RINDU YANG BERKARAT2

Kedua iris berbeda itu saling tatap. Detak jantung keduanya pun sama-sama berdegup kencang. Luien lebih dulu memutuskan pandangan dengan mengarahkan ke tempat lain.

Tidak ada yang memperhatikan rona merah yang menjalar hingga telinga gadis.iyu kecuali Alex. Pria itu begitu terpesona dengan kecantikan alami gadis yang disukai adiknya itu.

Alex pun menetralkan degup jantungnya. Ia tak boleh menyukai wanita yang telah diklaim sebagai milik Adrian, sang adik. Ia bukan seorang pria yang mau merebut kebahagian Adrian, adik yang paling ia sayangi.

"Diana," panggil Vic mendekati gadis yang ia sukai.

Diana sedikit kesal dengan pria atasannya ini. Gadis itu hanya mendengkus kasar di depan Vic. Alex nyaris terpingkal melihat keberanian Diana.

"Maafkan aku," pinta Vic tulus.

Melihat ketulusan atasannya, Diana pun mengangguk. Luein sudah terbiasa dengan ledekan Victor. Toh, tiap hari Gloria juga sama mengatainya demikian.

"Sebagai permohonan maaf, mau kan jika aku ajak makan malam?" lanjutnya.

"Eumm ... maaf Tuan. Hari ini kami harus ke kampus untuk memberi laporan kami secara lisan pada dosen pembimbing kami," jelas Diana takut-takut.

"Ah ... berapa lama?" tanya Vic.

"Saya tidak tahu, Tuan," jawab Diana dengan nada menyesal.

"Kenapa bisa begitu. Bukankah ada jam yang terjadwal?" tanya Alex.

"Ini lah nasib mahasiswa akhir Tuan. Harus melihat jadwal kosong dosen agar bisa cepat lulus," keluh Luien menimpali.

Ketiga pria itu mengangguk setuju. Mereka juga kuliah di universitas ternama di kota mereka. Kedua orang tua mereka tak mengijinkan anak-anaknya memakai nama ayah mereka untuk menekan para dosen, dekan atau pun rektor. Sergio benar-benar menempa ketiga putranya keras dan tegas.

"Baik lah, mungkin lain waktu," ujar Vic tak semangat.

Jam berlalu. Luien dan Diana pun pulang. Gloria keluar bersama mereka. Seperti biasa, Gloria dijemput oleh Leo.

"Bye ... gadis miskin!' ucapnya menghina sambil melambaikan tangan ketika mobil Leo berada di depannya.

Gloria langsung masuk begitu saja, dan Leo pun langsung melajukan mobilnya. Diana mengelus lengan sahabatnya.

"Kau tidak apa-apa?" tanyanya.

"Ya, aku baik-baik saja," jawab Luien acuh.

Luien pun sedikit heran karena biasanya, hatinya akan sakit melihat kemesraan Gloria dan Leo. Kini, ia tak merasakan apa-apa lagi.

Alex, Adrian dan Vic baru saja keluar dari lift mereka. Melihat, Luien dan Diana memasuki mobil BMW seri dua tahun lalu.

"Wah, ternyata Luien cukup memiliki uang juga," ucap Adrian.

"Aku dengar, dia mendapatkan itu karena memenangkan lomba liar, mobil itu sebagai taruhannya," sahut Vic.

"Kau tahu itu dari mana?" tanya Adrian.

"Well, tadi ketika di pantry beberapa karyawati mengosipi Luien menjadi wanita simpanan atasannya dan kini memiliki mobil. Diana langsung membela sahabatnya dengan mengatakan itu," jelas Vic.

Ya, sebelum pergi makan siang dengan Tuan Philips di restauran ternama. Ia sempat ke ruang pantry meminta Diana membuatkan kopi untuknya. Vic mengikuti gadis itu diam-diam.

Di sana ia mendengar keributan kecil. Suara Diana yang begitu keras terdengar olehnya.

"Jaga bicaramu jika kalian tidak tahu kebenarannya!" ketus Diana begitu marah pada para penggosip.

"Aku telah bersama Luien selama dua tahun, jadi aku tahu semua yang ada di dalam dirinya bahkan kehidupan pribadinya!" serunya lagi.

"Luien mendapatkan mobil itu karena ia menang lomba balap liar!" serunya lagi.

Vic pun langsung meninggalkan tempat itu setelah keributan mereda.

"Apa, Luien menjadi wanita simpanan atasannya?" tanya Adrian sedikit terkejut.

"Aku kan atasannya. Berani sekali penggosip itu!" lanjutnya marah.

"Kau tahu siapa saja biang gosip itu?!" tanyanya lagi gusar.

"Hei, sudahlah. Tak usah ditanggapi. Jika kau bertindak, Luien makin akan digosipkan lagi oleh mereka!' sergah Alex menyudahi tindakan Adrian lebih jauh.

Ketiganya pun masuk ke mobil sedan mewah warna hitam mereka. Lalu kendaraan roda empat itu melesat meninggalkan gedung perusahaan.

Sedang Diana dan Luien kini menuju kampus untuk melapor pada dosen pembimbingnya.

**********

Pagi datang. Ini adalah hari sabtu. Luein keluar dari unitnya. Edward Chen dan Pamela Song, istrinya baru saja keluar dari unit Armira. Sepertinya sepasang suami istri ini baru saja memberikan makanan untuk wanita tua malang itu.

"Selamat pagi Tuan Chen, Nyonya Song," sapa Luien ramah.

"Selamat pagi, sayang," sahut Pamela langsung tersenyum lebar melihat Luien.

Wanita itu memeluk tubuh gadis yang sangat ia sukai. Andai putranya lebih tua dari Luien, mungkin ia akan langsung menjodohkan gadis itu dengan putranya. Sayang, Edison Chen baru berusia lima belas tahun.

"Apa kau akan pergi, Nak?" tanya pria baik itu.

"Iya, Tuan Chen," jawab Luien sambil tersenyum.

Ketiganya pun sama-sama berjalan menaiki lift menuju basemen. Sepasang suami istri itu pun terkejut melihat Luien menaiki mobil.

"Dari mana mobil ini?" tanya Pamela sedikit takjub.

Walau mobil itu keluaran dua tahun lalu. Tetapi, harganya masih tergolong tinggi.

"Aku memenangkannya dari taruhan. Oh, aku pergi duluan. Mari Tuan, Nyonya," jawabnya langsung berpamitan.

"Hati-hati, Nak!" seru Edward masih terdengar oleh Luien dan ditanggapi dengan bunyi klakson.

Butuh waktu tiga puluh menit untuk sampai di mansion di mana dulu ia tinggal. Mansion itu masih sama. Catnya tidak berubah. Begitu kokoh, tapi dingin.

Luien mengklakson, sosok pria berbalut seragam sekuriti keluar dan mendekatinya. Pria itu melihat langsung terperanjat.

"Ah, maafkan saya, Nona!" serunya lalu buru-buru masuk pos yang ada di balik pagar.

Pagar dari besi berwarna hitam itu terbuka lebar. Luein melajukan pelan mobilnya. Sedikit terkejut melihat halaman tak lagi banyak bunga. Kesan sedih pun begitu terasa.

Setelah memarkirkan mobilnya, ia pun keluar. Secara perlahan, ia mendekati pintu besar berwarna putih gading. Kedua tangannya memegang gagang pintu. Perlahan ia mendorong pintu itu.

Krieet!

"Nona, anda pulang?" sambut Matilda.

Luien mengenal maid satu itu. Wanita itu telah bekerja di sini ketika Luein berusia delapan tahun.

"Matilda," panggil Luein dengan suara serak.

"Nona, anda pulang ... hiks ... anda pulang," Matilda terisak.

Gadis itu memeluk wanita yang dulu selalu menenangkannya ketika ia marah karena ketidak pedulian orang tuanya.

"Luien ... kau pulang Nak!" pekik suara wanita yang sangat ia kenali.

"Luein!" pekik Ludwina menyongsong putrinya dengan derai air mata.

"Mama!" pekik Luein juga mulai menangis.

Ludwina langsung memeluk anak gadisnya erat-erat. Menciumi wajah cantik itu berkali-kali. Luien merasakan betapa kurus ibunya. Tulang-tulangnya sampai bertonjolan.

"Mama merindukanmu ... sangat .. sangat merindukanmu, sayang,_ ujar Ludwina dengan suara serak.

"Mama .. aku juga .. hiks. .. hiks .. merindukanmu," ucap Luien.

Tiba-tiba Ludwina merosot. Luien sampai terpekik karena terkejut.

"Mama!"

"Matilda, tolong aku, Mama tak sadarkan diri!"

Matilda langsung menjerit

"Tuan ... Nyonya pingsan!"

Deon yang tengah berada di ruang kerjanya sedikit terkejut mendengar teriakan pekerja rumahnya itu. Pria itu lupa jika hari ini sang putri datang. Ia pun segera meninggalkan semua pekerjaan dan turun ke bawah.

"Luein!" pekiknya. "Sayang!"

bersambung.

ah eh ...

next?

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

hemm... haru campur kecewa sih...

2024-02-04

4

Anita Barus

Anita Barus

pertemuan anak dan ibu yg mengharu kan

2023-03-05

1

Elsina Heatubun

Elsina Heatubun

kalau kembaranya gga meniggal apa busa rindu anak perempuanya..seharusnya biarkan Luin sedikit menjauh dari orang tuanya biar menyesal

2023-02-07

1

lihat semua
Episodes
1 AWAL KISAH
2 PERUBAHAN BESAR
3 AKHIRNYA DIAKUI
4 MENAIKAN LEVEL KARTU
5 MENAIKAN LEVEL KARTU 2
6 MOBIL BARU
7 ENGGAN BERUBAH
8 MAGANG
9 THE MONSTER
10 MENYEMBUNYIKAN FAKTA
11 IKUTAN BALAPAN LIAR
12 BERTEMU DENGAN LUEIN
13 KERINDUAN YANG BERKARAT
14 RINDU YANG BERKARAT2
15 RINDU YANG BERKARAT3
16 MENYAMAR
17 A GIFT
18 BABY
19 BABY 2
20 CEMBURU
21 KONSPIRASI
22 KONSPIRASI 2
23 KONSPIRASI 3
24 KONSPIRASI 4
25 RUTINITAS
26 WHAT IS LOVE?
27 SEBUAH CERITA
28 PERKARA
29 PERKARA 2
30 PERKARA 3
31 PERKARA 4
32 PERKARA 5
33 MEMBASMI
34 THE ANGEL RIDER
35 KALAH
36 MENGAKU KALAH
37 RENCANA
38 RENCANA 2
39 MENTAL GLORIA
40 PERKELAHIAN
41 KEMARAHAN DEON
42 HADIAH KELULUSAN
43 KERIBUTAN
44 FAKTA
45 LUIEN
46 LUEIN 2
47 BEKERJA
48 KEJUTAN
49 KEJUTAN 2
50 BERNARD
51 BERNARD 2
52 BERNARD 3
53 PESTA
54 PESTA 2
55 PERNYATAAN
56 KESAL
57 BERKELAHI
58 ORANG BAIK
59 ORANG BAIK 2
60 VERSUS
61 BALASAN
62 MENGHUKUM
63 THE REAL PRINCESS
64 THE REAL PRINCESS 2
65 THE REAL PRINCESS 3
66 MEMBEKUK MUSUH
67 INTERMEZO
68 ARMIRA
69 ARMIRA 2
70 BALAPAN DAN LAMARAN
71 KEMARAHAN GLORIA
72 TRAUMA GLORIA
73 INTERMEZO
74 romantic accident
75 SIDANG PUTUSAN
76 MENYAMAR
77 MENYAMAR 2
78 MENYAMAR 3
79 MENYAMAR 4
80 MENGEMBAN MISI
81 KONSPIRASI MESUM
82 DITANGKAP
83 PUTRA MAHKOTA
84 KE ISTANA
85 DI ISTANA
86 MISI
87 MISI 2
88 KARNAVAL
89 PENGEMIS?
90 SEBUAH RENCANA
91 MENGHABISI
92 MENGHABISI 2
93 MENGHABISI 3
94 NAIK TAHTA
95 TERUNGKAP
96 TERUNGKAP 2
97 BUKTI BESAR
98 PENGANGKATAN
99 PENGANGKATAN 2
100 PENGANGKATAN 3
101 PERNIKAHAN
102 PERNIKAHAN2
103 KEBENCIAN
104 MAAF
105 PERNIKAHAN DIANA
106 HILANG AKAL
107 HOT
108 BULAN MADU
109 RICO
110 RICO 2
111 PERGINYA SANG IBU RATU
112 AMPLOP PERJODOHAN
113 PERNIKAHAN HUGO
114 MELAMAR
115 MELAMAR2
116 MELAMAR 3
117 GLORIA VS BRIGITTA
118 SANDIWARA
119 SEBUAH PERISTIWA
120 PERNIKAHAN GLORIA
121 HAMIL SIMPATIK
122 PERIKSA KEHAMILAN
123 KELAHIRAN BAYI-BAYI
124 FIFTH DAMBALDORE'S Ext part
125 DALANG PEMBUNUH KELUARGA THOMAS
Episodes

Updated 125 Episodes

1
AWAL KISAH
2
PERUBAHAN BESAR
3
AKHIRNYA DIAKUI
4
MENAIKAN LEVEL KARTU
5
MENAIKAN LEVEL KARTU 2
6
MOBIL BARU
7
ENGGAN BERUBAH
8
MAGANG
9
THE MONSTER
10
MENYEMBUNYIKAN FAKTA
11
IKUTAN BALAPAN LIAR
12
BERTEMU DENGAN LUEIN
13
KERINDUAN YANG BERKARAT
14
RINDU YANG BERKARAT2
15
RINDU YANG BERKARAT3
16
MENYAMAR
17
A GIFT
18
BABY
19
BABY 2
20
CEMBURU
21
KONSPIRASI
22
KONSPIRASI 2
23
KONSPIRASI 3
24
KONSPIRASI 4
25
RUTINITAS
26
WHAT IS LOVE?
27
SEBUAH CERITA
28
PERKARA
29
PERKARA 2
30
PERKARA 3
31
PERKARA 4
32
PERKARA 5
33
MEMBASMI
34
THE ANGEL RIDER
35
KALAH
36
MENGAKU KALAH
37
RENCANA
38
RENCANA 2
39
MENTAL GLORIA
40
PERKELAHIAN
41
KEMARAHAN DEON
42
HADIAH KELULUSAN
43
KERIBUTAN
44
FAKTA
45
LUIEN
46
LUEIN 2
47
BEKERJA
48
KEJUTAN
49
KEJUTAN 2
50
BERNARD
51
BERNARD 2
52
BERNARD 3
53
PESTA
54
PESTA 2
55
PERNYATAAN
56
KESAL
57
BERKELAHI
58
ORANG BAIK
59
ORANG BAIK 2
60
VERSUS
61
BALASAN
62
MENGHUKUM
63
THE REAL PRINCESS
64
THE REAL PRINCESS 2
65
THE REAL PRINCESS 3
66
MEMBEKUK MUSUH
67
INTERMEZO
68
ARMIRA
69
ARMIRA 2
70
BALAPAN DAN LAMARAN
71
KEMARAHAN GLORIA
72
TRAUMA GLORIA
73
INTERMEZO
74
romantic accident
75
SIDANG PUTUSAN
76
MENYAMAR
77
MENYAMAR 2
78
MENYAMAR 3
79
MENYAMAR 4
80
MENGEMBAN MISI
81
KONSPIRASI MESUM
82
DITANGKAP
83
PUTRA MAHKOTA
84
KE ISTANA
85
DI ISTANA
86
MISI
87
MISI 2
88
KARNAVAL
89
PENGEMIS?
90
SEBUAH RENCANA
91
MENGHABISI
92
MENGHABISI 2
93
MENGHABISI 3
94
NAIK TAHTA
95
TERUNGKAP
96
TERUNGKAP 2
97
BUKTI BESAR
98
PENGANGKATAN
99
PENGANGKATAN 2
100
PENGANGKATAN 3
101
PERNIKAHAN
102
PERNIKAHAN2
103
KEBENCIAN
104
MAAF
105
PERNIKAHAN DIANA
106
HILANG AKAL
107
HOT
108
BULAN MADU
109
RICO
110
RICO 2
111
PERGINYA SANG IBU RATU
112
AMPLOP PERJODOHAN
113
PERNIKAHAN HUGO
114
MELAMAR
115
MELAMAR2
116
MELAMAR 3
117
GLORIA VS BRIGITTA
118
SANDIWARA
119
SEBUAH PERISTIWA
120
PERNIKAHAN GLORIA
121
HAMIL SIMPATIK
122
PERIKSA KEHAMILAN
123
KELAHIRAN BAYI-BAYI
124
FIFTH DAMBALDORE'S Ext part
125
DALANG PEMBUNUH KELUARGA THOMAS

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!