BABY

BEBERAPA JAM SEBELUMNYA.

Sekelompok orang tiba-tiba datang menyerang. Beberapa pasukan pengawal berkhianat. Tak ada bunyi senjata, karena semuanya memakai peredam suara. Semua pekerja rumah tewas tertembak di dada dan kepala.

Sedang di dalam kamar Scarlet Hormez tengah asik masuk berciuman dengan Frank, sepupu suaminya. Ia sudah menjalin kasih secara sembunyi-sembunyi beberapa tahun ini. Napas keduanya menderu bahkan Scarlett menginginkan lebih.

"I want more, dear ...," rengeknya dengan napas terengah. Wanita ini sudah diambang birahinya.

"You want more?" Scarlett mengangguk dengan tatapan berkabut gairah.

"Do you want to go to heaven?' tanya Frank dengan suara serak.

Tangan pria itu sibuk memberi rangsangan di area sensitif wanita itu. Tubuh Scarlet melenting laksana busur panah. Ia mengangguk dengan napas tersengal.

"Well, aku akan memberikan surga untukmu!" ujar Frank menyeringai sadis.

Sleb! Sleb! Sleb! tiga tembakan menembus dada yang sedang menatap sayu Frank. Iris biru itu tak berkedip setelah dadanya bersimbah darah. Frank menatap dua anak laki-laki berusia delapan tahun dan tiga tahun yang mulutnya sudah mengeluarkan busa.

"Maaf, sayang. Tapi, Uncle tidak ingin berbagi denganmu. Karena semua ini adalah milikku dari awal," ujarnya dengan tatapan dingin.

Sedang di kamar mandi, seorang wanita meringkuk gemetaran. Ia sengaja ke kamar mandi bersama bayi dalam dekapannya. Wanita itu bernama Sandra Joseph, ia masih sepupu jauh dari Xavier Thomas, ayah dari bayi ini.

Ia sudah sangat curiga dengan Frank sejak pria itu menggoda saudara ipar sepupunya. Frank nampak menunggu Sandra dari kamar mandi. Pria itu sebenarnya sudah tak sabar ingin masuk ke dalam sana dan menembakkan peluru di sekujur tubuh wanita itu.

Sandra mencari bilik rahasia, berharap seperti di film-film yang ia tonton, jika kamar mandi ini memiliki pintu rahasia. Dugaan Sandra benar. Satu dinding palsu terbuka. Wanita itu pun masuk ke dalam bersama bayi dalam gendongannya. Lalu secara otomatis dinding itu kembali menutup.

Wanita itu menatap sekeliling tampak ruang kerja yang sengaja dibuat secara tersembunyi. Ia melihat satu layar laptop yang menyala. Di sana beberapa layar menampilkan bagaimana semua tewas dibunuh oleh seseorang yang sangat dekat dengannya.

"Tuan Rodrigo Thomas?!" bisiknya sambil menutup mulut tak percaya.

Pria yang selama ini santun dan ramah. Rodrigo selalu bermain dengan anak-anak. Bahkan pria itu selalu membelai pipi Sandra. Tiba-tiba ia mendengar suara teriakan.

"Kau tak akan mendapat apa pun Rodrigo!' sentak Xavier murka.

"Tidak ... kau lah yang tak mendapat apa pun Xavier! Aku mengambil yang menjadi hak ku. Kau terlalu serakah!" tekan Rodrigo.

"Kau juga sudah mendapatkan semuanya, Bahkan lebih banyak dariku!" bentak Xavier lagi.

"Yang kau nikmati adalah harta Ayahku, Xavier!" sahut Rodrigo mengingatkan. "Harta yang mestinya milikku!"

"Ini adalah bagianku, harta Ayahku yang dititipkan pada Paman Jose Thomas!" sahut Xavier lagi. "Ayahmu lah yang merampas semua milik ayahku!'

"Aku mengetahui semuanya Rigo!" jelas Xavier lagi.

"Aku menerima mu mengira kau berubah, ternyata kau sama dengan ayahmu!" tuduhnya.lagi pada pria beriris sama dengannya.

Rodrigo tersenyum miring. Tiba-tiba seorang pria masuk ke dalam.

"Frank, tangkap dia!" titah Xavier.

Pria yang dipanggil itu hanya diam, Rodrigo tertawa. Xavier pun tertegun ketika, Frank membuka topeng tipis di wajahnya.

"Bernard?" panggil pria itu.

"Ya, Paman aku Bernard, aku adalah putra dari Tuan Rodrigo Thomas," jawab Frank tersenyum.

"Ah, tubuh istrimu enak, Paman. Sayang, aku harus membunuhnya bersama dua anakmu yang lain. Sekarang, mana anakmu yang satu lagi? Aku yakin kau menyembunyikannya bersama wanita simpananmu itu, Sandra," ujar Frank atau Bernard dengan seringai tajam dan membunuh.

Xavier mengepal tangannya erat. Ia sudah mengetahui sejak lama perselingkuhan istrinya dengan sepupu yang menjadi kepala pengawal dan ternyata adalah kemenakannya sendiri.

Tadi malam, ia memaksa kerjasama pengalihan perusahaan kepada Adrian Maxwell Junior. Sayang, pria itu menolak karena tidak adanya keuntungan signifikan untuk pria itu. Xavier seperti menitipkan perusahaan itu padanya.

Xavier yang gelap mata membius Adrian dan Vic dengan obat bius. Ingin mengambil sidik jari pria itu agar perusahaannya aman. Karena siapapun tidak akan berani berkutik jika sudah di tangan Adrian.

Sayang, kelakuannya itu ketahuan. Ia pun menyuruh semua anak buahnya meninggalkan tempat itu. Pria itu tak mengetahui tentang adanya empat wanita tanpa busana yang tertangkap di kamar bersama Adrian dan Vic.

"Kau tak akan lolos Rigo!" ujar Xavier mengingatkan.

"Aku sudah merencanakannya matang-matang, Vier! Bahkan putraku siap terluka agar drama ini murni perampokan, Bena begitu Bernard?" Bernard mengangguk.

Lalu ia menembak kakinya sendiri. Bernard pun roboh dan mengerang kesakitan. Xavier tiba-tiba melakukan gerakan menyerang. Bernard menembakkan pistol dan mengenai kepala pria itu.

"Dia mati!" ujar Rodrigo ketika memeriksa denyut nadi di leher pria yang masih saudaranya itu.

"Marco sudah mengambil semua perhiasan Scarlett. Tidak banyak, wanita itu pintar juga menaruh semua benda berharga di bank!' sahut Rodrigo kesal.

"Bagaimana surat-surat itu?" tanya Bernard sambil meringis. Ia menekan luka tembaknya agar tak terlalu banyak mengeluarkan darah.

"Akan kuurus nanti," jawab Rodrigo.

"Apa kau sudah membunuh semuanya?' Bernard mengangguk. Ia lupa jika ada dua lagi yang belum terbunuh.

"Bagus. Ini harus rapi, dan jangan sampai terbongkar. Karena kita akan mati jika semua ini terungkap!" Bernard mengangguk.

Setelah mengacak-acak ruangan, ia menaruh pistol di tangan Xavier. Lalu ia pergi dari ruangan bersama putranya. Keduanya membuang sarung tangan tipis ke dalam wastafel. Setelah melakukan flush, keduanya pun pergi.

Sandra menangis melihat semuanya di ruangan ini. Otaknya berpikir cepat. Ia harus menyembunyikan semua rekaman dengan baik. Wanita itu meletakkan Edric di sofa dan menghalanginya dengan kursi kecil. Ia mengambil semua data rekaman, file dalam komputer itu. menyimpannya dalam sebuah microchip. Mengambil kalung dengan liontin hati dengan bertuliskan huruf R. Membuka liontin itu dan menaruh mikrochip di dalamnya. Ia mengenakannya di leher bayi itu. Lalu mencari lagi apa saja berkas yang bisa menunjang untuk bayi tersebut. Ia menarik satu lukisan. Lagi-lagi berbekal pengetahuan tentang film-film detektif yang ia tonton.

Wanita itu mendapatkan satu brankas besi. Ia hanya mencoba semua angka yang mungkin menjadi kunci kombinasi brangkas tersebut. Ia mengingat semua tanggal yang pernah disebutkan oleh sepupu yang menjadi tuannya.

Klik! Brangkas terbuka. Beberapa surat penting ia dapatkan. Setelah mengambilnya. Ia pun menutup lagi dan meletakkan lukisan seperti semula. Ia pun mengambil keranjang buah yang cukup besar. Menaruh bantal dan beberapa selimut yang ada di ruangan itu.

Perlahan ia kembali ke kamar di mana Scarlet dan anak-anak sudah tewas. Memastikan jika Frank tidak kembali lagi ke kamar. Ia bersyukur, pria itu tak kembali lagi. Mengambil keranjang bayi, meletakan semua selimut dan bantal di sana, setelah menaruh berkas itu sebelumnya. Ia pun menulis sebuah surat untuk siapapun yang menemukan bayi itu.

"Aku tak boleh membawanya, nyawanya terancam jika bersamaku!" gumamnya.

Sandra mengambil satu beberapa popok dan botol susu. juga satu kotak besar susu yang diminum bayi itu.

Sandra melewati jendela mansion. Menuruni bayi dengan tali yang terikat dengan kain menjuntai ke bawah. Setelah itu baru ia turun perlahan. Sandra berhasil keluar mansion tanpa diketahui siapa pun.

Wanita itu berjalan cukup jauh dan berlainan arah. Menemukan satu apartemen sederhana, di antara tumpukan kardus ia meletakan bayi di sana. Laku segera pergi meninggalkan tempat itu. Siapa sangka, Sandra tertangkap oleh Frank, ia pun dibunuh.

*************************

Luein terbangun ketika mendengar tangisan bayi. Ia hampir saja menutup kupingnya dengan bantal jika saja, ia tak ingat dengan bayi yang ia ambil di dekat kardus bekas. Gadis itu pun terbangun. Meraba popok yang sudah berat.

"Ah, maaf Baby, aku lupa mengganti popok mu tadi," ujarnya.

Gadis itu garuk-garuk kepala. Ia tak pernah memegang bayi sebelumnya. Jadi, Luein sedikit takut. Ia pun mengganti popok bayi itu lalu membuatkan susunya sekalian.

"Mamma ... mammma!" bayi itu menggerak-gerakkan tangannya.

Luien pun menggendongnya. Ia mengingat cara tuan James dan istrinya menggendong anaknya setiap pagi. Salah satu tetangga apartemen Luein yang baik hati.

Luein menyodorkan botol susu pada bayi itu, setelah memastikan susunya tidak panas. Sambil menepuk-nepuk paha montok Rico. Perlahan bayi itu pun terlelap bertepatan susu di botolnya habis. Setelah ia meletakan bayi itu. Luein melihat benda persegi empat di dinding.

"Sudah pukul, 05.12, ternyata. Aku nyaris kesiangan jika tak dibangunkan oleh bayi ini," gumamnya bermonolog.

Setelah mandi dan memakai bajunya, ia pun membawa bayi itu dalam keranjangnya. Menaiki mobil menuju mansion orang tuanya.

"Siapapun kau. Aku pastikan tak akan ada yang menemukan dirimu jika sudah berada di tangan orang tuaku!" gumam Luein sambil mengelus tangan mungil yang masih terlelap itu.

bersambung.

next?

Terpopuler

Comments

Nor Azlin

Nor Azlin

bagus Luein kamu memang anak yang cerdas dengan menitipkan baby Rico ke kediaman orang tua mu pasti tidak membahayakan anak itu ...dengan itu juha mama mu bisa melupakan kakak mu si Luis yah ...semoga dengan ini tidak seorang pun tau siapa Rico yang sebenar nya deh ...lanjutkan thor

2024-12-23

0

Rafinsa

Rafinsa

ya ampun... untung bayi kecil itu selamat...

2024-10-10

1

Cherry🍒

Cherry🍒

sedih ih dia udah yatim piatu sejak bayi 😭😭

2024-03-18

0

lihat semua
Episodes
1 AWAL KISAH
2 PERUBAHAN BESAR
3 AKHIRNYA DIAKUI
4 MENAIKAN LEVEL KARTU
5 MENAIKAN LEVEL KARTU 2
6 MOBIL BARU
7 ENGGAN BERUBAH
8 MAGANG
9 THE MONSTER
10 MENYEMBUNYIKAN FAKTA
11 IKUTAN BALAPAN LIAR
12 BERTEMU DENGAN LUEIN
13 KERINDUAN YANG BERKARAT
14 RINDU YANG BERKARAT2
15 RINDU YANG BERKARAT3
16 MENYAMAR
17 A GIFT
18 BABY
19 BABY 2
20 CEMBURU
21 KONSPIRASI
22 KONSPIRASI 2
23 KONSPIRASI 3
24 KONSPIRASI 4
25 RUTINITAS
26 WHAT IS LOVE?
27 SEBUAH CERITA
28 PERKARA
29 PERKARA 2
30 PERKARA 3
31 PERKARA 4
32 PERKARA 5
33 MEMBASMI
34 THE ANGEL RIDER
35 KALAH
36 MENGAKU KALAH
37 RENCANA
38 RENCANA 2
39 MENTAL GLORIA
40 PERKELAHIAN
41 KEMARAHAN DEON
42 HADIAH KELULUSAN
43 KERIBUTAN
44 FAKTA
45 LUIEN
46 LUEIN 2
47 BEKERJA
48 KEJUTAN
49 KEJUTAN 2
50 BERNARD
51 BERNARD 2
52 BERNARD 3
53 PESTA
54 PESTA 2
55 PERNYATAAN
56 KESAL
57 BERKELAHI
58 ORANG BAIK
59 ORANG BAIK 2
60 VERSUS
61 BALASAN
62 MENGHUKUM
63 THE REAL PRINCESS
64 THE REAL PRINCESS 2
65 THE REAL PRINCESS 3
66 MEMBEKUK MUSUH
67 INTERMEZO
68 ARMIRA
69 ARMIRA 2
70 BALAPAN DAN LAMARAN
71 KEMARAHAN GLORIA
72 TRAUMA GLORIA
73 INTERMEZO
74 romantic accident
75 SIDANG PUTUSAN
76 MENYAMAR
77 MENYAMAR 2
78 MENYAMAR 3
79 MENYAMAR 4
80 MENGEMBAN MISI
81 KONSPIRASI MESUM
82 DITANGKAP
83 PUTRA MAHKOTA
84 KE ISTANA
85 DI ISTANA
86 MISI
87 MISI 2
88 KARNAVAL
89 PENGEMIS?
90 SEBUAH RENCANA
91 MENGHABISI
92 MENGHABISI 2
93 MENGHABISI 3
94 NAIK TAHTA
95 TERUNGKAP
96 TERUNGKAP 2
97 BUKTI BESAR
98 PENGANGKATAN
99 PENGANGKATAN 2
100 PENGANGKATAN 3
101 PERNIKAHAN
102 PERNIKAHAN2
103 KEBENCIAN
104 MAAF
105 PERNIKAHAN DIANA
106 HILANG AKAL
107 HOT
108 BULAN MADU
109 RICO
110 RICO 2
111 PERGINYA SANG IBU RATU
112 AMPLOP PERJODOHAN
113 PERNIKAHAN HUGO
114 MELAMAR
115 MELAMAR2
116 MELAMAR 3
117 GLORIA VS BRIGITTA
118 SANDIWARA
119 SEBUAH PERISTIWA
120 PERNIKAHAN GLORIA
121 HAMIL SIMPATIK
122 PERIKSA KEHAMILAN
123 KELAHIRAN BAYI-BAYI
124 FIFTH DAMBALDORE'S Ext part
125 DALANG PEMBUNUH KELUARGA THOMAS
Episodes

Updated 125 Episodes

1
AWAL KISAH
2
PERUBAHAN BESAR
3
AKHIRNYA DIAKUI
4
MENAIKAN LEVEL KARTU
5
MENAIKAN LEVEL KARTU 2
6
MOBIL BARU
7
ENGGAN BERUBAH
8
MAGANG
9
THE MONSTER
10
MENYEMBUNYIKAN FAKTA
11
IKUTAN BALAPAN LIAR
12
BERTEMU DENGAN LUEIN
13
KERINDUAN YANG BERKARAT
14
RINDU YANG BERKARAT2
15
RINDU YANG BERKARAT3
16
MENYAMAR
17
A GIFT
18
BABY
19
BABY 2
20
CEMBURU
21
KONSPIRASI
22
KONSPIRASI 2
23
KONSPIRASI 3
24
KONSPIRASI 4
25
RUTINITAS
26
WHAT IS LOVE?
27
SEBUAH CERITA
28
PERKARA
29
PERKARA 2
30
PERKARA 3
31
PERKARA 4
32
PERKARA 5
33
MEMBASMI
34
THE ANGEL RIDER
35
KALAH
36
MENGAKU KALAH
37
RENCANA
38
RENCANA 2
39
MENTAL GLORIA
40
PERKELAHIAN
41
KEMARAHAN DEON
42
HADIAH KELULUSAN
43
KERIBUTAN
44
FAKTA
45
LUIEN
46
LUEIN 2
47
BEKERJA
48
KEJUTAN
49
KEJUTAN 2
50
BERNARD
51
BERNARD 2
52
BERNARD 3
53
PESTA
54
PESTA 2
55
PERNYATAAN
56
KESAL
57
BERKELAHI
58
ORANG BAIK
59
ORANG BAIK 2
60
VERSUS
61
BALASAN
62
MENGHUKUM
63
THE REAL PRINCESS
64
THE REAL PRINCESS 2
65
THE REAL PRINCESS 3
66
MEMBEKUK MUSUH
67
INTERMEZO
68
ARMIRA
69
ARMIRA 2
70
BALAPAN DAN LAMARAN
71
KEMARAHAN GLORIA
72
TRAUMA GLORIA
73
INTERMEZO
74
romantic accident
75
SIDANG PUTUSAN
76
MENYAMAR
77
MENYAMAR 2
78
MENYAMAR 3
79
MENYAMAR 4
80
MENGEMBAN MISI
81
KONSPIRASI MESUM
82
DITANGKAP
83
PUTRA MAHKOTA
84
KE ISTANA
85
DI ISTANA
86
MISI
87
MISI 2
88
KARNAVAL
89
PENGEMIS?
90
SEBUAH RENCANA
91
MENGHABISI
92
MENGHABISI 2
93
MENGHABISI 3
94
NAIK TAHTA
95
TERUNGKAP
96
TERUNGKAP 2
97
BUKTI BESAR
98
PENGANGKATAN
99
PENGANGKATAN 2
100
PENGANGKATAN 3
101
PERNIKAHAN
102
PERNIKAHAN2
103
KEBENCIAN
104
MAAF
105
PERNIKAHAN DIANA
106
HILANG AKAL
107
HOT
108
BULAN MADU
109
RICO
110
RICO 2
111
PERGINYA SANG IBU RATU
112
AMPLOP PERJODOHAN
113
PERNIKAHAN HUGO
114
MELAMAR
115
MELAMAR2
116
MELAMAR 3
117
GLORIA VS BRIGITTA
118
SANDIWARA
119
SEBUAH PERISTIWA
120
PERNIKAHAN GLORIA
121
HAMIL SIMPATIK
122
PERIKSA KEHAMILAN
123
KELAHIRAN BAYI-BAYI
124
FIFTH DAMBALDORE'S Ext part
125
DALANG PEMBUNUH KELUARGA THOMAS

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!