A GIFT

Waktu berlalu. Luien bersiap pergi ke kantor. Wina memasak untuk putrinya sarapan dan membawakannya bekal.

"Morning Mam!" sapa Luien lalu mengecup pipi ibunya.

"Pagi, sayang. Kau sudah mau berangkat?" tanya Wina sedikit sedih.

"Mam, kita sudah membicarakan ini," pinta Luein ingin dimengerti.

"Iya, sayang. Maafkan Mama. Hanya saja, Mama masih rindu," ujar Wina minta maaf sambil memberi alasan.

"Aku juga merindukan Mama, tapi ini hanya sementara saja. Oke!" Wina mengangguk.

Deon pun turun dengan baju formalnya.

"Ma, pakaikan dasi, dong," pintanya.

Wina langsung memasangkan dasi pada suaminya. Lalu saling memberikan kecupan di bibir. Luein senang melihatnya. Dulu, ia tak pernah melihat keromantisan kedua orang tuanya. Ia juga jarang satu meja makan bersama seperti ini.

Ketiganya sarapan bersama. Setelah itu mereka pun berjalan ke.luar mansion menuju mobil masing-masing. Hari ini Luein mengenakan baju formal, kemeja putih dengan kerah pita di lehernya juga rok span selutut. Keduanya memberi ciuman pada Wina. Wanita itu melambaikan tangan ketika dua mobil itu bergerak meninggalkan halaman mansion.

"Nyonya, apa Nona akan selamanya di sini?' tanya Matilda dengan suara serak.

"Oh, kau juga sangat merindukannya ya?" tanya Wina sendu.

Dua wanita itu pun berpelukan. Wina banyak tahu kegundahan Luein dari Matilda, maid yang bekerja padanya ketika usia Luein balita. Ia sedih ketika kecil, anak gadisnya mencari sosok ibu lain yang menyayanginya.

"Terima kasih kau merawatnya dan mengajarinya penuh kasih. Terima kasih," ucap Wina berterima kasih pada Matilda.

"Sama-sama, Nyonya," sahut Matilda.

Keduanya kini masuk ke mansion. Sedang Luein yang baru setengah perjalanan sudah mulai merindukan ibunya.

"Mama, aku sayang banget sama Mama!' ujarnya bermonolog.

Sebersit senyum menghias wajahnya. Pagi ini ia merasa moodnya baik, semoga tidak ada yang merusaknya. Hanya butuh lima belas menit, ia sudah sampai kantor bertepatan dengan Gloria yang diantar oleh supirnya.

"Tumben sekali dia tidak terlambat," gumam Luein pada diri sendiri.

Gloria menatap aneh pada mobil BMW yang melintas melewati depan lobby. Ia tak mengenal mobil itu. Lalu sejurus kemudian ia pun melenggang masuk ke dalam dengan dagu terangkat.

Luien keluar dari mobilnya dan bergegas berlari ke dalam gedung perkantoran.

"Luien!" gadis itu berhenti.

"Ikut aku!" sebuah perintah keluar dari bibir pria tampan dengan postur tinggi.

Luein mengikuti langkah Alex, ia tak melihat Adrian dan Victor. Diana dan Gloria tengah menunggu lift.

"Diana!" panggil Alex. "Kemari!"

Diana pun keluar dari orang-orang yang menunggu lift termasuk Gloria. Melihat Luein dan Diana diajak naik lift khusus atasannya, Gloria dengan percaya dirinya mengikuti langkah Diana.

"Kau siapa?' tanya Alex datar pada gadis yang mengikuti Diana.

"Aku ... aku ...."

"Di tempatmu sana!" titah Alex tajam sambil menunjuk sekelompok orang yang hendak menaiki lift.

Gloria terbengong. Lift khusus itu terbuka. Luein masuk terlebih dahulu disusul Diana dan baru Alex.

"Apa yang kau tunggu? Sana!" usir Alex.

Gloria baru tersadar dari lamunannya. Ia pun berlari kembali ke arah lift sebelahnya.

"Tung ... gu ...."

Terlambat, pintu lift tertutup dan tidak ada yang menahannya. Biasanya, Luein selalu menahan pintu lift itu untuknya.

"Aarrgh ... brengsek kau Luien!" makinya kesal.

Gadis itu pun terpaksa menunggu setidaknya dua puluh menit lagi. Beruntung, dia sedikit pagi datang jadi, ia tak begitu terlambat pergi ke divisinya.

Hari ini tugas Luein dan Diana sangat banyak, di karenakan atasan mereka tidak datang bekerja.

"Atasan kalian tengah tidak sehat, jadi untuk beberapa hari ke depan. Tugas kalian bertambah dua kali lipat,' jelas Alex.

Memang Adrian dan Victor harus melakukan rawat inap. Akibat menghirup obat bius sedikit banyak. Dokter menyarankan keduanya melakukan rawat inap satu hari saja.

Pekerjaan sangat baik dilakukan keduanya. Alex mengakui itu.

"Diana, aku ingin kau mewakili Adrian dan Vic pada rapat di restauran Xx nanti. Periksa semua laporan. Kau akan pergi bersama Tuan Dereck, nanti. Karena dia menjadi kepala penanggung jawab proyek kita di jalan Xx!" titah Alex.

"Baik, Tuan!" sahut Diana.

Walau ini pertama kalinya ia akan memimpin rapat, tapi gadis itu sudah tahu apa yang harus dia lakukan.

"Tuan, apa saya juga harus mengemukakan issue lahan sengketa yang kini sedang disidangkan?' tanya Diana memastikan.

"Bawa saja itu ke dewan forum nanti. Mereka akan rugi jika tidak mau berperan dalam kasus ini," jawab Alex.

"Baik Tuan!" sahut Diana mengerti.

Dereck datang dan menjemput Diana. Mereka berdua pun pergi untuk melakukan rapat sekaligus makan siang.

"Ini sudah waktunya makan siang. Bisakah kau memesankan aku makanan, Luein?" tanya Alex. Mata pria itu masih terpaku di komputer.

"Apa yang ingin anda makan Tuan?' tanya Luien.

"Apa saja, aku pemakan segala," jawab Alex masih belum melihat wajah sekretaris magang adiknya itu.

Luein pun memesan online makanan Italia. Makanan pun sudah dihidangkan.

"Tuan, makan siang sudah siap!" ujar Luien.

Alex baru memalingkan wajahnya dari komputer. Pria itu pun membenahi jasnya dan berjalan menuju sofa. Ia tersenyum dengan pilihan menu gadis itu.

"Dari mana kau tau makanan favoritku?' tanya pria itu kemudian duduk.

"Dari data yang saya baca Tuan," jawab Luien.

"Kenapa kau hanya memesan satu porsi?" tanya Alex melihat makanan yang hanya untuk dirinya.

"Saya membawa bekal dari rumah Tuan," jawab Luein sambil berjalan ke mejanya dan mengambil kotak makan.

"Duduk di sini bersamaku Lueina!" titah Alex lembut.

Jantung gadis itu berdegup dengan kencang mendengar suara lembut pria itu. Ia pun menuruti perintah atasannya. Duduk di sana dan memakan bekalnya.

Melihat makanan Luien, Alex pun menukar makanannya dengan gadis itu.

"Kau makan ini. Biar aku makan milikmu ... emm maksudku makananmu," ujar Alex.

"Ta .. pi ..."

Alex sudah memakan, bekal Luein. Nasi campur dengan jagung dan brokoli itu memang makanan sederhana. Tetapi, itu adalah makanan paling enak karena seorang ibu yang memasaknya dengan penuh cinta.

Alex memejamkan matanya. Ia seperti memakan masakan ibunya. Pria itu dengan lahap menghabiskan makanannya. Luein terpaksa menghabiskan makanan yang mestinya untuk atasannya itu.

Waktu berlalu, Diana pulang dengan membawa kerjasama dari pihak investor. Alex begitu bangga dengan gadis itu yang sama cakap dengan Victor.

Kini keduanya pulang, Alex masih harus banyak mengerjakan berkas-berkas yang menumpuk. Kini, Diana dan Luein menggunakan lift biasa. Di dalam lift ia bertemu Hugo dan Brian juga Gloria.

"Wah, kukira kau selamanya menggunakan lift khusus itu. Ternyata cuma sementara," ujar Gloria sambil tersenyum meledek.

"Ah, tadi sepertinya ada gadis yang tak tahu diri ingin ikut naik lift khusus. Kasihan, ia diusir secara kasar!" sahut Diana pedas.

Gloria terdiam. Hugo dan Brian tersenyum mengingatnya. Mereka ada di sana waktu itu.

"Gloria ... Gloria .. kesombongan mu itu membuatmu jatuh suatu saat," ujar Hugo memberitahu.

"Diam kau!' sentak Gloria.

Brian hanya menggeleng, Hugo juga sangat menyayangkan sikap Gloria yang tinggi hati. Luien mengajak Hugo bersamanya.

"Aku antar sampai rumahmu," ajaknya.

Brian menggunakan mobilnya sendiri. Sedang Gloria sangat terkejut dengan kendaraan yang Luein pakai. Gadis itu tidak dijemput Leo.

Luein mengantarkan dua temannya sampai depan rumah keduanya yang memang searah. Setelah terakhir mengantar Hugo. Gadis itu pun menuju apartemennya.

Ketika ia memarkirkan mobilnya. Ia mendengar samar-samar suara tangisan bayi. Gadis itu pun penasaran. Ia mendekati arah suara yang ada di luar basemen. Tangisan itu makin kencang. Ketika melihat di gundukan kardus bekas. Sosok bayi berusia sekitar delapan bulan menangis kencang dalam sebuah keranjang bayi yang sangat mahal.

Luein mendapati sepucuk surat.

"Tolong bayi ini dalam bahaya, jangan serahkan ke kepolisian, karena semua kini tengah mengincar nyawanya! Nama bayi ini adalah Edrico Thomas. Simpan semua berkas ini, suatu saat berkas ini menolong bayi ini mengambil semua haknya yang dicuri!"

Luein mengambil berkas yang ada dalam keranjang. Bayi itu tenang dalam dekapan sang gadis itu. Karena hari mulai dingin. Ia pun membawa bayi itu ke dalam unitnya.

"Is this a gift from God?" tanya Luein menatap bayi tampan dan montok yang kini tidur dengan tenang.

bersambung.

Terpopuler

Comments

Sabhi Adyuta

Sabhi Adyuta

ini settingnya d negara mana ya......,ko bekelnya nasi campur

2024-10-12

0

Fani Indriyani

Fani Indriyani

Anaknya thomas kah?

2024-02-14

2

Sandisalbiah

Sandisalbiah

wah.. bukankah Thomas itu org yg mati terbunuh.. yg di ceritakan Samuel pd Alex...

2024-02-04

3

lihat semua
Episodes
1 AWAL KISAH
2 PERUBAHAN BESAR
3 AKHIRNYA DIAKUI
4 MENAIKAN LEVEL KARTU
5 MENAIKAN LEVEL KARTU 2
6 MOBIL BARU
7 ENGGAN BERUBAH
8 MAGANG
9 THE MONSTER
10 MENYEMBUNYIKAN FAKTA
11 IKUTAN BALAPAN LIAR
12 BERTEMU DENGAN LUEIN
13 KERINDUAN YANG BERKARAT
14 RINDU YANG BERKARAT2
15 RINDU YANG BERKARAT3
16 MENYAMAR
17 A GIFT
18 BABY
19 BABY 2
20 CEMBURU
21 KONSPIRASI
22 KONSPIRASI 2
23 KONSPIRASI 3
24 KONSPIRASI 4
25 RUTINITAS
26 WHAT IS LOVE?
27 SEBUAH CERITA
28 PERKARA
29 PERKARA 2
30 PERKARA 3
31 PERKARA 4
32 PERKARA 5
33 MEMBASMI
34 THE ANGEL RIDER
35 KALAH
36 MENGAKU KALAH
37 RENCANA
38 RENCANA 2
39 MENTAL GLORIA
40 PERKELAHIAN
41 KEMARAHAN DEON
42 HADIAH KELULUSAN
43 KERIBUTAN
44 FAKTA
45 LUIEN
46 LUEIN 2
47 BEKERJA
48 KEJUTAN
49 KEJUTAN 2
50 BERNARD
51 BERNARD 2
52 BERNARD 3
53 PESTA
54 PESTA 2
55 PERNYATAAN
56 KESAL
57 BERKELAHI
58 ORANG BAIK
59 ORANG BAIK 2
60 VERSUS
61 BALASAN
62 MENGHUKUM
63 THE REAL PRINCESS
64 THE REAL PRINCESS 2
65 THE REAL PRINCESS 3
66 MEMBEKUK MUSUH
67 INTERMEZO
68 ARMIRA
69 ARMIRA 2
70 BALAPAN DAN LAMARAN
71 KEMARAHAN GLORIA
72 TRAUMA GLORIA
73 INTERMEZO
74 romantic accident
75 SIDANG PUTUSAN
76 MENYAMAR
77 MENYAMAR 2
78 MENYAMAR 3
79 MENYAMAR 4
80 MENGEMBAN MISI
81 KONSPIRASI MESUM
82 DITANGKAP
83 PUTRA MAHKOTA
84 KE ISTANA
85 DI ISTANA
86 MISI
87 MISI 2
88 KARNAVAL
89 PENGEMIS?
90 SEBUAH RENCANA
91 MENGHABISI
92 MENGHABISI 2
93 MENGHABISI 3
94 NAIK TAHTA
95 TERUNGKAP
96 TERUNGKAP 2
97 BUKTI BESAR
98 PENGANGKATAN
99 PENGANGKATAN 2
100 PENGANGKATAN 3
101 PERNIKAHAN
102 PERNIKAHAN2
103 KEBENCIAN
104 MAAF
105 PERNIKAHAN DIANA
106 HILANG AKAL
107 HOT
108 BULAN MADU
109 RICO
110 RICO 2
111 PERGINYA SANG IBU RATU
112 AMPLOP PERJODOHAN
113 PERNIKAHAN HUGO
114 MELAMAR
115 MELAMAR2
116 MELAMAR 3
117 GLORIA VS BRIGITTA
118 SANDIWARA
119 SEBUAH PERISTIWA
120 PERNIKAHAN GLORIA
121 HAMIL SIMPATIK
122 PERIKSA KEHAMILAN
123 KELAHIRAN BAYI-BAYI
124 FIFTH DAMBALDORE'S Ext part
125 DALANG PEMBUNUH KELUARGA THOMAS
Episodes

Updated 125 Episodes

1
AWAL KISAH
2
PERUBAHAN BESAR
3
AKHIRNYA DIAKUI
4
MENAIKAN LEVEL KARTU
5
MENAIKAN LEVEL KARTU 2
6
MOBIL BARU
7
ENGGAN BERUBAH
8
MAGANG
9
THE MONSTER
10
MENYEMBUNYIKAN FAKTA
11
IKUTAN BALAPAN LIAR
12
BERTEMU DENGAN LUEIN
13
KERINDUAN YANG BERKARAT
14
RINDU YANG BERKARAT2
15
RINDU YANG BERKARAT3
16
MENYAMAR
17
A GIFT
18
BABY
19
BABY 2
20
CEMBURU
21
KONSPIRASI
22
KONSPIRASI 2
23
KONSPIRASI 3
24
KONSPIRASI 4
25
RUTINITAS
26
WHAT IS LOVE?
27
SEBUAH CERITA
28
PERKARA
29
PERKARA 2
30
PERKARA 3
31
PERKARA 4
32
PERKARA 5
33
MEMBASMI
34
THE ANGEL RIDER
35
KALAH
36
MENGAKU KALAH
37
RENCANA
38
RENCANA 2
39
MENTAL GLORIA
40
PERKELAHIAN
41
KEMARAHAN DEON
42
HADIAH KELULUSAN
43
KERIBUTAN
44
FAKTA
45
LUIEN
46
LUEIN 2
47
BEKERJA
48
KEJUTAN
49
KEJUTAN 2
50
BERNARD
51
BERNARD 2
52
BERNARD 3
53
PESTA
54
PESTA 2
55
PERNYATAAN
56
KESAL
57
BERKELAHI
58
ORANG BAIK
59
ORANG BAIK 2
60
VERSUS
61
BALASAN
62
MENGHUKUM
63
THE REAL PRINCESS
64
THE REAL PRINCESS 2
65
THE REAL PRINCESS 3
66
MEMBEKUK MUSUH
67
INTERMEZO
68
ARMIRA
69
ARMIRA 2
70
BALAPAN DAN LAMARAN
71
KEMARAHAN GLORIA
72
TRAUMA GLORIA
73
INTERMEZO
74
romantic accident
75
SIDANG PUTUSAN
76
MENYAMAR
77
MENYAMAR 2
78
MENYAMAR 3
79
MENYAMAR 4
80
MENGEMBAN MISI
81
KONSPIRASI MESUM
82
DITANGKAP
83
PUTRA MAHKOTA
84
KE ISTANA
85
DI ISTANA
86
MISI
87
MISI 2
88
KARNAVAL
89
PENGEMIS?
90
SEBUAH RENCANA
91
MENGHABISI
92
MENGHABISI 2
93
MENGHABISI 3
94
NAIK TAHTA
95
TERUNGKAP
96
TERUNGKAP 2
97
BUKTI BESAR
98
PENGANGKATAN
99
PENGANGKATAN 2
100
PENGANGKATAN 3
101
PERNIKAHAN
102
PERNIKAHAN2
103
KEBENCIAN
104
MAAF
105
PERNIKAHAN DIANA
106
HILANG AKAL
107
HOT
108
BULAN MADU
109
RICO
110
RICO 2
111
PERGINYA SANG IBU RATU
112
AMPLOP PERJODOHAN
113
PERNIKAHAN HUGO
114
MELAMAR
115
MELAMAR2
116
MELAMAR 3
117
GLORIA VS BRIGITTA
118
SANDIWARA
119
SEBUAH PERISTIWA
120
PERNIKAHAN GLORIA
121
HAMIL SIMPATIK
122
PERIKSA KEHAMILAN
123
KELAHIRAN BAYI-BAYI
124
FIFTH DAMBALDORE'S Ext part
125
DALANG PEMBUNUH KELUARGA THOMAS

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!