KERINDUAN YANG BERKARAT

Dua netra yang berbeda itu saling tatap. Memendar kerinduan yang dalam dari keduanya. Luein dan Deon ingin sekali melepas kerinduan mereka. Tetapi, seakan mengerti keduanya menahan semua itu.

Perbincangan bisnis dimulai. Di sini, Deon melihat betapa cakapnya sang putri mempresentasikan bisnis yang menjanjikan jika kerjasama terjadi. Deon begitu puas melihat hasil review Lueina yang begitu terarah ke depannya. Deon tersenyum, membaca berkas di tangannya.

"Perbaiki tanda baca, dan hilangkan beberapa kalimat yang tak perlu," Deon mengkritik cara kepenulisan sang putri.

Luein mengucap terima kasih atas kritikan itu. Bahkan, Deon menandai mana saja tulisan dan tanda baca yang mesti diperbaiki.

"Nona Philips adalah pekerja magang. Jadi maafkan jika dia banyak melakukan kesalahan di sana-sini," ujar Alex meminta maaf atas kekurangan yang dimiliki pekerjanya.

"Saya malah senang. Jangan khawatir, dia baru berapa hari kerja kan. Biar dia belajar dari kritikan yang diberikan padanya," jelas Deon menatap bangga pada Luein.

Hati gadis itu berbunga. Baru kali ini dia mendapatkan sanjungan langsung dari ayahnya. Melihat secara langsung mata bangga yang dipancarkan ayahnya.

Makan siang tersaji. Semuanya makan dengan nikmat dan tenang. Luien merasa ingin pergi ke toilet.

"Maaf, saya ingin ke ruang kecil sebentar," ujarnya minta ijin.

Adrian mengijinkannya. Gadis itu sedikit tergesa karena kantung kemihnya sudah penuh dan harus dibuang saat itu juga. Usai membuang air yang menumpuk di kantung kemihnya. Ia sedikit merapikan penampilannya.

Ketika keluar dari bilik. Ia mendapati ayahnya ada di sana. Lagi-lagi keduanya saling tatap. Deon merentangkan kedua tangannya. Luein berjalan perlahan menuju pria yang menatapnya dengan segudang kerinduan.

Deon tak sabar. Ia pun menarik tubuh kurus putrinya. Menenggelamkan dalam dekapan hangatnya. Luein mulai menangis begitu juga Deon.

"Daddy ... Daddy ...!" panggil gadis itu memeluk erat ayahnya.

Deon mengecup pucuk kepala putrinya berkali-kali. Hatinya begitu sedih mendapati tubuh kurus putrinya. Ia seperti memeluk sang istri, Ludwina yang juga begitu kurus.

"Sayang, pulanglah, Nak," pinta Deon menghiba.

Luein menggeleng. Ia belum siap dengan semuanya.

"Pulang lah. Louis sudah meninggal dunia," terang Deon dengan nada berat.

Lueina mengurai pelukannya. Ia menatap wajah ayahnya yang begitu terpukul mengabarkan hal itu.

"Louis sudah tiada?" tanya Luein tak percaya..

"Iya, sayang," jawab Deon sambil mengangguk kuat.

Luein terbengong. Saudara kembarnya sudah tiada dan ia tak merasakan apa pun tentang kepergian Louis. Kebencian membuat kepekaannya terhadap saudara satu ari-arinya itu hilang.

"Kenapa dan kapan dia meninggal, Dad?" tanya Luein dengan tatapan kosong.

"Pulanglah, Nak. Kami akan menceritakan semua. Apa kau tak merindukan Ibumu?' tanya Deon hati-hati.

Luein terkisap mendengar kata ibu di sana. Wanita yang membuat alasan gadis itu pergi dari rumah. Bahkan wanita itu juga yang memutus semua ikatan batin itu pada saudaranya.

"Sayang, Daddy mohon, pulang lah," pinta Deon lagi memohon.

Luein menatap mata biru itu yang begitu memohon padanya. Gadis itu mengangguk.

"Aku akan datang besok, karena hari ini, aku mesti ke kampus untuk memberi laporan catatan dan meminta tanda tangan pada dosen pembimbing," ujar Luien menjelaskan.

Deon mengangguk. Ia akan menuruti apa saja kemauan anak gadisnya itu. Bahkan mendukung apa pun keputusannya.

Luein lebih dulu keluar dari belakang. Deon akan menyusul belakangan. Adrian sangat kesal menatap pekerja magangnya itu.

"Lama sekali kau di toilet?" tanyanya gusar.

"Kau bertelur di sana?" tuduhnya lagi.

Luein acuh tak menimpali perkataan atasannya itu Hal itu membuat pria bermata amber itu menjadi lebih kesal. Ia baru saja hendak menyemprot Luein dengan kata-katanya. Tetapi.

"Maaf, saya agak lama. Ternyata mengeluarkan sesuatu dari tubuh kita itu butuh konsentrasi tinggi."

Deon datang dengan wajah menyesal karena meninggalkan koleganya sedikit lebih lama. Tentu saja, apa yang dikatakannya itu bohong.

Setelah menjalin kesepakatan dan tanda tangan kerja sama pun telah dilakukan. Kelima pria tampan itu saling berjabat tangan. Luein menatap pria yang ada di sebelah ayahnya itu.

Gadis itu mengernyit, mengingat pria yang ketampanannya tak jauh beda dengan tiga pria atasannya.

Diana hanya diam mengamati dari tadi. Juga merasa tak asing dengan pria di sebelah ayah sahabatnya itu.

Kini kelima orang itu telah ada di mobil dan kembali ke perusahaan. Akan ada bonus untuk keduanya karena telah meyakinkan kolega penting menjalin kerjasama. Diana sangat senang. Ia akan memakai bonusnya untuk kembali membawa ibunya ke rumah sakit.

Sebagai peserta magang. Bonus harus diberikan saat itu juga. Upah mereka tetap dibayar akhir bulan.

"Ah, ya bonus kalian saya akan berikan tidak full. Kan kalian hanya magang," ujar Adrian dengan begitu arogan.

Luein tidak begitu menimpali tetapi berbeda dengan Diana. Bayangannya untuk membawa sang ibu ke rumah sakit untuk medical cek up pun musnah.

Adrian memberi kode pada Victor. Dengan senyum jahil pria itu mengangguk dan mengeluarkan dompetnya. Lima lembar uang sepuluh dolar ia keluarkan.

"Ini, bagi lah," ujarnya sambil menyerahkan uang itu di atas meja.

"Ha ... hanya segini?" tanya Diana dengan suara tercekat.

"Ya, memang segitu bagian kalian. Nama, kalian tidak ada di serikat kerja, jadi bonus yang kalian dapat pun tidak sama dengan pekerja sungguhan," tandas Victor dengan nada penuh kemenangan. Ia membalas perkataan Diana tadi ketika masuk kerja.

Alex hanya menggeleng kepala. Ia sangat yakin jika kedua pria ini hanya mengusili dua gadis cantik. Luein memang tidak begitu peduli dengan bonus dan segala hal. Ia hanya ingin laporannya kali ini membuat nilainya bertambah.

Diana mengusap matanya kasar. Ia mengambil uang itu dan ketika menyerahkan sebagian uang itu ke Luien.

"Eliz, bisa kau pinjamkan aku semua uang ini?' pintanya sambil menahan suara tangisnya. "Jika bisa pinjamkan aku dua ratus dolar saja."

Luein menatap sahabatnya. Ia sangat tahu untuk apa Diana meminjam uangnya. Ia pun mengangguk.

"Hei untuk apa kau meminjam uang sahabat mu, apa kau yakin bisa membayarnya?' tanya Adrian berseloroh setengah menghina gadis itu. "Kau juga tak tahu berapa bayaranmu!'

Victor terkekeh karena merasa lucu. Sedang Alex tidak menyukai cara bercanda adiknya yang sudah keterlaluan itu.

Diana tiba-tiba menangis. Hal itu membuat kekehan Victor dan Adrian terhenti. Luein memeluk sahabatnya erat.

"Kau tak perlu membayarnya. Jangan kau pikirkan itu. oke," ujar Luien menenangkan sahabatnya.

"Aku begitu banyak menyusahkanmu. Aku tak tahu berapa banyak utangku," cicit Diana begitu sesak.

Luien menatap nyalang dua pria tak berperasaan itu. Victor begitu menyesal telah mengatakan sesuatu yang membuat gadis idamannya menangis. Sedang Adrian juga merasa bersalah. Mestinya ia tak bercanda berlebihan. Alex hanya menghela napas berat. Jika sudah begini, ia lah yang turun tangan.

"Sudah, jangan dengarkan dua pria konyol itu. Mereka tidak benar-benar mengatakan hal sekeji itu," jelasnya sambil melirik dua pria yang kini berwajah menyesal.

"Vic, serahkan bonus yang memang harus keduanya dapatkan!" titah Alex tegas.

"Ba-baik Tuan!" ujarnya tergagap.

Victor langsung mentransfer uang bonus yang memang harus Diana dan Luien dapat kan. Tentu saja, pria itu tau berapa nomor rekening pegawai magangnya. Semua data karyawan ada di tablet yang ia pegang.

"Maafkan kedua adikku, ya," pinta Alex tulus pada Diana dan Luein.

Melihat dua wajah yang penuh penyesalan dan permintaan maaf tulus dari seorang kakak untuk adik-adiknya yang nakal, membuat hati Luien menghangat. Diana mengangguk dan mengusap air matanya.

"Iya, Tuan. Maaf, saya sedikit emosional tadi," ujarnya masih sedikit sesengukan.

Alex tersenyum melihat kepolosan gadis yang disukai oleh Victor ini. Netra hijau itu kini berpaling menatap Luien. Jantung gadis itu tiba-tiba berdegup kencang.

Bersambung.

eit ... eit ... kenapa kamu deg deg ser ngeliat Alex, Luien?

next

Terpopuler

Comments

Nor Azlin

Nor Azlin

thor jangan si Adrian sama Luein deh yah kerana dia udah tercemar dengan para ulat bulu di luar sana ...lebih baik Luein sama Alex atau pria lain aja deh begitu juga dengan Diana jangsn sama victor yah kerana dia juga udah celap celup sama kayak Adrian ...lanjutkan thor

2024-12-22

0

Talnis Marsy

Talnis Marsy

setuju lusin sama Alex,Adrian suka mainan cewek

2024-11-04

1

Memyr 67

Memyr 67

aq lebih suka luein sama alex, daripada adrian brjad.

2024-11-27

0

lihat semua
Episodes
1 AWAL KISAH
2 PERUBAHAN BESAR
3 AKHIRNYA DIAKUI
4 MENAIKAN LEVEL KARTU
5 MENAIKAN LEVEL KARTU 2
6 MOBIL BARU
7 ENGGAN BERUBAH
8 MAGANG
9 THE MONSTER
10 MENYEMBUNYIKAN FAKTA
11 IKUTAN BALAPAN LIAR
12 BERTEMU DENGAN LUEIN
13 KERINDUAN YANG BERKARAT
14 RINDU YANG BERKARAT2
15 RINDU YANG BERKARAT3
16 MENYAMAR
17 A GIFT
18 BABY
19 BABY 2
20 CEMBURU
21 KONSPIRASI
22 KONSPIRASI 2
23 KONSPIRASI 3
24 KONSPIRASI 4
25 RUTINITAS
26 WHAT IS LOVE?
27 SEBUAH CERITA
28 PERKARA
29 PERKARA 2
30 PERKARA 3
31 PERKARA 4
32 PERKARA 5
33 MEMBASMI
34 THE ANGEL RIDER
35 KALAH
36 MENGAKU KALAH
37 RENCANA
38 RENCANA 2
39 MENTAL GLORIA
40 PERKELAHIAN
41 KEMARAHAN DEON
42 HADIAH KELULUSAN
43 KERIBUTAN
44 FAKTA
45 LUIEN
46 LUEIN 2
47 BEKERJA
48 KEJUTAN
49 KEJUTAN 2
50 BERNARD
51 BERNARD 2
52 BERNARD 3
53 PESTA
54 PESTA 2
55 PERNYATAAN
56 KESAL
57 BERKELAHI
58 ORANG BAIK
59 ORANG BAIK 2
60 VERSUS
61 BALASAN
62 MENGHUKUM
63 THE REAL PRINCESS
64 THE REAL PRINCESS 2
65 THE REAL PRINCESS 3
66 MEMBEKUK MUSUH
67 INTERMEZO
68 ARMIRA
69 ARMIRA 2
70 BALAPAN DAN LAMARAN
71 KEMARAHAN GLORIA
72 TRAUMA GLORIA
73 INTERMEZO
74 romantic accident
75 SIDANG PUTUSAN
76 MENYAMAR
77 MENYAMAR 2
78 MENYAMAR 3
79 MENYAMAR 4
80 MENGEMBAN MISI
81 KONSPIRASI MESUM
82 DITANGKAP
83 PUTRA MAHKOTA
84 KE ISTANA
85 DI ISTANA
86 MISI
87 MISI 2
88 KARNAVAL
89 PENGEMIS?
90 SEBUAH RENCANA
91 MENGHABISI
92 MENGHABISI 2
93 MENGHABISI 3
94 NAIK TAHTA
95 TERUNGKAP
96 TERUNGKAP 2
97 BUKTI BESAR
98 PENGANGKATAN
99 PENGANGKATAN 2
100 PENGANGKATAN 3
101 PERNIKAHAN
102 PERNIKAHAN2
103 KEBENCIAN
104 MAAF
105 PERNIKAHAN DIANA
106 HILANG AKAL
107 HOT
108 BULAN MADU
109 RICO
110 RICO 2
111 PERGINYA SANG IBU RATU
112 AMPLOP PERJODOHAN
113 PERNIKAHAN HUGO
114 MELAMAR
115 MELAMAR2
116 MELAMAR 3
117 GLORIA VS BRIGITTA
118 SANDIWARA
119 SEBUAH PERISTIWA
120 PERNIKAHAN GLORIA
121 HAMIL SIMPATIK
122 PERIKSA KEHAMILAN
123 KELAHIRAN BAYI-BAYI
124 FIFTH DAMBALDORE'S Ext part
125 DALANG PEMBUNUH KELUARGA THOMAS
Episodes

Updated 125 Episodes

1
AWAL KISAH
2
PERUBAHAN BESAR
3
AKHIRNYA DIAKUI
4
MENAIKAN LEVEL KARTU
5
MENAIKAN LEVEL KARTU 2
6
MOBIL BARU
7
ENGGAN BERUBAH
8
MAGANG
9
THE MONSTER
10
MENYEMBUNYIKAN FAKTA
11
IKUTAN BALAPAN LIAR
12
BERTEMU DENGAN LUEIN
13
KERINDUAN YANG BERKARAT
14
RINDU YANG BERKARAT2
15
RINDU YANG BERKARAT3
16
MENYAMAR
17
A GIFT
18
BABY
19
BABY 2
20
CEMBURU
21
KONSPIRASI
22
KONSPIRASI 2
23
KONSPIRASI 3
24
KONSPIRASI 4
25
RUTINITAS
26
WHAT IS LOVE?
27
SEBUAH CERITA
28
PERKARA
29
PERKARA 2
30
PERKARA 3
31
PERKARA 4
32
PERKARA 5
33
MEMBASMI
34
THE ANGEL RIDER
35
KALAH
36
MENGAKU KALAH
37
RENCANA
38
RENCANA 2
39
MENTAL GLORIA
40
PERKELAHIAN
41
KEMARAHAN DEON
42
HADIAH KELULUSAN
43
KERIBUTAN
44
FAKTA
45
LUIEN
46
LUEIN 2
47
BEKERJA
48
KEJUTAN
49
KEJUTAN 2
50
BERNARD
51
BERNARD 2
52
BERNARD 3
53
PESTA
54
PESTA 2
55
PERNYATAAN
56
KESAL
57
BERKELAHI
58
ORANG BAIK
59
ORANG BAIK 2
60
VERSUS
61
BALASAN
62
MENGHUKUM
63
THE REAL PRINCESS
64
THE REAL PRINCESS 2
65
THE REAL PRINCESS 3
66
MEMBEKUK MUSUH
67
INTERMEZO
68
ARMIRA
69
ARMIRA 2
70
BALAPAN DAN LAMARAN
71
KEMARAHAN GLORIA
72
TRAUMA GLORIA
73
INTERMEZO
74
romantic accident
75
SIDANG PUTUSAN
76
MENYAMAR
77
MENYAMAR 2
78
MENYAMAR 3
79
MENYAMAR 4
80
MENGEMBAN MISI
81
KONSPIRASI MESUM
82
DITANGKAP
83
PUTRA MAHKOTA
84
KE ISTANA
85
DI ISTANA
86
MISI
87
MISI 2
88
KARNAVAL
89
PENGEMIS?
90
SEBUAH RENCANA
91
MENGHABISI
92
MENGHABISI 2
93
MENGHABISI 3
94
NAIK TAHTA
95
TERUNGKAP
96
TERUNGKAP 2
97
BUKTI BESAR
98
PENGANGKATAN
99
PENGANGKATAN 2
100
PENGANGKATAN 3
101
PERNIKAHAN
102
PERNIKAHAN2
103
KEBENCIAN
104
MAAF
105
PERNIKAHAN DIANA
106
HILANG AKAL
107
HOT
108
BULAN MADU
109
RICO
110
RICO 2
111
PERGINYA SANG IBU RATU
112
AMPLOP PERJODOHAN
113
PERNIKAHAN HUGO
114
MELAMAR
115
MELAMAR2
116
MELAMAR 3
117
GLORIA VS BRIGITTA
118
SANDIWARA
119
SEBUAH PERISTIWA
120
PERNIKAHAN GLORIA
121
HAMIL SIMPATIK
122
PERIKSA KEHAMILAN
123
KELAHIRAN BAYI-BAYI
124
FIFTH DAMBALDORE'S Ext part
125
DALANG PEMBUNUH KELUARGA THOMAS

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!