Keenan membaringkan tubuhnya di kasur Moza malam ini. Dia sungguh tidak bisa tidur. Kakinya seolah melangkah sendiri memasuki kamarnya.
kini bukan hanya Moza yang ada di kepala Keenan ketika memasuki kamar ini. Bayangan Naura ikut menyeruak di dalam pikirannya saat ini. Entah membiarkan Naura masuk ke kamar ini adalah keputusan yang tepat atau tidak. karena sekarang, ketakutan Keenan sedikit berkurang untuk masuk ke kamar ini
Masih dalam Posisi berbaring, Keenan mengambil Ponsel di saku celananya, kemudian mencari kontak seseorang di sana dan menghubunginya
Untuk kesekian lama, Keenan hanya mendengar nada sambung yang menoton dari ujung Ponselnya. Keenan memejamkan matanya ketika menyakini beberapa detik lagi sambungan telepon akan dihubungkan ke kotak suara. Namun dugaannya keliru. seseorang dari seberang sana.
" Halo ?
Keenan Langsung mengubah Posisi menjadi duduk. suara Naura di seberang sana membuat suaranya mendadak hilang. Dia masih sulit memercayai. Dia kira, Naura tidak akan mengangkat Panggilan darinya
" Halo ? suara Naura kembali terdengar
" Gue seneng banget, Lo angkat Panggilan dari gue, " sahut Keenan tanpa salam Pembuka
Hening sejenak. Baru kemudian, Naura menjawab dengan nada angkuh khasnya," karena gue nggak mau Lo dateng ke rumah gue malam-malam begini ?
Keenan tertawa Pelan. Rupanya Naura masih mengingat ancamannya beberapa waktu yang lalu
" Ada apa Lo telepon gue"
" Gue lagi kangen aja. Pengin denger suara Lo," jawab Keenan sambil tersenyum,walua dia yakin Naura di seberang sana tidak dapat melihat senyumnya
Hening lagi, kali ini lebih lama daripada sebelumnya
" kalau nggak ada yang penting, gue tutup teleponnya sekarang ! ancam Naura kesal
Keenan tersenyum semakin lebar. Naura masih tetep dingin Padanya, " jawaban gue tadi penting banget, Lo "
" Gue tutup sekarang ! jangan telepon lagi, Gue nggak akan angkat
Tuttt tuttt tuttt
Keenan menjauhkan Ponselnya ketika sambungan telah di Putus secara sepihak dari seberang sana. Mau sampai kapan Naura bersikap dingin padanya ?
Keenan kembali membaringkan tubuhnya sambil merentangkan tangannya lebar-lebar. Bersamaan dengan itu, sebelah tangannya masih menyentuh sesuatu di tepi kasur. Rupanya hair dryer yang sempat digunakan Naura belum disimpan di tempat semula.
Keenan kembali bangkit, kemudian meraih hair dryer itu untuk dia simpan. Dia membuka laci nakas untuk menyimpan hair dryer di sana, gerakan tangannya tiba-tiba berhenti ketika melihat sebuah buku diary yang berwarna merah ada di sana
Keenan mulai berpikir. Buku itu tampak asing baginya. Dia merasa tidak Pernah melihat buku itu di kamar ini. Padahal dia sudah menjelajahi setiap sudut kamar ini sejak kepergian Moza.
Keenan meraih buku berwarna merah itu membuka Halaman buku itu, dan langsung dapat mengenali tulisan Moza di sana. ini buku diary Moza
Keenan merasa beruntung karena menemukan buku diary Moza Karena dia yakin, banyak hal dalam buku ini yang bisa memberikannya Petunjuk dan menguak kasus tentang adiknya kesayangannya
Keenan membaca halaman pertama dengan Perasaan campur aduk. Hari itu, Keenan ingat betul hari itu. Hari ketika dia bertengkar hebat dengan Moza dua tahun yang lalu, Bahkan Moza menulis tanggal mereka bertengkar
15 September 2019
...ini pertama gue nulis buku diary. Gue pikir, selama ini buku diary nggak ada gunanya sama sekali. Dan, gue menganggap Orang-orang yang rajin nulis di buku harian adalah orang-orang yang gak punya kerjaan. karena waktu itu gue merasa cukup dengan adanya orang yang mau dengerin setiap curhatan gue. Orang yang paling gue sayang selain orang tua gue...
...Tapi, ternyata gue salah besar. Gue sadar hari ini bahwa buku diary jauh lebih baik untuk mencurahkan perasaan gue yang sesungguhnya ketimbang curhat sama seseorang yang udah gue percaya selama ini, tapi dia nggak bisa ngertiin perasaan gue sama sekali...
Keenan menutup buku itu rapat-rapat. Dia baru membaca dua Paragraf, tetapi rasanya sungguh berat baginya. Dia tahu betul orang yang dimaksud Moza dalam buku ini. Dia sadar betul, setelah kejadian itu Moza seolah menjaga jarak dengannya. Gadis itu tidak Pernah lagi curhat Padanya
Apa Keenan sudah mengatakan sesuatu yang salah saat itu ? sebagai seorang kakak, dia hanya ingin melindungi adik satu-satunya. Sungguh hanya itu
Keenan memejamkan matanya rapat-rapat. Hatinya bergejolak hebat saat ini. seandainya dia diizinkan untuk kembali ke tanggal itu, Pasti dia akan berbicara sehati-hati mungkin. Dia tidak ingin Moza menjauh darinya perlahan lahan hingga benar-benar meninggalkannya seperti saat ini
...•••...
" kamu diantar Pulang sama Siapa, "
Moza terlonjak kaget begitu menemukan Kakaknya sedang bersandar tepat di samping Pintu yang baru saja dia buka dengan hati-hati
" Sama temen, " Jawab Moza, Dia bergegas menutup pintu dan berbalik masuk ke rumah. Sialnya, terjadi hal yang paling tidak diharapkannya, Keenan mengikutinya dan berusaha mengimbangi langkahnya
" Temen apa, " Cerca Keenan
" Ya, Teman Moza lah Kak," jawab Moza dengan malas
" Cowok,"
Moza tidak tahan untuk tidak berhenti, Dia kemudian menatap Kakaknya dengan kesal, " Emang Moza nggak boleh Punya teman Cowok,"
" Kakak nggak bilang begitu, Cuma belakangan ini kamu kayak nyembunyiin sesuatu dari Kakak, Moza " Ungkap Keenan Pada akhirnya Pada Moza " Mana ada latihan renang sampai jam 10 malam begini Hampir tiap, hari lagi"
" Habis renang, Moza makam sama teman-teman, Udah ah. Moza capek, mau istirahat, " Moza melanjutkan langkah menuju kamarnya
Keenan masih saja mengikuti Moza hingga ke depan Pintu kamar.
" Kakak Cuma nggak mau kamu dekat sama cowok apalagi sampai pacaran sama cowok yang nggak bener,"
" Yang nggak bener Gimana, sih maksud Kakak ? Moza kembali menatap Keenan dengan emosi yang memuncak, " Nggak bener kayak Kak Keenan ? iya ? Cowok Playboy yang cuma mau mainin Perasaan Cewek,"
" Moza, kamu jangan kurang ajar, ya jaga omongan kamu," Nada suara Keenan mulai meninggi
" Loh, benar kan, apa kata Moza barusan Kak Keenan emang playboy satu sekolahan Moza udah pada tahu bahwa Kakak emang Playboy Makanya, Moza nggak Pernah mau ada yang tahu bahwa Kak Keenan itu Kakaknya Moza," Moza menyahut dengan nada suara yang tak kalah tinggi
Nafas Keenan sudah tidak beraturan karena berusaha keras menahan emosinya sendiri. Dia Pun tidak bisa menimpali kata-kata Moza barusan Predikat Playboy yang terlanjur tersemat pada dirinya memang sudah menyebar luas di sekolahnya, bahkan sampai ke beberapa sekolah lain, karena Mantannya tersebar di berbagai sekolah ibu Kota. Biarpun begitu Keenan sama sekali tidak pernah merusak cewek mana pun yang sempat jadi Pacarnya karena dia memandang adiknya, Moza melihat Pacar-pacarnya nya, sama saja seperti Moza. Dia tidak ingin Moza dirusak oleh cowok yang dari awal hanya ingin mempermainkan Perempuan.
" Pokoknya, Moza nggak mau sampai Kak Keenan jemput. Moza di sekolah. Moza malu Punya Kakak playboy kayak Kak Keenan," Moza masuk ke kamar hingga membanting Pintu tepat di hadapan Keenan
...•••...
Pagi-pagi sekali Ethan sudah sampai di sekolah. Padahal bunyi bel masuk diprediksi masih lebih dari setengah jam lamanya. Dia adalah makhluk kelima yang menampakkan diri Pagi ini di ruang kelas XII IPA 1
" Tumben dateng Pagi, Than," sapa teman sekelasnya yang duduk di Pojok kelas, namanya Diko
" Gue biasanya juga dateng Pagi, cuma males aja kalau langsung ke kelas," kata Ethan beralasan sambil duduk di bangkunya, di bagian tengah kelas
" Terus kenapa hari ini langsung masuk kelas," tanya Diko lagi
Ethan menoleh, " Gue Pinjem Buku matematika Lo, dong Mau salin soal dari soal dari Pak Beni kemarin"
" Huh, dateng Pagi ternyata ada maunya"
" Buruan deh Gue nyalinya Cepet kok gak lama," desak Ethan yang sudah berjalan mendekati meja Diko
" Soalnya doang, kan "
Ethan berdecak sekali, " Sama temen perhitungan banget, sih Gue lihat cara penyelesaiannya juga Nanti PR berikutnya, lo boleh salin Punya gue
deh," tawarnya
" Ogah, waktu itu Lo nawarin batrer juga ke Andi bukanya dapet nilai 100 malah Zonk. Gue nggak mau jadi korban berikutnya," tolak Diko mentah-mentah
" Tenang, yang selanjutnya bisa di Percaya. Gue minta bantuan Keenan dia. kan Pinter Matematika,"
Setelah melalui Perdebatan yang cukup Panjang, akhirnya Ethan berhasil membawa buku latihan Diko ke mejanya. Secepat yang dia bisa, Ethan menyalin sama persis dengan yang ada Pada buku Diko. Mulai dari Pemilihan kata, titik koma sampai jarak antarvariabel
Satu Persatu teman-teman sekelasnya mulai berdatangan, sebagian dari mereka heboh mencari teman yang sudah mengerjakan PR kemudian seseorang yang berdiri tepat di depannya membuat Ethan mendongak. Keenan berada di kelasnya
Ethan tidak memerdulikan Keenan. Dia yakin, temannya itu datang bukan untuk mencarinya, melainkan Naura
" Pagi banget Lo main ke sini Naura belum dateng !" kata Ethan yang kembali sibuk dengan kegiatannya
" Gue nyariin Lo, " jawab keenan sambil duduk di depan Ethan. Dia sengaja memutar tubuhnya berhadapan langsung dengan cowok itu
Ethan menghentikan gerakan menulisnya,kemudian menatap Keenan Curiga," Tumben Lo nyariin gue Emangnya ada apaan "
" Ada yang mau gue tanyain sama Lo"
Ethan mendadak risi, " Nada suara Lo biasa aja nggak ? Gue jijik denger suara Lo yang serius gitu,"
" Yee, gue Serius ini "
". Ada apaan, " kali ini Ethan merespons serius
" Lo kan belum Pernah Pacaran sama sekali, " kata keenan yang langsung ditanggapi Ethan dengan tatapan tak suka
" Nggak usah di Perjelas juga, kali Keenan" kata Ethan tersinggung, kalau saja bukan karena kebetulan kelas masih sepi. Ethan sudah Pasti sudah membungkam mulut Keenan dengan buku paket
" jadi, gue mau tanya selera Lo. Lo suka Cewek yang kayak gimana Ethan" Keenan melanjutkan pertanyaannya tanpa menghiraukan tatapan sinis Ethan
" Lo kenapa tiba-tiba tanya beginian sih"
" jawab aja buruan, Gue cuma mau tahu, " desak Keenan
" Yakin Lo mau tahu tipe Cewek yang gue suka kayak gimana, " Pancing Ethan, yang di jawab Keenan dengan anggukan Pelan, " Gue suka sama Cewek yang cantik, manis, rambutnya sedikit melewati bahu, tinggi sekitar 160 cm, kulitnya Putih,"
Keenan langsung mengerutkan keningnya," Spesifik banget. Emang Lo udah Punya target ? tanyanya heran Dan lagi, Keenan seperti mengenali Seseorang yang memiliki ciri-ciri yang disebutkan Ethan tadi
" Plus sama Punya sepasang lesung Pipit, " tambah Ethan yang kini melebarkan senyumnya
" Heh Lo mau coba nikung gue ? kesal Keenan, setelah mengerti Cewek yang dimaksud Ethan adalah Naura
Ethan langsung tertawa keras melihat reaksi serius yang ditunjukkan Keenan," Lagian Pertanyaan Lo aneh banget. Cowok sederhana kayak gue nggak perlu cewek Populer. Cukup cewek manis dan bisa ngertiin gue apa adanya,"
Keenan spontan melakukan gerakan seperti ingin muntah. kata-kata Ethan barusan dirasanya sangat menggelikan. Di tambah sikap dengan gerakan tangan Ethan yang sengaja dibuat berlebihan ketika berandai-andai tadi
" kenapa, sih lo tiba-tiba tanya Cewek yang gue suka ? tanya Ethan penasaran," Lo mau Cariin gue Cewek"
" Nggak, " jawab Keenan Cepat, " Gue cuma kasihan aja karena Lo udah kelamaan jomblo, " Keenan terbahak di akhir kalimatnya
" Sialan Emang, " umpat Ethan, " inget, Keenan Roda itu berputar. Nggak selamanya hubungan asmara si Playboy berakhir indah"
" Ih ada Keenan, Seger banget Pagi-pagi udah Lihat Pemandangan yang menyehatkan mata"
suara cewek dari arah pintu kelas membuat keenan menoleh. Santi baru saja masuk ke kelas bersama dengan Naura. mereka langsung menempati kursi masing-masing. Bedanya, Naura menoleh ke arahnya setelah duduk sedangkan Santi masih sempat sempatnya mencuri Pandangan ke arah Keenan
" Gue sekarang udah bukan Playboy lagi, Than," kata Keenan suara yang terdengar seperti memberikan pengumuman besar-besaran
" HM, mulai caper nih, anak " respons Ethan, kali ini dia mengerti kode dari keenan. Keenan Sengaja mengeraskan suaranya agar Naura mendengar Perkataannya
" Cewek yang jadi target gue sekarang cuma satu, dan ada di kelas ini, " Ucap Keenan lantang, sambil melirik ke meja Naura, " kalau gue berhasil dapetin dia, gue jamin gue nggak akan Pernah lepasin dia sampai kapanpun"
" Wuaaaa ... " suasana kelas mendadak ricuh akibat Pengumuman Keenan. sebagian besar di antara mereka sudah bisa menebak siapa yang di maksud Keenan
Naura memilih untuk tidak bereaksi apapun. walau debaran jantungnya saat ini sama sekali tidak bisa diajak bekerja sama. sedangkan Santi duduk di tepat hadapan Naura, mendadak salah tingkah sambil sesekali melirik ke arah Keenan
" Udah balik sana ke kelas, Lo," usir Ethan terang-terangan, " Bikin rusuh kelas orang aja"
Keenan menurut. Dia bangkit dan berjalan menuju Pintu kelas. Dalam perjalanannya, dia sengaja berhenti tepat di samping meja Naura, kemudian membuat ketukan berirama dari jari-jarinya tangannya di meja itu
Tuk, Tuk, Tuk, Tuk
Naura tersentak, kemudian mendongak. matanya langsung bertemu dengan mata keenan. Namun hanya sebentar karena cowok itu kembali melanjutkan langkah ke luar kelas. Naura hampir tak percaya, ketukan berirama itu mampu membuat Naura terus memperhatikan kepergian keenan
Tatapan Naura ke arah Pintu kelas Mendadak teralihkan oleh Santi yang tiba-tiba saja berbalik menghadapnya dengan senyuman mengembang sempurna
" Tadi Lo denger kan Naura dia ngetuk-ngetuk meja,kan ? tanya Santi sangat antusias, " Ya ampun tuh Cowok, emang Paling bisa narik Perhatiannya gue, " Santi menyentuh kedua pipinya yang memerah kemudian kembali membenarkan Posisi duduknya menghadap ke arah depan tanpa menunggu tanggapan Naura
Naura jadi Ragu. sebenarnya dia sendiri yang terlalu Percaya diri bahwa Cewek yang dimaksud Keenan tadi adalah dirinya ataukah Santi ?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Rio Rahmad
Keenan ku
2022-01-31
0