bab 10

Aku dan kedua anakku sampai di rumah ibu. Ibu menyambut kami dengan wajah sedih tapi tetap hangat terhadap kedua anakku apalagi terhadap cucunya Alya yang terlihat matanya merah karena habis menangis. Ibu langsung memeluknya.

"Sayang,kamu sudah makan,belum?" tanya ibu seraya merangkul bahu Alya lalu mengajaknya ke dapur.

Telur goreng yang asap panasnya masih mengepul sudah terhidang di meja makan. Mungkin ibu baru saja memasaknya, "Ayo makan,nenek sudah siapin buat Alya dan mas Andre."

Putriku menoleh sekilas ke arahku. Aku menatapnya seraya menganggukkan kepalaku.

Alya lalu duduk di meja makan di ikuti oleh Andre. Ibuku segera menyendok nasi,sayur dan telur goreng ke piring Alya dan Andre. Mereka langsung makan dengan lahab seperti mereka seharian tidak makan saja. Dadaku terasa sesak melihatnya pun ibuku,beliau langsung meninggalkan dapur setelah menyuruhku ikut makan.

Aku ikut duduk di sebelah putriku, "Makan yang kenyang ya nak,ayah ambilkan lagi nasinya?"

Alya menggelengkan kepalanya sementara Andre langsung menganggukkan kepala. Aku lalu mengambilkan nasi untuk Andre dan juga untukku.

Setelah merasa kenyang,aku langsung mencuci piring kotor bekas kami makan. Alya dan Andre di ajak ibu ke ruang tamu. Rumah sederhana ibu memang tidak memiliki ruang keluarga,jadi ruang tamu jadi satu dengan ruang keluarga.

"Andre sama ayah tidur di sini tidak apa-apa ya? Biar adek Alya tidur sama nenek," ucap ibuku.

"Iya,nek. Tidak apa-apa kok," jawab Andre.

Aminah dan putrinya ikut berkumpul di ruang tamu. Aku lalu menyusul mereka setelah selesai mencuci piring.

Alya langsung menghampiriku lalu memelukku erat, "Ayah,jangan tinggalin Alya sendirian lagi," lirihnya.

Aku membalas memeluknya erat, "Iya sayang,ayah nggak akan tinggalin Alya. Alya di sini saja sama nenek,ya!"

Putriku mengangguk lalu melepaskan pelukannya.

Kami ngobrol sebentar,lalu ibu mengajak Alya tidur di kamarnya sementara aku dan sulungku tidur dengan memakai tikar di depan tv.

***

Hari ini hari minggu,aku libur kerja. Pulang dari masjid sehabis sholat subuh,aku membeli kacang ijo,aku ingin membuat bubur. Kedua anakku suka sekali makan bubur kacang ijo buatanku.

Pukul tujuh aku sudah selesai memasak bubur kacang ijo sekaligus untuk sarapan. Kedua anakku makan dengan lahab,Andre sampai nambah dua kali. Sulungku itu memang makannya banyak,mungkin karena masa pertumbuhan.

Selesai sarapan,aku mencuci pakaianku dan juga pakaian kedua anakku. Dari kamar mandi bisa aku dengar tawa lepas kedua anakku bermain dengan sepupunya,anak dari adikku Aminah. Mereka tampak akur.

Selesai mencuci pakaian,aku berniat keluar. Siapa tau ada rezeki untukku dan anak-anakku.

"Andre,Alya,ayah mau keluar dulu,ya," pamitku.

Alya gegas menghampiriku, "Ayah mau kerja? Kan hari minggu libur?"

"Ayah ada pekerjaan sedikit,nak."

Alya cemberut lalu memalingkan wajahnya dariku, "Alya mau ikut?" tawarku akhirnya.

Putriku langsung menoleh dengan wajah tersenyum, "Mau,yah!"

"Ya sudah,pakai jaket kamu. Kita naik sepeda," titahku.

Dengan bersemangat Alya mengambil jaketnya lalu menghampiriku lagi, "Ayo,yah!" ajaknya tidak sabar.

"Ayah sama adek mau kemana?" tanya Andre.

"Ayah sama adek mau keluar sebentar. Kamu mau ikut juga?" tanyaku

Andre mengangguk, "Iya,yah."

"Ya sudah,ayo. Kamu pakai sepeda sendiri,ya?"

Aku lalu berpamitan sama ibu. Bersama kedua anakku,aku keliling gang dekat rumah ibu sampai tembus ke gang-gang yang lebih jauh.

Karena masih pukul delapan,udara masih cukup sejuk. Banyak orang yang bersepeda bersama keluarga ataupun teman-teman mereka.

"Ayah,kita mau kemana?" tanya Andre yang berada di depanku.

"Kita muter-muter saja,nak. Kalau sudah mulai panas,kita pulang," sahutku yang di beri anggukan oleh putraku.

Setelah setengah jam.

"Wah,rumahnya besar banget," celetuk Alya yang duduk di belakangku.

"Rumah siapa,nak?" tanyaku penasaran.

"Itu,yah!" tunjuknya ke arah sebelah kanan jalan.

Aku berhenti. Ternyata Alya menunjuk rumah besar yang belum selesai di bangun. Aku langsung tersenyum lalu berteriak ke arah Andre.

"Ndre! Kita berhenti dulu,nak!" teriakku.

Andre pun berhenti lalu menghampiriku, "Kenapa,yah?"

"Kita kesana,yuk!" ajakku yang segera menuntun sepedaku ke arah rumah besar itu.

Aku lihat ada tiga orang yang sedang mengobrol tapi tidak ada yang bekerja. Mungkin hari minggu libur. Batinku.

"Permisi," sapaku saat sudah dekat dengan rumah itu. Sepeda aku parkirkan tidak jauh dari sana.

Satu orang yang paling tua mendekatiku, "Ada apa?" tanyanya heran seraya menatapku dan kedua anakku satu persatu.

"Boleh saya bertemu pemilik rumah?"

"Ada perlu apa?" tanyanya penuh selidik.

Dua orang yang memperhatikan kami pun mendekat.

"Ada apa ya,pak?" tanya laki-laki yang lebih muda dengan gaya lebih sopan dari orang yang pertama.

Aku lalu mengeluarkan brosur yang ada di saku celanaku, "Saya mau menawari ini,pak," jelasku seraya menunjukkan brosur itu.

Laki-laki yang lebih muda mengambil brosur dari tanganku lalu membaca tulisannya dengan seksama.

"Ini bengkel milik kamu?" tanyanya.

Aku menggeleng cepat, " Saya hanya mencari orang yang mau pesan saja,pak. Bisa bapak pilih mana yang di butuhkan. Kalau ada,bapak akan saya antar ke pemilik bengkel."

"Oohh,kamu mau cari untung lebih,ya?" tanya laki-laki yang pertama dengan pandangan sinis ke arahku.

"Kalau masalah keuntungan,saya hanya menerima berapa persen saja dari pemilik bengkel," jelasku.

"Dapat berapa,kamu?"

"Kata pemilik bengkel,saya akan mendapat upah sepuluh persen dari keuntungan yang di dapat," jawabku jujur.

"Memangnya kamu kerja di mana?"

"Saya kerja di toko bangunan,pak."

Laki-laki muda yang memegang brosur menganggukkan kepalanya, "Baiklah,kalau saya mau pesan,saya akan ke bengkel ini, " ucapnya.

"Terimakasih. Boleh saya ambil lagi brosurnya,pak? Saya hanya punya satu," pintaku.

"Baiklah. Kalau begitu saya akan menghubungi bapak kalau mau ke bengkel itu. Kita bisa ketemu di sana," ucapnya.

Aku bingung bagaimana caranya bapak itu menghubungiku karena aku tidak punya handphone.

"Berapa nomor kontak yang bisa saya hubungi?" tanyanya.

"Hhmm,saya nggak punya handphone,pak," jawabku lirih.

"Ok,baiklah kalau begitu besok siang saya akan ke toko tempat bapak bekerja setelahnya kita ke bengkel sama-sama. Apa bapak besok ada waktu?"

"Besok siang saya bisa,pak. Siang waktu istirahat saya," jawabku dengan senyum terkembang.

"Kalau begitu saya juga akan pesan bahan bangunan di toko tempat bapak bekerja," jelasnya.

"Oh iya,pak. Di toko bangunan tempat saya bekerja semuanya lengkap."

"Bagus kalau begitu. Saya akan ke sana besok siang."

"Terimakasih,pak. Kalau begitu saya permisi dulu," pamitku yang di beri anggukan oleh bapak-bapak yang paling muda.

Aku gegas menghampiri kedua anakku. Mereka menatapku dengan heran.

"Ayah,ada apa?" tanya Andre.

"Ayah sedang mencari uang tambahan,nak. Doakan ya semoga rezeki kita," ucapku.

"Iya ayah,kita akan doakan rezeki ayah banyak!" ucap Andre.

"Rezeki Andre dan Alya di limpahkan. Semoga barokkah. Aamin," ucapku yang di Aamiini juga oleh kedua anakku.

Aku lalu mengajak kedua anakku pulang ke rumah ibu karena matahari sudah mulai terik.

.

.

.

.

.

.

.

17

Terpopuler

Comments

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

LISA GK THN MISKIN, KPN GK BANTU SUAMI JUALAN KECIL2N DPN RMH KONTRAKN..
INI MLALUI JLN PINTAS DGN SELINGKUH SAMA SUAMI ORG

2022-10-06

1

Martini Ayat

Martini Ayat

Jadi ikutan nangis....
Hua Hua aaaa

2022-09-16

0

bunda f2

bunda f2

Hadir lagi kak semangat terus ya

2022-03-17

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 bab 2
3 bab 3
4 bab 4
5 bab 5
6 bab 6
7 bab 7
8 bab 8
9 bab 9
10 bab 10
11 bab 11
12 bab 12
13 bab 13
14 bab 14
15 bab 15
16 bab 16
17 bab 17
18 bab 18
19 bab 19
20 bab 20
21 bab 21
22 bab 22
23 bab 23
24 bab 24
25 bab 25
26 bab 26
27 bab 27
28 bab 28
29 bab 29
30 bab 30
31 bab 31
32 bab 32
33 bab 33
34 bab 34
35 bab 35
36 bab 36
37 bab 37
38 bab 38
39 bab 39
40 bab 40
41 bab 41
42 bab 42
43 bab 43
44 bab 44
45 bab 45
46 bab 46
47 bab 47
48 bab 48
49 bab 49
50 bab 50
51 bab 51
52 bab 52
53 bab 53
54 bab 54
55 bab 55
56 bab 56
57 bab 57
58 bab 58
59 bab 59
60 bab 60
61 bab 61
62 bab 62
63 bab 63
64 bab 64
65 bab 65
66 bab 66
67 bab 67
68 bab 68
69 bab 69
70 bab 70
71 bab 71
72 bab72
73 bab 73
74 bab 74
75 bab 75
76 bab 76
77 bab 77
78 bab 78
79 bab 79
80 bab 80
81 bab 81
82 bab 82
83 bab 83
84 bab 84
85 bab 85
86 bab 86
87 bab 87
88 bab 88
89 bab 89
90 bab 90
91 bab 91
92 bab 92
93 bab 93
94 bab 94
95 bab 95
96 bab 96
97 bab 97
98 bab 98
99 bab 99
100 bab 100
101 bab 101
102 bab 102
103 bab 103
104 bab 104
105 bab 105
106 bab 106
107 bab 107
108 bab 108
109 bab 109
110 bab 110
111 bab 111
112 bab 112
113 bab 113
114 bab 114
115 bab 115
116 bab 116
117 bab 117
118 bab 118
119 bab 119
120 bab 120
121 bab 121
122 bab 122
123 bab 123
124 bab 124
125 bab 125
126 bab 126
127 bab 127
128 bab 128
129 bab 129
130 bab 130
131 bab 131
132 bab 132
133 bab 133
134 bab 134
135 bab 135
136 bab 136
137 bab 137
138 bab 138
139 bab 139
140 bab 140
141 bab 141
142 bab 142
143 bab 143
144 bab 144
145 bab 145
146 bab 146
147 bab 147
148 bab 148
149 bab 149
150 bab 150
151 bab 151
152 bab 152
153 bab 153
154 bab 154
155 bab 155
156 bab 156
157 bab 157
158 bab 158
159 bab 159
160 bab 160
161 bab 161
162 bab 162
163 bab 163
164 bab 164
165 bab 165
166 bab 166
167 bab 167
168 bab 168
169 bab 169
170 bab 170
171 bab 171
172 bab 172
173 bab 173
174 bab 174
175 bab 175
176 bab 176
177 bab 177
178 bab 178
179 bab 179
180 bab 180
181 bab 181
182 bab 182
183 bab 183
184 bab 184
185 bab 185
186 bab 186
187 bab 187
188 bab 188
189 bab 189
190 bab 190
191 bab 191
192 bab 192
193 bab 193
194 bab 194
195 bab 195
196 bab 196
197 bab 197
198 bab 198
199 bab 199
200 bab 200
201 bab 201
202 bab 202
203 bab 203
204 bab 204
205 bab 205
206 bab 206
207 bab 207
208 bab 208
209 bab 209
210 bab 210
211 bab 211
212 bab 212
213 bab 213
214 bab 214
215 bab 215
216 bab 216
217 bab 217
218 bab 218
219 bab 219
220 bab 220
221 bab 221
222 bab 222
223 Bab 223
224 Akhir yang membahagiakan
225 promo novel baru
Episodes

Updated 225 Episodes

1
Bab 1
2
bab 2
3
bab 3
4
bab 4
5
bab 5
6
bab 6
7
bab 7
8
bab 8
9
bab 9
10
bab 10
11
bab 11
12
bab 12
13
bab 13
14
bab 14
15
bab 15
16
bab 16
17
bab 17
18
bab 18
19
bab 19
20
bab 20
21
bab 21
22
bab 22
23
bab 23
24
bab 24
25
bab 25
26
bab 26
27
bab 27
28
bab 28
29
bab 29
30
bab 30
31
bab 31
32
bab 32
33
bab 33
34
bab 34
35
bab 35
36
bab 36
37
bab 37
38
bab 38
39
bab 39
40
bab 40
41
bab 41
42
bab 42
43
bab 43
44
bab 44
45
bab 45
46
bab 46
47
bab 47
48
bab 48
49
bab 49
50
bab 50
51
bab 51
52
bab 52
53
bab 53
54
bab 54
55
bab 55
56
bab 56
57
bab 57
58
bab 58
59
bab 59
60
bab 60
61
bab 61
62
bab 62
63
bab 63
64
bab 64
65
bab 65
66
bab 66
67
bab 67
68
bab 68
69
bab 69
70
bab 70
71
bab 71
72
bab72
73
bab 73
74
bab 74
75
bab 75
76
bab 76
77
bab 77
78
bab 78
79
bab 79
80
bab 80
81
bab 81
82
bab 82
83
bab 83
84
bab 84
85
bab 85
86
bab 86
87
bab 87
88
bab 88
89
bab 89
90
bab 90
91
bab 91
92
bab 92
93
bab 93
94
bab 94
95
bab 95
96
bab 96
97
bab 97
98
bab 98
99
bab 99
100
bab 100
101
bab 101
102
bab 102
103
bab 103
104
bab 104
105
bab 105
106
bab 106
107
bab 107
108
bab 108
109
bab 109
110
bab 110
111
bab 111
112
bab 112
113
bab 113
114
bab 114
115
bab 115
116
bab 116
117
bab 117
118
bab 118
119
bab 119
120
bab 120
121
bab 121
122
bab 122
123
bab 123
124
bab 124
125
bab 125
126
bab 126
127
bab 127
128
bab 128
129
bab 129
130
bab 130
131
bab 131
132
bab 132
133
bab 133
134
bab 134
135
bab 135
136
bab 136
137
bab 137
138
bab 138
139
bab 139
140
bab 140
141
bab 141
142
bab 142
143
bab 143
144
bab 144
145
bab 145
146
bab 146
147
bab 147
148
bab 148
149
bab 149
150
bab 150
151
bab 151
152
bab 152
153
bab 153
154
bab 154
155
bab 155
156
bab 156
157
bab 157
158
bab 158
159
bab 159
160
bab 160
161
bab 161
162
bab 162
163
bab 163
164
bab 164
165
bab 165
166
bab 166
167
bab 167
168
bab 168
169
bab 169
170
bab 170
171
bab 171
172
bab 172
173
bab 173
174
bab 174
175
bab 175
176
bab 176
177
bab 177
178
bab 178
179
bab 179
180
bab 180
181
bab 181
182
bab 182
183
bab 183
184
bab 184
185
bab 185
186
bab 186
187
bab 187
188
bab 188
189
bab 189
190
bab 190
191
bab 191
192
bab 192
193
bab 193
194
bab 194
195
bab 195
196
bab 196
197
bab 197
198
bab 198
199
bab 199
200
bab 200
201
bab 201
202
bab 202
203
bab 203
204
bab 204
205
bab 205
206
bab 206
207
bab 207
208
bab 208
209
bab 209
210
bab 210
211
bab 211
212
bab 212
213
bab 213
214
bab 214
215
bab 215
216
bab 216
217
bab 217
218
bab 218
219
bab 219
220
bab 220
221
bab 221
222
bab 222
223
Bab 223
224
Akhir yang membahagiakan
225
promo novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!