MA ? sesampainya di rumah Keenan bergegas menghampiri mamanya yang sedang menyiapkan sesuatu di dapur
" Keenan, " Siska menyambut Keenan dengan Pelukan erat
" Gimana keadaan Mama, " tanya Keenan cemas, sambil membalas Pelukan hangat mamanya
" Mama baik-baik aja. " Siska melepaskan pelukannya, kemudian menangkup wajah Putranya dengan kedua tangannya" Ya ampun, Keenan kamu jadi kurus begini. Maafin Mama karena udah biarin kamu tinggal sendirian,"
Keenan Tersenyum mencoba untuk tidak membuat mamanya Cemas
" Aku baik-baik aja, Ma. Mama sendiri ... Udah nggak apa-apa balik ke rumah ini ?
Keenan Cemas luar biasa. Bagaimana tidak, mamanya memutuskan untuk tinggal sendirian di Bandung karena tidak kuasa tinggal di rumah ini yang Penuh dengan kenangan Moza. Dia hanya khawatir, Mamanya akan sedih siang dan malam seperti awal-awal kepergian Moza berbulan-bulan yang lalu bila memaksa untuk tinggal kembali di rumah ini.
Keenan tersenyum hangat, " Kamu nggak usah khawatir sama Mama Keenan," Dia mengusap kepala Keenan dengan Penuh kasih sayang lalu menatap Keenan," Mama sadar selama ini terlalu larut dalam kesedihan setelah kepergian adikmu. Padahal Mama masih Punya kamu di dunia ini. Mama nggak akan sia-siain kamu Sekali lagi, Maafin Mama ya "
Keenan tersenyum lega. Rasanya senang sungguh tak terkira ketika menyadari mamanya yang dahulu benar-benar sudah kembali Mama yang sayang dan Penuh Perhatian Padanya
" Makasih karena Udah mau balik ke rumah, Ma, " Ucap Keenan Pelan
Siska Tersenyum hangat, " Oh iya, tolong kamu undang Tante Mirna makan malam di sini malam ini. ajak juga anaknya,"
...•••...
Mirna dan Siska saling berpelukan melepas rindu belasan tahun tidak saling bertemu.
" Kamu sekali belum berubah Mirna Masih Cantik aja, " Puji Siska yang baru saja tiba di rumah teman lamanya malam ini
" Kamu bisa aja, " sahut Mirna malu-malu
Pandangan Siska seketika beralih pada gadis yang sejak tadi hanya berdiri diam di samping bundanya. Gadis itu sungguh sangat cantik dengan menggunakan dress semiformal yang Panjangnya selutut. Tampak sopan dan menawan rambut lurus diikat setengah ke belakang hingga mempertegas wajah cantiknya
" Kamu ... " Perkataan Siska menggantung ketika memperhatikan Naura yang balas menatapnya penuh senyum.
" Selamat malam Tante Nama saya Naura ? Naura memperkenalkan diri dengan Penuh santun
" Kamu ... " lagi-lagi, Siska kesulitan mendeskripsikan sosok Naura yang seolah sangat dikenalnya
Keenan sudah menduga akan seperti ini jadinya. Bukan hanya dirinya yang langsung menyadari Naura begitu mirip dengan Moza. Nyatanya mamanya juga merasakan hal yang sama.
" Ma Naura ini teman satu sekolahku lho " Keenan mencoba menyadarkan mamanya
" Oh, Gitu, " Siska langsung merespons singkat," kalua gitu, kita langsung ke meja makan aja yuk, " ajaknya kemudian
Makan di mulai. Mirna dan Siska larut dalam obrolan akan kenangan masa-masa di sekolah mereka dahulu sedangkan Keenan yang duduk berseberangan dengan Naura sejak tadi memandangi Cewek itu yang tampak lahap menyantap hidangan di meja makan.
Keenan yang menyadari Sejak tadi Naura terus melirik sambal mangga yang tidak terjangkau olehnya hanya bisa tersenyum geli. Naura tampak sungkan mengganggu obrolan asyik kedua orang tua di meja makan,dan seolah tidak sudi bila meminta bantuan Keenan untuk mengambilkannya
Pandangan mata Naura mengikuti mangkuk kecil berisi sambal mangga yang baru saja bergerak karena diangkatnya seseorang. senyumnya langsung mengembang begitu menyadari Keenan baru saja memindahkan sambal mangga itu ke dekatnya
Naura menatap keenan sekilas, sambil tersenyum, kemudian mengambil beberapa sendok sambal mangga kesukaannya dan menuangkannya ke Piring
Naura sama sekali tidak menyadari seberapa besar Pengaruh senyum singkatnya tadi. Keenan kini terpaku menatap Naura dia hampir tak percaya Naura baru saja Tersenyum padanya. hanya karena semangkuk sambal mangga. senyum di wajah Keenan mengembang tanpa bisa dia Cegah, walau senyuman Naura tadi hanya sepersekian detik, tetapi bagi Keenan itu adalah kemajuan pesat
" Naura, makanya Pelan-pelan dong kayak gak Pernah makan aja, " Bunda berbisik tepat di sebelah Naura
Naura memperlambat gerakan makanya, kemudian meneguk air Putihnya
" Gimana, masakan Tante kamu suka,kan," tanya Siska Pada Naura
" Suka banget Tan, Apalagi sambal mangganya Naura suka banget Enak tau," ucap Naura antusias
" Oh iya ? tanya Siska sangat antuasias, " Tante jadi ingat Moza, dia suka banget sambal mangga, sama seperti kamu, " Nada suaranya melemah
" Moza ? Naura mengulang sebuah nama yang baru saja disebutkan Tante Siska
" Mama mau tambah nasi lagi, " tanya Keenan Pada mamanya. ia sengaja mengalihkan Pembicaraan
" Nggak usah Mama udah kenyang Kok Keenan," jawab Siska, " Mungkin Naura mau nambah lagi sambal mangganya"
" Sudah Cukup Tan, Naura Udah kenyang. Makasih hidangannya masakan Tante Enak banget," jawab Naura sambil membalikkan sendok dan garpu, Kemudian menyilangkannya di Piringnya yang sudah kosong
...•••...
Setelah mengobrol beberapa saat di Ruang tamu, Mirna dan Naura Pamit Pulang
" kapan-kapan gantian kamu main ke rumah ya, Sis kita kan Udah jadi tetangga" kata Mirna yang sudah berdiri depan Pintu di utama
" iya, bisa diatur. Nanti aku main kalau suami aku Udah balik ke luar kota biar akrab sama suami kamu juga, "
Keduanya tertawa akrab dan kembali berpelukan sebelum benar-benar Pamit
" Naura Pamit Pulang ya, Tan, " Naura baru saja hendak berbalik menyusul Bunda yang sudah lama menunggu di luar tetapi Siska yang menangkup wajahnya dengan tiba-tiba membuat Naura Terkejut
" Kamu Cantik sekali," Puji Siska sambil menatap wajah Naura dengan sangat detail," Tante suka lihat wajahmu, bikin Tante jadi merasa dekat sama seseorang yang lagi Tante sangat rindu, " ucapannya Penuh haru kedua tangannya masih bertahan di kedua Pipi Naura
" M- Makasih, Tante, " sahut Naura yang masih setengah Terkejut
" Kamu mau, menginap kan di sini malam ini,"
" Ma," suara Keenan terdengar juga setelah beberapa saat lalu menahan diri melihat tindakan mamanya. Dia mendekat dan melepaskan tangan mamanya dari tangan Naura
" Kenapa ? Mama kan Cuma kangen. Mama Cuma mau merasakan Moz.."
" Ma, Cukup Naura ini bukan Moza Udah meninggal " suara Keenan meninggi tanpa di sadari
" Keenan ! " Naura menyadarkan Keenan bahwa tidak boleh membentak orang tua seperti itu, " iya Tante Naura akan temenin Tante lebih lama dari ini," Ucap Naura Pada Tante Siska. Dia lalu berbalik dan meminta bundanya untuk Pulang lebih dahulu. Dia akan Pulang agak lama
Keenan mengusap kasar wajahnya. sikap mamanya sungguh membuatnya frustasi. Padahal dia pikir, mamanya sudah mampu melupakan bayangan Moza di kepalanya. Namun rupanya, kehadiran Naura membuat mamanya kembali berharap Moza akan kembali
Keenan berjalan bolak-balik di depan kamar mamanya. Sudah lebih dari dua jam Naura menemani mamanya di dalam kamar. Entah sudah sejauh mana mamanya menceritakan sosok Moza kepada Naura.
Keenan ingin sekali untuk mencari tahu Dan, sebelum dia merealisasikan niatnya, Pintu kamar itu bergerak. seseorang membukanya dari dalam dan Naura muncul dari baliknya
" Tante Siska Udah tidur," kata Naura sambil menutup kembali Pintu kamar itu dengan sangat hati-hati, " Gue Pamit Pulang, ya "
" Gue antar Lo Pulang, ya " tawar Keenan cepat
Untuk beberapa saat, Naura tidak merespons tawaran Keenan
" ini Udah malam, nggak baik buat Cewek jalan sendirian malam-malam begini, " kata Keenan lagi
Naura dan Keenan berjalan bersisian menyulusuri jalanan kompleks. jarak rumah mereka tidak terlalu jauh hanya butuh berbelok di beberapa belokan jalan untuk sampai ke rumah Naura. kondisi malam yang sudah cukup larut dan dinginnya malam ini, entah mengapa membuat Perjalanan mereka sangat terasa sangat Panjang
Keenan berdehem beberapa kali untuk mengurangi kecanggungan yang sempat tercipta, " Nyokap gue Cerita apa aja tadi ke Lo "
Naura tidak langsung menyahut. Dia berpikir beberapa saat dan berusaha menjawab sehati-hati mungkin, " Lo Punya adik Cewek, ya"
Keenan Terkejut beberapa saat. Namun, sebisa mungkin dia mencoba menguasai diri
" Sebenernya Gue udah Feeling kalau Lo udah Punya saudara Perempuan,"
Keenan menoleh cepat karena ucapan Naura
" iya" Naura mengganguk sambil menatap Keenan sekilas, " Waktu Lo suruh gue masuk ke kamar bernuansa Pink itu, gue udah tebak Pasti Lo udah punya adik atau kakak Perempuan Tapi gue nggak bisa Pastiin karena nggak ada satu Pun Foto di rumah lo yang nunjukin itu"
Keenan kembali menatap jalanan lurus di depannya sambil mengimbangi langkah Pelan Naura. jelas saja Naura tidak menemukan foto Moza di rumahnya, karena memang di sengaja menyingkirkan foto adiknya dari sudut rumah. Agar kelak,bila mamanya memutuskan kembali Pulang seperti hari ini, Mamanya tidak kembali larut dalam kesedihan karena terus terbayang Moza
" Kenapa Moza bisa meninggal "
Deg
Keenan menghentikan langkah kakinya. Lagi-lagi hatinya bergejolak hebat ketika ada seseorang yang mengingatkan adik manisnya memang sudah meninggal. sudah pergi untuk selama-lamanya dan tidak akan Pernah kembali lagi
Langkah Naura ikut berhenti. Dia menoleh Pada Keenan dengan Perasaan bersalah, " Sorry, gue nggak bermaksud ..."
Keenan menghela nafas berat beberapa kali untuk menguasai dirinya sendiri," Nggak apa-apa, " jawabnya lemah sambil kembali melangkahkan kakinya
Untuk waktu yang Cukup lama, keduanya tidak bersuara lagi kesunyian malam semakin terasa. Keenan sibuk dengan Pikirannya. Dia yakin, Naura belum tahu bahwa Moza yang disebutkan mamanya tadi adalah Moza yang pernah bersekolah di SMP ANGKASA, yang keenan yakin dikenal Naura sebagai teman klub renang
" Makasih udah nganterin, gue"
Perkataan Naura menyadarkan Keenan bahwa mereka sudah sampai di rumah Naura. Naura baru saja membuka Pintu Pagar. Dan sebelum Naura benar-benar masuk, Keenan memanggilnya, membuat Naura menoleh kembali Padanya
" Naura "
Keenan dan Naura kini berdiri saling berhadapan. Naura menunggu Keenan bersuara dengan Penasaran. sementara Keenan, Cukup lama menatap Naura dengan tatapan yang sulit diartikan
" Apa," Naura menyahut karena tidak sabar
" Gue boleh minta satu hal sama Lo,"
Naura menatap Keenan Penuh tanya. Dia semakin tidak sabar menunggu Keenan kembali bersuara
" Gue mohon sama Lo Tolong jauhin Arsen," Keenan berucap dengan sungguh sungguh Entah mengapa Feeling-nya mendesak untuk menjauhkan Naura dari Arsen
" Lo Ngomong apa, sih "
" Gue serius,Ra !" Keenan Kembali berucap sebelum Naura kembali berbalik," Gue mungkin memang nggak berhak buat melarang Lo, tapi gue nggak mau Lo terluka,"
Naura mengerutkan keningnya sambil menggeleng. Dia tidak mengerti dengan ucapan Keenan barusan.
" Keenan, Arsen itu Teman gue dari SMP. menurut gue, dia itu Cowok yang baik. jadi, gue nggak ngerti maksud Lo apa gue nggak terluka gara-gara Arsen Ngerti Gue nggak Paham Maksud Lo apa Keenan ? Naura berbalik setelah menuntaskan Kalimatnya. Namun gerakan tangannya yang berniat mengunci Pagar rumahnya tiba-tiba saja berhenti karena mendengar ucapan Keenan selanjutnya
" Gue baik sama Lo, lebih dari dia. Gue Perhatian sama Lo, lebih dari dia, Gue sayang sama Lo lebih dari dia,"
Naura melanjutkan usahanya untuk mengunci Pagar rumahnya. kemudian memberanikan diri menatap Keenan yang masih menatap dengan tatapan yang Sulit diartikan,
" Selamat malam " Ucap Naura yang secara tidak langsung mengakhiri Perdebatannya dengan Keenan yang dia rasa sangat aneh
Keenan menatap berlalunya Naura hingga masuk ke rumah tanpa bisa berbuat apa-apa. Dia Pun bingung dengan dirinya sendiri. Dia sama sekali tidak berhak melarang Naura untuk dekat dengan siapa Pun. Namun entah mengapa hatinya berkata untuk menjauhkan Naura dari Arsen. Apa pun yang terjadi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Fakhriani Nur
vote n like for U Thor 👍👍
2022-09-28
0
Vio23 Vio23
next Thor
2022-01-30
0