-12-23

1

nirvana marsh

nirvana marsh

kirain ternyata prankkkk/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2024-12-19

0

Salma Suku

Salma Suku

Ya ampun menghayal toh😀kirain nyata😁

2025-02-08

0

lihat semua
Episodes
1 AWAL KISAH
2 PERUBAHAN BESAR
3 AKHIRNYA DIAKUI
4 MENAIKAN LEVEL KARTU
5 MENAIKAN LEVEL KARTU 2
6 MOBIL BARU
7 ENGGAN BERUBAH
8 MAGANG
9 THE MONSTER
10 MENYEMBUNYIKAN FAKTA
11 IKUTAN BALAPAN LIAR
12 BERTEMU DENGAN LUEIN
13 KERINDUAN YANG BERKARAT
14 RINDU YANG BERKARAT2
15 RINDU YANG BERKARAT3
16 MENYAMAR
17 A GIFT
18 BABY
19 BABY 2
20 CEMBURU
21 KONSPIRASI
22 KONSPIRASI 2
23 KONSPIRASI 3
24 KONSPIRASI 4
25 RUTINITAS
26 WHAT IS LOVE?
27 SEBUAH CERITA
28 PERKARA
29 PERKARA 2
30 PERKARA 3
31 PERKARA 4
32 PERKARA 5
33 MEMBASMI
34 THE ANGEL RIDER
35 KALAH
36 MENGAKU KALAH
37 RENCANA
38 RENCANA 2
39 MENTAL GLORIA
40 PERKELAHIAN
41 KEMARAHAN DEON
42 HADIAH KELULUSAN
43 KERIBUTAN
44 FAKTA
45 LUIEN
46 LUEIN 2
47 BEKERJA
48 KEJUTAN
49 KEJUTAN 2
50 BERNARD
51 BERNARD 2
52 BERNARD 3
53 PESTA
54 PESTA 2
55 PERNYATAAN
56 KESAL
57 BERKELAHI
58 ORANG BAIK
59 ORANG BAIK 2
60 VERSUS
61 BALASAN
62 MENGHUKUM
63 THE REAL PRINCESS
64 THE REAL PRINCESS 2
65 THE REAL PRINCESS 3
66 MEMBEKUK MUSUH
67 INTERMEZO
68 ARMIRA
69 ARMIRA 2
70 BALAPAN DAN LAMARAN
71 KEMARAHAN GLORIA
72 TRAUMA GLORIA
73 INTERMEZO
74 romantic accident
75 SIDANG PUTUSAN
76 MENYAMAR
77 MENYAMAR 2
78 MENYAMAR 3
79 MENYAMAR 4
80 MENGEMBAN MISI
81 KONSPIRASI MESUM
82 DITANGKAP
83 PUTRA MAHKOTA
84 KE ISTANA
85 DI ISTANA
86 MISI
87 MISI 2
88 KARNAVAL
89 PENGEMIS?
90 SEBUAH RENCANA
91 MENGHABISI
92 MENGHABISI 2
93 MENGHABISI 3
94 NAIK TAHTA
95 TERUNGKAP
96 TERUNGKAP 2
97 BUKTI BESAR
98 PENGANGKATAN
99 PENGANGKATAN 2
100 PENGANGKATAN 3
101 PERNIKAHAN
102 PERNIKAHAN2
103 KEBENCIAN
104 MAAF
105 PERNIKAHAN DIANA
106 HILANG AKAL
107 HOT
108 BULAN MADU
109 RICO
110 RICO 2
111 PERGINYA SANG IBU RATU
112 AMPLOP PERJODOHAN
113 PERNIKAHAN HUGO
114 MELAMAR
115 MELAMAR2
116 MELAMAR 3
117 GLORIA VS BRIGITTA
118 SANDIWARA
119 SEBUAH PERISTIWA
120 PERNIKAHAN GLORIA
121 HAMIL SIMPATIK
122 PERIKSA KEHAMILAN
123 KELAHIRAN BAYI-BAYI
124 FIFTH DAMBALDORE'S Ext part
125 DALANG PEMBUNUH KELUARGA THOMAS
Episodes

Updated 125 Episodes

1
AWAL KISAH
2
PERUBAHAN BESAR
3
AKHIRNYA DIAKUI
4
MENAIKAN LEVEL KARTU
5
MENAIKAN LEVEL KARTU 2
6
MOBIL BARU
7
ENGGAN BERUBAH
8
MAGANG
9
THE MONSTER
10
MENYEMBUNYIKAN FAKTA
11
IKUTAN BALAPAN LIAR
12
BERTEMU DENGAN LUEIN
13
KERINDUAN YANG BERKARAT
14
RINDU YANG BERKARAT2
15
RINDU YANG BERKARAT3
16
MENYAMAR
17
A GIFT
18
BABY
19
BABY 2
20
CEMBURU
21
KONSPIRASI
22
KONSPIRASI 2
23
KONSPIRASI 3
24
KONSPIRASI 4
25
RUTINITAS
26
WHAT IS LOVE?
27
SEBUAH CERITA
28
PERKARA
29
PERKARA 2
30
PERKARA 3
31
PERKARA 4
32
PERKARA 5
33
MEMBASMI
34
THE ANGEL RIDER
35
KALAH
36
MENGAKU KALAH
37
RENCANA
38
RENCANA 2
39
MENTAL GLORIA
40
PERKELAHIAN
41
KEMARAHAN DEON
42
HADIAH KELULUSAN
43
KERIBUTAN
44
FAKTA
45
LUIEN
46
LUEIN 2
47
BEKERJA
48
KEJUTAN
49
KEJUTAN 2
50
BERNARD
51
BERNARD 2
52
BERNARD 3
53
PESTA
54
PESTA 2
55
PERNYATAAN
56
KESAL
57
BERKELAHI
58
ORANG BAIK
59
ORANG BAIK 2
60
VERSUS
61
BALASAN
62
MENGHUKUM
63
THE REAL PRINCESS
64
THE REAL PRINCESS 2
65
THE REAL PRINCESS 3
66
MEMBEKUK MUSUH
67
INTERMEZO
68
ARMIRA
69
ARMIRA 2
70
BALAPAN DAN LAMARAN
71
KEMARAHAN GLORIA
72
TRAUMA GLORIA
73
INTERMEZO
74
romantic accident
75
SIDANG PUTUSAN
76
MENYAMAR
77
MENYAMAR 2
78
MENYAMAR 3
79
MENYAMAR 4
80
MENGEMBAN MISI
81
KONSPIRASI MESUM
82
DITANGKAP
83
PUTRA MAHKOTA
84
KE ISTANA
85
DI ISTANA
86
MISI
87
MISI 2
88
KARNAVAL
89
PENGEMIS?
90
SEBUAH RENCANA
91
MENGHABISI
92
MENGHABISI 2
93
MENGHABISI 3
94
NAIK TAHTA
95
TERUNGKAP
96
TERUNGKAP 2
97
BUKTI BESAR
98
PENGANGKATAN
99
PENGANGKATAN 2
100
PENGANGKATAN 3
101
PERNIKAHAN
102
PERNIKAHAN2
103
KEBENCIAN
104
MAAF
105
PERNIKAHAN DIANA
106
HILANG AKAL
107
HOT
108
BULAN MADU
109
RICO
110
RICO 2
111
PERGINYA SANG IBU RATU
112
AMPLOP PERJODOHAN
113
PERNIKAHAN HUGO
114
MELAMAR
115
MELAMAR2
116
MELAMAR 3
117
GLORIA VS BRIGITTA
118
SANDIWARA
119
SEBUAH PERISTIWA
120
PERNIKAHAN GLORIA
121
HAMIL SIMPATIK
122
PERIKSA KEHAMILAN
123
KELAHIRAN BAYI-BAYI
124
FIFTH DAMBALDORE'S Ext part
125
DALANG PEMBUNUH KELUARGA THOMAS

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!