Pertandingan. Futsal Persahabatan antara SMA angkasa dan SMA sudah berjalan hampir setengah babak Pertama. Dan selama itu Pula, keenan tidak Pernah dibiarkan menguasai bola sama sekali. Tidak ada Pemain yang mengoper bola kepadanya, Terutama Arsen Cowok itu dengan sengaja menembak bola langsung ke gawang dan seperti tidak Pernah menganggap Keenan ada di sana. Keenan kesal luar biasa Padahal jelas-jelas Posisinya sangat strategis dan memungkinkan mencetak gol
Dan, ketika Arsen berhasil mencetak gol Pertama untuk tim mereka, Keenan semakin di buat kesal. Dia melihat Naura melempar senyum manis sekali ke arah Arsen
Kapten sialan itu Paling emang bisa cari-cari Perhatian
keadaan yang tidak jauh berbeda terus berlangsung sampai babak Pertama hampir usai. Keenan terus berteriak kepada rekan-rekan setimnya untuk mengoper bola kepadanya, tetapi lagi-lagi dia seolah tidak Pernah dianggap sebagai bagian timnya
Sialan
Pada detik-detik terakhir babak Pertama, tim lawan berhasil menyamakan kedudukan berkat tendangan Yuda. skor imbang bertahan hingga babak Pertama usai. Kedua tim beristirahat sejenak sebelum memulai babak kedua
Keenan menghampiri Arsen di Pinggir lapangan, " Lo nggak suka gue ada tim ini," tanyanya kesal
Arsen menoleh dengan malas, " Lo baru sadar, "
Keenan mengepalkan kedua tangannya. Cowok di hadapannya itu sungguh membuatnya kesal. Beruntung Panggilan Yuda membuat Keenan memilih Pergi dari hadapan Arsen alih-alih terjadi keributan
sepeninggal Keenan, Roni menghampiri Arsen, " Arsen, Tahan ego Lo sedikit Tim kita bisa kalah kalau Lo begini terus, " katanya sambil menepuk Arsen, " Oper juga bolanya ke Keenan juga Posisi dia banyak Peluang buat Cetak angka, Lo tadi,"
Arsen tidak menjawab sama sekali Dia hanya berdecak Pelan Kemudian memilih menjauh dari Roni
Beberapa saat kemudian, Pertandingan babak kedua dimulai jalannya Pertandingan tidak jauh berbeda dari babak Pertama, keenan masih tidak dibiarkan menguasai bola sama sekali
Keenan sudah malas bermain, Usahanya berlari ke sana kemari sama sekali tidak di hargai siapa pun. Dia merasa hanya menghabiskan energi yang Percuma
Roni gemas menyadari ego Arsen yang kertelaluan. Dia mulai terdesak karena sisa waktu Pertandingan sudah tidak lama lagi. Dia bergerak mendekati Arsen yang masih dikepung, kemudian dengan gerakan cepat merebut bola itu dan langsung mengopernya kepada Keenan yang bebas dari bayang-bayang tim lawan. Keenan juga berada di Posisi yang sangat strategis untuk mencetak gol
Keenan menyambut bola itu dengan terkejut, Namun dia cukup sigap untuk tidak membiarkan tim lawan berusaha merebut bola darinya. Dengan mudah, Keenan mengecoh dua Pemain dari tim lawan yang mengadang langkahnya. setelah melewati dua Pemain itu, keenan menembakkan tendangan langsung ke arah gawang
Gol ! Keenan berhasil menjadi Penentu kemenangan Tim Futsal SMA angkasa karena, beberapa detik berikutnya dia mencetak gol, wasit meniup peluit Panjang tanda berakhirnya Pertandingan
Sorak-sorai Penonton bergemuruh seketika, Para Pemain berlari menghampiri Keenan untuk melakukan selebrasi dan Perayaan kemenangan kecuali Arsen, yang lebih memilih menepi ke Pinggir lapangan
" Selamat tim kamu menang, " Naura datang menyambut Arsen sambil mengeluarkan air mineral dingin ke arah Cowok itu. senyumannya mengembang sempurna
" Makasih, " jawab Arsen dengan tidak bersemangat. Dia menyambut air yang diberikan Naura dan meminumnya
" Kok kamu kayak nggak seneng gitu sih Arsen " tanya Naura heran. kemudian berpindah posisi ke sebelah Arsen
Arsen menggeleng Pelan, " Nggak apa-apa ," jawabnnya sambil menutup botol di genggamannya
" Kamu sakit ya, " tanya Naura bernada Cemas
" Duh, haus nih ,"
suara seseorang yang sengaja di buat nyaring membuat Arsen dan Naura menoleh. Mereka melihat keenan yang baru saja duduk di tepi lapangan dekat dengan keberadaan mereka. sebelah tangan Cowok itu mengibas-ngibaskan kaus olahraga, dan sebelahnya tangannya lagi menyekat keringat di dahinya
" Butuh minum nih, " kata Keenan, masih dengannya Volume suara sengaja di besar-besarkan Dia melirik Naura didekatnya, berharap Cewek itu mengerti kodenya
Naura melirik Keenan tanpa minat. berusaha untuk tidak Peduli walau dia tahu betul maksud dari kode yang di berikan Cowok itu
" Hai Keenan ,"
Keenan mendongak menatap seseorang Cewek yang baru saja datang menghampirinya sambil mengulurkan air mineral dingin
" ini minum kamu Pasti haus kan,"
Keenan langsung bangkit berdiri. tatapannya masih terkejut melihat Cewek di depannya saat ini
Setelah beberapa saat, Keenan menyambut Pemberian itu," Tiara " Ucapannya masih Cukup terkejut
" Selamat ya, kamu keren banget Tadi Arsen " Puji Tiara malu-malu
Keenan jadi serba salah. Dia bingung harus bersikap seperti apa sekarang. Sikap Tiara Sungguh membuatnya Canggung dan merasa tidak enak hati secara bersamaan. Bagaimanapun, hubungan mereka dahulu bisa dikatakan berakhir dengan tidak baik-baik saja. Dan sekarang Tiara menyapanya seolah tidak Pernah ada masalah di antara mereka berdua
" Kamu ada Waktu sebentar, ? Ada yang aku Pengin omongin sebentar sama kamu,"
Keenan terdiam. suaranya baru terdengar 5 Detik kemudian, " Sorry gue udah ada janji sama anak-anak yang lain"
Senyum di wajah Tiara menghilang tetapi tidak lama Cewek itu kembali tersenyum ramah kepada Keenan kembali, " Ya Udah nggak apa-apa Tapi lain kita bisa ngobrol berdua kan,"
Keenan menjawab dengan anggukan Pelan. Bingung juga harus berkata apa
Keenan menatap kepergian Tiara dengan alis menyatu. Dia bahkan tidak Peduli bila kebanyakan mantannya membencinya setelah putus Menurutnya, itu jauh lebih baik. Namun sikap Tiara barusan jutsru membuatnya tak nyaman. mengapa Tiara tidak membencinya, seperti mantan mantannya yang lain ?
" Ciye, yang disamperin mantan,"
Tepukan dan suara keras Ethan menyadarkan Keenan Dia langsung menoleh ke arah Naura. Namun rupanya Cewek itu sudah tidak ada di tempat semula. Keenan mengedarkan pandangannya ke sekitar, tetapi Arsen dan Naura tidak ada di manapun
Sejak kapan mereka Pergi ? Apa tadi Naura melihat Keenan berbincang dengan Tiara ? Bagaimana reaksi Naura tadi ? Keenan sungguh ingin tahu semua itu
" Lo di tungguin Yuda sama Beni di kantin SMP, Ayo kita makan soto pak Maman," Ethan mengapit leher keenan erat-erat dan menyeretnya menuju lokasi yang disebutkannya tadi
" Lo ganggu aja ! kesal Keenan sambil melepaskan rangkulan Ethan di lehernya Dia kini berjalan bersisian dengan Cowok itu sambil terus memperhatikan sekitar, berharap menemukan sosok yang dicarinya
Ethan menanggapi dengan decakan singkat, " Sebenarnya Lo mau deketin Naura atau Tiara lagi, sih, Dasar Playboy Cap kampung," sindirannya terang-terangan," Eh tapi tadi kayaknya Naura agak Cemburu lihat Lo deket sama Tiara,"
Keenan menoleh Cepat, " Seriusan Ethan,"
Ethan langsung terbahak melihat reaksi Keenan , " Ngarep lho "
" Sialan lho "
" Lagian udah gue bilangin mendingan Lo nyerah aja Keenan kalau mau bikin Naura berpaling dari Arsen. Mereka itu udah klik banget dari zaman SMP, bakalan susah keenan,"
" Lo jadi temen nggak ada baik baiknya sama sekali sama gue Bukannya ngedukung gue malah ngendorin semangat gue, " keluh Keenan, " Susah bukan berarti nggak bisa kan ? Gue masih Punya harapan " ujarnya penuh semangat lebih kepada dirinya sendiri
" God luck deh, Keenan, "
Tidak ada yang lebih mengasyikkan bagi Naura selain mengasyikkan waktu luang Pada Minggu dengan menonton drama atau film favoritnya. seperti saat ini, sudah hampir 2 jam lamanya. Perhatian Naura enggan beralih sedikit pun dari layar laptop yang sedang menanyakan film action thriller favoritnya, The Commitment Film itu di bintangi anggota Bigbang TOP, serta artis muda berbakat Kim Yoo Jung
Walaupun kali Pertama Naura menonton film itu, tetapi kesan yang selalu sama. Dia begitu kagum Pada sosok Ri Myung Hoon yang rela berjuang demi melindungi adik perempuannya Ri Hye in
" Punya Kakak Cowok ganteng itu Pasti seru ya " gumam Naura. Dia merasa, semakin sering memutar film itu, dia malah semakin iri dengan semua orang di dunia ini yang memiliki kakak laki-laki
Naura menutup laptopnya setelah film itu berakhir. Dia lalu keluar dari kamar dan menghampiri bundanya yang sedang sibuk di ruang tengah
Naura mendekati Bundanya yang sedang mengeluarkan barang-barang yang ada di kotak besar
" Bun, "
" Hmmm, " sahut Bunda tanpa menoleh
" Naura Pengin Punya kakak Cowok, deh " kata Naura yang kini duduk di samping Bunda
Bunda melirik sekilas, kemudian kembali sibuk dengan kegiatannya kembali, " kamu nggak ada Permintaan yang lain ? Bunda bosen dengar kamu minta Kakak Cowok. kasih adik buat kamu aja Bunda belum sanggup, kamu malah minta yang enggak-enggak,"
" Habisnya Naura suka iri sama orang orang yang Punya Kakak Cowok Asyik banget dijaga dan merasa dilindungi"
Bunda menghentikan kesibukannya, kemudian memutar tubuhnya hingga menghadap ke arah Naura sepenuhnya," kalau Cuma jagain dan lindungi kamu, nggak Perlu Kakak Cowok, Ayah kamu kurang hebat apa jagain kamu sampai sebesar ini ? Dia mengelus kepala Putrinya dengan gemas
" Kalau itu sih beda Bunda, " keluh Naura," Ayah itu terlalu Protektif Masa Naura nggak dibolehin main sama teman-teman Naura, "
" Ya nggak jelas nggak boleh, Naura Sayang, " Bunda langsung mencubit hidung mancung Naura dengan gemas, " Orang tua mana yang nggak larang anak gadisnya main di luar sampai larut malam,"
Naura mencebikkan bibirnya Bunda hanya menanggapi dengan senyuman singkat, kemudian kembali sibuk dengan kegiatannya awalnya
" Bun,"
" Hmmm, "
" Nanti malam Naura boleh main keluar sama teman Naura, kan ? janji deh, Pulangnya nggak sampai larut malam "
" sama siapa, "
" sama teman Naura "
Bunda menoleh kembali, " Cowok " tebaknya
Naura tersenyum kaku sambil mengangguk
" kamu udah Punya Pacar," tanya Bunda
" Bukan Pacar Bun, Belum Eh, maksudnya dia teman Naura Namanya Arsen Orangnya baik, " jelas Naura sedikit Panik. Dia yakin Bundanya tidak akan akan mengizinkannya berpacaran sebelum lulus sekolah
" Ajak main kerumah,"
" Bun, aku sama dia Cuma temenan,"
" Ya memang kalau berteman nggak boleh diajak main ke sini ? kamu dari dulu sering banget sebut nama Arsen, tapi sampai sekarang Bunda nggak pernah tahu yang mana Orangnya. Bunda Kan juga harus tahu siapa teman dekat anak gadis Bunda, ini, " Bunda mencubit dagu Naura dengan penuh kasih sayang
Naura masih Cemberut, " jadi, Naura nggak dibolehin Pergi, nih"
Bunda tersenyum manis, " Ajak ke sini aja ya, sayang kenalin sama Bunda sama Ayah Lebih aman juga kalua mainnya di rumah"
" Bunda nggak asyik, nih, " Naura bangkit dengan wajah di tekuk. Dia kemudian berlalu Pergi
" Naura, kamarmu Udah rapi belum, " Udah nggak ada yang ketinggalan di rumah lama,kan "
Naura mengabaikan Pertanyaan Bunda. kini Dia tengah memikirkan cara agar Arsen mau berkunjung ke rumahnya, Naura juga heran, cowok itu selalu menghindar ketika diajak ke rumah. saat Arsen mengantarnya pulang Pun, Cowok itu selalu menolak ajakan Naura untuk mampir sebentar
" Oh, itu Bunda mau minta tolong sama kamu, "
kali Naura menoleh, tetapi masih menekuk wajahnya
" Nanti temenin Bunda main ke rumah teman lama Bunda, ya Tinggalnya di Perumahan ini juga, cuma beda blok"
" Naura nggak Pernah tahu Bunda Punya teman yang tinggal dekat sini"
" ini Teman akrab Bunda waktu SMA dulu. Bunda juga udah lama banget hilang kontak sama dia. Tapi seharusnya,sih alamatnya masih sama"
" Ya udah iya, " jawab Naura malas
" Dandan yang Cantik, ya," seru Bunda
" Emangnya mau ngapain," tanya Naura heran
" Yang Bunda tahu, anak Cowoknya ganteng, kamu juga jangan mau kalah,ya Dandan yang cantik,biar Bunda bisa banggain kamu juga siapa tahu, kalian bisa akrab. kalua nggak salah, Usianya sepantaran kamu juga,"
" Bunda sebenernya mau ketemu sama teman lamanya atau mau jual anaknya gadisnya,sih, " tanya Naura kesal
" Naura, kamu jangan ngomong sembarangan gitu, "
" Ya habisnya, Bunda kayak mau jodohin aku sama anaknya teman Bunda itu," sahut Naura, " Bunda Sendiri, kan yang bilang kalau aku nggak boleh Pacaran sebelum lulus sekolah"
" kalau kenalan dulu kan nggak ada. salahnya siapa tahu kalian beneran Cocok," goda Bunda
" Tuh, kan Bunda, " Naura gemas sekaligus kesal dengan caranya Bundanya menggodanya. kalaupun Naura diperbolehkan berpacaran sebelum lulus, tentu dia tidak akan memilih cowok yang tidak ia kenal atau baru dikenalnya Mengapa harus susah Payah mencari Pilihan ketika seseorang yang diharapkannya sesungguhnya sudah ada di depan mata ? Hanya saja, banyak faktor yang membuat mereka belum juga bersama.
Naura meraih Ponsel di sakunya sambil melanjutkan langkahnya menuju kamarnya. Dia berniat mengirim Pesan kepada Arsen untuk mengajak Cowok itu berkunjung di rumahnya malam ini, seperti Bundanya. Semoga saja kali ini Cowok itu tidak menolak tawarannya
Naura baru saja menyalakan layar Ponselnya. Rupanya sudah chat dari teman sekelasnya, Ethan
Thing
" Than, handphone Lo bunyi, tuh, " kata Keenan sambil menggeser duduknya mendekati Ethan, " sini gantian mainnya," Dia berusaha merebut stick Ps dari Ethan, tetapi Ethan menahannya
" Benteran Lagi seru, nih " sahut Ethan tanpa sedikitpun menoleh
" Ko, sini gantian mainnya, " kata Keenan Pada Miko yang sedang menjadi lawan Ethan saat ini
" Udah, biarin aja Miko main sepuasnya, Keenan, " sahut Johan yang sedang asyik membaca komik Naruto koreksi Keenan," kasihan dia lagi Patah hati,"
" Iya keenan, Daripada Miko ngebayangin Satya lagi mesra-mesraan sama Diana sekarang, biarin aja dia Puas Puasin main PS, " tambah Ethan, masih asyik memainkan Stik Console dengan sangat berlebihan
" Kampret Lo Pada !" kesal Miko tak tertahan. Dia melampiaskan Emosinya Pada stik PS digenggamnya
" Kalian tuh nggak ada sopan sopannya sama tuan rumah, " Keenan geleng geleng kepala melihat tingkah teman-temannya
Keenan melirik kembali Ponsel Ethan yang tidak jauh darinya Layar ponsel itu masih menyala, menampilkan sebuah pop-up Pesan dari si pengirim. Awalnya dia tidak menaruh minat sama sekali, tetapi sebuah nama yang tidak sengaja terbaca, membuat menoleh kembali. kali ini dia sengaja mencondongkan tubuhnya mendekati Ponsel itu untuk memperjelas yang dilihatnya
Dinda Naura S. kini Keenan yakin Pesan itu berasal dari Naura. Baru saja hendak meraih Ponsel itu, tangan Ethan dengan cepat mendahuluinya
" Lo chatting-an sama Naura, " tanya Keenan sambil menoleh. Beberapa saat kemudian dia baru menyadari bahwa Ethan teman sekelas Naura. tentu saja Cowok itu kemungkinan besar mempunyai nomor ponsel Naura, " Gue minta dong nomor telepon Naura,"
" Sorry Keenan kali ini gue nggak bisa bantuin Lo. Gue udah janji sama Naura nggak akan kasih nomor dia ke elo, " jawab Ethan tanpa dosa
" Lo kapan, sih Pernah bantu gue Ethan ? sindir Keenan, " Tega banget Lo sama Temen sendiri,"
" Sekali lagi Sorry Keenan. Sebagai Cowok gue harus bisa Pegang ucapan gue sendiri, " lanjut Ethan sambil mengangkat dagunya tinggi-tinggi
Keenan berdecak kesal, kemudian bangkit dan memilih keluar dari kamarnya Di luar kamar, dia bertemu Yuda yang beberapa saat lalu meminta izin untuk Pergi ke toilet
" Sepi amat nih rumah. Nyokap Lo mana Keenan, " tanya Yuda yang kini ikut berhenti di depan kamar Keenan.
" Sejak Kepergian Moza Nyokap gue lebih milih tinggal di Bandung, di rumah Nenek. Alasannya, karena belum siap tinggal di rumah ini lagi. Moza terlalu banyak ninggalin kenangan di rumah ini. apalagi di kamar itu, " Keenan menunjuk kamar Persis di sebelah kamarnya. Berkali kali dia membuang nafas berat. Sejujurnya ia berat untuk tinggal di rumah ini seorang diri. Sering kali bayangan Adik kesayangannya dan datang menghampiri dan membuatnya bergejolak hebat
" Kenapa kamar Moza nggak di bongkar aja ? Maksudnya biar Lo nggak terus terusan sedih dan kepikiran Moza terus Bagaimana pun life must go on, right," Yuda menepuk bahu Keenan mencoba memberikan kekuatan moral Pada sahabatnya itu
Keenan menggeleng, " Gue nggak setuju Walaupun Nyokap gue saranin buat bongkar kamar Moza. Tapi gue selalu nolak, karena gue yakin, masih banyak Petunjuk yang bisa gue dapat dari sana. mungkin nggak sekarang, tapi suatu saat nanti,"
Yuda semakin mempererat Cengkeraman tangannya di bahu Keenan sahabatnya itu memang sedang butuh dikuatkan
" Adik Lo memang beruntung banget Punya Kakak seperti Lo, " kata Yuda
Seketika Pintu kamar Keenan terbuka, Ethan muncul dari dalam
" Adik , " tanyanya heran, " Lo Punya adik Keenan, "
Miko dan Johan yang berada di dalam kamar ikut menoleh karena suara nyaring Ethan.
Keenan sedikit Panik, Tetapi secepat mungkin berusaha mengalihkan perhatian. Sejak awal Pindah sekolah SMA Angkasa Keenan tidak ingin ada yang tahu bahwa dia adalah kakaknya Moza. Dia tidak ingin informasi itu hanya akan menghambat Penyelidikannya terhadap kasus Moza di sana
" Lo udah selesai mainnya PS nya Ethan Kok cepat banget, " tanya Keenan masuk ke kamar Keenan kemudian duduk di tempat yang baru saja ia tinggalkan Ethan, " sekarang Giliran gue main PS gue bakalan kalahin lo, " katanya sambil merebut stick Ps yang tak bertuan.
" Gue Cuma mau ke toilet sebentar, habis itu gue lanjutin mainnya, " ujar Ethan memperingati Keenan
" Ayo tanding Than ! seru Keenan kepada Ethan
" Oke kalau gitu siapa takut,"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Vio23 Vio23
cemburu Keenan
2022-01-30
1