...Arsen...
...Aku main ke rumah kamu lain kali aja, Mama ku Tiba-tiba minta dianter di rumah saudara malam ini sampai ketemu Besok di sekolah Naura...
Naura membaca Pesan yang baru saja masuk ke Ponselnya dengan kecewa. Sudah dia duga, Arsen Pasti selalu Punya alasan untuk menolak main ke rumahnya
" Naura, ayo !" suara Bunda dari luar kamar membuat Naura menoleh ke Pintu. Beberapa saat kemudian terbuka,dan Bunda muncul dari baliknya," kamu udah siap kan ? Ayo kita ke rumah Teman Bunda sekarang,"
Naura bangkit dan berjalan malas menghampiri bundanya
" Nah kalau Pakai baju ini, kan kamu jadi kelihatan Cantik, " Bunda menahan kedua bahu Naura dihadapannya
" Tapi ini bajunya berlebihan banget, Bun, " keluh Naura, " masa cuma mau main ke blok sebelah Naura harus Pakai dress begini,"
Bunda Tersenyum gemas melihat wajah muram gadisnya, " Ya nggak apa-apa dong, Sayang Dress ini juga nggak resmi-resmi banget Bunda jadi nggak malu ngenalin kamu ke teman Bunda Pokoknya kamu hari Cantik banget, " Puji Bunda, " Apalagi kalau kamu kasih lihat lesung Pipit mu.
Senyum dong"
Naura memaksakan untuk tersenyum. Sepasang lesung Pipitnya langsung terlihat. Walaupun senyumannya terlihat tidak alami sama sekali, tetapi tetap saja Naura terlihat sangat manis
" Nah gitu, dong. Anak Bunda jadi Tambah Cantik, " Bunda kini mengajak Naura keluar kamar dan Pergi untuk menuju teman lamanya itu
Perjalanan menuju rumah yang dituju, dilalui mereka dengan berjalan kaki. Jarak antara Blok A dan Blok C memang tidak terlalu jauh. Naura dan Bunda hanya Perlu melalui beberapa belokan jalan di sebelah Utara rumahnya
Akan tetapi, rupanya Pencarian rumah yang dimaksud tidak semudah yang dibayangkan. Naura sudah hampir kelelahan mengikuti Bunda yang berjalan tak tentu arah sambil mengamati Papan nama di setiap rumah yang mereka lewati
" Teman Bunda udah Pindah rumah kali," kata Naura yang sudah kelelahan
" Nggak mungkin, Bunda Yakin kok, dia masih tinggal di Perumahan ini Naura, " Bunda Kini berhenti tepat di depan Pagar salah satu rumah di Blok C nomor 33, " Bunda yakin ini rumahnya, " lanjutnya Penuh keyakinan
Naura ikut berhenti tepat di sebelah Bunda, " Bunda dari tadi juga ngomong begitu, kita Udah salah ngetuk dua Rumah, Lo Bun, " Naura mengingatkan," kalau Bunda nggak yakin, mending kita Pulang aja Daripada malu-maluin salah rumah lagi, Ayo ! Naura menarik tangan Bunda untuk mengajaknya Pulang. Namun suara Bunda sudah terdengar mengucapkan salam keras-keras,"
Naura menundukkan wajahnya dalam-dalam, takut kalau-kalau kali ini bundanya salah rumah lagi
" Permisi, ! teriak Bunda Penuh semangat
Baru saja Bunda hendak bersuara lebih nyaring lagi, Pintu utama rumah itu terbuka. Seorang Cowok yang mengenakan Celana jins selutut dan kaus hitam dari sana. Cowok itu mengerutkan keningnya melihat seorang wanita Paruh baya yang berdiri di depan Pagar rumahnya, di temanin seorang gadis yang tengah bersembunyi di balik Punggung wanita itu sambil menunduk dalam-dalam
" kali ini Bunda nggak salah ini, rumahannya Siska, " seru Bunda antusias," Naura, apa kata Bunda Pasti kita ketemu rumah teman Bunda,! Bunda menarik tangan Naura hingga gadis itu berpindah posisi sebelahnya
" Siapa, ya "
Suara Cowok yang berdiri di ambang Pintu utama membuat Naura mengangkat kepalanya, dia merasa mengenali suara itu, Dan seperti tebaknya, suara familier itu memang milik Keenan. mengapa Cowok itu bisa ada di sana.
" Kamu Putranya Siska, kan, " tanya Bunda dengan senyuman lebar terlihat sangat kontras dengan eskpresi terkejut setengah mati sangat ini, " kenalin saya Mirna, teman lama mamamu,"
...•••...
Naura duduk kaku di sebelah bundanya, di ruang tamu rumah Keenan. Mereka sudah hampir setengah jam di sana. Naura tidak banyak bersuara. Bunda yang lebih antusias berbincang hangat dengan Keenan yang duduk di sofa tepat di seberang Naura
" jadi kamu tinggal sendiri di rumah ini ya " tanya Mirna Pada Keenan
" Sementara aja, sih Tan Untuk saat ini Mama tinggal di Bandung sama Nenek ? jawab Keenan sangat santun sesekali dia melirik Naura yang terlihat sangat Cantik dengan Penampilan yang sangat feminim. kalau saja gadis itu tidak Pelit senyum saat ini, dia yakin Naura akan terlihat jauh lebih Cantik
" Sayang banget, Padahal Tante Udah lama banget nggak ketemu Siska. Hari ini belum jodoh buat ketemu, " Tante Mirna sedikit kecewa. kemudian matanya mengikuti arah Pandang Keenan ke arah Naura yang duduk diam di sebelahnya Oh iya berarti kalian satu sekolah, kan," tanyanya sambil memandang Keenan dan Naura bergantian. Beberapa saat lalu Keenan mengatakan bahwa dia mengenali Naura di sekolah ketika Mirna memperkenalkan Putrinya
" Iya, Tante Naura di sekolah terkenal banget, " jawab Keenan sambil tersenyum, yang sukses mendapatkan lirikan tajam dari Naura
" Oh ya ? Kok Bunda nggak Pernah tahu, Sih " Bunda menoleh ke arah Putrinya
" Terkenal Juteknya, Tan, " lanjut keenan sambil tersenyum, " kalau di rumah dia memang dingin gini ya, Tan, "
Mirna mengerutkan kening mendengar Pertanyaan Keenan barusan Dia kemudian menoleh ke arah Putri kesayangan itu yang belum bersuara, " Nggak kok. Naura manis banget kalau di rumah Ya kan, Sayang ? Memangnya kamu Jutek kalau di sekolah "
" Naura juga Pilih-pilih kalau mau jutekin Orang, Bun, " kata Naura tanpa mengalihkan sedikit pun tatapannya dari keenan, " Di sekolah dia juga terkenal Kok Bun, " lanjutnya kali ini balik menuding Keenan
" Wajarlah Kalau Orang seganteng Keenan Populer di sekolah, " sahut Bunda yang disambut senyuman oleh Keenan, tetapi jutsru membuat Naura kesal
" Terkenal Playboy, Bun, " ujar Naura, memperjelas maksudnya
" Masih sih ? Bunda memperhatikan keenan sekali lagi. Dilihat dari sudut Pandang mana pun, Cowok itu terlihat seperti anak baik-baik ,juga sopan dan santun kepada orang tua
" Mungkin Naura, Salah Paham, Tan. memang saya banyak Punya teman Perempuan, banyak teman itu kan, bagus, " Keenan memperhatikan senyum kemenangan Pada Naura yang sudah kesal setengah mati padanya. Apalagi dengan mudah Mirna justru lebih Percaya kepadanya di banding Putrinya sendiri
" Tuh dengerin, " kata Bunda sambil menepuk Paha Naura, " Jangan Pilih-pilih Teman. Keenan ini anak baik Bunda setuju banget kalau kamu berteman baik sama dia, siapa tahu nanti kalian ... "
" Bunda, " Naura memotong cepat Ucapan bundanya. Dia tahu Pasti ke arah mana Pembicaraan yang ingin dilontarkan sang Bunda, " kita Pulang yuk. Langit udah hampir gelap,"
Bunda melirik ke arah Pintu utama yang terbuka lebar. Langit sore memang sudah berubah Perlahan menjadi semakin gelap
" ini Tante buat cupcake. Memang sengaja Tante bagi ke tetangga tetangga baru di sekitar rumah ini Cobain ya." Mirna meletakkan sekotak Tupperware bening berukuran sedang di atas meja
" Makasih banyak, Tante. " Keenan menyambut kotak itu, kemudian meneliti bentuk cake yang sangat manis dengan buah strawberry di atasnya, " ini Naura yang buat,"
Mirna Terkekeh Pelan mendengar tebakan Keenan, " justru kalau Naura yang buat. Tante nggak berani kasih ke tetangga-tetangga takut mereka sakit Perut, "
Keenan tidak tahan untuk tidak tertawa. Rasanya seru sekali menggoda Cewek yang terkenal dingin di sekolah itu. Apalagi di saat Naura terus-terusan memberi kode bundanya untuk segera Pulang
" Ya Udah, kalau gitu Tante Pamit Pulang ya, " Mirna bangkit diikuti juga keenan, " Tante senang sekali Naura punya tetangga yang satu sekolah sama dia, kalian jadi bisa berangkat bareng,kan "
" Boleh, Tan "
" Nggak ,"
Keenan dan Naura menyahut serentak. Keduanya saling Pandang tanpa kata. Keenan tersenyum ramah yang justru membuat Naura semakin kesal
Cowok itu memang Pandai sekali menarik hati bundanya
" Kok kamu jawabannya gitu, sih Sayang," Bunda melirik Naura, " keenan aja nggak keberatan kok,".
" Naura nggak mau, Bun. Naura bisa berangkat sendiri, "
Bunda hanya bisa geleng-geleng kepala setiap kali menghadapi sifat keras kepala Putrinya. Dia kemudian menoleh Pada Keenan, " Oh iya, Tante minta nomor handphone mamamu ya, Nanti kirimin aja ke nomor Naura,"
" Saya belum Punya nomor Naura, Tan, " sahut Keenan dengan Cepat
" Naura, kasih nomor kamu, " Ujar Bunda Pada Naura, " kamu juga simpan nomornya Keenan. sekarang kita kan udah jadi Tetangga. jadi kalau ada perlu apa-apa kan, bisa berguna banget"
Naura menahan kesalnya. Bagaimana bisa Bunda dengan mudah memintanya bertukar nomor Ponsel dengan Keenan, Padahal dia sendiri mati-matian untuk tidak membiarkan Cowok itu tahu ? Apalagi, ketika Naura menoleh ke arah Keenan, Cowok itu seolah meledeknya dengan memamerkan senyum kemenangan
" Kasih nomor Bunda aja, " Naura mencari alasan untuk tidak memberitahu nomornya kepada keenan
" Bunda lagi nggak bawa handphone,"
" Ya udah Bunda sebutin aja, nih apa susah sih " Naura mengeluarkan Ponsel itu dari sakunya dan buru-buru membuka Phone book untuk mencari kontak yang di simpan dengan nama " Bunda " di sana " kosong delapan satu ... " Naura mengangkat kepalanya untuk kembali menatap Keenan. Namun Cowok itu masing bergeming tanpa mengeluarkan Ponselnya untuk menyalin nomor yang disebutkannya
Keenan terus menatap tingkah Naura Penuh senyum, Cewek itu bersikeras untuk tidak memberitahu nomor Ponselnya. sikap itu jutsru terlihat sangat lucu bagi keenan
" Kenapa Lo diem aja ? ketik nomor handphone nomor yang gue sebutin ini ? kata Naura tak sabaran
" Handphone gue ada di dalam kamar, lagi di charge, " jawab Keenan santai
" Ya Udah, ambil dulu sana, "
" Naura Jangan gitu ! Suara Bunda memperingati, " kamu jangan nggak sopan begitu sama tetangga baru kita, " kamu save aja nomornya Keenan Apa susahnya sih "
" Tapi Bun .. " Baru saja Naura ingin beralasan, tangan Bunda sudah lebih cepat merebut Ponsel dari tangannya dan mengulurkan kepada Keenan
" ini, kamu ketik nomormu di sini, ya "
Keenan menyambut Ponsel Naura dengan gembira
" Bunda " Naura terlambat mencegah. Ponselnya kini sudah dalam Penguasaan Keenan sepenuhnya
Setelah mengetikkan nomornya di Ponsel itu, Keenan menekan tombol Panggil hingga menghubungkannya dengan Ponsel miliknya. Dengan begitu, sekarang dia sudah mendapatkan nomor Naura
Keenan mengembalikan Ponsel itu kepada Naura yang disambut Cewek itu dengan sergapan cepat
" Nanti malam saya kirim nomornya ya, Tan, " kata keenan kepada Mirna. kemudian beralih ke Naura yang masih menatapnya kesal, " jangan lupa disimpan ya nomor gue ya Naura Cantik " katanya, bermaksud menggoda Cewek itu
Naura menggenggam Ponselnya kuat-kuat, " Bun, ayo kita Pulang Naura mau ngerjain PR, " Dia berjalan menuju Pintu utama dengan inisiatif sendiri
" Maafin Naura kalau dia nggak Sopan, ya," Kata Mirna kepada Keenan
" Nggak apa-apa Kok,Tan Udah biasa," balas Keenan Penuh santun. Dia lalu mengantar Mirna hingga meninggalkan rumahnya. Dia sungguh tidak dapat menahan tawanya ketika lagi-lagi melihat Naura meliriknya tak suka dari luar pagar
" Bunda apa-apaan, sih ? Naura langsung membuka Topik ketika dia dan Bunda sudah sampai di rumah
" Loh kenapa malah jadi kamu yang marah-marah sama Bunda seharusnya Bunda yang marahin kamu. kamu kalau bertamu jangan jutek begitu. kita ini, kan baru beberapa hari tinggal di lingkungan ini. kita harus baik-baik sama tetangga baru, " kata Bunda Panjang lebar sambil melangkah masuk ke ruang tengah
Naura mengekor dari belakang, " Ya, Tapi Bunda terlalu baik sama dia. Dia itu bukan Cowok baik-baik Bun,Dia itu Cowok Playboy " keluhnya, " Bunda malah mau aku berangkat sekolah bareng dia. Pokoknya Naura nggak mau, "
Bunda duduk di sofa, kemudian melirik Putrinya yang juga ikut duduk di sebelahnya dengan wajah yang di tekuk
" kalau nggak mau. ya Udah Bunda nggak maksa Bunda Cuma kamu berteman sama Keenan. Apalagi dia itu anak teman lama Bunda. Siska itu teman akrab Bunda waktu SMA dia Perempuan baik-baik nggak mungkin kan, anaknya nggak baik seperti yang kamu bilang tadi ?
" kenapa nggak mungkin ? sahut Naura dengan cepat, " Buah nggak selamanya jatuh dekat Pohonnya kan ? Bisa aja buah kini yang tertiup angin topan sama Badai tornado. jadi jatuhnya jauh banget dari Pohonnya
" kamu kalau ngomong emang Paling bisa," Bunda langsung mencubit hidung mancung Naura dengan gemas, " Udah sana ngerjain PR kamu, "
Naura menurut. Dia bergegas masuk ke kamarnya dan menyiapkan buku-buku Pelajaran untuk esok hari
...•••...
Ponsel Naura bergetar tepat 2 detik setelah bel istirahat Pertama. berbunyi Ada Panggilan masuk dari orang yang tidak ia harapkan
" kenapa nggak diangkat ? Dari siapa ? tanya Loli yang duduk di sebelah Naura. Dia mencondongkan tubuhnya sedikit tubuhnya untuk melirik Ponsel teman sebangkunya itu, tetapi Naura menempelkan Ponselnya ke dadanya
" Nggak Penting !" jawab Naura sambil memasukkan ponsel ke dalam tasnya. Dia membiarkan Ponselnya bergetar untuk waktu cukup lama
" Dari Siapa sih ? jadi kepo, deh"
" Nggak Penting buat dibahas Mau ke kantin nggak , " tanya Naura mengganti topik
" Nanti aja deh, Belum laper ,"
" Eh, keenan duluan aja, Nanti gue nyusul, ke kantin "
Suara nyaring Ethan membuat Naura langsung menoleh ke Pintu kelas. Cowok yang baru saja di sebut Ethan ada di sana. Keenan berjalan memasuki kelas Naura Tanpa mengalihkan perhatian tatapannya sedikit Pun dari Naura yang tidak jauh dari Pintu kelas
" Udah gue bilang, nanti gue nyusul Keenan," cerocos Ethan yang masih duduk di kursinya, di bagian tengah kelas sambil merapikan buku-buku Pelajarannya, " Lo duluan a ... " kata-katanya langsung lenyap begitu melihat Keenan tidak melanjutkan langkahnya menuju mejanya, tetapi berhenti tepat di samping meja Naura
kirain nyusulin gue, kata Ethan dalam hati
" Kenapa nggak lo angkat telepon gue ? tanya keenan sambil menatap lurus ke arah Naura yang tampak terkejut
" Wow " ... " seisi kelas kompak menunjukkan keterkejutan setelah mendengar perkataan keenan. Apalagi Santi dan Loli, yang mulutnya sampai terbuka lebar karena terkejut
" Emangnya Lo ada Perlu apa ? sahut Naura dia tidak suka karena saat ini jadi Pusat Perhatian seisi kelas bersama dengan Keenan
Keenan tersenyum, kemudian meletakkan kotak Tupperware kosong. dia atas meja Naura, " Gue Cuma mau kembaliin ini. Tolong bilang makasih sama nyokap Lo. Cupcake enak banget"
" Woww, ... " lagi-lagi suasana kelas kembali heboh karena ucapan Keenan
Naura kesal setengah mati saat ini. Cowok itu Bisa-bisanya membuat suasana menjadi runyam seperti ini. Harusnya dia memberi Peringatan kepada Keenan agar jangan sampai ada yang tahu bahwa mereka kini tinggal berdekatan
" Tadinya gue mau kembaliin langsung ke rumah Lo langsung, Tapi Lo nggak balas chat gue semalam, jadi gue bawah ke sekolah aja "
" Wuaaa .... "
Naura kesal sekaligus malu. Dia tidak tahu harus bersikap seperti apa. saat ini Seisi kelas sibuk membicarakan tentang dirinya dan Keenan. Mereka tidak menyangka bahwa ternyata Naura dan Keenan sudah Pendekatan sejauh itu, Padahal yang mereka tahu, selama ini Naura mati-matian menolak Keenan
Naura meraih kotak di atas mejanya, lalu buru-buru memasukkannya ke dalam tas," Udah selesai kan Urusannya ? tanyanya kepada Keenan. Dia berharap cowok itu segera Pergi sebelum semakin memperburuk keadaan
Keenan menempelkan telapak tangannya di meja Naura lalu menyejajarkan Pandangannya dengan wajah Cewek itu," Lain kali, kalau gue telepon, diangkat ya, karena kalua Lo nggak angkat Panggilan dari gue, gue anggap Lo mau gue samperin Lo," Keenan melemparkan Senyumannya Sekali lagi kepada Naura, kemudian menegakkan Punggungnya dan berjalan keluar kelas
Naura hampir menahan nafas dibuatnya, Bagaimana bisa Cowok itu berkata dengan sangat Percaya diri seperti tadi ? Dia Pikir dia siapa
" Naura Sumpah gue nggak nyangka banget kalian udah jauh banget hubungannya, " cecar Santi begitu melihat Keenan sudah menghilang dari balik Pintu kelas
" iya, Naura Udah chatting-an gitu sama telepon, " tambah Loli memperheboh Suasana
" ini semua bukan seperti yang kalian Pikirin" kata Naura, berusaha memperjelas
" Gimana Ceritanya dia Punya nomor telepon Lo "
" Terus kenapa Nyokap Lo bisa kasih cupcake ke Keenan ? Ceritain dong"
Naura menghela nafas berat berkali-kali, sekarang dia harus memperjelas kepada sahabat sahabatnya agar tidak salah Paham seperti Teman-temannya sekelasnya yang lain
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Haris Geisha
MY love my enemy
2022-01-31
1