"BUN"
Bunda menoleh sekilas Pada Naura yang sangat rapi untuk pergi ke toko buku Pada minggu sore ini, " Kamu belum berangkat"
" Sebentar lagi, " jawab Naura yang kini sudah duduk di meja makan Tubuhnya menghadap ke dapur, memperhatikan bundanya yang lagi-lagi sedang bereksperimen membuat kue, " Bun, " Panggilannya lagi
" Apa, Sayang, " sahut Bunda tanpa menoleh
" Tante Siska itu ternyata Pernah Punya anak Perempuan, loh, "
Bunda memelankan mesin mikser kemudian memusatkan perhatian Pada Putrinya, " Oh, iya "
Naura mengganguk, " Waktu makan malam kemarin kan Tante Siska sempat sebut nama Moza. di meja makan Dan, ternyata Moza itu adiknya Keenan"
" Terus, Moza ke mana ? Siska juga nggak cerita waktu kita makan malam di sana, " Bunda jadi Penasaran
" Moza Udah meninggal, Bun "
" Hah ? Bunda terkejut dan langsung mematikan mikser " Kamu nggak salah "
Naura menggeleng, " Makanya, kemarin Tante Siska minta aku nginap di rumahnya. katanya, wajahku bikin dia keinget sama Moza,"
Ekspresi wajah Bunda Prihatin " Bunda mendadak kasihan sama Keenan dan mamanya. Mereka Pasti terpukul banget kepergian orang yang mereka sayang"
Naura mengganguk, menyetujui Perkataan Bunda
" Makannya kamu harus baik-baik sama Keenan"
Naura mengerutkan keningnya, " Apa hubungannya, "
" Ya jelas ada. Bunda yakin, Keenan cuma berusaha kelihatan Kuat dan baik-baik di luar. Tapi, di balik itu semua, dia nutupin semua rasa sedihnya"
Naura terdiam. Dia berusaha mencerna semua Perkataan Bunda yang terdengar masuk akal. Berarti apa keceriaan Keenan selama ini hanya Palsu ?
Ting
Naura terkesiap. Dia membuka chat yang baru saja masuk ke Ponselnya. Dari Arsen, yang mengabarkan bahwa Cowok itu sudah sampai di depan rumahnya.
" Bunda Naura Pamit berangkat dulu, ya "Naura bangkit. menghampiri Bunda dan mengecup Pipi Bunda, kemudian bergegas menghampiri Arsen di depan rumahnya.
Ting
Naura meraih kembali Ponselnya yang baru saja dia simpan di tas kecilnya. Dia berdiri cukup lama di depan Pagar untuk membaca Chat yang baru saja masuk
...Keenan...
...Bisa temenin gue di taman terbuka hijau di belakang kompleks ? Gue lagi butuh teman buat Cerita...
" Ra, ayo masuk !"
Seruan Arsen yang duduk di balik kemudi mobilnya membuat Naura mengangkat kepalanya
" iya, Arsen " jawab Naura. Dia kemudian masuk ke mobil dan duduk di sebelah Arsen
Dalam perjalanan. Naura menyempatkan diri untuk membalas Chat dari Keenan
...Naura...
...Sorry gue udah ada acara sore ini...
Naura menyimpan kembali Ponselnya setelah memastikan sebaris kalimat itu terkirim
...•••...
" Udah ketemu buku yang kamu Cari," tanya Arsen, sudah sekitar sejam dia menemani Naura berkeliling toko buku, tetapi Naura belum juga menentukan akan membeli buku yang mana
" Belum nih Aku baca review-reviewnya dulu, deh, " Naura mengeluarkan Ponsel dalam tasnya dan berniat mencari review beberapa buku yang menarik minatnya melalui browser. Namun, sebuah notifikasi chat. yang membuat Naura urung Dia membuka chat yang rupanya sudah masuk ke ponselnya sejak sejam yang lalu
...Keenan...
...Gue akan tunggu sampai acara Lo selesai...
Naura berdecak kesal. Dia merasa serba salah. Dia mencoba untuk tidak memerdulikan Keenan. Bodo amat dia mau nunggu gue sampai subuh juga Gue nggak akan dateng ?
Naura kembali melakukan niat awalnya untuk menggunakan browser di Ponselnya. Baru saja sampai di halaman utama Google. Naura lupa harus mengetik apa yang tadi di kepalanya. Pikirannya kini ia kembali ke isi Pesan Keenan
Naura melirik waktu saat ini yang ditunjukkan Ponselnya, sudah Pukul 8.00 malam. Apakah Keenan benar-benar akan menunggunya ?
Dengan gelisah, Naura berjalan menyusul Arsen yang sedang berkeliling di rak buku kategori otomotif
" Arsen, aku Pulang duluan, ya. aku beli bukunya lain kali aja,"
Arsen meletakkan buku di tangannya ke tempat semula, " Loh kenapa Nggak ada buku yang kamu suka "
Naura menggeleng, " Bukan, Aku mau Pulang aja. kamu masih cari buku yang mau kamu beli ? Kalua gitu, aku duluan ya, " Naura hendak berbalik, tetapi suara Arsen mencegahnya
" Aku antar kamu Pulang, ya,"
" Nggak usah, Aku Pulang sendirian aja, yang Arsen " tolak Naura
" Aku juga udah selesai, kok, "
" Nggak apa-apa, Arsen Aku lagi mau Pulang sendiri aja. Sampai ketemu besok di sekolah, Bye !" Naura menyudahi Perdebatan antara mereka. Dia kemudian berjalan cepat menuju pintu keluar setelah melambaikan tangan sekilas pada Arsen
Naura berjalan menyusuri jalan menuju rumahnya dengan langkah cepat. jarak toko buku dengan rumahnya memang tidak terlalu jauh. Dia menghabiskan waktu 10 menit bila menempuhnya dengan berjalan kaki
..."Makanya kamu harus baik-baik sama Keenan"...
...Naura mengerutkan keningnya, " Apa hubungannya "...
..." Yang jelas ada. Bunda yakin, Keenan Cuma berusaha kelihatan baik-baik di luar Tapi, di balik itu semua, dia nutupin semua Rasa pedihnya,...
Kalau saja bukan karena percakapan dengan Bunda sore tadi, mungkin Naura tidak akan mau menyusul Keenan saat ini. terkadang mempunyai sifat yang tidak tegaan membuat Naura kesal sendiri Harusnya dia bisa memilih orang-orang tertentu yang patut dia belas kasihani, Namun tetap saja, dia tidak setega itu untuk memilih
Naura sudah berada di taman terbuka hijau di taman terbuka hijau di belakang kompleks perumahanya. Dia yakin tempat ini di maksud Keenan, walau ini adalah kali pertama Naura ke tempat ini
Naura mengedarkan pandangannya ke sekitar. suasana sudah sepi karena langit juga, sudah berubah menjadi gelap. Dengan mudahnya Naura bisa menemukan Keenan tengah duduk di salah satu bangku taman yang membelakanginya
Naura menghampirinya, kemudian berhenti tepat di sebelah bangku taman yang diduduki Keenan
" Lo masih nunggu, " tanya Naura Pelan
" Gue udah bilang, gue akan tunggu Lo sampai Lo datang, " sahut Keenan tanpa menoleh
" Kalau gue nggak datang, "
" Lo Pasti datang, " Keenan menyahut cepat, kemudian menoleh pada Naura" Gue nunggu karena gue yakin Lo Pasti datang, "
Naura tidak bersuara lagi, perlahan dia duduk di ujung bangku panjang yang diduduki Keenan. Mereka duduk di masing-masing ujung bangku
Untuk beberapa saat tidak ada yang mulai bersuara. Baik keenan maupun Naura mereka sama-sama menatap lurus Pemandangan taman yang sepi di hadapan mereka.
" Gimana keadaan Lo, " tanya Naura berbasa-basi. Dia merasa tidak nyaman dengan situasi ini. Namun, bagaimanapun dia harus mengerti bahwa Keenan dalam situasi yang butuh dihibur
" yang jelas, nggak sebaik waktu Moza masih ada, " jawab Keenan dengan nada lesu
Naura menoleh, Dia dapat menangkap raut kesedihan yang mendalam dari tatapan kosong Keenan
" Gue emang nggak punya adik, dan belum Pernah ngerasain kehilangan sosok yang Paling disayang. Tapi, kayaknya sedikit banyak gue ngerti Perasaan Lo sekarang, "
Keenan menoleh. Tatapannya bertemu dengan mata Naura yang juga sedang menatapnya
Naura langsung mengganguk sambil tersenyum kecil, " Gue Pernah Punya seseorang yang udah gue anggap seperti adik gue sendiri Keenan " Dia menatap lurus ke depan sambil terus bercerita " Kebetulan namanya juga Moza sama seperti adik, Lo"
Deg
Keenan membulatkan matanya, Sudah dianggap adik sendiri ? Keenan mengulang kalimat itu. Dia sudah menyadari bahwa Naura Pasti mengenal Moza. Namun, dia baru tahu bahwa ternyata keduanya sangat dekat, lebih dari dia duga selama ini
" Nggak tahu kenapa, gue ngebayangin Moza adik Lo itu mirip sama Moza yang udah gue anggap adik sendiri, Gue terpukul banget waktu tahu dia menghilang gitu aja tanpa kabar. Gue belum minta maaf sama dia. Gue merasa bersalah banget sama dia, " Naura menunduk tak kuasa menahan bebannya selama ini. Andai aja ada lorong waktu Doraemon sungguhan, Pasti Naura akan menyanggupi Permintaan Moza saat itu Pasti.
" Minta maaf, " Keenan masih belum mengerti. Dia butuh penjelasan sejelas-jelasnya
Naura tersadar. Dia mengangkat kepalanya dan dengan cepat mengusap air mata yang baru saja jatuh dari salah satu sudut matanya sebelum membasuh Pipinya, " Sorry gue malah cerita kesedihan gue, "
" Moza yang udah Lo anggap adik itu hilang ke mana ? Keenan berusaha mencari tahu lebih jauh
Naura menggeleng, " Dia nggak masuk sekolah lagi setelah hari itu. hari pada saat dia kirimin Pesan yang gue nggak balas, Gue nyesel banget karena nggak balas pesan itu, "
" Lo nggak ada Usaha buat cari tahu keberadaannya ?" Keenan mulai terpancing
Lagi-lagi Naura menggeleng sambil berusaha menguasai dirinya yang kini diliputi Perasaan bersalah, " Moza itu orangnya tertutup banget Dia nggak pernah cerita tentang keluarganya. Bahkan nggak ada, satu temannya pun yang tahu di mana rumahnya. Pihak sekolah juga seolah nggak memberikan jalan buat gue tahu di mana rumah Moza. siapa keluarganya, dan apa yang terjadi Sebenarnya sama dia,"
Keenan marah luar biasa. Ternyata selama ini semua orang mengenal Moza di SMP ANGKASA hanya tahu bahwa Moza menghilang hanya sebatas itu. Benar-benar tidak masuk akal ! Pihak sekolah juga rupanya menutupi apa yang sebenarnya terjadi Pada adiknya
" Kurang ajar " Keenan bersumpah dalam hati. Dia tidak akan mengampuni cowok itu
Hening Cukup lama tercipta, Tidak ada yang bersuara lagi setelah itu. Baik Naura maupun Keenan hanya mampu mendengar tiupan angin malam yang berbisik di telinga masing-masing
Entah beberapa lama keduanya berdiam diri dengan pikiran masing-masing yang jelas, Keenan lebih dahulu menyadari rintik-rintik hujan membasahi kepalanya. Dia lalu mengajak Naura untuk berteduh karena cepatnya rintik-rintik itu berubah menjadi hujan yang sangat deras
Keenan menuntun tangan Naura hingga berteduh di stand kecil yang biasa di gunakan untuk berjualan minuman dan Snack pada siang hari. Ukuran stand tidak terlalu besar membuat mereka harus saling berbagi tempat agar tidak terkena air hujan. Walua Pada akhirnya mereka tetap saja basah karena angin kencang meniup air hujan ke arah mereka
Keenan memperhatikan Naura yang sibuk mengusap kaus dan rambutnya yang sama sekali tidak bisa dibilang kering. Cewek itu benar-benar basah kuyup
Keenan buru-buru membuka jaketnya, kemudian mengurung tubuh mungil Naura dengan jaket itu, " Pakai jaket gue"
Naura menoleh pada keenan sambil berusaha melepaskan jaket itu dari tubuhnya, " jaket Lo juga basah. Sama aja bohong, "
Keenan masih berusaha menahan pergerakan Naura, " Pokoknya Lo nggak boleh hujan-hujanan kalua nggak sama gue !" kata Keenan bernada ancaman
" Emangnya kenapa, " tanya Naura heran
Keenan ingin sekali mengatakan bahwa keadaan basah kuyup seperti sekarang ini, dia dapat dengan mudah menebak warna Pakaian dalam Naura. Namun tentu saja itu sangat tidak sopan
" Pokoknya nggak boleh, Pokoknya Lo harus sama gue " tegas Keenan,tak terbantahkan," Sekarang Pakai jaketnya yang bener,"
Walau belum mengerti sepenuhnya, Naura menurut Dia akhirnya mengenakan jaket keenan walau sangat kebesaran di tubuhnya yang kecil
Keenan membalikkan tubuh Naura hingga mereka saling berhadapan. sambil menahan napasnya, dia membantu Naura mengetatkan ritsleting Jaket itu hingga tertutup sempurna, seraya berkata, " Gue, serius Ra Jangan Pernah hujan hujanan tanpa gue " katanya sambil menatap Naura sungguh-sungguh
Naura membeku, tak mampu untuk merespons apa pun. Perlakuan Keenan barusan membuat jantungnya berdebar tak karuan
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Haris Geisha
romantis banget deh
2022-01-31
0