Part 12 MAAF

Naura semakin mendekatkan wajahnya ke wajah keenan, Dan ketika jaraknya hanya tinggal beberapa senti, sebuah tangan meraih tangannya Naura mendongak. Arsen menuntunnya untuk bangkit berdiri

" jangan kamu yang kasih nafas buatan sama dia" kata Arsen pada Naura. Dia lalu berujar pada Ethan yang duduk di dekat Keenan" Lo aja yang ngasih nafas buatan sama ini cowok,"

" Gue, " tanya Ethan menunjuk hidungnya sendiri, " Gue nggak bisa "

" Masa Lo nggak Pernah diajarin hal dasar nafas buatan Pas, SMP sih "

" Udah lupa, " jawab Ethan

Naura kemudian duduk kembali di tempatnya semula. Dia kemudian menarik Ethan agar semakin mendekat," Buruan gue ajarin Lo Buka mulutnya begini," Naura mencontohkan seperti yang dia lakukan tadi, " setelah itu, Lo ambil nafas banyak-banyak, Terus transfer lewat mulutnya,"

Ethan mempraktikkan semua dikatakan Naura. Dengan ragu-ragu dia mendekatkan wajahnya ke Keenan

" Buruan Ethan !" seru Naura tak sabaran, " Gue bantu tekan dadanya

Dengan nekat, Ethan mengambil nafas banyak-banyak kemudian menghabiskan jaraknya dengan Keenan. Namun, dia tidak bisa mentransfer nafas bantuan karena terhalang sesuatu. Rupanya mulutnya kini terhalang telapak tangan Keenan beberapa detik kemudian Keenan membuka matanya. Dia langsung menjauhkan wajahnya Ethan dari wajahnya

Keenan mengubah Posisinya menjadi duduk, " Mau ngapain Lo , " tanyanya terkejut Pada Ethan. Berkali-kali dia melakukan gerakan meludah karena mendadak jijik dengan hal yang dilakukan Ethan Padanya

Sikap yang ditunjukkan Ethan tidak jauh berbeda. Dia mengusap bibirnya sendiri," mimpi apa gue semalam hampir mau ngasih lo nafas buatan ke Lo "

Semua Orang kini bernafas lega melihat Keenan sudah sadarkan diri Kecuali Naura. Cewek itu tampak kesal dengan Keenan yang dia duga hanya pura-pura Pingsan

" Jadi Lo Pura-pura Pingsan, " kesal Naura Pada keenan

Keenan Langsung menatap Naura dengan datar, " Gue hampir kehilangan nyawa Lo masih nyanka gue Pura-pura Pingsan" katanya tidak terima

" Terus, kenapa Lo bisa tiba-tiba sadar,"

" jadi Lo mau gue nggak sadar untuk selamanya, "

Naura bangkit berdiri dengan kesal. Keenan selalu saja Punya kata-kata untuk membalas ucapannya

Arsen, mendekat Kemudian menyampirkan jas Cokelat miliknya di bahu Naura, " Pasti kamu kedinginan, lebih baik kamu aku antar Pulang,"

Keenan ikut bangkit. Dia kemudian menghampiri Naura dan menarik tangan cewek itu untuk berpindah ke Sebelahnya

" Gue masih Pegang amanat nyokapnya buat anterin Naura sampai rumah dengan selamat, " kata Keenan pada Arsen, " Ayo kita Pulang sekarang, " Ucapnya Pada Naura, kemudian menuntun Cewek itu untuk mengikuti langkahnya

Naura menahan tangannya sendiri sebelum Keenan membawanya semakin jauh. Dia kembali menunduk meraih high heels miliknya di tepi kolam. setelah itu, dia menyempatkan diri mengucapkan sesuatu Pada Arsen, " Sorry, aku balik duluan, ya"

Setelah satu kalimat itu, Keenan kembali melakukan Usahanya membawa Naura menjauh

Naura berusaha untuk tidak ambil Pusing dengan bisikan orang-orang yang kini tengah membicarakannya. Mereka semua bertanya-tanya maksud dari Perkataan keenan tentang amanat dari ibunda Naura. Naura yakin di sekolah nanti dia dan Keenan akan menjadi bahan gosip

Sesampainya di depan kafe, Naura menarik tangannya hingga terlepas dari genggaman Keenan

" Gue bisa jalan sendiri,"

Keenan berhenti melangkah, kemudian menoleh pada Naura yang menatapnya kesal. setelah membuang nafas kasar Keenan melanjutkan langkahnya menuju tempat Parkir mobilnya. sementara Naura mengekor di belakangnya

Keenan dan Naura sudah masuk ke mobil. Keenan melajukan mobilnya tanpa kata-kata. sementara Naura mengomentari keadaannya yang basah kuyup

" Gawat nih Bunda bisa marah kalau gue basah Kuyup kayak gini, "

Keenan melirik Naura sekilas, Kemudian kembali berkonsentrasi Pada jalanan di depannya, " Lo keringin di rumah gue aja Sebentar Karena baju lo itu basah, " katanya sukses membuat Naura menoleh, " Masih Jam 21.00 satu jam Cukup kok buat keringin baju Lo "

Naura tidak langsung menyahut. Dalam hati dia ingin menolak tawaran itu. Namun setelah dia Pikirkan kembali, saran dari Keenan barusan terdengar lebih baik ketimbang Pulang dalam keadaan seperti ini dan membuat bundanya Cemas

...•••...

" Masuk, " Perintah Keenan, " Lo mau sampai kapan berdiri di depan Pintu,"

Naura melangkah masuk ke rumah Keenan sebelum diperintah dua kali. Dia merasa sangat tidak nyaman dengan dress yang melekat di tubuhnya saat ini. terasa lembap dan dingin, membuat tubuhnya menggigil walua jas milik Arsen yang masih tersemat di bahunya sedikit membantu mengurangi rasa dingin itu.

Naura mengikuti langkah keenan yang terus berjalan semakin ke dalam. Dia kemudian ikut berhenti ketika Keenan terdiam di depan pintu sebuah kamar. sebelah tangan cowok itu menggenggam daun Pintu sebuah kamar. sebelah tangan cowok itu menggenggam daun Pintu itu cukup lama, Seolah ragu untuk membukanya

Baru saja Naura membuka mulutnya untuk bersuara, Keenan sudah membuka lebar kamar itu, Nuansa soft Pink menyambut membuat Naura dapat menebak dengan mudah bahwa ini adalah kamar Perempuan

Keenan masuk ke kamar itu, lalu mengambil sesuatu dari laci nakas itu." Lo keringin Pakai ini," katanya sambil meletakkan hair dryer di atas spring bed," Lo tunggu di sini, Gue ambiliin Lo baju ganti," Keenan bergegas keluar dari kamar dan masuk ke ruangan sebelah

Naura melangkah ragu memasuki kamar bernuansa Pink itu. Dia melepaskan jas milik Arsen dan meletakkannya di tepi spring bed. Naura tidak langsung menyalakan hair dryer untuk mulai mengeringkan rambutnya. dia malah mengitari kamar itu sambil melihat benda-benda yang ada di sana

Sudah jelas ini adalah kamar Perempuan Apakah Keenan punya adik Perempuan Atau Kakak perempuan ? Naura jadi Penasaran sendiri. Dia kemudian berjalan mendekati lemari Pakaian di sudut kamar. Bila benar ini kamar adik atau kakak perempuan Keenan, bukankah seharusnya Naura bisa meminjam salah satu Pakaiannya ? Mengapa Keenan malah keluar untuk mengambil baju ganti untuk nya

Naura meraih gagang Pintu lemari itu, kemudian membukanya Perlahan. Belum ada 10 senti Pintu itu terbuka, seseorang sudah mendorongnya cepat hingga membuat Pintu lemari itu kembali tertutup rapat

Naura sungguh terkejut. Apalagi ketika sebuah suara terdengar penuh ancaman tepat di telinganya

" jangan sentuh apa pun di kamar ini Tanpa izin gue, "

Tubuh Naura mendadak kaku. Suara bentakan barusan kali pertama. didengarnya dari Cowok itu. Naura sungguh ingin menyingkir segera dari sana, tetapi Keenan masih bertahan di posisinya. Dada cowok itu menempel rapat di Punggungnya

" Ganti baju Lo Pakai kaus ini, " Keenan mengulurkan sebuah kaus pada Naura. Dia kemudian berbalik Pergi setelah Naura menyambut Pemberiannya dengan tangan sedikit gemetar

Naura baru bisa bernafas lega begitu mendengar Pintu kamar ditutup. Dia berbalik dan Keenan sudah tidak ada di kamar ini

Tuh, Cowok kerasukan apa, sih

Tanpa berniat membuang waktu. Naura segera mengganti Pakaiannya dengan kaus Pemberian Keenan. Cowok itu sepertinya sengaja memilihkan kaus yang berukuran besar hingga tubuh mungil Naura seolah tenggelam di balik kaus ini. Saking besarnya, Panjang kaus itu menutupi hampir seluruh pahanya

" Baguslah. ini nggak terlalu buruk dan Cukup nyaman juga, " komentarnya

Naura lalu duduk di tepi kasur dan menyalakan hair dryer untuk mengeringkan rambutnya yang masih lembap

Suara ketukan Pintu terdengar di sela kesibukannya mengeringkan rambut. Naura mematikan sejenak hair dryer di tangannya, kemudian berjalan untuk membukakan Pintu itu yang sebelumnya dia kunci ketika berganti Pakaian

Keenan muncul ketika Naura membuka lebar Pintu itu. Cowok itu sudah berganti Pakaian dengan kaus santai dan celana Pendek

" Sesuai yang Lo minta, gue nggak sentuh benda apa pun di kamar ini selain hair dryer dan kaus ini," kata Naura bernada angkuh menyentuh kaus yang dikenakannya

Keenan menatap penampilan Naura dengan tatapan kikuk. Jantungnya berdebar tak karuan ketika menyadari bahwa cewek itu tengah mengenakan kaus miliknya. Dia tiba-tiba merasakan sesuatu yang aneh dalam dirinya Dia merasa jadi sangat dekat dengan Naura walau kenyataannya Cewek itu masih sulit untuk diraih hingga detik

Naura menyadari perubahan ekspresi Keenan yang mendadak membuatnya Canggung. Dia mulai dapat menebak apa yang dipikirkan Cowok saat ini. tanpa kata-kata lanjutan, Naura berbalik dan kembali duduk di tepi ranjang untuk melakukan kegiatan awalnya mengeringkan rambut.

Keenan menyusul dengan langkah ragu sambil menggaruk bagian belakang kepalanya walau tidak gatal sama sekali. Dia kemudian ikut duduk di tepi ranjang tepat di sebelah Naura

Naura Pura-pura tidak Peduli. Yang dia inginkan saat ini adalah cepat-cepat mengeringkan rambut serta pakaiannya, kemudian bergegas Pulang

Keenan menatap Naura dalam diam. Dia mendadak menyesal karena sempat membentak Cewek itu tadi. Dia sungguh kehilangan akal sehatnya saat Naura mencoba membuka lemari Pakaian, yang mungkin saja akan kembali mengingatkannya Pada sosok Moza

Keenan juga tidak ingin membiarkan Naura memakai Pakaian Moza. itu sama saja menyiksa diri sendiri. karena dia yakin, Naura akan terlihat semakin mirip dengan adiknya

Keenan mengambil hair dryer dari tangan Naura ketika menyadari cewek itu kesulitan mengeringkan rambut bagian belakang

Naura terpaku untuk beberapa saat. Dia hanya terdiam sambil sesekali berusaha menahan debaran jantungnya yang tidak menentu ketika merasakan tangan Keenan menyentuh rambut bagian belakangnya dan mengeringkannya

" Maafin gue ya, " kata Keenan tepat di belakang Naura, " Gue tadi sama sekali nggak bermaksud untuk bentak Lo tadi,"

Naura masih bergeming. Suara Keenan yang terdengar sangat dekat itu sama sekali tidak membantu meredakan debaran jantungnya saat ini Namun, justru semakin hebat

Untuk waktu Cukup lama, keduanya tidak bersuara lagi. Baik keenan maupun Naura sedang sibuk menenangkan Debaran jantungnya masing-masing, Ditambah kini, Keenan jadi terbuai dengan aroma segar buah-buahan dari rambut Naura

" Gue udah lihat Videonya, kocak banget sumpah, " Satya tak henti-hentinya tertawa membayangkan video yang di maksudnya. Aksi tidak bisa diamnya itu tentu menarik perhatian setiap orang yang melewati koridor menuju kantin

Miko ikut terbahak di samping Satya,"kenapa nggak beneran aja sih Than, Lo kasih nafas buatan buat Keenan," tanyanya langsung pada Ethan

" Kampret ! Kalian bisa pada diem nggak sih, " kesal Ethan. Dia tidak habis Pikir, masih ada saja Orang gila yang sempat-sempatnya mengabadikan momen memalukan ini malam Minggu lalu ! kemudian menyebarkannya di grup sekolah

Johan ikut Terkekeh-kekeh Pelan. Dia kemudian menoleh pada keenan yang sejak tampak tidak peduli dengan pembahasan menggelihkan itu." Bisa banget modus Lo, Keenan, " katanya Pada Keenan sambil geleng-geleng kepala

" jadi, Lo beneran modus biar Naura kasih Lo nafas buatan," tanya Satya memastikan Pada Keenan

" Udah Pasti modus itu Keenan seratus Persen," yakin Johan, " Gue tahu Keenan emang nggak bisa berenang Tapi dia jago banget nahan nafas dalam air semenit 2 menit mah, bukan apa-apa buat dia,"

Semua kompak menatap Keenan yang masih tidak bersuara. Diamnya cowok itu membuat yang lain menyimpulkan bahwa Perkataan Johan adalah benar

Ethan adalah yang Paling marah saat ini." Sialan emang ! Hampir aja gue jadi korbannya, "

Satya dan Miko semakin terbahak melihat reaksi Ethan

" Lagian kenapa Lo, Gantiin Naura sih Keenan tak kalah kesal Pada Ethan yang merusak rencananya, " Udah bagus Naura yang kasih nafas buatan buat gue,"

" Arsen yang narik dia, " balas Ethan

" Ya, Lo harusnya jangan mau gantiin,"

" Lo, nggak kasih gue kode, sih"

" Lo-nya aja yang nggak Peka,"

Ethan dan Keenan masih menyalahkan satu sama lain. Hingga kemudian, Perhatian Keenan teralihkan Pada tiga orang Cewek yang berjalan melewatinya. salah seorang di antara tiga Cewek itulah yang tidak bisa mengalihkan tatapannya sedikit Pun

Naura balas menatap Keenan. Namun, mata mereka hanya bertemu sedetik karena Naura dengan cepat mengalihkannya ke lain arah sedangkan Santi yang berjalan di sebelah Naura justru menatapnya Keenan dengan malu-malu

" Aduh, Keenan lagi lihatin gue, " bisik Santi, malu-malu. Dia sibuk merapikan rambut dengan jari-jarinya karena salah tingkah

Naura tidak menoleh lagi ke arah Keenan. Dia langsung menarik tangan Santi dan Loli untuk berjalan semakin cepat. ada yang aneh dengan Perasaannya

Keenan masih menatap Naura. walau Cewek itu sudah menghilang di belokan koridor

Terpopuler

Comments

Haris Geisha

Haris Geisha

next Thor lanjut

2022-01-31

0

lihat semua
Episodes
1 Part 1 Pertemuan Awal
2 Part 2 Pertandingan
3 Part 3 PDKT
4 Part 4 Putih abu-abu
5 Part 5 Masa lalu
6 Part 6 CEMBURU
7 Part 7 TETANGGA NYEBELIN
8 Part 8 PANAS
9 Part 9 RUMIT
10 Part 10 Dinner
11 Part 11 Pelindungmu
12 Part 12 MAAF
13 Part 13 DIARY MOZA
14 Part 14 TEKA-TEKI
15 Part 15 SNOWBALL
16 Part 16 Khawatir
17 Part 17 CURIGA
18 PART 18 TRUTH OR DARE
19 Part 19 NAURA DAN MAMA
20 Part 20 Rain
21 Part 21 Ada apa sebenarnya dengan Naura ?
22 Part 22 JATUH CINTA
23 Part 23 SUKA
24 Part 24 GUE SAYANG SAMA LO NAURA
25 Part 25 MOZA LARASATI
26 Part 26 MULAI ADA RASA
27 Part 27 THE DISCUSSION
28 Part 28 RAHASIA YANG MULAI TERUNGKAP
29 Part 29 I'm loving you
30 Part 30 HURT
31 Part 31 mulai tidak peduli
32 Part 32 BEKU
33 Part 33 LEMBARAN YANG HILANG
34 Part 34 FLASHBACK
35 Part 35 MELAWAN KATA HATI
36 Part 36 TENTANG KEBAHAGIAAN
37 Part 37 MENJAUH
38 Part 38 DEVIl AND ANGEL
39 Part 39 Memilih
40 Part 40 RINDU
41 Part 41 MENGALAH
42 Part 42 YANG SEBENARNYA TERJADI
43 Part 43 Wifie ?
44 Part 44 Baikan ?
45 Part 45 Ethan & Salma
46 Part 46 JANGAN MEMAKSA HATI GUE ?
47 Part 47 TEMPAT PULANG
48 Part 48 THE KORTING
49 Part 49 Maju atau mengalah
50 Part 50 Harus Bahagia
51 Part 51 MAAF DAN TERIMA KASIH
52 Part 52 See you again
53 Part 53 Please buat dia bahagia
54 Part 54 DIA KEMBALI
55 Part 55 I LOVE YOU NAURA
56 Part 56 LDR
57 Part 57 akhir yang Bahagia
58 58
Episodes

Updated 58 Episodes

1
Part 1 Pertemuan Awal
2
Part 2 Pertandingan
3
Part 3 PDKT
4
Part 4 Putih abu-abu
5
Part 5 Masa lalu
6
Part 6 CEMBURU
7
Part 7 TETANGGA NYEBELIN
8
Part 8 PANAS
9
Part 9 RUMIT
10
Part 10 Dinner
11
Part 11 Pelindungmu
12
Part 12 MAAF
13
Part 13 DIARY MOZA
14
Part 14 TEKA-TEKI
15
Part 15 SNOWBALL
16
Part 16 Khawatir
17
Part 17 CURIGA
18
PART 18 TRUTH OR DARE
19
Part 19 NAURA DAN MAMA
20
Part 20 Rain
21
Part 21 Ada apa sebenarnya dengan Naura ?
22
Part 22 JATUH CINTA
23
Part 23 SUKA
24
Part 24 GUE SAYANG SAMA LO NAURA
25
Part 25 MOZA LARASATI
26
Part 26 MULAI ADA RASA
27
Part 27 THE DISCUSSION
28
Part 28 RAHASIA YANG MULAI TERUNGKAP
29
Part 29 I'm loving you
30
Part 30 HURT
31
Part 31 mulai tidak peduli
32
Part 32 BEKU
33
Part 33 LEMBARAN YANG HILANG
34
Part 34 FLASHBACK
35
Part 35 MELAWAN KATA HATI
36
Part 36 TENTANG KEBAHAGIAAN
37
Part 37 MENJAUH
38
Part 38 DEVIl AND ANGEL
39
Part 39 Memilih
40
Part 40 RINDU
41
Part 41 MENGALAH
42
Part 42 YANG SEBENARNYA TERJADI
43
Part 43 Wifie ?
44
Part 44 Baikan ?
45
Part 45 Ethan & Salma
46
Part 46 JANGAN MEMAKSA HATI GUE ?
47
Part 47 TEMPAT PULANG
48
Part 48 THE KORTING
49
Part 49 Maju atau mengalah
50
Part 50 Harus Bahagia
51
Part 51 MAAF DAN TERIMA KASIH
52
Part 52 See you again
53
Part 53 Please buat dia bahagia
54
Part 54 DIA KEMBALI
55
Part 55 I LOVE YOU NAURA
56
Part 56 LDR
57
Part 57 akhir yang Bahagia
58
58

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!