THE MONSTER

Luein dan Diana, dua gadis yang sangat berbeda.. Lueina terkesan cuek dan santai, sedang Diana itu cerewet dan terburu-buru.

Kini Diana tengah diberi pengarahan oleh Victor. Gadis itu sangat sigap melaporkan semua kejanggalan berkas yang ia baca. Sedang Luein kini juga memprotes sedikit kesalahan hitung pada bagian akunting.

"Maaf, Tuan. Mungkin Tuan harus cek ulang lagi bagian pendataan keuangan. Kita harus mengetahui penyebab kesalahan yang mengakibatkan laporan neraca tidak balance harus segera dilakukan. Jika neraca saldo tidak seimbang, maka akan menghambat proses akuntansi berikutnya, hingga ditemukan kesalahan dan dilakukan koreksi kesalahan," jelas Luein saat menunjuk bagian kesalahan.

Tubuh Luein yang begitu dekat dengan Adrian membuat pria itu sesak napas dan sesak bagian bawahnya. Harum tubuh gadis itu begitu memikatnya. Pria itu menatap bibir tanpa lipstik itu dengan nanar.

"Jadi apa yang harus kita lakukan?" tanya Adrian dengan suara berat dan napas menderu.

Luein sedikit menjauh dari sosok jangkung itu. Menatap mata amber, iris abu milik Luein langsung menyalang tajam ketika terlihat kabut gairah di netra atasannya. Adrian, sedikit terkejut. Ia pun menetralkan dan menekan semua hasratnya.

'Kita melakukan proses penghitungan kembali hasil saldo penjumlahan yang ada pada kolom kredit dan debit. Melakukan perbandingan nama akun yang terdapat dalam neraca saldo dan buku besar. .Memastikan hasil penjumlahan saldo debit dan kredit, serta selisihnya pada tiap akun besar!" jelas gadis itu bersikap waspada.

Adrian merasakan kewaspadaan Luein terhadapnya. Pria itu langsung menormalkan sikapnya menjadi dingin dan arogan. Luein sedikit melunak.

"Baik, sekarang ada kan rapat untuk membahas kesalahan input ini. Aku minta sepuluh menit kau siapkan semuanya!" titah pria itu.

Luein membungkuk hormat. Gadis itu segera melakukan tugasnya. Pergi ke lantai delapan., di sana divisi akunting berada. Ia langsung menyiapkan ruang rapat dan memberitahu kepala bagian divisi tentang adanya evaluasi penghitungan neraca besar.

"Tuan, ruang rapat sudah tersedia!' lapor Luein dengan sedikit napas terengah.

Bagaimana tidak tubuh kecilnya harus berlarian ke sana kemari untuk menyiapkan semuanya, dan itu harus selesai kurang dari sepuluh menit.

Adrian melihat benda melingkar di tangannya. Ia menggeleng.

"Kau lewat dua menit!" protesnya.

"Vic, laporkan pada pihak kampus akan keterlambatannya ini!"

"Siap Tuan!"

Luein melongo tak percaya. Ingin rasanya ia memukuli wajah tampan atasannya itu. Bagaimana bisa ia menyiapkan semua dalam sepuluh menit. Ia berada di lantai dua puluh tujuh. Bagian divisi di lantai delapan.

"Gunakan lift khusus!" titah Adrian menjawab keluhan Luein.

Keempatnya masuk lift khusus itu. benda itu hanya bisa diakses oleh kedua pria itu. Menggunakan sensor sidik jari Victor dan Adrian. Luein memutar mata malas.

'Lift ini hanya untuk mereka berdua. Bagaimana aku bisa mengaksesnya!' runtuknya kesal dalam hati.

Tiba-tiba Adrian menarik tangannya. Gadis itu tentu belum siap, ia nyaris saja terjerembab jika saja tangan kokoh Adrian tak menahan pinggang kurusnya. Jari telunjuknya diletakkan pada pemindai sensor. Terdengar bunyi "Klik".

"Lift ini sekarang bisa kau gunakan," bisik Adrian.

Luein langsung melepaskan diri dari rengkuhan pria besar itu. Tinggi Luein memang berukuran sedang, hanya 160 saja, dengan berat 40kg.

"Kau kurus sekali. Aku bisa merasakan semua tulang di tubuhmu," sindir Adrian tanpa memandang Luein.

Gadis itu hanya mendengkus kesal. Diana yang melihat itu semua tak bisa berbuat banyak. Terlebih di sini mereka hanya peserta magang.

"Maaf, aku tak bisa membantumu," bisik Diana.

Hanya helaan napas gusar terdengar dari mulut sahabatnya itu. Diana menggaruk kepalanya. Ia yakin, jika ada yang mencari perkara dengan Luein saat ini, pasti akan dihabisinya.

"Kau harus pulang denganku!" tekan Diana lagi sambil berbisik.

Kedua pria yang berada bersama dua gadis itu mengamati dan mendengar semua bisikan Diana. Mereka ingin tahu. Kejadian apa yang bakalan terjadi dengan Luein, hingga Diana sampai berbisik seperti itu.

Hanya butuh dua menit mereka sampai di lantai delapan. Victor yang membukakan pintu untuk atasannya. Luein dan Diana hanya mengikuti dari belakang. Rapat di mulai. Luein menyampaikan adanya kesalahan input pada neraca.

"Maafkan kami Tuan. Sebagian komputer sedang error. Kini tengah diadakan perbaikan. Kami akan menghitung ulang neraca dan memberi laporan dalam waktu secepatnya," jelas kepala akunting sambil membungkuk hormat.

Ia memang baru mengetahui kesalahan ketika Luein mengatakan akan ada rapat evaluasi neraca. Ia pun melihat langsung laporan neraca.

Benar saja, ada kesalahan input. Ketika diperiksa ternyata komputer error dan selalu memasukan kesalahan input itu.

"Ini beberapa unit komputer yang rusak, Tuan," ujarnya memberi berkas pada Luein.

Luein membaca berkas itu dan memberikannya pada Adrian. Pria itu memeriksa.

"Apa sudah minta ganti?"

"Sudah Tuan. Kini tengah dipasang oleh tim IT," jawab kepala divisi akunting.

"Berapa lama kalian menyerahkan laporan neraca yang benar padaku?"

Tiba-tiba dua orang masuk dengan napas terengah-engah. Adrian sangat tidak suka dengan ketidak sopanan itu.

"Kenapa kalian tidak mengetuk pintu!' bentak Victor langsung.

Dua orang yang sedang membawa berkas itu tertunduk ketakutan. Mereka memang salah tidak mengetuk pintu terlebih dahulu.

"Ma-maafkan kami Tuan. Kami terburu-buru, kami hanya ingin menyerahkan laporan neraca ini secepatnya," jelas keduanya dengan terbata.

Akhirnya rapat selesai. Laporan neraca sudah benar dan komputer yang rusak sudah diganti dengan yang baru. Adrian cukup salut akan ketelitian sekretaris magangnya.

Waktu pulang sudah tiba. Sebagai peserta magang. Keduanya tidak memiliki tanggung jawab untuk pekerja tambahan atau lembur. Mereka hanya melaporkan semua kegiatan magang mereka, selama jam kerja.

Seperti janji Diana. Ia akan bersama sahabatnya pulang.

"Aku sudah tidak apa-apa," ujar Luein tenang.

"Aku malah tidak percaya jika kau berkata begitu. Aku mengenalmu selama dua tahun ini," sahut Diana tak percaya.

Luein hanya diam. Mereka pun pulang dan turun menggunakan lift biasa. Adrian dan Victor juga baru keluar ketika dua gadis itu menunggu lift biasa.

"Kalian tidak naik lift ini?" tawar Adrian.

Keduanya menoleh lalu menggeleng. Adrian tak memaksa walau ia sangat ingin Luein berada di dekatnya. Victor juga tidak bisa melakukan apa-apa. Seharian ini, Diana sama sekali tidak merespon pesonanya.

"Dia seperti batu," celetuk Victor ketika mereka sudah berada dalam lift.

"Aku langsung mendapat tatapan tajam dan sikap waspada. Aku yakin jika dia masih perawan," sahut Adrian dengan senyum penuh arti.

Victor mengangguk setuju. Satu harian ini ia mencoba berinteraksi dan menyentuh Diana, tetapi sepertinya ia bersama patung kayu.

Luein dan Diana kini sudah berada di lobby. Entah kenapa tiba-tiba Gloria berlari dan menyenggol Luein. Sayang, justru dia lah yang jatuh.

"Apa.yang kau lakukan, kau menjatuhkan ku!' bentak Gloria.

Luein menatapnya datar. Wajah mengerikan langsung terlihat oleh Gloria. Gadis itu menelan saliva kasar. Buru-buru ia berdiri dan meninggalkan rivalnya.

Diana langsung menarik sahabatnya. Ia berusaha sebisa mungkin menenangkan Lueina dari kemarahannya. Diana membawanya ke halte. Ia belum tahu jika gadis yang ia bawa ini sudah memiliki mobil.

"Hei untuk apa kita ke halte?' tanya Luein.

"Lalu kau pikir kita naik apa?" tanya Diana kesal.

"Kita naik mobilku!' ajak Luein kini pergi ke halaman parkir perusahaan.

"Hei jangan berkhayal, sejak kapan kau punya mobil!' seru Diana.

Tiba-tiba.

"Hai, gadis apa kabar?" dua preman menghadang jalan Luein.

Diana menelan saliva kasar.

"Menyingkir sebelum kalian benar-benar menyesal!' tekan Luein dengan ekspresi membunuh.

"Uuuh ... takut," ujar salah satu preman kemudian keduanya tergelak.

"Jangan begitu, aku bisa memuaskan mu," seloroh mereka lagi.

Keduanya hendak menyentuh Luein. Dengan gerakan cepat. Kedua tangan itu dipukul bagian lengan. Hingga keduanya berteriak kesakitan. Luein menggelap. Ia menghajar keduanya hingga K.O. Diana membiarkan sahabatnya. Ia juga takut terluka.

Melihat kedua preman itu sudah tak sadarkan diri dan orang-orang mulai berdatangan. Polisi langsung meringkus kedua preman itu.

"Terima kasih Nona. Kami memang sedang mencari dua orang ini," ujar polisi.

Luein tak menggubris. Ia melangkah menuju lapangan parkir diikuti Diana. Kini, gadis itu percaya jika sahabatnya itu memliki mobil.

Sedang di dalam mobil dua pasang mata terbelalak melihat video rekaman orang suruhannya.

"Astaga. Apa dia itu monster!?"

bersambung.

mantap Luein.

next?

Terpopuler

Comments

Yuan Li

Yuan Li

Berani gak mendekati singa betina kalo lg marah....

2025-01-29

0

Retno Palupi

Retno Palupi

masih berani berharap kalian 😁😁

2024-10-30

0

Rafinsa

Rafinsa

hati hati bro... mungkin berikutnya giliran kalian ....🤭

2024-10-10

0

lihat semua
Episodes
1 AWAL KISAH
2 PERUBAHAN BESAR
3 AKHIRNYA DIAKUI
4 MENAIKAN LEVEL KARTU
5 MENAIKAN LEVEL KARTU 2
6 MOBIL BARU
7 ENGGAN BERUBAH
8 MAGANG
9 THE MONSTER
10 MENYEMBUNYIKAN FAKTA
11 IKUTAN BALAPAN LIAR
12 BERTEMU DENGAN LUEIN
13 KERINDUAN YANG BERKARAT
14 RINDU YANG BERKARAT2
15 RINDU YANG BERKARAT3
16 MENYAMAR
17 A GIFT
18 BABY
19 BABY 2
20 CEMBURU
21 KONSPIRASI
22 KONSPIRASI 2
23 KONSPIRASI 3
24 KONSPIRASI 4
25 RUTINITAS
26 WHAT IS LOVE?
27 SEBUAH CERITA
28 PERKARA
29 PERKARA 2
30 PERKARA 3
31 PERKARA 4
32 PERKARA 5
33 MEMBASMI
34 THE ANGEL RIDER
35 KALAH
36 MENGAKU KALAH
37 RENCANA
38 RENCANA 2
39 MENTAL GLORIA
40 PERKELAHIAN
41 KEMARAHAN DEON
42 HADIAH KELULUSAN
43 KERIBUTAN
44 FAKTA
45 LUIEN
46 LUEIN 2
47 BEKERJA
48 KEJUTAN
49 KEJUTAN 2
50 BERNARD
51 BERNARD 2
52 BERNARD 3
53 PESTA
54 PESTA 2
55 PERNYATAAN
56 KESAL
57 BERKELAHI
58 ORANG BAIK
59 ORANG BAIK 2
60 VERSUS
61 BALASAN
62 MENGHUKUM
63 THE REAL PRINCESS
64 THE REAL PRINCESS 2
65 THE REAL PRINCESS 3
66 MEMBEKUK MUSUH
67 INTERMEZO
68 ARMIRA
69 ARMIRA 2
70 BALAPAN DAN LAMARAN
71 KEMARAHAN GLORIA
72 TRAUMA GLORIA
73 INTERMEZO
74 romantic accident
75 SIDANG PUTUSAN
76 MENYAMAR
77 MENYAMAR 2
78 MENYAMAR 3
79 MENYAMAR 4
80 MENGEMBAN MISI
81 KONSPIRASI MESUM
82 DITANGKAP
83 PUTRA MAHKOTA
84 KE ISTANA
85 DI ISTANA
86 MISI
87 MISI 2
88 KARNAVAL
89 PENGEMIS?
90 SEBUAH RENCANA
91 MENGHABISI
92 MENGHABISI 2
93 MENGHABISI 3
94 NAIK TAHTA
95 TERUNGKAP
96 TERUNGKAP 2
97 BUKTI BESAR
98 PENGANGKATAN
99 PENGANGKATAN 2
100 PENGANGKATAN 3
101 PERNIKAHAN
102 PERNIKAHAN2
103 KEBENCIAN
104 MAAF
105 PERNIKAHAN DIANA
106 HILANG AKAL
107 HOT
108 BULAN MADU
109 RICO
110 RICO 2
111 PERGINYA SANG IBU RATU
112 AMPLOP PERJODOHAN
113 PERNIKAHAN HUGO
114 MELAMAR
115 MELAMAR2
116 MELAMAR 3
117 GLORIA VS BRIGITTA
118 SANDIWARA
119 SEBUAH PERISTIWA
120 PERNIKAHAN GLORIA
121 HAMIL SIMPATIK
122 PERIKSA KEHAMILAN
123 KELAHIRAN BAYI-BAYI
124 FIFTH DAMBALDORE'S Ext part
125 DALANG PEMBUNUH KELUARGA THOMAS
Episodes

Updated 125 Episodes

1
AWAL KISAH
2
PERUBAHAN BESAR
3
AKHIRNYA DIAKUI
4
MENAIKAN LEVEL KARTU
5
MENAIKAN LEVEL KARTU 2
6
MOBIL BARU
7
ENGGAN BERUBAH
8
MAGANG
9
THE MONSTER
10
MENYEMBUNYIKAN FAKTA
11
IKUTAN BALAPAN LIAR
12
BERTEMU DENGAN LUEIN
13
KERINDUAN YANG BERKARAT
14
RINDU YANG BERKARAT2
15
RINDU YANG BERKARAT3
16
MENYAMAR
17
A GIFT
18
BABY
19
BABY 2
20
CEMBURU
21
KONSPIRASI
22
KONSPIRASI 2
23
KONSPIRASI 3
24
KONSPIRASI 4
25
RUTINITAS
26
WHAT IS LOVE?
27
SEBUAH CERITA
28
PERKARA
29
PERKARA 2
30
PERKARA 3
31
PERKARA 4
32
PERKARA 5
33
MEMBASMI
34
THE ANGEL RIDER
35
KALAH
36
MENGAKU KALAH
37
RENCANA
38
RENCANA 2
39
MENTAL GLORIA
40
PERKELAHIAN
41
KEMARAHAN DEON
42
HADIAH KELULUSAN
43
KERIBUTAN
44
FAKTA
45
LUIEN
46
LUEIN 2
47
BEKERJA
48
KEJUTAN
49
KEJUTAN 2
50
BERNARD
51
BERNARD 2
52
BERNARD 3
53
PESTA
54
PESTA 2
55
PERNYATAAN
56
KESAL
57
BERKELAHI
58
ORANG BAIK
59
ORANG BAIK 2
60
VERSUS
61
BALASAN
62
MENGHUKUM
63
THE REAL PRINCESS
64
THE REAL PRINCESS 2
65
THE REAL PRINCESS 3
66
MEMBEKUK MUSUH
67
INTERMEZO
68
ARMIRA
69
ARMIRA 2
70
BALAPAN DAN LAMARAN
71
KEMARAHAN GLORIA
72
TRAUMA GLORIA
73
INTERMEZO
74
romantic accident
75
SIDANG PUTUSAN
76
MENYAMAR
77
MENYAMAR 2
78
MENYAMAR 3
79
MENYAMAR 4
80
MENGEMBAN MISI
81
KONSPIRASI MESUM
82
DITANGKAP
83
PUTRA MAHKOTA
84
KE ISTANA
85
DI ISTANA
86
MISI
87
MISI 2
88
KARNAVAL
89
PENGEMIS?
90
SEBUAH RENCANA
91
MENGHABISI
92
MENGHABISI 2
93
MENGHABISI 3
94
NAIK TAHTA
95
TERUNGKAP
96
TERUNGKAP 2
97
BUKTI BESAR
98
PENGANGKATAN
99
PENGANGKATAN 2
100
PENGANGKATAN 3
101
PERNIKAHAN
102
PERNIKAHAN2
103
KEBENCIAN
104
MAAF
105
PERNIKAHAN DIANA
106
HILANG AKAL
107
HOT
108
BULAN MADU
109
RICO
110
RICO 2
111
PERGINYA SANG IBU RATU
112
AMPLOP PERJODOHAN
113
PERNIKAHAN HUGO
114
MELAMAR
115
MELAMAR2
116
MELAMAR 3
117
GLORIA VS BRIGITTA
118
SANDIWARA
119
SEBUAH PERISTIWA
120
PERNIKAHAN GLORIA
121
HAMIL SIMPATIK
122
PERIKSA KEHAMILAN
123
KELAHIRAN BAYI-BAYI
124
FIFTH DAMBALDORE'S Ext part
125
DALANG PEMBUNUH KELUARGA THOMAS

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!