Part 19 NAURA DAN MAMA

MA ? sesampainya di rumah Keenan bergegas menghampiri mamanya yang sedang menyiapkan sesuatu di dapur

" Keenan, " Siska menyambut Keenan dengan Pelukan erat

" Gimana keadaan Mama, " tanya Keenan cemas, sambil membalas Pelukan hangat mamanya

" Mama baik-baik aja. " Siska melepaskan pelukannya, kemudian menangkup wajah Putranya dengan kedua tangannya" Ya ampun, Keenan kamu jadi kurus begini. Maafin Mama karena udah biarin kamu tinggal sendirian,"

Keenan Tersenyum mencoba untuk tidak membuat mamanya Cemas

" Aku baik-baik aja, Ma. Mama sendiri ... Udah nggak apa-apa balik ke rumah ini ?

Keenan Cemas luar biasa. Bagaimana tidak, mamanya memutuskan untuk tinggal sendirian di Bandung karena tidak kuasa tinggal di rumah ini yang Penuh dengan kenangan Moza. Dia hanya khawatir, Mamanya akan sedih siang dan malam seperti awal-awal kepergian Moza berbulan-bulan yang lalu bila memaksa untuk tinggal kembali di rumah ini.

Keenan tersenyum hangat, " Kamu nggak usah khawatir sama Mama Keenan," Dia mengusap kepala Keenan dengan Penuh kasih sayang lalu menatap Keenan," Mama sadar selama ini terlalu larut dalam kesedihan setelah kepergian adikmu. Padahal Mama masih Punya kamu di dunia ini. Mama nggak akan sia-siain kamu Sekali lagi, Maafin Mama ya "

Keenan tersenyum lega. Rasanya senang sungguh tak terkira ketika menyadari mamanya yang dahulu benar-benar sudah kembali Mama yang sayang dan Penuh Perhatian Padanya

" Makasih karena Udah mau balik ke rumah, Ma, " Ucap Keenan Pelan

Siska Tersenyum hangat, " Oh iya, tolong kamu undang Tante Mirna makan malam di sini malam ini. ajak juga anaknya,"

...•••...

Mirna dan Siska saling berpelukan melepas rindu belasan tahun tidak saling bertemu.

" Kamu sekali belum berubah Mirna Masih Cantik aja, " Puji Siska yang baru saja tiba di rumah teman lamanya malam ini

" Kamu bisa aja, " sahut Mirna malu-malu

Pandangan Siska seketika beralih pada gadis yang sejak tadi hanya berdiri diam di samping bundanya. Gadis itu sungguh sangat cantik dengan menggunakan dress semiformal yang Panjangnya selutut. Tampak sopan dan menawan rambut lurus diikat setengah ke belakang hingga mempertegas wajah cantiknya

" Kamu ... " Perkataan Siska menggantung ketika memperhatikan Naura yang balas menatapnya penuh senyum.

" Selamat malam Tante Nama saya Naura ? Naura memperkenalkan diri dengan Penuh santun

" Kamu ... " lagi-lagi, Siska kesulitan mendeskripsikan sosok Naura yang seolah sangat dikenalnya

Keenan sudah menduga akan seperti ini jadinya. Bukan hanya dirinya yang langsung menyadari Naura begitu mirip dengan Moza. Nyatanya mamanya juga merasakan hal yang sama.

" Ma Naura ini teman satu sekolahku lho " Keenan mencoba menyadarkan mamanya

" Oh, Gitu, " Siska langsung merespons singkat," kalua gitu, kita langsung ke meja makan aja yuk, " ajaknya kemudian

Makan di mulai. Mirna dan Siska larut dalam obrolan akan kenangan masa-masa di sekolah mereka dahulu sedangkan Keenan yang duduk berseberangan dengan Naura sejak tadi memandangi Cewek itu yang tampak lahap menyantap hidangan di meja makan.

Keenan yang menyadari Sejak tadi Naura terus melirik sambal mangga yang tidak terjangkau olehnya hanya bisa tersenyum geli. Naura tampak sungkan mengganggu obrolan asyik kedua orang tua di meja makan,dan seolah tidak sudi bila meminta bantuan Keenan untuk mengambilkannya

Pandangan mata Naura mengikuti mangkuk kecil berisi sambal mangga yang baru saja bergerak karena diangkatnya seseorang. senyumnya langsung mengembang begitu menyadari Keenan baru saja memindahkan sambal mangga itu ke dekatnya

Naura menatap keenan sekilas, sambil tersenyum, kemudian mengambil beberapa sendok sambal mangga kesukaannya dan menuangkannya ke Piring

Naura sama sekali tidak menyadari seberapa besar Pengaruh senyum singkatnya tadi. Keenan kini terpaku menatap Naura dia hampir tak percaya Naura baru saja Tersenyum padanya. hanya karena semangkuk sambal mangga. senyum di wajah Keenan mengembang tanpa bisa dia Cegah, walau senyuman Naura tadi hanya sepersekian detik, tetapi bagi Keenan itu adalah kemajuan pesat

" Naura, makanya Pelan-pelan dong kayak gak Pernah makan aja, " Bunda berbisik tepat di sebelah Naura

Naura memperlambat gerakan makanya, kemudian meneguk air Putihnya

" Gimana, masakan Tante kamu suka,kan," tanya Siska Pada Naura

" Suka banget Tan, Apalagi sambal mangganya Naura suka banget Enak tau," ucap Naura antusias

" Oh iya ? tanya Siska sangat antuasias, " Tante jadi ingat Moza, dia suka banget sambal mangga, sama seperti kamu, " Nada suaranya melemah

" Moza ? Naura mengulang sebuah nama yang baru saja disebutkan Tante Siska

" Mama mau tambah nasi lagi, " tanya Keenan Pada mamanya. ia sengaja mengalihkan Pembicaraan

" Nggak usah Mama udah kenyang Kok Keenan," jawab Siska, " Mungkin Naura mau nambah lagi sambal mangganya"

" Sudah Cukup Tan, Naura Udah kenyang. Makasih hidangannya masakan Tante Enak banget," jawab Naura sambil membalikkan sendok dan garpu, Kemudian menyilangkannya di Piringnya yang sudah kosong

...•••...

Setelah mengobrol beberapa saat di Ruang tamu, Mirna dan Naura Pamit Pulang

" kapan-kapan gantian kamu main ke rumah ya, Sis kita kan Udah jadi tetangga" kata Mirna yang sudah berdiri depan Pintu di utama

" iya, bisa diatur. Nanti aku main kalau suami aku Udah balik ke luar kota biar akrab sama suami kamu juga, "

Keduanya tertawa akrab dan kembali berpelukan sebelum benar-benar Pamit

" Naura Pamit Pulang ya, Tan, " Naura baru saja hendak berbalik menyusul Bunda yang sudah lama menunggu di luar tetapi Siska yang menangkup wajahnya dengan tiba-tiba membuat Naura Terkejut

" Kamu Cantik sekali," Puji Siska sambil menatap wajah Naura dengan sangat detail," Tante suka lihat wajahmu, bikin Tante jadi merasa dekat sama seseorang yang lagi Tante sangat rindu, " ucapannya Penuh haru kedua tangannya masih bertahan di kedua Pipi Naura

" M- Makasih, Tante, " sahut Naura yang masih setengah Terkejut

" Kamu mau, menginap kan di sini malam ini,"

" Ma," suara Keenan terdengar juga setelah beberapa saat lalu menahan diri melihat tindakan mamanya. Dia mendekat dan melepaskan tangan mamanya dari tangan Naura

" Kenapa ? Mama kan Cuma kangen. Mama Cuma mau merasakan Moz.."

" Ma, Cukup Naura ini bukan Moza Udah meninggal " suara Keenan meninggi tanpa di sadari

" Keenan ! " Naura menyadarkan Keenan bahwa tidak boleh membentak orang tua seperti itu, " iya Tante Naura akan temenin Tante lebih lama dari ini," Ucap Naura Pada Tante Siska. Dia lalu berbalik dan meminta bundanya untuk Pulang lebih dahulu. Dia akan Pulang agak lama

Keenan mengusap kasar wajahnya. sikap mamanya sungguh membuatnya frustasi. Padahal dia pikir, mamanya sudah mampu melupakan bayangan Moza di kepalanya. Namun rupanya, kehadiran Naura membuat mamanya kembali berharap Moza akan kembali

Keenan berjalan bolak-balik di depan kamar mamanya. Sudah lebih dari dua jam Naura menemani mamanya di dalam kamar. Entah sudah sejauh mana mamanya menceritakan sosok Moza kepada Naura.

Keenan ingin sekali untuk mencari tahu Dan, sebelum dia merealisasikan niatnya, Pintu kamar itu bergerak. seseorang membukanya dari dalam dan Naura muncul dari baliknya

" Tante Siska Udah tidur," kata Naura sambil menutup kembali Pintu kamar itu dengan sangat hati-hati, " Gue Pamit Pulang, ya "

" Gue antar Lo Pulang, ya " tawar Keenan cepat

Untuk beberapa saat, Naura tidak merespons tawaran Keenan

" ini Udah malam, nggak baik buat Cewek jalan sendirian malam-malam begini, " kata Keenan lagi

Naura dan Keenan berjalan bersisian menyulusuri jalanan kompleks. jarak rumah mereka tidak terlalu jauh hanya butuh berbelok di beberapa belokan jalan untuk sampai ke rumah Naura. kondisi malam yang sudah cukup larut dan dinginnya malam ini, entah mengapa membuat Perjalanan mereka sangat terasa sangat Panjang

Keenan berdehem beberapa kali untuk mengurangi kecanggungan yang sempat tercipta, " Nyokap gue Cerita apa aja tadi ke Lo "

Naura tidak langsung menyahut. Dia berpikir beberapa saat dan berusaha menjawab sehati-hati mungkin, " Lo Punya adik Cewek, ya"

Keenan Terkejut beberapa saat. Namun, sebisa mungkin dia mencoba menguasai diri

" Sebenernya Gue udah Feeling kalau Lo udah Punya saudara Perempuan,"

Keenan menoleh cepat karena ucapan Naura

" iya" Naura mengganguk sambil menatap Keenan sekilas, " Waktu Lo suruh gue masuk ke kamar bernuansa Pink itu, gue udah tebak Pasti Lo udah punya adik atau kakak Perempuan Tapi gue nggak bisa Pastiin karena nggak ada satu Pun Foto di rumah lo yang nunjukin itu"

Keenan kembali menatap jalanan lurus di depannya sambil mengimbangi langkah Pelan Naura. jelas saja Naura tidak menemukan foto Moza di rumahnya, karena memang di sengaja menyingkirkan foto adiknya dari sudut rumah. Agar kelak,bila mamanya memutuskan kembali Pulang seperti hari ini, Mamanya tidak kembali larut dalam kesedihan karena terus terbayang Moza

" Kenapa Moza bisa meninggal "

Deg

Keenan menghentikan langkah kakinya. Lagi-lagi hatinya bergejolak hebat ketika ada seseorang yang mengingatkan adik manisnya memang sudah meninggal. sudah pergi untuk selama-lamanya dan tidak akan Pernah kembali lagi

Langkah Naura ikut berhenti. Dia menoleh Pada Keenan dengan Perasaan bersalah, " Sorry, gue nggak bermaksud ..."

Keenan menghela nafas berat beberapa kali untuk menguasai dirinya sendiri," Nggak apa-apa, " jawabnya lemah sambil kembali melangkahkan kakinya

Untuk waktu yang Cukup lama, keduanya tidak bersuara lagi kesunyian malam semakin terasa. Keenan sibuk dengan Pikirannya. Dia yakin, Naura belum tahu bahwa Moza yang disebutkan mamanya tadi adalah Moza yang pernah bersekolah di SMP ANGKASA, yang keenan yakin dikenal Naura sebagai teman klub renang

" Makasih udah nganterin, gue"

Perkataan Naura menyadarkan Keenan bahwa mereka sudah sampai di rumah Naura. Naura baru saja membuka Pintu Pagar. Dan sebelum Naura benar-benar masuk, Keenan memanggilnya, membuat Naura menoleh kembali Padanya

" Naura "

Keenan dan Naura kini berdiri saling berhadapan. Naura menunggu Keenan bersuara dengan Penasaran. sementara Keenan, Cukup lama menatap Naura dengan tatapan yang sulit diartikan

" Apa," Naura menyahut karena tidak sabar

" Gue boleh minta satu hal sama Lo,"

Naura menatap Keenan Penuh tanya. Dia semakin tidak sabar menunggu Keenan kembali bersuara

" Gue mohon sama Lo Tolong jauhin Arsen," Keenan berucap dengan sungguh sungguh Entah mengapa Feeling-nya mendesak untuk menjauhkan Naura dari Arsen

" Lo Ngomong apa, sih "

" Gue serius,Ra !" Keenan Kembali berucap sebelum Naura kembali berbalik," Gue mungkin memang nggak berhak buat melarang Lo, tapi gue nggak mau Lo terluka,"

Naura mengerutkan keningnya sambil menggeleng. Dia tidak mengerti dengan ucapan Keenan barusan.

" Keenan, Arsen itu Teman gue dari SMP. menurut gue, dia itu Cowok yang baik. jadi, gue nggak ngerti maksud Lo apa gue nggak terluka gara-gara Arsen Ngerti Gue nggak Paham Maksud Lo apa Keenan ? Naura berbalik setelah menuntaskan Kalimatnya. Namun gerakan tangannya yang berniat mengunci Pagar rumahnya tiba-tiba saja berhenti karena mendengar ucapan Keenan selanjutnya

" Gue baik sama Lo, lebih dari dia. Gue Perhatian sama Lo, lebih dari dia, Gue sayang sama Lo lebih dari dia,"

Naura melanjutkan usahanya untuk mengunci Pagar rumahnya. kemudian memberanikan diri menatap Keenan yang masih menatap dengan tatapan yang Sulit diartikan,

" Selamat malam " Ucap Naura yang secara tidak langsung mengakhiri Perdebatannya dengan Keenan yang dia rasa sangat aneh

Keenan menatap berlalunya Naura hingga masuk ke rumah tanpa bisa berbuat apa-apa. Dia Pun bingung dengan dirinya sendiri. Dia sama sekali tidak berhak melarang Naura untuk dekat dengan siapa Pun. Namun entah mengapa hatinya berkata untuk menjauhkan Naura dari Arsen. Apa pun yang terjadi.

Terpopuler

Comments

Fakhriani Nur

Fakhriani Nur

vote n like for U Thor 👍👍

2022-09-28

0

Vio23 Vio23

Vio23 Vio23

next Thor

2022-01-30

0

lihat semua
Episodes
1 Part 1 Pertemuan Awal
2 Part 2 Pertandingan
3 Part 3 PDKT
4 Part 4 Putih abu-abu
5 Part 5 Masa lalu
6 Part 6 CEMBURU
7 Part 7 TETANGGA NYEBELIN
8 Part 8 PANAS
9 Part 9 RUMIT
10 Part 10 Dinner
11 Part 11 Pelindungmu
12 Part 12 MAAF
13 Part 13 DIARY MOZA
14 Part 14 TEKA-TEKI
15 Part 15 SNOWBALL
16 Part 16 Khawatir
17 Part 17 CURIGA
18 PART 18 TRUTH OR DARE
19 Part 19 NAURA DAN MAMA
20 Part 20 Rain
21 Part 21 Ada apa sebenarnya dengan Naura ?
22 Part 22 JATUH CINTA
23 Part 23 SUKA
24 Part 24 GUE SAYANG SAMA LO NAURA
25 Part 25 MOZA LARASATI
26 Part 26 MULAI ADA RASA
27 Part 27 THE DISCUSSION
28 Part 28 RAHASIA YANG MULAI TERUNGKAP
29 Part 29 I'm loving you
30 Part 30 HURT
31 Part 31 mulai tidak peduli
32 Part 32 BEKU
33 Part 33 LEMBARAN YANG HILANG
34 Part 34 FLASHBACK
35 Part 35 MELAWAN KATA HATI
36 Part 36 TENTANG KEBAHAGIAAN
37 Part 37 MENJAUH
38 Part 38 DEVIl AND ANGEL
39 Part 39 Memilih
40 Part 40 RINDU
41 Part 41 MENGALAH
42 Part 42 YANG SEBENARNYA TERJADI
43 Part 43 Wifie ?
44 Part 44 Baikan ?
45 Part 45 Ethan & Salma
46 Part 46 JANGAN MEMAKSA HATI GUE ?
47 Part 47 TEMPAT PULANG
48 Part 48 THE KORTING
49 Part 49 Maju atau mengalah
50 Part 50 Harus Bahagia
51 Part 51 MAAF DAN TERIMA KASIH
52 Part 52 See you again
53 Part 53 Please buat dia bahagia
54 Part 54 DIA KEMBALI
55 Part 55 I LOVE YOU NAURA
56 Part 56 LDR
57 Part 57 akhir yang Bahagia
58 58
Episodes

Updated 58 Episodes

1
Part 1 Pertemuan Awal
2
Part 2 Pertandingan
3
Part 3 PDKT
4
Part 4 Putih abu-abu
5
Part 5 Masa lalu
6
Part 6 CEMBURU
7
Part 7 TETANGGA NYEBELIN
8
Part 8 PANAS
9
Part 9 RUMIT
10
Part 10 Dinner
11
Part 11 Pelindungmu
12
Part 12 MAAF
13
Part 13 DIARY MOZA
14
Part 14 TEKA-TEKI
15
Part 15 SNOWBALL
16
Part 16 Khawatir
17
Part 17 CURIGA
18
PART 18 TRUTH OR DARE
19
Part 19 NAURA DAN MAMA
20
Part 20 Rain
21
Part 21 Ada apa sebenarnya dengan Naura ?
22
Part 22 JATUH CINTA
23
Part 23 SUKA
24
Part 24 GUE SAYANG SAMA LO NAURA
25
Part 25 MOZA LARASATI
26
Part 26 MULAI ADA RASA
27
Part 27 THE DISCUSSION
28
Part 28 RAHASIA YANG MULAI TERUNGKAP
29
Part 29 I'm loving you
30
Part 30 HURT
31
Part 31 mulai tidak peduli
32
Part 32 BEKU
33
Part 33 LEMBARAN YANG HILANG
34
Part 34 FLASHBACK
35
Part 35 MELAWAN KATA HATI
36
Part 36 TENTANG KEBAHAGIAAN
37
Part 37 MENJAUH
38
Part 38 DEVIl AND ANGEL
39
Part 39 Memilih
40
Part 40 RINDU
41
Part 41 MENGALAH
42
Part 42 YANG SEBENARNYA TERJADI
43
Part 43 Wifie ?
44
Part 44 Baikan ?
45
Part 45 Ethan & Salma
46
Part 46 JANGAN MEMAKSA HATI GUE ?
47
Part 47 TEMPAT PULANG
48
Part 48 THE KORTING
49
Part 49 Maju atau mengalah
50
Part 50 Harus Bahagia
51
Part 51 MAAF DAN TERIMA KASIH
52
Part 52 See you again
53
Part 53 Please buat dia bahagia
54
Part 54 DIA KEMBALI
55
Part 55 I LOVE YOU NAURA
56
Part 56 LDR
57
Part 57 akhir yang Bahagia
58
58

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!