MENAIKAN LEVEL KARTU

Luein kini berada di koridor kampusnya. Gadis itu masih ada dua semester untuk mata kuliah bisnis. Kini, ia akan pergi ke kantin untuk sekedar mengganjal perutnya yang lapar dari tadi.

Setelah sampai, ia pun memesan satu porsi spaghetti dan air mineral. Diana belum keluar dari kelasnya. Sahabatnya itu akan menyusul sebentar lagi.

"Wah ... tumben si miskin makan di kantin. Biasanya menahan lapar di pojokan sambil liatin orang makan!" sebuah ledekan keluar dari mulut seseorang yang mengaku mahasiswa.

Lagi-lagi Gloria dan ketiga sahabatnya mendatangi Luein yang tengah menunggu pesanannya datang mereka duduk di hadapan gadis yang dulu mereka gandrungi.

"Mantan anak orang kaya, mungkin kamu memang bukan keturunan Philips. Karena buktinya Tuan Philips masih orang terkaya di negeri ini," ujar Anneth menjelaskan.

"Pergilah, sebelum aku benar-benar muntah di depan muka mu!" ancam Luein.

"Wow ... take it easy girl. Kami hanya ingin kembali berdekatan denganmu," sahut Jessy dengan senyum penuh arti.

Luein memicingkan mata. Ia tidak yakin dengan perkataan Jessy tadi. Ia juga tidak yakin jika keempat gadis yang menyebut diri mereka Princess karena kekayaan orang tuanya yang tak bisa dihitung dengan jari itu mengetahui jika Luein sudah kembali memiliki uang banyak.

"Iya, kami hanya ingin dekat kembali, karena kami kekurangan kacung untuk disuruh-suruh," lanjut Gloria enteng yang disertai kikikan geli yang lain.

"Kami akan memberikan bayaran setimpal jika kau menjadi kacung. Kamu bisa makan sisa, baju bekas dan uang yang jumlahnya lumayan," sahut Brenda sinis.

Luein mengepal tangannya erat hingga memutih. Jessy sudah sedikit takut melihat perubahan wajah Luein yang mulai menyeramkan. Sorot mata tajam dan membunuh ia layangkan pada empat gadis yang kini tertawa menghinanya.

"Sejak kapan kalian makan bersisa. Aku lihat kemarin kau menjilati piring di restauran internasional xx," tiba-tiba sindiran sarkas dilontarkan Diana yang baru saja datang.

Keempat gadis itu berdiri. Mereka tidak akan menang bicara jika ada sahabat dari Luein yang kini sudah menenangkan diri. Memang Luein tidak pandai bersilat lidah atau beradu argumen tak penting seperti tadi. Ia lebih banyak melakukan tindakan. Diana duduk setelah kepergian empat princess tadi.

"Kenapa kau hanya diam saja sih?" tanya Diana yang heran melihat Leuin yang seperti tidak berkutik dihadapan keempat orang tadi.

"Kau tau aku tidak bisa berkata pedas," belanya.

"Makanya aku butuh juru bicara seperti dirimu," lanjutnya berseloroh.

Diana mencebik sedang Luein hanya terkekeh melihat wajah sebal sahabatnya. Makanan Luein dan Diana sudah datang. Kini mereka makan dengan tenang. Lalu kembali ke kelas masing-masing untuk mengikuti mata kuliah dua jam mendatang.

Mata kuliah selesai saat bel berbunyi. Semua mahasiswa keluar dari kelas dan menghela napas lega. Luein juga keluar setelah memasukkan semua alat tulis di ranselnya.

Dengan langkah santai, ia akan pergi ke bank paling besar di kota itu. Ia akan menaikkan level kartu debitnya. Dengan uang dua miliyar dolar di rekening, Bank memintanya untuk menaikan level kartu debit agar bisa digunakan.

Ia pergi menggunakan angkutan umum. Pakaian yang sederhana. Bahkan sedikit lusuh. Luein benar-benar seperti gembel yang masuk gedung mewah di depannya.

Bank Exclusive milik perusahaan swasta ini memiliki tiga kelas. Kelas satu yang diperuntukan untuk orang-orang dengan ekonomi menengah ke bawah seperti dirinya. Kelas dua diperuntukan untuk orang-orang ekonomi menengah ke atas, seperti manager atau bahkan CEO dari perusahaan kecil dan kelas tiga untuk kalangan ekonomi di atas rata-rata.

Lueina tidak pergi kesemua kelas itu. Ia melaju ke tingkat paling tinggi, yakni kelas emerald, yakni kelas yang khusus diperuntukan para sultan seperti dirinya. Bahkan bank ini 45% saham adalah milik ayahnya. Gadis itu kini hendak menaiki lift dihentikan oleh salah satu karyawan.

"Maaf Nona. Anda ingin kemana?"

"Ke lantai dua belas," jawab Luein tenang.

"Untuk apa anda ke sana?" tanya karyawan itu.

"Menaikan level kartu saya," jawab Luein lagi.

"Di lantai sini, juga bisa Nona. Jika anda ingin menaikan level kartu," jelasnya.

"Benarkah?" tanya Luein sedikit cerah.

"Mari ikut saya, Nona," ajak karyawan tersebut.

Luein pun mengikuti karyawan tersebut, ia duduk di depan customer servis.

"Bisa tunjukkan kartu identitas dan buku tabungannya?" pinta customer itu dengan nada malas.

Luein mengeluarkan kartu identitasnya dan buku tabungannya yang sudah lecek. Dengan malas customer servis tersebut mengetikkan nama yang ada di kartu pengenal. Tiba-tiba mata wanita itu terbelalak.

"A-anda bernama Lueina Elisabeth Philips?" tanyanya tak percaya.

"Bukankah itu nama yang ada di kartu tanda pengenal saya?" tanya Luein ulang.

Berkali-kali, wanita itu memeriksa foto di kartu tanda pengenal dan wajah gadis yang ada di depannya. Ia pun menelepon dengan telepon khusus di mejanya. Ia menelepon atasannya.

Ketika sedang menunggu atasannya, wajah malas dan acuh yang dipasang di wajah karyawan customer servis berubah ramah dan banyak senyum. Ia pun berbisik pada rekan-rekannya dengan tanda khusus.

Lueina yang tidak begitu peduli menjadi heran. Gadis itu di suruh menunggu di ruangan khusus.

"Nona, anda bisa menunggu di ruang khusus kami," ajak salah karyawan dengan ramah.

Luein hanya mengikuti saja. Ketika hendak ke ruangan tiba-tiba.

"Hei-hei ... ngapain si miskin ada di sini?'

Gloria datang menggandeng Leo. Hari ini pria itu ingin menyetor uang ke rekeningnya. Luein memutar mata malas.

"Sudah sayang. Tak usah pedulikan dia," ujar Leo menenangkan Gloria.

mendengar kata-kata itu membuat Lueina sakit hati. Gloria makin menempel erat pada pria pujaannya. Ia berhasil merebut Leo dari sisi gadis yang kini menjadi rivalnya.

"Oh, mungkin dia ke sini untuk meminjam uang. Kan, kau tahu ia sudah jatuh miskin. Jadi dia butuh uang untuk kebutuhannya," sahut Gloria masih menghina.

"Kau tahu berapa uang yang akan disetorkan kekasihku?" sombongnya kemudian.

"Seribu dolar. Ia sudah berada di level dua, dengan kartu hitam list silver limited," lanjutnya.

Karyawan yang hendak memberi tahu berapa level gadis yang menjadi customer istimewa nya itu, ditahan oleh Luein. Karyawan tersebut akhirnya mengajak Luein ke ruangan VVIP. Melihat rivalnya diajak ke ruangan yang khusus untuk orang-orang kaya, Gloria menjadi gelisah.

"Kenapa diajak ke ruangan itu? Jangan mau diperdaya. Dia itu orang miskin, tak mungkin bisa membayar utangnya!' pekik Gloria menggila.

"Nona, tolong jangan buat keributan di sini!"

"Sayang, ayo," ajak Leo mulai risih dengan tingkah laku gadisnya itu.

"Apaan sih!" sentak Gloria kesal. "Kamu masih cinta ya sama gadis miskin itu?"

"Gloria, cukup!" desis Leo.

"Apa, memang kau masih mencintainya kan?" tuduh Gloria dengan air mata berderai.

"Cukup, aku sudah lelah!"

Leo akhirnya meninggalkan gadisnya, ia menuju lantai tiga. Lantai khusus untuk kelas menengah ke atas. Pria itu seorang CEO perusahaan kecil dengan omset seratus juta dolar. Maka ia termasuk jutawan muda.

Gloria mengejar Leo dan langsung meminta maaf, walau pria itu tak menggubris, tapi gadis itu tetap bergelayut manja.

bersambung.

wew

Terpopuler

Comments

Nci

Nci

Mulut Gloria masih nyinyir ajaa..
Leo bisa-bisanya suka modelan wanita seperti Gloria yang selalu berulah memalukan..

2025-01-11

0

Memyr 67

Memyr 67

banyak karakter cewek gila di sini ya? ibu ludwina, gloria, leo juga cowok goblog. mau aja ditempeli cewek gila seperti gloria.

2024-11-26

0

Bundanya Pandu Pharamadina

Bundanya Pandu Pharamadina

persaingan para anak sultan

2024-02-28

4

lihat semua
Episodes
1 AWAL KISAH
2 PERUBAHAN BESAR
3 AKHIRNYA DIAKUI
4 MENAIKAN LEVEL KARTU
5 MENAIKAN LEVEL KARTU 2
6 MOBIL BARU
7 ENGGAN BERUBAH
8 MAGANG
9 THE MONSTER
10 MENYEMBUNYIKAN FAKTA
11 IKUTAN BALAPAN LIAR
12 BERTEMU DENGAN LUEIN
13 KERINDUAN YANG BERKARAT
14 RINDU YANG BERKARAT2
15 RINDU YANG BERKARAT3
16 MENYAMAR
17 A GIFT
18 BABY
19 BABY 2
20 CEMBURU
21 KONSPIRASI
22 KONSPIRASI 2
23 KONSPIRASI 3
24 KONSPIRASI 4
25 RUTINITAS
26 WHAT IS LOVE?
27 SEBUAH CERITA
28 PERKARA
29 PERKARA 2
30 PERKARA 3
31 PERKARA 4
32 PERKARA 5
33 MEMBASMI
34 THE ANGEL RIDER
35 KALAH
36 MENGAKU KALAH
37 RENCANA
38 RENCANA 2
39 MENTAL GLORIA
40 PERKELAHIAN
41 KEMARAHAN DEON
42 HADIAH KELULUSAN
43 KERIBUTAN
44 FAKTA
45 LUIEN
46 LUEIN 2
47 BEKERJA
48 KEJUTAN
49 KEJUTAN 2
50 BERNARD
51 BERNARD 2
52 BERNARD 3
53 PESTA
54 PESTA 2
55 PERNYATAAN
56 KESAL
57 BERKELAHI
58 ORANG BAIK
59 ORANG BAIK 2
60 VERSUS
61 BALASAN
62 MENGHUKUM
63 THE REAL PRINCESS
64 THE REAL PRINCESS 2
65 THE REAL PRINCESS 3
66 MEMBEKUK MUSUH
67 INTERMEZO
68 ARMIRA
69 ARMIRA 2
70 BALAPAN DAN LAMARAN
71 KEMARAHAN GLORIA
72 TRAUMA GLORIA
73 INTERMEZO
74 romantic accident
75 SIDANG PUTUSAN
76 MENYAMAR
77 MENYAMAR 2
78 MENYAMAR 3
79 MENYAMAR 4
80 MENGEMBAN MISI
81 KONSPIRASI MESUM
82 DITANGKAP
83 PUTRA MAHKOTA
84 KE ISTANA
85 DI ISTANA
86 MISI
87 MISI 2
88 KARNAVAL
89 PENGEMIS?
90 SEBUAH RENCANA
91 MENGHABISI
92 MENGHABISI 2
93 MENGHABISI 3
94 NAIK TAHTA
95 TERUNGKAP
96 TERUNGKAP 2
97 BUKTI BESAR
98 PENGANGKATAN
99 PENGANGKATAN 2
100 PENGANGKATAN 3
101 PERNIKAHAN
102 PERNIKAHAN2
103 KEBENCIAN
104 MAAF
105 PERNIKAHAN DIANA
106 HILANG AKAL
107 HOT
108 BULAN MADU
109 RICO
110 RICO 2
111 PERGINYA SANG IBU RATU
112 AMPLOP PERJODOHAN
113 PERNIKAHAN HUGO
114 MELAMAR
115 MELAMAR2
116 MELAMAR 3
117 GLORIA VS BRIGITTA
118 SANDIWARA
119 SEBUAH PERISTIWA
120 PERNIKAHAN GLORIA
121 HAMIL SIMPATIK
122 PERIKSA KEHAMILAN
123 KELAHIRAN BAYI-BAYI
124 FIFTH DAMBALDORE'S Ext part
125 DALANG PEMBUNUH KELUARGA THOMAS
Episodes

Updated 125 Episodes

1
AWAL KISAH
2
PERUBAHAN BESAR
3
AKHIRNYA DIAKUI
4
MENAIKAN LEVEL KARTU
5
MENAIKAN LEVEL KARTU 2
6
MOBIL BARU
7
ENGGAN BERUBAH
8
MAGANG
9
THE MONSTER
10
MENYEMBUNYIKAN FAKTA
11
IKUTAN BALAPAN LIAR
12
BERTEMU DENGAN LUEIN
13
KERINDUAN YANG BERKARAT
14
RINDU YANG BERKARAT2
15
RINDU YANG BERKARAT3
16
MENYAMAR
17
A GIFT
18
BABY
19
BABY 2
20
CEMBURU
21
KONSPIRASI
22
KONSPIRASI 2
23
KONSPIRASI 3
24
KONSPIRASI 4
25
RUTINITAS
26
WHAT IS LOVE?
27
SEBUAH CERITA
28
PERKARA
29
PERKARA 2
30
PERKARA 3
31
PERKARA 4
32
PERKARA 5
33
MEMBASMI
34
THE ANGEL RIDER
35
KALAH
36
MENGAKU KALAH
37
RENCANA
38
RENCANA 2
39
MENTAL GLORIA
40
PERKELAHIAN
41
KEMARAHAN DEON
42
HADIAH KELULUSAN
43
KERIBUTAN
44
FAKTA
45
LUIEN
46
LUEIN 2
47
BEKERJA
48
KEJUTAN
49
KEJUTAN 2
50
BERNARD
51
BERNARD 2
52
BERNARD 3
53
PESTA
54
PESTA 2
55
PERNYATAAN
56
KESAL
57
BERKELAHI
58
ORANG BAIK
59
ORANG BAIK 2
60
VERSUS
61
BALASAN
62
MENGHUKUM
63
THE REAL PRINCESS
64
THE REAL PRINCESS 2
65
THE REAL PRINCESS 3
66
MEMBEKUK MUSUH
67
INTERMEZO
68
ARMIRA
69
ARMIRA 2
70
BALAPAN DAN LAMARAN
71
KEMARAHAN GLORIA
72
TRAUMA GLORIA
73
INTERMEZO
74
romantic accident
75
SIDANG PUTUSAN
76
MENYAMAR
77
MENYAMAR 2
78
MENYAMAR 3
79
MENYAMAR 4
80
MENGEMBAN MISI
81
KONSPIRASI MESUM
82
DITANGKAP
83
PUTRA MAHKOTA
84
KE ISTANA
85
DI ISTANA
86
MISI
87
MISI 2
88
KARNAVAL
89
PENGEMIS?
90
SEBUAH RENCANA
91
MENGHABISI
92
MENGHABISI 2
93
MENGHABISI 3
94
NAIK TAHTA
95
TERUNGKAP
96
TERUNGKAP 2
97
BUKTI BESAR
98
PENGANGKATAN
99
PENGANGKATAN 2
100
PENGANGKATAN 3
101
PERNIKAHAN
102
PERNIKAHAN2
103
KEBENCIAN
104
MAAF
105
PERNIKAHAN DIANA
106
HILANG AKAL
107
HOT
108
BULAN MADU
109
RICO
110
RICO 2
111
PERGINYA SANG IBU RATU
112
AMPLOP PERJODOHAN
113
PERNIKAHAN HUGO
114
MELAMAR
115
MELAMAR2
116
MELAMAR 3
117
GLORIA VS BRIGITTA
118
SANDIWARA
119
SEBUAH PERISTIWA
120
PERNIKAHAN GLORIA
121
HAMIL SIMPATIK
122
PERIKSA KEHAMILAN
123
KELAHIRAN BAYI-BAYI
124
FIFTH DAMBALDORE'S Ext part
125
DALANG PEMBUNUH KELUARGA THOMAS

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!