" GIMANA kalau kita main truth or Dare "
Kalimat usulan dari keenan barusan membuat Ethan, Satya, Miko dan Johan kompak menghentikan kegiatan menyantap sisa bakso di mangkuk masing-masing
Tatapan keempat temannya yang tidak juga disertai jawaban membuat Keenan mengulang kembali usulannya, " Gimana ? kita udah lama banget nggak main truth or dare, kan,"
Ethan yang duduk berseberangan dengan Keenan memberi respons Pertama. Dia menepuk tangannya sekali dan berucap dengan semangat
" Wah, Keenan kita kembali, guys, "
Ucapan Ethan itu bukan tanpa alasan. Belakangan ini, dia dan yang lain merasa keenan berubah menjadi Pendiam dan sering tidak membalas candaan yang biasa mereka lontarkan untuk memeriahkan suasana oleh karena itu, ketika menyadari Keenan mengusulkan Permainan truth or dare, Ethan merasa keenan yang dikenalnya sudah kembali. Karena mereka berlima Pasti akan heboh dan tidak berhenti tertawa setiap kali memainkan Permainan ini.
" Ayo !" Satya yang duduk di sebelah Ethan turut antusias. Dia menyingkirkan mangkuk bakso dari hadapannya
" Ayo!" Miko dan Johan juga menyanggupi
Mereka membersihkan meja kantin di hadapan masing-masing hingga tidak ada satu Pun benda Pun di sana.
Keenan tersenyum dalam diam. Dia berharap dalam Permainan ini, Dia berkesempatan mengajukan pertanyaan yang membuatnya Penasaran, yang dia yakini coba disembunyikan teman-temannya selama ini
Miko meletakkan botol mineral Plastik yang masih bersih air seperempatnya ke tengah-tengah meja di hadapan mereka.
" Siapa yang mulai, nih ? tanya Miko Penasaran
" Gue duluan !" Keenan mengambil alih botol itu, kemudian memutarnya di atas meja
Semua menunggu dengan harap-harap cemas, termasuk Keenan Dia sudah tidak sabar untuk bertanya Pada salah seorang di antara Teman-temannya. mungkin dengan cara ini, teman-temannya baru mau bercerita jujur Padanya
Keenan berdecak tanpa sadar. Bukan Ethan, Satya, Miko ataupun Johan seperti yang dia harapkan, melainkan Miko. Keenan sama sekali belum menyiapkan Pertanyaan yang dia tanyakan Pada Miko. karena tidak ada hal yang membuatnya Penasaran Pada temannya yang satu itu.
" Udah, langsung dare aja !" kata Keenan memutuskan
" Nggak bisa gitu, dong !" Miko tidak terima, " Gue nggak mau disangka homo lagi gara-gara tantangan kalian waktu itu. Gue Pilih truth aja," katanya memutuskan
" Siapa tuh, yang mau tanya, " Keenan mempersilahkan yang lain untuk bertanya
" Nggak minat, " Satya menanggapi dengan tidak berselera
" Apalagi gue !" Ethan ikut menyahut," Johan kali tuh, Penasaran berapa kali Miko ditolak cewek,"
" Sialan Lo Pada !" kesal Miko " Gini-gini gue belum Pernah di tolak cewek,"
" iya, tapi digantungin jawaban sering banget,kan ? sahut Ethan yang lagi-lagi memancing tawa yang lain
" Setan emang Lo, Than,! Daripada Lo, nembak aja nggak berani ," balas Miko
" Oke, nggak ada yang mau ditanya lagi ke Miko,kan kita lanjutin Permainannya Satya mencoba menengahi, walau dia sendiri sulit mengendalikan tawanya," sekarang giliran Lo yang Putar botolnya, Ko !" katanya mempersilahkan
Miko baru saja memutar botol di atas meja. Semuanya kompak menoleh Pada Ethan begitu botol itu sudah berhenti
" Gue Pilih dare !" kata Ethan tanpa ragu
" Nggak mau truth aja ? Keenan mencoba menghasut
Ethan menggeleng, " Ayo, ko Lo mau gue ngapain, " tantangnya langsung
" Apa, ya ? Miko mulai berpikir sambil mengedarkan Pandangannya ke sekitar," Nah kebetulan di sana ada Naura, tuh," tunjuknya Pada salah satu meja yang tidak terlalu jauh dari lokasi mereka
Ethan dan yang lain menoleh ke arah tunjuk Miko
" Terus Lo mau ngapain, " tanya Ethan Penasaran
" Coba Lo bikin Naura senyum Bisa, nggak ? tantang Miko, " Gampang dong, Lo kan udah sekelas sama dia hampir 6 tahun, " Miko menaik-turunkan alisnya menggoda Ethan, karena dia tahu Pasti, biarpun Ethan adalah teman sekelas Naura sejak duduk di kelas VII SMP, Naura terkenal Jutek dan tidak mudah Tersenyum Pada a orang lain
" Tantangan itu lebih cocok buat Keenan. Dia kan , nggak Pernah bisa buat Naura senyum sama dia, " sahut Satya, yang di tanggapi tawa oleh yang lain
" Gampang kalau itu, sih ! Ethan menyanggupi dengan sangat yakin Dia bangkit, kemudian menghampiri Naura yang tengah asyik berbincang dengan Santi dan Loli. Tanpa Permisi dia duduk tepat di sebelah Naura
Naura dan dua sahabatnya kompak menatap Ethan dengan kening berkerut
" Mau ngapain Lo di sini, " tanya Naura langsung
" Gue mau kasih tebak-tebakan buat kalian. Tanpa Janji, harus Ketawa kalau lucu, Oke, ?" kata Ethan menarik Perhatian ketiga cewek itu
" Awas aja kalau nggak lucu !" ancam Santi
Ethan berdehem Pelan sebelum melontarkan tebak-tebakannya, " jus apa yang rasanya menyakitkan,"
" Udah gue duga, " Satya berkomentar dari bangkunya
" Tebak-tebakan andalan Ethan,! sahut Keenan, Satya Miko dan Johan bersamaan. Mereka tidak tahan untuk tidak tertawa, bahkan Ethan memberikan jawaban
" sama tebak-tebakan aja, tuh anak belum bisa move on, " Miko geleng geleng kepala sambil memperhatikan tingkah Ethan yang seolah bangga dengan tebak-tebakan garingnya
" Nyerah, nyerah, " tanya Ethan memastikan pada Naura, Santi dan Loli
ketiga cewek itu hanya terdiam sambil sesekali melempar Pandangan satu sama lain. Hingga Ethan menyimpulkan bahwa mereka memang tidak bisa menjawab
" jus Paling menyakitkan adalah just a Friends, " Ethan meremas kemejanya sendiri dan berlagak seperti merasakan sakit di dadanya
Santi dan Loli kompak, tawa yang lebih mengarah karena geli melihat akting Ethan yang amatir dan terkesan berlebihan
" Lucu, kan, ? Ethan langsung menunjuk Santi dan Loli yang masih tertawa. Kemudian Senyumnya hilang ketika menunjuk Naura. Cewek itu sama sekali tidak tersenyum apalagi tertawa," Lucu,ya Ra "
Naura menghela nafas sekali, " ini udah kali kesepuluh Lo kasih tebak-tebakan yang sama ke gue sejak SMP, Lo nggak Punya tebak-tebakan yang lain".
Ethan menggaruk bagian kepala yang tidak gatal, " Lo hitungin ya, ternyata, gue jadi malu " katanya malu-malu
Beberapa saat kemudian, senyum di wajah Naura muncul Bagaimanapun, Naura menghargai Perjuangan Ethan yang selalu berusaha melihat orang di sekelilingnya tertawa
" Lo senyum !" seru Ethan sambil menunjuk Naura yang masih tersenyum
" lain kali kalau mau gabung, bawa tebak-tebakan yang baru,ya Bikin gue ketawa ngakak sekalian, " ujar Naura Pada Ethan, yang disambut cowok itu dengan hormat
" Siap, Nona "
Dengan riang, Ethan menjauh dari sana dan kembali bergabung dengan teman-temannya
" Gila, masih mempan aja tebak-tebakan zaman dahulu kala andalan Lo itu, " Satya menyambut Ethan dengan ejekan
" Bukan mempan, " Keenan ikut menyahut, " Gue yakin, Naura Cuma nggak tega sama Lo "
" Coba Lo bisa, nggak bikin Naura senyum kayak tadi, " tantang Ethan Pada keenan ketika sudah duduk di tempatnya semula
" Putar dulu botolnya, Than !" kata Satya mengingatkan
Ethan memutar botol di tengah-tengah meja. Entah ini sebuah kebetulan atau keberuntungan bagi Keenan untuk membuktikan sesuatu tutup botol itu berhenti tepat mengarah Pada Keenan
" Beruntung banget Lo, Keenan jangan mau kalah sama Ethan, " Satya mencoba menghasut
" Please jangan malu-maluin kayak Ethan yang kasih tebak-tebakan garing, ya," Satya menambahkan
" Biarpun garing, yang Penting Naura mau senyum sama gue," Ethan membela diri, " Gue yakin, walau Keenan akrobat sampai jungkir balik Naura nggak bakalan mau kasih dia senyum"
" Buktiin, Keenan ! Miko berseru sambil menepuk keras bahu Keenan berusaha memancing semangat cowok itu
" Pada berisik Kalian !" Keenan bangkit menghampiri Naura " kalian lihat baik-baik aksi gue"
" inget janji lo Keenan kalau Lo gagal Lo yang bayarin makanan kita semua ini " seru Satya, mengingatkan
Ethan, Satya, Miko dan Johan menanti dengan Penasaran apa yang dilakukan Keenan. keempatnya kompak mengerutkan kening ketika melihat Keenan bukannya menghampiri Naura, melainkan malah bergabung duduk dengan sekumpulan cewek adik kelas, yang kebetulan bersebalahan dengan Naura
Kehadiran Keenan tentu di sambut histeris oleh sekumpulan cewek di meja itu. Mereka hampir tidak percaya Keenan duduk di antara mereka.
Naura menoleh ketika menyadari keributan di dekatnya. Dia langsung membuang muka ketika tahu keributan itu tercipta karena keenan
" Gue ada tebak-tebakan Punya kalian, Tapi di Jawab ya ! kata Keenan memulai Percakapan
Sekumpulan Cewek di meja itu menggaguk antusias
" Ada Nenek masuk ke sumur keluarnya di mana ?"
Semua kebingungan. Cewek-cewek itu saling melempar pandangan satu sama lain. Hingga kemudian salah seorang dari mereka bersuara
" Keluarnya kepala duluan "
" Salah," sahut Keenan
" Terus apa jawabannya, " Cewek lainnya bersuara
" Di koran !" kata Keenan singkat
Semuanya kompak mengerutkan keningnya sambil tatap secara bergantian, " kok bisa di koran keluarnya, " tanya seorang dari mereka
" jadi, nenek itu keluarnya dalam bentuk berita Kematian di koran gara-gara kecebur sumur, "
mereka semua terpingkal mendengar penjelasannya itu
Seketika Naura membuang Pandangannya dengan cuek. Suasana di sekitarnya sudah berubah menjadi bising dengan cepatnya. Suara tawa terdengar di mana-mana akibat lelucon Keenan barusan
" Balik ke kelas, yuk !" ajak Naura Pada loli dan Santi. dia bangkit dan berjalan menuju Pintu keluar kantin
Keenan langsung melompat dari bangkunya hingga mengadang Langkah Naura yang berniat melewatinya. Gerakan Keenan yang terlalu tiba-tiba membuat jaraknya dengan Naura kini terpaut sangat dekat. Bahkan, mereka bisa merasakan ujung sepatu mereka saling beradu
Naura mundur satu langkah karena Terkejut, " Minggir, gue mau lewat, "
" Lo masih marah sama gue ? tanya Keenan tanpa bergeser sedikit Pun dari Pijakannya
" Ra kita ke kelas duluan, ya ! Loli menepuk Pelan bahu Naura kemudian berlalu Pergi bersama Santi keluar kantin
" Loli, Tunggu ... "
Keenan dengan cepat menggeser tubuhnya untuk menghalangi langkah Naura.
" Lo masih marah sama gue ? Keenan mengulang Pertanyaannya
" Emangnya kapan gue pernah nggak marah sama Lo, " sahut Naura angkuh
Keenan langsung menghela nafas sesaat, " Padahal gue udah seneng banget kemarin Lo manis banget waktu temenin gue yang lagi sakit, "
Naura membulatkan matanya. Dia memberikan tatapan Peringatan pada keenan, kemudian mengedarkan pandangannya untuk sekadar melihat reaksi Orang-orang yang sedang memperhatikan mereka.
" Lo nyuapin .... arrgghhk !" Perkataan keenan dengan cepat berganti rintihan Pelan ketika dengan tiba-tiba Naura menendang kakinya dengan sangat keras
" Ngigau kali Lo, " Naura langsung berlalu pergi tanpa menghiraukan Keenan yang sedikit menunduk karena menahan sakit di kakinya
Pemandangan itu sontak menciptakan tawa di meja Ethan dan keempat temannya tertawa melihat Keenan yang baru saja dipermalukan untuk kesekian kalinya oleh Naura
" Emang Cuma Naura yang bisa ngelawan Keenan, " komentar Satya ketika Keenan sudah kembali bergabung bersama mereka
" Sakit banget, ya keenan " goda Ethan, yang disambut gelak tawa yang lain
Keenan sedikit kesal. Namun, anehnya dia sama sekali tidak marah Pada teman-teman yang masih tidak berhenti menertawainya. justru, Keenan ikut tertawa Pelan. Ethan, Miko, Satya dan Johan memang Pandai sekali membuat suasana kebersamaan mereka menjadi ceria. Mereka tertawa Puas sekali, seolah ini adalah waktu terakhir mereka bisa tertawa bersama.
Tawa Keenan perlahan mereda. Dia memperhatikan temannya satu Persatu dalam diam. Dia sungguh tidak ingin keceriaan seperti ini berakhir di antara mereka, Dan bila saja bisa, dia tidak ingin mencurigai satu dari teman-temannya atas kepergian Moza. Dia sama sekali tidak ingin mereka semua terlibat dalam kasus Moza seandainya bisa
" Makasih traktirannya, Keenan, " seru Ethan masih sambil tertawa
" Semoga murah Rezeki, " Miko menambahkan
" kita balik ke kelas duluan ya, Keenan jangan lupa bayarin makanan kita-kita semua," Satya Pamit, Kemudian bergegas pergi diikuti yang lain
Keenan baru tersadar ketika keempat temannya itu sudah menghilang di balik Pintu kantin, " Sial " umpatnya kesal. Bukan hanya karena mendapat hukuman harus membayar lima mangkuk bakso Porsi jumbo berserta lima gelas es jeruk, melainkan juga Karena misinya gagal Keenan gagal membuat Teman temannya berkata jujur dalam Permainan truth or dare kali ini.
Getaran Ponsel di sakunya Seketika mengalihkan perhatiannya Keenan merogoh saku celananya, kemudian membuka Pesan yang baru saja masuk
...MAMA...
...Keenan, Mama sudah Pulang hari ini kamu langsung Pulang ya, Mama sudah masakin makanan kesukaan kamu...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Rio Rahmad
hhh Keenan lucu banget sih
2022-01-31
0