Part 8 PANAS

" ini kenapa jadi sunyi kayak kuburan, gini, " Ethan garuk-garuk kepala melihat pemandangan di depannya saat ini. Niatnya untuk menyusul Keenan ke kantin tertahan di koridor tempat dia dan Kawan-kawannya

Ethan memandangi Temannya. satu Persatu semua lengkap. Ada Keenan yang sedang sibuk dengan Ponselnya, Johan yang sedang membaca Komik Naruto yang ia Pinjam dari keenan kemarin, kemudian juga ada Miko dan Satya yang sedang duduk saling memunggungi. Biasanya dua orang itu yang Paling heboh ketika mereka mengadakan konser

Ethan mulai dapat membaca situasi. Dia kemudian duduk antara Miko dan Satya, " Lo berdua kenapa jadi kayak laki bini yang lagi Pisah ranjang gini, sih ?

Satya tak merespons. Dia sengaja sibuk memetik senar gitar di Pangkuannya. sementara Miko sekarang jadi pura-pura sibuk mengikat tali sepatunya

Ethan berdecak kesal, " Begini, nih Urusannya kalo suka sama Cewek yang sama, " Dia kemudian menghadap ke arah keenan," Keenan, nih Orang diem-dieman gini bukannya diakurin, malah dibiarin aja"

Keenan tidak menoleh sama sekali. Dia masih sibuk dengan bermain Ponselnya, " Udah Pada Gede ini. Udah biarin aja, " kata Keenan sangat Cuek, " Bentar lagi juga tuh Cewek yang mereka, rebutin bosen sama mereka,"

Satya dan Miko menoleh kompak ke arah Keenan karena tersinggung

Merasa di Perhatikan, Keenan menyimpan Ponsel ke saku seragamnya kemudian membalas tatapan tersinggung Satya dan Miko

" Semua Udah ada jodohnya masing masing Sat, Ko. kalau nyatanya nggak ada satu pun dari kalian yang berakhir sama tuh Cewek. kalian Cuma sia-siain hubungan temenan kalian. kalau mau saingan yang sehat lah. Jangan Ngambek - ngambekan gini Kayak anak kecil " Kata Keenan menceramahi, " Lo juga, Ko Badan doang digedein, Tapi ngambek mulu kerjaannya. kalau Lo mau ditikung ya tikung secara jantan. jangan biasanya menggerutu doang di belakang"

Satya dan Miko saling lirik dalam diam, tetapi mata mereka hanya bertemu sepersekian detik karena dengan cepat mereka kembali membuang Pandangannya satu sama lain

Suara Tepuk Ethan membuat semuanya menoleh, termasuk Johan yang baru saja memunculkan wajahnya dari balik komik yang dipegangnya

" Wah Bijak sekali kata-kata mu Keenan. Lama-lama bisa, ganti nama jadi Keenan teguh Lo " Puji Ethan bernada mengejek," Yuk ah kita mulai konsernya." Dia bangkit dan berdiri, kemudian memberi kode kepada teman-temannya untuk bersiap di posisi masing-masing

Keenan baru menyamankan Posisi duduknya dengan bersandar di tembok untuk memulai konser, Tetapi Naura baru saja lewat di hadapannya membuat menegakan kembali tubuhnya

Keenan langsung bangkit dari tempat duduknya " Kita ke kantin yuk gue laper ini," ajaknya tanpa menoleh Pada teman-temannya.

" Gimana sih, Keenan Kita baru aja mau mulai konser, " keluh Ethan yang sudah bersiap untuk mengawali konser mereka dengan beatbox

" Kalua kalian nggak mau gue sendiri aja ke kantin, " Tanpa menoleh, Keenan berjalan sendiri menuju kantin. kalau dia tidak melihat Naura berjalan menuju kantin bersama Arsen, tentu dia tidak akan bersikeras untuk menyusul cewek itu

Ethan berdecak Pelan. kalua sudah begini, tentu saja tidak ada Pilihan lain selain membubarkan diri. karena mereka yakin tidak ada orang yang betul-betul niat memperhatikan konser bila tidak ada keenan

Tanpa Perlu berembuk, empat serangkai itu langsung berdiri dan menyusul Keenan

sesampainya di kantin, Keenan Langsung dapat menemukan Naura yang kini sudah duduk berhadapan dengan Arsen di salah satu meja di tengah kantin, keduanya tampak asyik sekali bercengkrama sambil melempar senyum manis atau sama lain

Kapan Naura mau senyum manis begitu sama gue

Keenan Sengaja duduk di bangku Panjang yang Paling ujung sejajar dengan Posisi duduk Naura di ujung bangku Panjang sebelahnya, Mereka kini hanya terpisahkan jalan yang lebarnya tidak sampai semester

Tidak lama kemudian Ethan dan yang lainnya muncul dan langsung mengisi bangku-bangku kosong di sekitar Keenan

" Nggak jadi konsernya, " tanya Keenan Pada Ethan

" Percuma juga nggak ada yang mau nonton kalua nggak ada Lo "

" Biasa aja Lo "

keributan di meja sebelah membuat Naura menoleh. Ekspresi cerianya seketika berubah kesal begitu menyadari keributan itu berasal dari keenan dan kawan-kawannya

" Oh iya aku beliin ini buat kamu,"

Naura kembali menoleh kepada Arsen yang sedang merogoh saku seragamnya. Cowok itu kemudian mengulurkan sebuah gantungan kunci lucu berbentuk kelinci kepadanya

" kemarin waktu aku nganterin mama ke rumah saudara aku lihat yang Jual ini, " kata Arsen yang menjelaskan" Aku langsung ke ingat kamu, ini buat kamu"

Naura menyambut gantungan kunci itu. Senyumannya mengembang sempurna tanpa dia bisa cegah, " Ya ampun lucu banget, " serunya antusias.

" iya, lucu kayak kamu, " sahut Arsen tak kalah senang. senyumannya selalu merekah tiap kali melihat Naura tersenyum manis

Keenan melihat Pemandangan itu dengan kesal. Ethan yang duduk tepat di sebelahnya mulai Panik, takut kalau kalau Keenan tidak bisa mengendalikan emosinya

" Panas ini gue ! " seru Keenan dengan suara nyaring. Tangannya membuka satu kancing bagian atas kemejanya, hingga total ada dua kancing yang terbuka bebas, memperlihatkan kaus Putih yang dia kenakan sebagai dalaman

" Sabar, Keenan, Sabar, " Ethan menahan tangan Keenan agar Cowok itu tidak bangkit dan memulai keributan. Dia kemudian melirik Miko yang baru saja tiga membawa segelas Es kelapa muda. tanpa permisi, dia langsung merebut gelas itu dari Miko dan memberikannya kepada Keenan

" Nih, Keenan dinginin dulu Pakai es kelapa muda, "

" Than, itu minuman gue, " kata Miko tak terima

" Cuma buat basa-basi doang, " bisik Ethan Pada Miko dengan gerakan bibir

Tanpa diduga, Keenan meraih es kelapa di tangan Ethan dan meneguknya dengan rakus. Miko dan Ethan menatap tak Percaya. Apalagi setelah Keenan meneguk air kelapa itu, kemudian mengentakkan gelasnya di meja kantin dengan suara yang teramat nyaring, membuat hampir semua orang yang Berada di kantin menoleh ke arahnya termasuk Arsen dan Naura

" Tuh, kan than, " keluh Miko kesal

" Nanti Lo beli lagi aja, " kata Ethan enteng. Dia kemudian kembali menoleh Pada Ethan, " Gimana Keenan ? Udah adem kan "

Keenan tidak menyahut. kini dia beradu Pandang dengan Arsen kemudian menyempatkan diri melirik Naura yang balas menatapnya

" Aku boleh duduk di sini, ya ,"

Pertanyaan dari suara lemah lembut membuat keenan menoleh Tiara kini berdiri di hadapannya sambil menunjuk kursi kosong tepat di seberang Keenan

" Aku boleh gabung, kan, " tanya Tiara sekali lagi

Keenan sempat terkejut untuk beberapa saat, Namun, lirikan sekilasnya Pada Naura yang kini sedang memperhatikannya membuatnya bisa menjawab dengan cepat

" Of course. kursi itu memang sengaja gue siapin buat Lo , " Ucap Keenan sambil sesekali melirik ke arah Naura di sebelahnya

Tiara tersenyum malu-malu, kemudian duduk manis di kursi itu

" kamu udah tiga bulan lebih sekolah di sini, Tapi kita belum Pernah benar-benar duduk bareng kayak gini Keenan " kata Tiara memulai Pembicaraan

Satya dan Lainnya merasa Pembicaraan Keenan dan Tiara membutuhkan Privasi. Dengan sadar diri, empat serangkai itu saling Pandang bergantian Kemudian memilih memisahkan diri dan Pindah ke meja lain

" ingat nggak, kita dulu sering banget minum air kelapa muda yang sama batoknya, " lanjut Tiara sambil melirik gelas di genggaman Keenan yang hanya menyisakan beberapa lembar serutan kepala di dalamnya, " kamu minum ini bikin aku teringat sama kenangan itu,"

Keenan masih menyempatkan diri melirik ke arah Naura yang rupanya masih memperhatikan interaksinya dengan Tiara Namun, ekspresi Cewek itu masih sulit dibaca

" Kapan-kapan kita bisa minum es air kelapa muda sama-sama lagi," kata Keenan sambil memaksakan senyumannya Pada Tiara

" Beneran Keenan,?" Tiara tampak antusias

" Balik ke kelas yuk, " ajak Naura Pada Arsen

" kamu nggak jadi makan ? tanya Arsen

" Selera makanku mendadak hilang Arsen" Naura, bangkit Kemudian melewati jalanan di sebelah meja Keenan. Arsen menyusulnya dari belakang

Mata Keenan terus memperhatikan kepergian Naura hingga Cewek itu menghilang dari balik Pintu kantin

" Kamu lagi lihatin apa, sih " Tanya Tiara Penasaran. Dia mengikuti arah Pandang Keenan, tetapi tidak berhasil menemukan Petunjuk apa pun dari Pintu Kantin

" kita ngobrolnya lain kali aja, ya, Tiara Maaf " kata Keenan sambil bangkit berdiri kemudian meninggalkan Tiara sendiri dengan kebingungan akan sikap anehnya

" Naura, buruan sini, " Santi memanggil Naura yang baru saja merapikan buku-buku Pelajaran di atas meja dan hendak keluar dari kelas. kelas sudah lumayan sepi Sejak bel Pulang sekolah berbunyi 5 menit yang lalu. kini hanya menyisakan beberapa orang di dalam kelas, termasuk Naura

Naura membalikkan tubuhnya, menoleh Pada Santi yang kini sedang berkumpul di tengah kelas bersama beberapa teman sekelasnya kesepuluh. Perempuan yang berkumpul di sana tampak sedang merundingkan sesuatu yang sangat Penting

" Sini, Ra kita mau tanya Sesuatu yang Penting banget, " kali ini Loli yang mendesak Naura untuk segera mendekat

Naura kemudian mendekat karena Penasaran, " Mau tanya apaan sih ? Dia lalu duduk di salah satu bangku yang dekat sekumpulan cewek-cewek

" Kita lagi debat serius, nih, " kata loli memulai Penjelasannya, " Dari tadi hasilnya imbang terus, jadi kita butuh Lo buat nentuin suara terbanyak,"

" Emang lagi Voting apaan,? tanya Naura makin Penasaran

" kalua disuruh, Pilih, Lo lebih suka Cowok yang Romantis atau humoris, "

Pertanyaan Loli barusan membuat keadaan semakin gaduh. semua temannya langsung menyuarakan Pendapat beserta alasan mereka masing-masing. Suaranya berisik sekali hingga membuat Naura Pusing mendengarnya

" Suara kita di sini imbang, nih lima orang Pilih Cowok romantis, dan lima orang Pilih Cowok humoris. kalau Lo Pilih yang mana, "

Desakan Loli membuat Naura berpikir

" Lo pasti pernah punya yang Pacar romantis, dong, " tanya Loli, mulai memancing

Mata Naura menerawang jauh. Dia sedang membayangkan sesuatu. Bukan Pacar seperti disebutkan loli. karena dia memang belum Pernah Pacaran sama sekali. Namun, Kini dia justru sedang membayangkan sosok Arsen yang menurutnya sangat romantis

" Lo Pasti Pernah dikasih surprise sama seseorang atau dia kasih hadiah yang menyentuh hati Lo banget,kan "

Senyum Naura Perlahan mengembang ketika kini membayangkan momen momen manisnya dengan Arsen. Cowok itu selalu Perhatian kepadanya. Bahkan, tidak jarang cowok itu menghadiahkan sesuatu kepadanya walau bukan hari spesialnya. waluapun barang-barang itu tidak mahal, tetapi sungguh menyentuh hatinya. Contohnya, gantungan kunci kelinci yang diberikan kepadanya beberapa waktu yang lalu

" Nah, kalau Cowok yang humoris, Cowok yang bisa menghidupkan suasana dengan leluconnya bikin suasana jadi menyenangkan"

Kali ini Naura mencoba membayangkan sisi humoris, sosok Arsen tetapi dia tampak kesulitan. Cowok itu jarang sekali bercanda, jutsru cenderung bersikap manis kepadanya

" Biar gampang, Lo bayangin aja Keenan, Dia itu lucu banget, "

Perkataan salah satu teman sekelas Naura yang bernama Acha Seketika membuyarkan bayangan Naura. nama Keenan yang baru saja lolos masuk ke telinganya membuat senyum di wajahnya sirna tak berkelas

" iya, selalu bisa bikin kita ketawa walau Cuma bisa dilihat dari jauh Cara dia bercanda sama teman-temannya kayaknya asyik banget. Pantas aja Ethan betah temanan sama dia. Pokoknya Pasti ketawa mulu kalau jadi Pacarnya. Mau deh, " kali ini komentar Panjang lebar dari temannya yang bernama asri. wajah Cewek itu berbinar-binar dengan suara hampir histeris

Naura mendadak hilang selera untuk bersuara

" Jadi gimana Ra, ? lebih suka Cowok yang mana, " desak Santi

" Contoh Cowok humorisnya nggak bisa yang lain aja ? kata Naura bernada sebal, Ngerusak imajinasi gue aja"

" Keenan itu lucu lagi, Ra, " Asri mencoba menghasut, " Murah senyum terus bikin teman-temannya Ketawa. Orangnya asyik juga kalau dibuat bercanda,"

" Udah gitu ganteng lagi. jago gombal juga. Ya ampun, kapan gue bisa digombalin sama dia ? Rani memejamkan matanya, membayangkan kemungkinan Ucapannya

Naura langsung bangkit dari tempat duduknya, " kalau Contoh cowok humorisnya kayak Keenan, mending gue sama Cowok romantis aja deh daripada sama tuh cowok, " Dia kemudian berlalu Pergi menuju Pintu kelas

" Tuh, kan gue menang lebih asyik Punya Pacar romantis daripada Cowok humoris," kata Santi

" Ra, Lo mau ke mana ? Buru-buru amat," teriak loli ketika hampir menghilang di balik Pintu kelas

" Mau Latihan renang sama anak-anak,"

" Keenan, balik nggak "

" Duluan aja, " sahut Keenan Pada Satya yang sudah berdiri di Pintu kelas, " Gue mau ke Perpus sebentar, "

" Tumben rajin, ada angin apa, Nih, " Biasanya Juga ngajak bolos jam Pelajaran,"

" Dia mah, bolos juga tetep aja Pintar Nggak kayak kita, " sahut Miko yang entah sejak kapan sudah akur kembali dengan Satya. Mungkin sejak kata-kata bijak dari keenan menamparnya telak

" Kita, ? tanya Satya melirik Miko karena tersinggung

" Bukan kita, tapi kalian " Johan yang baru saja menyusul ke Pintu kelas langsung mengoreksi kata-kata Miko

" Lo juga !" sahut Satya dan Miko kompak

" Ya udah, kita balik duluan ya, Keenan," teriak Satya Pada Keenan," inget belajarnya jangan giat-giat, nanti kita-kita jadi kelihatan banget begonya,"

Keenan terbahak di tempat duduknya. Matanya mengikuti teman-temannya itu menghilang di Pintu kelas

Setelah berdiam diri kelas beberapa menit. Keenan berjalan keluar dari sana. kakinya melangkah Perlahan menjauhi ruang kelas ke suatu tempat. Bukan Perpustakaan seperti yang disebutkan yang tadi disebutkannya, melainkan ke arah suatu tempat di area gedung SMP Keenan merasa, dia perlu segera mencari suatu Petunjuk tentang Moza di sana

Naura baru saja selesai mengganti seragamnya dengan Pakaian renang yang biasa dikenakan untuk berlatih bersama teman-teman ekskul renangnya. Yaitu celana renang ketat yang Panjangnya tepat 5 senti di atas lututnya, juga baju renang tertutup lengan Pendek yang Pas di badan

Teman-temannya yang lain sudah mulai melakukan Pemanasan dan peregangan otot di Pinggir kolam renang. Beruntung Yayasan Angkasa memiliki gedung sekolah sendiri, dan arena kolam renang berada di indoor. jadi kebanyakan siswa Perempuan yang tergabung dalam ekskul renang tidak khawatir dan merasa risi bila latihan mereka dilihat orang banyak.

Langkah Naura terhenti ketika berniat menyusul Teman-temannya di Pinggir kolam renang. dia melihat seseorang sedang menjulurkan kepalanya dari balik Pintu masuk area. Cowok itu bertingkah sangat aneh seperti sedang mengintip keadaan di sekitar kolam renang

" Lo lagi ngapain di sini, " bentak Naura sambil membuka Pintu arena lebar-lebar

Keenan tersentak karena terkejut, Dia menegakkan Punggungnya dan menatap Naura dengan mata membulat. Diperhatikannya lekat-lekat Penampilan Naura yang baru kali Pertama Dilihatnya. Cewek itu membuatnya hampir tidak berkedip

Naura mengartikan horor cara Pandang Keenan kepadanya. Naura langsung mendekap tubuhnya sendiri ketika menyadari hal yang membuat cowok itu memandangnya aneh

" Dasar Cowok mesum ! Lo Pasti ngintip kan , " Naura langsung menghadiahi Pukulan bertubi-tubi hingga Cowok itu kesulitan untuk menghindar

teman-teman Naura yang sedang melakukan Pemanasan di Pinggir kolam renang Seketika histeris karena melihat ada orang asing menyusup masuk ke arena mereka. Namun, justru sebagian dari mereka histeris karena menyadari orang asing Itu adalah Keenan. Mereka sekarang malah jadi salah tingkah dan Pura-pura malu karena keenan datang Pada saat mereka sedang berpakaian renang

" Tunggu dulu, dengerin Penjelasan gue dulu," bela Keenan di tengah kesibukannya menghalau Pukulan pukulan yang terus dihujankan Naura kepadanya, " Gue nggak bermaksud ngintip. Beneran "

" Pakai alasan segala, lagi Dasar Cowok nggak tahu diri, " Naura terus melampiaskan kekesalannya Pada Keenan

Keenan kemudian memberanikan diri untuk menahan kedua Pergelangan tangan Naura agar Cewek itu berhenti memukulnya, " Gue punya alasan kenapa gue bisa ada di sini, Gue bisa jelasin bahwa gue bukan Cowok mesum seperti yang Lo kira, " katanya mencoba menyakinkan Naura

" Apa ! Apa alasannya, " desak Naura, tak percaya

" Ra, Bu Maya udah selesai ganti baju. Bentar lagi sampai di sini, " Lapor salah seseorang teman ekskul Naura yang baru saja berlari dari ruangan ganti, " Bisa gawat kalau dia sampai tahu ada orang asing yang menyusup masuk ke sini. Bisa digantung hidup-hidup,"

Keenan menelan ludahnya dengan susah Payah. kata-kata barusan terdengar sangat mengerikan. Benarkah Pelatih renang yang disebutkan siswa tadi itu sangat menakutkan ?

" Gue akan tunggu Lo di depan gedung sampai Lo selesai latihan. Gue bisa jelasin semuanya, " ucap Keenan yang masih menggenggam erat-erat kedua tangan Naura

Setelah mengatakan itu, Keenan melepaskan genggamannya, kemudian berlalu Pergi sebelum kehadirannya diketahui sang Pelatih hingga mengancam keselamatannya sendiri

Naura dibuat heran dengan semua tingkah aneh Keenan. Alasan apa lagi yang akan dikarang Cowok itu ? sudah jelas-jelas dia tertangkap basah sedang mengintip

" Ada apa ini ? kenapa kalian belum mulai Pemanasan ayo mulai, " suara tegas Bu Maya langsung menggelegar di area kolam renang semua orang langsung berbaris rapi untuk memulai kembali Pemanasan mereka, termasuk Naura

Keenan duduk termenung di kursi depan gedung Olahraga. Dia terkejut menemukan Naura ada di sana, di arena kolam renang yang biasa digunakan klub renang SMP ANGKASA berlatih, ekstrakurikuler yang juga digeluti Moza Pada masanya

Keenan baru tahu bahwa klub renang SMP Dan SMA ANGKASA disatukan seperti ini. Bila demikian, kemungkinan besar Naura mengenal Moza

Terpopuler

Comments

Haris Geisha

Haris Geisha

tanda-tanda kecemburuan nih

2022-01-31

0

lihat semua
Episodes
1 Part 1 Pertemuan Awal
2 Part 2 Pertandingan
3 Part 3 PDKT
4 Part 4 Putih abu-abu
5 Part 5 Masa lalu
6 Part 6 CEMBURU
7 Part 7 TETANGGA NYEBELIN
8 Part 8 PANAS
9 Part 9 RUMIT
10 Part 10 Dinner
11 Part 11 Pelindungmu
12 Part 12 MAAF
13 Part 13 DIARY MOZA
14 Part 14 TEKA-TEKI
15 Part 15 SNOWBALL
16 Part 16 Khawatir
17 Part 17 CURIGA
18 PART 18 TRUTH OR DARE
19 Part 19 NAURA DAN MAMA
20 Part 20 Rain
21 Part 21 Ada apa sebenarnya dengan Naura ?
22 Part 22 JATUH CINTA
23 Part 23 SUKA
24 Part 24 GUE SAYANG SAMA LO NAURA
25 Part 25 MOZA LARASATI
26 Part 26 MULAI ADA RASA
27 Part 27 THE DISCUSSION
28 Part 28 RAHASIA YANG MULAI TERUNGKAP
29 Part 29 I'm loving you
30 Part 30 HURT
31 Part 31 mulai tidak peduli
32 Part 32 BEKU
33 Part 33 LEMBARAN YANG HILANG
34 Part 34 FLASHBACK
35 Part 35 MELAWAN KATA HATI
36 Part 36 TENTANG KEBAHAGIAAN
37 Part 37 MENJAUH
38 Part 38 DEVIl AND ANGEL
39 Part 39 Memilih
40 Part 40 RINDU
41 Part 41 MENGALAH
42 Part 42 YANG SEBENARNYA TERJADI
43 Part 43 Wifie ?
44 Part 44 Baikan ?
45 Part 45 Ethan & Salma
46 Part 46 JANGAN MEMAKSA HATI GUE ?
47 Part 47 TEMPAT PULANG
48 Part 48 THE KORTING
49 Part 49 Maju atau mengalah
50 Part 50 Harus Bahagia
51 Part 51 MAAF DAN TERIMA KASIH
52 Part 52 See you again
53 Part 53 Please buat dia bahagia
54 Part 54 DIA KEMBALI
55 Part 55 I LOVE YOU NAURA
56 Part 56 LDR
57 Part 57 akhir yang Bahagia
58 58
Episodes

Updated 58 Episodes

1
Part 1 Pertemuan Awal
2
Part 2 Pertandingan
3
Part 3 PDKT
4
Part 4 Putih abu-abu
5
Part 5 Masa lalu
6
Part 6 CEMBURU
7
Part 7 TETANGGA NYEBELIN
8
Part 8 PANAS
9
Part 9 RUMIT
10
Part 10 Dinner
11
Part 11 Pelindungmu
12
Part 12 MAAF
13
Part 13 DIARY MOZA
14
Part 14 TEKA-TEKI
15
Part 15 SNOWBALL
16
Part 16 Khawatir
17
Part 17 CURIGA
18
PART 18 TRUTH OR DARE
19
Part 19 NAURA DAN MAMA
20
Part 20 Rain
21
Part 21 Ada apa sebenarnya dengan Naura ?
22
Part 22 JATUH CINTA
23
Part 23 SUKA
24
Part 24 GUE SAYANG SAMA LO NAURA
25
Part 25 MOZA LARASATI
26
Part 26 MULAI ADA RASA
27
Part 27 THE DISCUSSION
28
Part 28 RAHASIA YANG MULAI TERUNGKAP
29
Part 29 I'm loving you
30
Part 30 HURT
31
Part 31 mulai tidak peduli
32
Part 32 BEKU
33
Part 33 LEMBARAN YANG HILANG
34
Part 34 FLASHBACK
35
Part 35 MELAWAN KATA HATI
36
Part 36 TENTANG KEBAHAGIAAN
37
Part 37 MENJAUH
38
Part 38 DEVIl AND ANGEL
39
Part 39 Memilih
40
Part 40 RINDU
41
Part 41 MENGALAH
42
Part 42 YANG SEBENARNYA TERJADI
43
Part 43 Wifie ?
44
Part 44 Baikan ?
45
Part 45 Ethan & Salma
46
Part 46 JANGAN MEMAKSA HATI GUE ?
47
Part 47 TEMPAT PULANG
48
Part 48 THE KORTING
49
Part 49 Maju atau mengalah
50
Part 50 Harus Bahagia
51
Part 51 MAAF DAN TERIMA KASIH
52
Part 52 See you again
53
Part 53 Please buat dia bahagia
54
Part 54 DIA KEMBALI
55
Part 55 I LOVE YOU NAURA
56
Part 56 LDR
57
Part 57 akhir yang Bahagia
58
58

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!