Part 10 Dinner

" PLEASE jangan di bales, Please jangan dibales, Please Jangan dibales, Please Jangan dibales, "

Mulut Naura komat-kamit seperti sedang menghafalkan mantra, jari-jari tangannya saling bertautan, seperti sedang memohon sesuatu, matanya terus menatap Ponsel yang dia letakkan di atas meja belajarnya

kalua saja Bunda tidak menjanjikan akan mengizinkannya pergi ke acara ulang tahun Santi malam Minggu nanti, tentu Naura tidak akan menyampaikan Undangan makan malam kepada Keenan melalui chat yang baru saja ia kirim

Suara Pintu terbuka membuat Naura menoleh, sekaligus menghentikan gerakan mulutnya, Bunda muncul setelah membuka setengah Pintu itu

" Gimana ? Keenan bisa ikut makan malam di sini, kan ? tanya Bunda dengan sebelah tangan yang masih memegang daun Pintu

" kayaknya dia nggak bisa ikut, deh Bun," Naura menyahut Cepat," Chat Naura nggak dibalas dari tadi, " lanjutnya, yang terkesan sudah sangat lama mengirim Pesan kepada Keenan, Padahal baru beberapa detik yang lalu Pesan itu terkirim

" Kalua gitu, Coba kamu telepon dia,"

" Nggak usah lah, Bun Palingan dia lagi kelayapan di luar sama teman temannya," Ucap Naura, bermaksud untuk menghasut bundanya Dia kemudian bangkit dan mendekati Bunda, " Yuk, Naura bantu Bunda masak makan malam," ajaknya sambil mengapit lengan Bunda

TING

Belum sampai selangkah menjauh dari kamar, dentingan singkat Ponsel Naura di atas meja membuat keduanya saling tatap

" Tuh, Coba cek handphone-mu Mungkin aja Keenan balas Chat kamu ," kata Bunda sambil melepaskan tangan Naura

Naura membuang nafas berat berkali-kali. Dia berbalik dengan Terpaksa. Dalam hati dia kembali melafalkan mantra berkali-kali

Semoga bukan balasan dari Keenan,

Naura meraih Ponselnya, lalu membuka sebuah Pesan masuk dengan Perasaan harap-harap cemas.

Bunda menunggu tidak sabar " Apa katanya, ? tanyanya yang seolah yakin ini Pesan itu dari keenan

Naura bergeming. Dia kesal, Padahal kalau saja Cowok itu terlambat mengirim Pesan beberapa detik saja, Naura akan menganggap Cowok itu menolak undangan makan malam dari Bunda. karena memang itu yang diharapkannya. Namun kenyataannya, Keenan membalas Pesannya dalam menit yang sama dengan Naura mengirim Pesan

" Keenan terima undangan makan malam dari Bunda, kan "

Naura hampir terlonjak mendengar suara Bunda tepat di telinganya Dia bahkan tidak menyadari sejak kapan Bunda datang mendekat dengan kepala yang menjulur melirik langsung ke layar Ponselnya

Naura tidak menjawab karena yakin Bunda sudah membaca sendiri balasan dari Keenan yang hanya terdiri dua huruf, " OKE "

" Ya,udah ayo,kamu bantu Bunda siapin makan malam, " ajak Bunda, Kemudian terlebih dahulu keluar dari kamar

" Kenapa dia bales,sih ! kesal Naura. Dia baru saja akan meletakkan kembali Ponselnya di atas meja, tetapi sebuah Pesan yang baru saja masuk membuatnya urung, sebaris Pertanyaan yang dia baca saat ini sungguh memancing emosi

...KEENAN JELEK...

...Gue Perlu bawain apa buat Calon mertua ?...

...•••...

Bel rumah baru saja berbunyi singkat, menandahkan ada tamu yang datang

" Naura, kamu bukain Pintu, sana Pasti itu Keenan yang datang, " ujar Bunda yang tengah sibuk menata meja makan

" Bunda aja, deh Naura lagi angkatin bakwan jagung dari Penggorengan nih," sahut Naura Cuek, Dia kini memang sedang sibuk meniriskan bakwan jagung ke Piring saji. Namun alasan sebenarnya adalah dia malas membukan Pintu untuk Keenan.

Bunda tidak memaksa Naura. dia kemudian bergegas menuju depan untuk membukakan Pintu

" Selamat malam, Tante "

Sapaan ramah dari arah depan membuat Naura bergumam sendiri, " Bisa-bisanya Cowok itu narik Perhatian Bunda, "

" Malam juga Keenan, Ya ampun kamu Ganteng banget Pakai Pakaian ini Tante suka deh, lihatnya, "

Suara antusias Bunda membuat Naura semakin kesal. Bundanya itu terlalu mudah Pesona

" Ayok, masuk kita langsung ke meja makan, ya Tante udah masakin banyak makanan jadi, kamu harus makan yang, banyak,"

" Saya makasih banget Loh, Tan udah diundang makan malam di sini"

Percakapan dua orang itu terdengar semakin dekat dan jelas. Naura menyajikan bakwan jagung di tengah-tengah meja makan. Dia kemudian mengangkat kepalanya bersamaan dengan Bunda di sampingnya

Mata Naura memperhatikan Keenan lebih lama daripada biasanya. Benar dikatakan Bunda tadi. Keenan terlihat sangat rapi malam ini Cowok itu mengenakan kemeja lengan panjang berwarna biru muda yang Pas sekali melekat ditubuh tegapnya. Rambutnya juga disisir rapi dengan gaya rambut yang keren.

Keenan balik menatap Naura dengan senyuman lebar, " Selamat malam Dinda Naura Salsabila "

Sapaan itu membuat Naura langsung tersadar. Entah sudah berapa lama dia menatap Keenan tanpa berkedip seperti tadi. Pasti Cowok itu sekarang jadi besar kepala karena merasa Naura terpesona Padanya. Pikir Naura

" Malam, " jawab Naura singkat sambil berusaha untuk tidak kembali menoleh Pada Keenan

" Kamu duduk dulu, ya Tante Panggilin ayahnya Naura sebentar, " Ucap Mirna kepada Keenan, kemudian menjauh dari meja makan

Keenan menjawab dengan anggukan santun

Naura menarik salah satu di kursi di sisi kiri, kemudian duduk di sana sementara itu, Keenan mendekat dan memilih duduk di sebelah cewek itu

Keenan cukup tergiur melihat hidangan yang memenuhi meja makan. Menu ayam, daging, sayur hingga buah-buahan semua tersaji di sana

" Masakan Lo yang mana, nih" Tanya keenan Pada Naura

" Lo ngeledek gue,"

Keenan balas menatap Naura. " Gue heran sama Lo. Nyokap lo ramah banget, Tapi kenapa Lo juteknya nggak ketulungan gini,sih ?

" Emang kenapa ? tantang Naura dengan nada tinggi

" Naura "

Suara Peringatan itu membuat Naura menutup mulutnya. Bunda dan Ayah kini sudah bergabung di meja makan

Keenan Langsung bangkit dari duduknya dan memperkenalkan diri Pada ayahnya Naura yang baru dia jumpai

" Selamat malam Om, saya Keenan, temannya satu sekolah Naura, " kata keenan Penuh santun

Naura memperhatikan eskpresi wajah ayahnya saat ini. ayahnya tersenyum kecil, sambil memperhatikan Keenan hingga bawah

" Saya Darwin, ayahnya Naura, " Ayah Naura balas memperkenalkan diri

" ini Putranya Siska loh Pa, Teman SMA kita dulu," kata Bunda kepada suaminya," sekarang kita tetanggaan sama Siska. Tapi sayang Siska lagi ada di Bogor, jadi kita belum bisa ketemu,"

Darwin hanya menggaguk kecil sambil memandangi Keenan.

Darwin mempersilahkan Keenan duduk dan memulai makan malam mereka

" Makan yang banyak, ya Keenan "

" iya makasih Tante, " Keenan mulai melahap dengan nikmat hidangan dihadapannya

" Oh iya kemarin Tante udah telepon Mamamu, Dia juga senang banget Sekarang kita tetanggan, Tapi sayangnya dia belum bisa balik dalam waktu dekat ini," kata Mirna, memulai obrolan, " Mamamu minta tolong sama Tante buat nengokin kamu sesekali yang tinggal sendirian. Tante ,sih nggak keberatan sama sekali. kalau kamu ada perlu apa-apa Jangan sungkan bilang sama Tante, ya "

" Wah, jadi Ngerepotin nih Tan. saya makasih banget "

" kamu di sekolah dekat sama Naura ? Kali ini Pertanyaan datang dari Darwin

" Lumayan om, " sahut keenan yang seketika membuat Naura terbatuk di sebelahnya

" Nggak, Yah. Naura sama sekali nggak dekat sama dia, " Naura buru-buru mengoreksi

" Ya, kalau dekat juga nggak apa-apa. Biar kalian bisa berteman "

Kenapa Ayah jadi berubah lunak seperti ini ? karena, yang Naura tahu ayahnya bukanlah orang yang mudah Percaya dengan orang yang baru ditemuinya

Makan malam kembali dilanjutkan. Tidak ada Pembicaraan setelah itu. Keenan melirik Naura dengan Penasaran Cewek itu mendadak sangat Pendiam malam ini

" Gimana masakannya, enak, ? tanya Mirna ketika melihat makanan di piring Keenan hampir habis

" Enak banget, Tan, " Pujiannya dengan ekspresi luar biasa Puas, " Ngomong-ngomong masakan Naura yang mana ?

" Dia cuma bantu goreng bakwan jagung aja, " jawab Mirna sambil melirik makanan yang baru saja disebutkannya, " Ya ampun Naura Yang ada gosong-gosongya gini Kenapa kamu hidangin juga ? Bikin malu aja! katanya sambil menunjuk bagian yang berwarna agak hitam Pada bakwan

" Biar aja, Bun Sayang kalau dibuang, " Naura menusukkan garpu pada bakwan yang dimaksud, Bunda kemudian memperhatikannya dalam jarak yang lebih dekat, " ini, kan masih bisa dimakan yang bagians sini, " Tunjuknya Pada bagian bakwan yang terselamatkan

" Tapi tetep aja rasanya pasti nggak enak Naura, " kata Bunda

" Ya, kalau nggak ada yang mau, biar Naura aja yang habisin, " Naura mendekat bakwan itu dalam mulutnya. Namun belum juga sampai, Keenan sudah merebut garpu itu dari tangannya. kemudian, melahap bakwan itu dengan nikmat tanpa memilih bagian yang tidak gosong

Naura terkejut begitu Pula Ayah dan Bunda

" Masih enak kok, " kata Keenan yang hampir menghabiskan bakwan itu

Mirna mengerutkan keningnya, " kamu baik banget sih, masih bisa bilang rasanya enak. jelas-jelas barusan kamu makan bagian yang gosong.

" ini nggak terlalu gosong. Kok Tan Masih ada rasanya, " jawab Keenan setelah menelan habis bakwan itu. Dia lalu menoleh Pada Naura di sebelahnya. Cewek itu kini menatapnya dengan berkedip

Ternyata Om dulunya atlet bulutangkis, ya ? tebak Keenan menyentuh salah satu mendali emas yang terpajang di dinding ruangan tamu. Di sebelah terdapat Foto Pria muda yang usianya sekitar dua Puluh tahun sedang berdiri di Podium juara dengan mendali emas di genggamannya

Darwin mendekat, " Bukan atlet, cuma hobi aja, " katanya menjelaskan, " ini waktu Om ikut kejuaraan bulutangkis antarprovinsi Kebetulan Om juga ikut"

" Hebat, " Puji keenan, " saya Juga suka main bulutangkis, tapi nggak Sejago Om,"

" kalau begitu,lain kali main bareng ? ajak Darwin sambil tersenyum

" Dengan senang hati Om. tapi mainnya nanti jangan terlalu serius ya, Biar saya nggak cepat kalah,"

Darwin langsung tertawa, kali ini benar-benar terbahak akibat kata-kata Keenan," kamu bisa aja ,Om ini sudah berumur staminanya sudah nggak seprima dulu. Bisa-bisa Om yang kalah kalau tanding sama kamu,"

Di sudut lain, Naura memperhatikan keakraban Keenan dan Ayahnya dengan perasaan aneh. Entah Pesona macam apa yang ada dalam diri Keenan hingga dengan mudanya Cowok itu menarik hati ayahnya yang terbilang selektif Pada setiap orang

Kemarin Bunda, sekarang Ayah tuh Cowok Pake Pelet apa, sih sampai bikin Ayah sama Bunda suka sama dia ?

Darwin Pamit pada Keenan untuk mengangkat Panggilan yang baru saja masuk ke Ponselnya. Keenan menggaguk santun kemudian dia beralih melihat foto-foto lain yang terpajang di dinding ruangan tamu dan beberapa dipajang bilik-bilik lemari kayu di dekatnya

sebuah frame yang terpajang manis di salah satu bilik kayu itu menarik perhatiannya. Keenan meraihnya lalu menatap lekat-lekat gadis cilik itu mengenakan pakaian sarjana dengan toga mini dan gulungan kertas di genggamannya senyum itu, senyuman gadis cilik itu terlihat berseri dan sangat manis. Naura rupanya sangat manis sejak kecil.

Keenan berusaha membiasakan diri dengan Perasaan yang selalu muncul ketika dia menemukan satu Persatu kemiripan antara Naura dan Moza. Moza juga Pernah mengabadikan momen dalam foto itu. Dengan senyum yang sama manisnya dengan Naura

Hingga kemudian, Keenan mulai berani mengambil kesimpulan mengapa dia begitu tertarik Pada Naura. karena, Naura begitu mirip dengan adik manisnya,adik yang sangat dia dirindukan sangat ini

Sebuah tangan mengambil alih Frame itu dari tangannya, Keenan menoleh dan melihat Naura kini ada di sampingnya

Naura meletakkan kembali frame itu ke tempat semula tanpa kata-kata

" Lo waktu kecil manis, Juga ya " ucap Keenan sambil tersenyum, " Sayang udah gedenya malah Jutek kayak begini" sindirannya Kemudian

Naura menoleh karena merasa tersinggung," Sorry ya gue manisnya Pilih-pilih orang, "

" kenapa gue nggak bisa jadi salah satunya, " tanya Keenan the Point

" Kenapa juga gue harus manis sama Lo," Naura malah bertanya balik, " Sorry, ya gue bukan Tiara ataupun mantan-mantan Lo yang sok kemanisan di depan Lo itu, "

Keenan menyipitkan matanya, " Lo lagi Cemburu ? tebaknya Curiga

Naura mendengus cepat, " ke-gerr-an banget Lo "

" Terus, kenapa tiba-tiba bahas mantan-mantan gue, "

Naura mendadak risi dengan tatapan Keenan yang terkesan sangat menyudutkannya, " Gue nggak suka sama Lo, ngapain juga gue Cemburu lo gak Penting banget " katanya sambil mengangkat dagu tinggi-tinggi

Keenan tersenyum semakin lebar melihat tingkah lucu Naura, yang justru membuat Naura semakin kesal dibuatnya

" Lo nggak ada niat mau Pulang Gitu gue udah muak sama lo, " tanya Naura dengan suara Pelan. Dia sekilas menoleh ke arah belakang, takut kalau-kalau Bunda mendengar Perkataannya barusan

" Maksudnya, Lo ngusir gue, " tebak Keenan dengan suara keras

Naura membulatkan matanya, sambil menoleh sekali lagi ke arah belakang dengan waspada. Bisa gawat kalau Bunda mendengar ucapan Keenan barusan. Sudah Pasti Bunda akan memarahinya karena mencoba mengusir tamu

" Gue cuma tanya doang, " kata Naura memperingatkan

Keenan semakin gemas dengan tingkah Naura, " Gue akan Pulang sekarang, asal Lo mau senyum manis ke gue, " katanya Penuh senyum

Naura langsung mengerutkan keningnya, " Bodoh amat Lo mau Pulang atau nggak ! Dia lalu berbalik Pergi menjauh dari keenan

Baru menjauh beberapa langkah, Naura mengadang Langkah bundanya yang baru muncul dari arah dapur

" Bun, janji Loh, malam Minggu nanti Naura boleh Pergi ke acara ulang tahunnya Santi, "

" Oh iya, " ucap Bunda seperti baru ingat sesuatu. Dia lalu menyingkirkan Naura dari hadapannya itu dan langsung melangkah mendekati Keenan, " Keenan,kamu ada acara malam Minggu ini ? kalua nggak ada Tante minta kamu temenin Naura ke acara ulang tahun temannya Naura, Gimana kamu bisa kan "

Naura langsung menoleh, " Bunda, "

" Dengan senang hati, Tan " sahut keenan

" Bunda, Naura berangkatnya sama Teman Naura, " Naura menghampiri dan berhenti di sebelah Bunda

" kebetulan malam Minggu nanti saya juga ke sana kok Tan, " Keenan menyahut dengan Cepat

" Tuh kan, kebetulan banget, " Bunda tampak antusias. Dia lalu berujar Pada Naura, " Nanti kamu berangkat sama Pulangnya bareng Keenan aja ya, biar Bunda nggak khawatir "

" Tapi Bun, Naura udah janjian sama teman Naura, "

" Udah batalin aja. Kasihan akan teman kamu jauh-jauh jemput kamu ke sini Mending kamu bareng Keenan aja, kan searah"

" Tapi Bun ... "

" kamu Pilih berangkat bareng sama Keenan atau sama Ayah, " tawar Bunda

Naura berdecak sebal. Dua-duanya Bukan Pilihan yang asyik, " Ih Bunda nyebelin banget sih !" Dia lalu berlalu menuju kamarnya

Bunda hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Naura, " Begitu tuh, tingkahnya kalau lagi ngambek Masih aja seperti anak kecil, " Dia kembali pada Keenan, " Tante titip Naura malam Minggu nanti, ya "

" Siap Tante, " jawab keenan tersenyum

...•••...

" Ra, nanti ke acara ultah gue, Lo jadi ajak Arsen kan, " kata Santi sambil memasukkan buku-buku Pelajaran ke tasnya sesuai jam pelajaran

" HM, liat aja nanti, deh "

Santi menghentikan kegiatannya, lalu memutar tubuhnya untuk menatap Naura, " Kenapa ? kalian lagi marahan" tebaknya

" Apa, sih ? Nggak, kok Gue sama Arsen baik-baik aja "

" Terus ? Lo berangkat sama siapa, " tanya Santi sekali lagi, " jangan bilang Lo nggak datang, " curiganya, " jangan gitu dong Ra. Masa di acara spesial gue, Lo nggak dateng sih. " Santi menggoyang-goyangkan tangan Naura seperti anak kecil yang sedang merajuk

" iya, iya Lo tenang aja.Gue Pasti datang kok, " ucap Naura menyakinkan hingga membuat Santi melepaskan tangannya

" Gitu dong, " Santi tampak senang. Dia lalu berbalik dan berteriak Pada Ethan yang masih duduk di kursinya, " Than, Lo jadi kan datang sama Keenan "

Sebuah nama yang disebutkan Santi barusan langsung menyita Perhatian Naura

" Lo nggak boleh datang kalau nggak sama Keenan, " ancam Santi pada Ethan

" Buset, kejam banget, " keluh Ethan

" Biarin, " sahut Santi cuek

" Gue balik duluan, ya, " kata Naura sambil berdiri

" Bye, Jangan lupa malam Minggu nanti,"

Naura menggaguk sekenanya, kemudian berjalan ke luar kelas Di luar, dia bertemu dengan Arsen yang memang berniat menghampirinya di kelas

" Malam Minggu jadi, kan, " tanya Arsen yang sudah berhenti tepat di hadapan Naura

" Eh, " Naura kesulitan menjawab. Padahal beberapa hari yang lalu dia sendiri yang meminta di temenin Arsen ke acara ulang Santi

" Mau gue jemput Jam berapa,"

" Sorry, dia berangkat sama gue, "

Suara seseorang dari balik Punggung Naura dan Arsen menoleh kompak. Keenan baru saja bersuara, kini bergabung di tengah-tengah mereka

" Nyokap Lo udah nitipin Lo sama gue, jadi gue harus Pegang amanat itu baik-baik, " Ujar keenan pada Naura. yang membuat dua orang di hadapannya mengerutkan keningnya

" kalau ngomong jangan sembarangan," Arsen tidak terima, " Apa-apaan maksudnya Nyokap Naura udah nitipin Naura sama Lo "

Keenan langsung menoleh malas Pada Arsen, " Ceritanya Panjang. Lo nggak akan ngerti,"

Arsen berusaha menahan emosinya. Dari kata-kata keenan barusan,Cowok itu mengisyaratkan seolah Arsen sudah tertinggal jauh dari keenan untuk mendapatkan Naura. Apa Keenan sudah bertemu dengan orang tuanya Naura ?

" Udah, udah jangan berantem gue berangkat sendiri aja," kata Naura menengahi

" Nggak bisa, " kata Keenan dan Arsen bersamaan

" Gue yang jemput Lo, "

" Aku yang jemput kamu, "

Lagi-lagi dua Cowok itu menyahut bersamaan. membuat Naura Pusing sendiri.

Terpopuler

Comments

Haris Geisha

Haris Geisha

Naura lucu banget sih

2022-01-31

0

lihat semua
Episodes
1 Part 1 Pertemuan Awal
2 Part 2 Pertandingan
3 Part 3 PDKT
4 Part 4 Putih abu-abu
5 Part 5 Masa lalu
6 Part 6 CEMBURU
7 Part 7 TETANGGA NYEBELIN
8 Part 8 PANAS
9 Part 9 RUMIT
10 Part 10 Dinner
11 Part 11 Pelindungmu
12 Part 12 MAAF
13 Part 13 DIARY MOZA
14 Part 14 TEKA-TEKI
15 Part 15 SNOWBALL
16 Part 16 Khawatir
17 Part 17 CURIGA
18 PART 18 TRUTH OR DARE
19 Part 19 NAURA DAN MAMA
20 Part 20 Rain
21 Part 21 Ada apa sebenarnya dengan Naura ?
22 Part 22 JATUH CINTA
23 Part 23 SUKA
24 Part 24 GUE SAYANG SAMA LO NAURA
25 Part 25 MOZA LARASATI
26 Part 26 MULAI ADA RASA
27 Part 27 THE DISCUSSION
28 Part 28 RAHASIA YANG MULAI TERUNGKAP
29 Part 29 I'm loving you
30 Part 30 HURT
31 Part 31 mulai tidak peduli
32 Part 32 BEKU
33 Part 33 LEMBARAN YANG HILANG
34 Part 34 FLASHBACK
35 Part 35 MELAWAN KATA HATI
36 Part 36 TENTANG KEBAHAGIAAN
37 Part 37 MENJAUH
38 Part 38 DEVIl AND ANGEL
39 Part 39 Memilih
40 Part 40 RINDU
41 Part 41 MENGALAH
42 Part 42 YANG SEBENARNYA TERJADI
43 Part 43 Wifie ?
44 Part 44 Baikan ?
45 Part 45 Ethan & Salma
46 Part 46 JANGAN MEMAKSA HATI GUE ?
47 Part 47 TEMPAT PULANG
48 Part 48 THE KORTING
49 Part 49 Maju atau mengalah
50 Part 50 Harus Bahagia
51 Part 51 MAAF DAN TERIMA KASIH
52 Part 52 See you again
53 Part 53 Please buat dia bahagia
54 Part 54 DIA KEMBALI
55 Part 55 I LOVE YOU NAURA
56 Part 56 LDR
57 Part 57 akhir yang Bahagia
58 58
Episodes

Updated 58 Episodes

1
Part 1 Pertemuan Awal
2
Part 2 Pertandingan
3
Part 3 PDKT
4
Part 4 Putih abu-abu
5
Part 5 Masa lalu
6
Part 6 CEMBURU
7
Part 7 TETANGGA NYEBELIN
8
Part 8 PANAS
9
Part 9 RUMIT
10
Part 10 Dinner
11
Part 11 Pelindungmu
12
Part 12 MAAF
13
Part 13 DIARY MOZA
14
Part 14 TEKA-TEKI
15
Part 15 SNOWBALL
16
Part 16 Khawatir
17
Part 17 CURIGA
18
PART 18 TRUTH OR DARE
19
Part 19 NAURA DAN MAMA
20
Part 20 Rain
21
Part 21 Ada apa sebenarnya dengan Naura ?
22
Part 22 JATUH CINTA
23
Part 23 SUKA
24
Part 24 GUE SAYANG SAMA LO NAURA
25
Part 25 MOZA LARASATI
26
Part 26 MULAI ADA RASA
27
Part 27 THE DISCUSSION
28
Part 28 RAHASIA YANG MULAI TERUNGKAP
29
Part 29 I'm loving you
30
Part 30 HURT
31
Part 31 mulai tidak peduli
32
Part 32 BEKU
33
Part 33 LEMBARAN YANG HILANG
34
Part 34 FLASHBACK
35
Part 35 MELAWAN KATA HATI
36
Part 36 TENTANG KEBAHAGIAAN
37
Part 37 MENJAUH
38
Part 38 DEVIl AND ANGEL
39
Part 39 Memilih
40
Part 40 RINDU
41
Part 41 MENGALAH
42
Part 42 YANG SEBENARNYA TERJADI
43
Part 43 Wifie ?
44
Part 44 Baikan ?
45
Part 45 Ethan & Salma
46
Part 46 JANGAN MEMAKSA HATI GUE ?
47
Part 47 TEMPAT PULANG
48
Part 48 THE KORTING
49
Part 49 Maju atau mengalah
50
Part 50 Harus Bahagia
51
Part 51 MAAF DAN TERIMA KASIH
52
Part 52 See you again
53
Part 53 Please buat dia bahagia
54
Part 54 DIA KEMBALI
55
Part 55 I LOVE YOU NAURA
56
Part 56 LDR
57
Part 57 akhir yang Bahagia
58
58

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!