Setelah badai api yang kuat di seluruh tambang menghilang, sosok ular 3 kepala kembali terlihat. Tapi kali ini, ular berkepala putih sudah berubah menjadi hitam sebab seluruh kulitnya terbakar oleh api.
Myro dapat merasakan bahwa ular putih itu tidak bergerak lagi, ia yakin bahwa ular putih tersebut sudah mati yang berarti bahwa targetnya sudah selesai. Sedangkan untuk ular hitam dan merah, mereka masih bertahan hidup meskipun terluka berat. Bagaimanapun badai api milik Myro terpusat pada ular putih, tidak aneh jika 2 kepala ular yang lain masih bisa bertahan. Terutama kepala ular merah yang memilki daya tahan api tertinggi, luka yang ia dapatkan dari serangan badai api Myro adalah yang paling ringan daripada kepala ular lain.
Walaupun 2 kepala ular yang lain masih hidup, Zhi Li dan Shi Yan tidak akan memberikan kesempatan kepada 2 kepala ular yang lain untuk memulihkan diri mereka, oleh karena itu Zhi Li dan Shi Yan memanfaatkan kesempatan ini.
Sebelum mereka bisa bergerak, tiba-tiba 2 kepala ular yang lain memisahkan kepala mereka dari tubuh yang sudah digabungkan. Mereka membentuk tubuh sendiri-sendiri sebab kematian kepala ular putih, apabila mereka masih bergabung maka kepala ular putih hanya akan memperlambat gerakan mereka.
Pada awalnya Zhi Li maupun Shi Yan terkejut dengan berpisahnya tubuh ular 3 kepala ini, tapi Zhi Li adalah yang paling awal sadar daripada Shi Yan. Ribuan jaring laba-laba muncul dari tangan Zhi Li yang bergerak dengan cepat di sekitar ular kepala merah, perlahan-lahan jaring tersebut membentuk sebuah penjara raksasa yang menjebak seluruh ular kepala merah tersebut.
"Aku tidak bisa membuat guru menunggu lebih lama lagi, jadi kau harus mati sekarang", kata Zhi Li dengan dingin sambil menatap penjara jaring laba-laba yang sudah selesai ia buat sebelumnya.
"Brak!".
Ular kepala merah berusaha menabrak penjara jaring laba-laba sampai hancur untuk melarikan diri, bahkan ia menembakkan api dari mulutnya untuk membakar jaring-jaring yang sudah memenjarakan dirinya.
Myro melihat jaring laba-laba yang mengepung ular kepala merah tersebut "Sebuah tungku api?".
Dari bentuk jaring milik Zhi Li, Myro menyadari bahwa jaring tersebut membentuk sebuah tungku tempat pembakaran. Myro memahami kenapa Zhi Li membentuk tungku pembakaran sebab api yang digunakan akan menjadi lebih kuat selama tetap berada di tengah-tengah tungku tersebut, masalahnya adalah apakah jaring laba-laba ini bisa menahan api tanpa terbakar sedikitpun seperti sebuah tungku besi.
Bunga Lotus api muncul di tangan Zhi Li, lalu ratusan Lotus api yang lain terbang di belakangnya.
"Sebenarnya aku baru memikirkan untuk membuat teknik ini, jadi aku belum tahu apakah ini cukup kuat atau tidak. Kau bisa merasa senang, ular merah! Kau adalah makhluk yang paling awal merasakan serangan milikku ini", kata Zhi Li yang melemparkan Lotus api di tangannya ke arah tungku jaring laba-laba "Teknik Khusus Lotus Api, Tungku Ledakan Bunga Api".
Ratusan Lotus api di belakang Zhi Li terbang ke arah tungku sebelum mulai membentuk badai api.
Saat badai api sudah terbentuk, Zhi Li mengangkat tangannya lagi "Sudah waktunya untuk menutup tungku ini!".
"Brak!".
Jaring laba-laba kembali muncul dari tangan Zhi Li yang menutup seluruh celah pada yang masih ada pada tungku.
"Booooom!".
Ledakan yang sangat besar terdengar dari tungku jaring laba-laba milik Zhi Li, tapi tidak ada api apapun yang pergi dari tungku, seluruh jaring laba-laba itu cukup kuat untuk menahan api.
Zhi Li sedikit berkeringat, mempertahankan jaring laba-laba menjadi sebuah tungku sama sekali tidak mudah, belum lagi ini adalah kemampuan Lotus api yang merupakan api terkuat miliknya. Jika bukan karena jaring milik Zhi Li adalah jaring Arachne, tungku ini pasti sudah hancur.
Shi Yan juga melihat gerakan Zhi Li, ia tahu bahwa ular merah pada tungku pasti tidak akan bertahan hidup lagi "Kalau begitu aku tidak bisa kalah terlalu lama, aku akan membunuhmu ular!".
Sebuah kapak emas muncul di tangan Shi Yan yang sudah bergabung bersama Ganesha.
Ganesha memiliki 4 tangan dan 3 senjatanya, di antaranya adalah kapak emas di tangan Shi Yan yang merupakan bagian dari 3 senjata milik Ganesha.
Kapak emas di tangan Shi Yan bersinar dengan terang, Shi Yan membuka matanya yang sudah ikut berubah menjadi warna emas "Persiapkan dirimu, ular! Di hadapan diriku, maka semuanya harus berlutut!".
Tanpa ragu sedikitpun, Shi Yan memukul kapak emasnya ke arah ular kepala hitam tersebut.
"Sssss!", ular kepala hitam itu mendesis dan menembakkan racun ke arah Shi Yan, tapi racun itu langsung terbakar di bawah kekuatan cahaya emas milik kapak Shi Yan.
"Kau pikir racun lemah seperti itu bisa membunuhku, kau terlalu meremehkan kami! Berbanggalah ular, karena bisa mati oleh serangan tuan Shi Yan dan Ganesha ini", kata Shi Yan yang memiliki kesombongan Ganesha.
"Slash!".
Ular kepala hitam itu langsung terbagi menjadi 2 bagian oleh kapak emas Ganesha, tidak ada kesempatan untuk bertahan hidup sedetikpun lagi.
Myro yang mengamati dari tadi tahu bahwa Shi Yan bergaya seperti Ganesha bukan karena ia sudah dikendalikan oleh Ganesha yang sama dengan sebelumnya, melainkan Shi Yan semakin dekat bersama Ganesha serta ia semakin ahli untuk mengendalikannya. Ia yang bisa memakai senjata Ganesha adalah bukti bahwa dirinya sudah semakin ahli memakai penggabungan bersama roh.
Tidak lama kemudian, suara pembakaran di tungku Zhi Li tidak terdengar lagi. Zhi Li perlahan-lahan menarik jaring laba-laba miliknya, akhirnya bentuk tungku itu menghilang sepenuhnya.
Di depan mata semua orang, ular kepala merah sudah terbakar sepenuhnya menjadi hitam. Bahkan keadaan ular merah ini tidak jauh lebih baik daripada ular putih yang sebelumnya terbakar oleh api Vermilion, lagipula kemampuan tungku untuk bisa memperkuat api sama sekali tidak bisa diremehkan. Oleh karena itu, untuk membuat pedang atau membakar sesuatu yang memiliki daya tahan api yang tinggi maka seseorang lebih sering memilih memakai tungku.
Ketika semua orang sudah selesai, Myro berjalan menuju mayat ular putih dan mengambil sebuah kristal inti monster di sana "Kalian sudah mengalahkan ular itu sendiri, jadi kalian bisa mengambil inti monster tersebut. Kita akan kembali sekarang, tujuan kita untuk mengalahkan semua monster di level 4 sudah selesai. Sedangkan untuk level 5, kekuatan kita sekarang masih belum cukup".
Zhi Li dan Shi Yan membuka bersama ke arah Myro "Terima kasih, patriak!".
Myro melambaikan tangan mereka dan membiarkan 2 orang itu pergi untuk mengambil kristal di mayat ular yang sudah mereka bunuh, selama waktu itu maka Myro menatap gerbang besi raksasa yang membatasi lantai 4 dengan 5, aura monster yang sangat kuat bisa dirasakan dari balik pintu tersebut "Jenderal Martial masih cukup sulit untuk di lawan dengan kekuatan yang sekarang!".
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 298 Episodes
Comments
LEO
g
2022-02-14
0
Anggi Angelina
shi yan aku suka gayamu👍
2022-02-02
0
Jimmy Avolution
Nice....
2022-01-03
0