Part 6 CEMBURU

Pertandingan. Futsal Persahabatan antara SMA angkasa dan SMA sudah berjalan hampir setengah babak Pertama. Dan selama itu Pula, keenan tidak Pernah dibiarkan menguasai bola sama sekali. Tidak ada Pemain yang mengoper bola kepadanya, Terutama Arsen Cowok itu dengan sengaja menembak bola langsung ke gawang dan seperti tidak Pernah menganggap Keenan ada di sana. Keenan kesal luar biasa Padahal jelas-jelas Posisinya sangat strategis dan memungkinkan mencetak gol

Dan, ketika Arsen berhasil mencetak gol Pertama untuk tim mereka, Keenan semakin di buat kesal. Dia melihat Naura melempar senyum manis sekali ke arah Arsen

Kapten sialan itu Paling emang bisa cari-cari Perhatian

keadaan yang tidak jauh berbeda terus berlangsung sampai babak Pertama hampir usai. Keenan terus berteriak kepada rekan-rekan setimnya untuk mengoper bola kepadanya, tetapi lagi-lagi dia seolah tidak Pernah dianggap sebagai bagian timnya

Sialan

Pada detik-detik terakhir babak Pertama, tim lawan berhasil menyamakan kedudukan berkat tendangan Yuda. skor imbang bertahan hingga babak Pertama usai. Kedua tim beristirahat sejenak sebelum memulai babak kedua

Keenan menghampiri Arsen di Pinggir lapangan, " Lo nggak suka gue ada tim ini," tanyanya kesal

Arsen menoleh dengan malas, " Lo baru sadar, "

Keenan mengepalkan kedua tangannya. Cowok di hadapannya itu sungguh membuatnya kesal. Beruntung Panggilan Yuda membuat Keenan memilih Pergi dari hadapan Arsen alih-alih terjadi keributan

sepeninggal Keenan, Roni menghampiri Arsen, " Arsen, Tahan ego Lo sedikit Tim kita bisa kalah kalau Lo begini terus, " katanya sambil menepuk Arsen, " Oper juga bolanya ke Keenan juga Posisi dia banyak Peluang buat Cetak angka, Lo tadi,"

Arsen tidak menjawab sama sekali Dia hanya berdecak Pelan Kemudian memilih menjauh dari Roni

Beberapa saat kemudian, Pertandingan babak kedua dimulai jalannya Pertandingan tidak jauh berbeda dari babak Pertama, keenan masih tidak dibiarkan menguasai bola sama sekali

Keenan sudah malas bermain, Usahanya berlari ke sana kemari sama sekali tidak di hargai siapa pun. Dia merasa hanya menghabiskan energi yang Percuma

Roni gemas menyadari ego Arsen yang kertelaluan. Dia mulai terdesak karena sisa waktu Pertandingan sudah tidak lama lagi. Dia bergerak mendekati Arsen yang masih dikepung, kemudian dengan gerakan cepat merebut bola itu dan langsung mengopernya kepada Keenan yang bebas dari bayang-bayang tim lawan. Keenan juga berada di Posisi yang sangat strategis untuk mencetak gol

Keenan menyambut bola itu dengan terkejut, Namun dia cukup sigap untuk tidak membiarkan tim lawan berusaha merebut bola darinya. Dengan mudah, Keenan mengecoh dua Pemain dari tim lawan yang mengadang langkahnya. setelah melewati dua Pemain itu, keenan menembakkan tendangan langsung ke arah gawang

Gol ! Keenan berhasil menjadi Penentu kemenangan Tim Futsal SMA angkasa karena, beberapa detik berikutnya dia mencetak gol, wasit meniup peluit Panjang tanda berakhirnya Pertandingan

Sorak-sorai Penonton bergemuruh seketika, Para Pemain berlari menghampiri Keenan untuk melakukan selebrasi dan Perayaan kemenangan kecuali Arsen, yang lebih memilih menepi ke Pinggir lapangan

" Selamat tim kamu menang, " Naura datang menyambut Arsen sambil mengeluarkan air mineral dingin ke arah Cowok itu. senyumannya mengembang sempurna

" Makasih, " jawab Arsen dengan tidak bersemangat. Dia menyambut air yang diberikan Naura dan meminumnya

" Kok kamu kayak nggak seneng gitu sih Arsen " tanya Naura heran. kemudian berpindah posisi ke sebelah Arsen

Arsen menggeleng Pelan, " Nggak apa-apa ," jawabnnya sambil menutup botol di genggamannya

" Kamu sakit ya, " tanya Naura bernada Cemas

" Duh, haus nih ,"

suara seseorang yang sengaja di buat nyaring membuat Arsen dan Naura menoleh. Mereka melihat keenan yang baru saja duduk di tepi lapangan dekat dengan keberadaan mereka. sebelah tangan Cowok itu mengibas-ngibaskan kaus olahraga, dan sebelahnya tangannya lagi menyekat keringat di dahinya

" Butuh minum nih, " kata Keenan, masih dengannya Volume suara sengaja di besar-besarkan Dia melirik Naura didekatnya, berharap Cewek itu mengerti kodenya

Naura melirik Keenan tanpa minat. berusaha untuk tidak Peduli walau dia tahu betul maksud dari kode yang di berikan Cowok itu

" Hai Keenan ,"

Keenan mendongak menatap seseorang Cewek yang baru saja datang menghampirinya sambil mengulurkan air mineral dingin

" ini minum kamu Pasti haus kan,"

Keenan langsung bangkit berdiri. tatapannya masih terkejut melihat Cewek di depannya saat ini

Setelah beberapa saat, Keenan menyambut Pemberian itu," Tiara " Ucapannya masih Cukup terkejut

" Selamat ya, kamu keren banget Tadi Arsen " Puji Tiara malu-malu

Keenan jadi serba salah. Dia bingung harus bersikap seperti apa sekarang. Sikap Tiara Sungguh membuatnya Canggung dan merasa tidak enak hati secara bersamaan. Bagaimanapun, hubungan mereka dahulu bisa dikatakan berakhir dengan tidak baik-baik saja. Dan sekarang Tiara menyapanya seolah tidak Pernah ada masalah di antara mereka berdua

" Kamu ada Waktu sebentar, ? Ada yang aku Pengin omongin sebentar sama kamu,"

Keenan terdiam. suaranya baru terdengar 5 Detik kemudian, " Sorry gue udah ada janji sama anak-anak yang lain"

Senyum di wajah Tiara menghilang tetapi tidak lama Cewek itu kembali tersenyum ramah kepada Keenan kembali, " Ya Udah nggak apa-apa Tapi lain kita bisa ngobrol berdua kan,"

Keenan menjawab dengan anggukan Pelan. Bingung juga harus berkata apa

Keenan menatap kepergian Tiara dengan alis menyatu. Dia bahkan tidak Peduli bila kebanyakan mantannya membencinya setelah putus Menurutnya, itu jauh lebih baik. Namun sikap Tiara barusan jutsru membuatnya tak nyaman. mengapa Tiara tidak membencinya, seperti mantan mantannya yang lain ?

" Ciye, yang disamperin mantan,"

Tepukan dan suara keras Ethan menyadarkan Keenan Dia langsung menoleh ke arah Naura. Namun rupanya Cewek itu sudah tidak ada di tempat semula. Keenan mengedarkan pandangannya ke sekitar, tetapi Arsen dan Naura tidak ada di manapun

Sejak kapan mereka Pergi ? Apa tadi Naura melihat Keenan berbincang dengan Tiara ? Bagaimana reaksi Naura tadi ? Keenan sungguh ingin tahu semua itu

" Lo di tungguin Yuda sama Beni di kantin SMP, Ayo kita makan soto pak Maman," Ethan mengapit leher keenan erat-erat dan menyeretnya menuju lokasi yang disebutkannya tadi

" Lo ganggu aja ! kesal Keenan sambil melepaskan rangkulan Ethan di lehernya Dia kini berjalan bersisian dengan Cowok itu sambil terus memperhatikan sekitar, berharap menemukan sosok yang dicarinya

Ethan menanggapi dengan decakan singkat, " Sebenarnya Lo mau deketin Naura atau Tiara lagi, sih, Dasar Playboy Cap kampung," sindirannya terang-terangan," Eh tapi tadi kayaknya Naura agak Cemburu lihat Lo deket sama Tiara,"

Keenan menoleh Cepat, " Seriusan Ethan,"

Ethan langsung terbahak melihat reaksi Keenan , " Ngarep lho "

" Sialan lho "

" Lagian udah gue bilangin mendingan Lo nyerah aja Keenan kalau mau bikin Naura berpaling dari Arsen. Mereka itu udah klik banget dari zaman SMP, bakalan susah keenan,"

" Lo jadi temen nggak ada baik baiknya sama sekali sama gue Bukannya ngedukung gue malah ngendorin semangat gue, " keluh Keenan, " Susah bukan berarti nggak bisa kan ? Gue masih Punya harapan " ujarnya penuh semangat lebih kepada dirinya sendiri

" God luck deh, Keenan, "

Tidak ada yang lebih mengasyikkan bagi Naura selain mengasyikkan waktu luang Pada Minggu dengan menonton drama atau film favoritnya. seperti saat ini, sudah hampir 2 jam lamanya. Perhatian Naura enggan beralih sedikit pun dari layar laptop yang sedang menanyakan film action thriller favoritnya, The Commitment Film itu di bintangi anggota Bigbang TOP, serta artis muda berbakat Kim Yoo Jung

Walaupun kali Pertama Naura menonton film itu, tetapi kesan yang selalu sama. Dia begitu kagum Pada sosok Ri Myung Hoon yang rela berjuang demi melindungi adik perempuannya Ri Hye in

" Punya Kakak Cowok ganteng itu Pasti seru ya " gumam Naura. Dia merasa, semakin sering memutar film itu, dia malah semakin iri dengan semua orang di dunia ini yang memiliki kakak laki-laki

Naura menutup laptopnya setelah film itu berakhir. Dia lalu keluar dari kamar dan menghampiri bundanya yang sedang sibuk di ruang tengah

Naura mendekati Bundanya yang sedang mengeluarkan barang-barang yang ada di kotak besar

" Bun, "

" Hmmm, " sahut Bunda tanpa menoleh

" Naura Pengin Punya kakak Cowok, deh " kata Naura yang kini duduk di samping Bunda

Bunda melirik sekilas, kemudian kembali sibuk dengan kegiatannya kembali, " kamu nggak ada Permintaan yang lain ? Bunda bosen dengar kamu minta Kakak Cowok. kasih adik buat kamu aja Bunda belum sanggup, kamu malah minta yang enggak-enggak,"

" Habisnya Naura suka iri sama orang orang yang Punya Kakak Cowok Asyik banget dijaga dan merasa dilindungi"

Bunda menghentikan kesibukannya, kemudian memutar tubuhnya hingga menghadap ke arah Naura sepenuhnya," kalau Cuma jagain dan lindungi kamu, nggak Perlu Kakak Cowok, Ayah kamu kurang hebat apa jagain kamu sampai sebesar ini ? Dia mengelus kepala Putrinya dengan gemas

" Kalau itu sih beda Bunda, " keluh Naura," Ayah itu terlalu Protektif Masa Naura nggak dibolehin main sama teman-teman Naura, "

" Ya nggak jelas nggak boleh, Naura Sayang, " Bunda langsung mencubit hidung mancung Naura dengan gemas, " Orang tua mana yang nggak larang anak gadisnya main di luar sampai larut malam,"

Naura mencebikkan bibirnya Bunda hanya menanggapi dengan senyuman singkat, kemudian kembali sibuk dengan kegiatannya awalnya

" Bun,"

" Hmmm, "

" Nanti malam Naura boleh main keluar sama teman Naura, kan ? janji deh, Pulangnya nggak sampai larut malam "

" sama siapa, "

" sama teman Naura "

Bunda menoleh kembali, " Cowok " tebaknya

Naura tersenyum kaku sambil mengangguk

" kamu udah Punya Pacar," tanya Bunda

" Bukan Pacar Bun, Belum Eh, maksudnya dia teman Naura Namanya Arsen Orangnya baik, " jelas Naura sedikit Panik. Dia yakin Bundanya tidak akan akan mengizinkannya berpacaran sebelum lulus sekolah

" Ajak main kerumah,"

" Bun, aku sama dia Cuma temenan,"

" Ya memang kalau berteman nggak boleh diajak main ke sini ? kamu dari dulu sering banget sebut nama Arsen, tapi sampai sekarang Bunda nggak pernah tahu yang mana Orangnya. Bunda Kan juga harus tahu siapa teman dekat anak gadis Bunda, ini, " Bunda mencubit dagu Naura dengan penuh kasih sayang

Naura masih Cemberut, " jadi, Naura nggak dibolehin Pergi, nih"

Bunda tersenyum manis, " Ajak ke sini aja ya, sayang kenalin sama Bunda sama Ayah Lebih aman juga kalua mainnya di rumah"

" Bunda nggak asyik, nih, " Naura bangkit dengan wajah di tekuk. Dia kemudian berlalu Pergi

" Naura, kamarmu Udah rapi belum, " Udah nggak ada yang ketinggalan di rumah lama,kan "

Naura mengabaikan Pertanyaan Bunda. kini Dia tengah memikirkan cara agar Arsen mau berkunjung ke rumahnya, Naura juga heran, cowok itu selalu menghindar ketika diajak ke rumah. saat Arsen mengantarnya pulang Pun, Cowok itu selalu menolak ajakan Naura untuk mampir sebentar

" Oh, itu Bunda mau minta tolong sama kamu, "

kali Naura menoleh, tetapi masih menekuk wajahnya

" Nanti temenin Bunda main ke rumah teman lama Bunda, ya Tinggalnya di Perumahan ini juga, cuma beda blok"

" Naura nggak Pernah tahu Bunda Punya teman yang tinggal dekat sini"

" ini Teman akrab Bunda waktu SMA dulu. Bunda juga udah lama banget hilang kontak sama dia. Tapi seharusnya,sih alamatnya masih sama"

" Ya udah iya, " jawab Naura malas

" Dandan yang Cantik, ya," seru Bunda

" Emangnya mau ngapain," tanya Naura heran

" Yang Bunda tahu, anak Cowoknya ganteng, kamu juga jangan mau kalah,ya Dandan yang cantik,biar Bunda bisa banggain kamu juga siapa tahu, kalian bisa akrab. kalua nggak salah, Usianya sepantaran kamu juga,"

" Bunda sebenernya mau ketemu sama teman lamanya atau mau jual anaknya gadisnya,sih, " tanya Naura kesal

" Naura, kamu jangan ngomong sembarangan gitu, "

" Ya habisnya, Bunda kayak mau jodohin aku sama anaknya teman Bunda itu," sahut Naura, " Bunda Sendiri, kan yang bilang kalau aku nggak boleh Pacaran sebelum lulus sekolah"

" kalau kenalan dulu kan nggak ada. salahnya siapa tahu kalian beneran Cocok," goda Bunda

" Tuh, kan Bunda, " Naura gemas sekaligus kesal dengan caranya Bundanya menggodanya. kalaupun Naura diperbolehkan berpacaran sebelum lulus, tentu dia tidak akan memilih cowok yang tidak ia kenal atau baru dikenalnya Mengapa harus susah Payah mencari Pilihan ketika seseorang yang diharapkannya sesungguhnya sudah ada di depan mata ? Hanya saja, banyak faktor yang membuat mereka belum juga bersama.

Naura meraih Ponsel di sakunya sambil melanjutkan langkahnya menuju kamarnya. Dia berniat mengirim Pesan kepada Arsen untuk mengajak Cowok itu berkunjung di rumahnya malam ini, seperti Bundanya. Semoga saja kali ini Cowok itu tidak menolak tawarannya

Naura baru saja menyalakan layar Ponselnya. Rupanya sudah chat dari teman sekelasnya, Ethan

Thing

" Than, handphone Lo bunyi, tuh, " kata Keenan sambil menggeser duduknya mendekati Ethan, " sini gantian mainnya," Dia berusaha merebut stick Ps dari Ethan, tetapi Ethan menahannya

" Benteran Lagi seru, nih " sahut Ethan tanpa sedikitpun menoleh

" Ko, sini gantian mainnya, " kata Keenan Pada Miko yang sedang menjadi lawan Ethan saat ini

" Udah, biarin aja Miko main sepuasnya, Keenan, " sahut Johan yang sedang asyik membaca komik Naruto koreksi Keenan," kasihan dia lagi Patah hati,"

" Iya keenan, Daripada Miko ngebayangin Satya lagi mesra-mesraan sama Diana sekarang, biarin aja dia Puas Puasin main PS, " tambah Ethan, masih asyik memainkan Stik Console dengan sangat berlebihan

" Kampret Lo Pada !" kesal Miko tak tertahan. Dia melampiaskan Emosinya Pada stik PS digenggamnya

" Kalian tuh nggak ada sopan sopannya sama tuan rumah, " Keenan geleng geleng kepala melihat tingkah teman-temannya

Keenan melirik kembali Ponsel Ethan yang tidak jauh darinya Layar ponsel itu masih menyala, menampilkan sebuah pop-up Pesan dari si pengirim. Awalnya dia tidak menaruh minat sama sekali, tetapi sebuah nama yang tidak sengaja terbaca, membuat menoleh kembali. kali ini dia sengaja mencondongkan tubuhnya mendekati Ponsel itu untuk memperjelas yang dilihatnya

Dinda Naura S. kini Keenan yakin Pesan itu berasal dari Naura. Baru saja hendak meraih Ponsel itu, tangan Ethan dengan cepat mendahuluinya

" Lo chatting-an sama Naura, " tanya Keenan sambil menoleh. Beberapa saat kemudian dia baru menyadari bahwa Ethan teman sekelas Naura. tentu saja Cowok itu kemungkinan besar mempunyai nomor ponsel Naura, " Gue minta dong nomor telepon Naura,"

" Sorry Keenan kali ini gue nggak bisa bantuin Lo. Gue udah janji sama Naura nggak akan kasih nomor dia ke elo, " jawab Ethan tanpa dosa

" Lo kapan, sih Pernah bantu gue Ethan ? sindir Keenan, " Tega banget Lo sama Temen sendiri,"

" Sekali lagi Sorry Keenan. Sebagai Cowok gue harus bisa Pegang ucapan gue sendiri, " lanjut Ethan sambil mengangkat dagunya tinggi-tinggi

Keenan berdecak kesal, kemudian bangkit dan memilih keluar dari kamarnya Di luar kamar, dia bertemu Yuda yang beberapa saat lalu meminta izin untuk Pergi ke toilet

" Sepi amat nih rumah. Nyokap Lo mana Keenan, " tanya Yuda yang kini ikut berhenti di depan kamar Keenan.

" Sejak Kepergian Moza Nyokap gue lebih milih tinggal di Bandung, di rumah Nenek. Alasannya, karena belum siap tinggal di rumah ini lagi. Moza terlalu banyak ninggalin kenangan di rumah ini. apalagi di kamar itu, " Keenan menunjuk kamar Persis di sebelah kamarnya. Berkali kali dia membuang nafas berat. Sejujurnya ia berat untuk tinggal di rumah ini seorang diri. Sering kali bayangan Adik kesayangannya dan datang menghampiri dan membuatnya bergejolak hebat

" Kenapa kamar Moza nggak di bongkar aja ? Maksudnya biar Lo nggak terus terusan sedih dan kepikiran Moza terus Bagaimana pun life must go on, right," Yuda menepuk bahu Keenan mencoba memberikan kekuatan moral Pada sahabatnya itu

Keenan menggeleng, " Gue nggak setuju Walaupun Nyokap gue saranin buat bongkar kamar Moza. Tapi gue selalu nolak, karena gue yakin, masih banyak Petunjuk yang bisa gue dapat dari sana. mungkin nggak sekarang, tapi suatu saat nanti,"

Yuda semakin mempererat Cengkeraman tangannya di bahu Keenan sahabatnya itu memang sedang butuh dikuatkan

" Adik Lo memang beruntung banget Punya Kakak seperti Lo, " kata Yuda

Seketika Pintu kamar Keenan terbuka, Ethan muncul dari dalam

" Adik , " tanyanya heran, " Lo Punya adik Keenan, "

Miko dan Johan yang berada di dalam kamar ikut menoleh karena suara nyaring Ethan.

Keenan sedikit Panik, Tetapi secepat mungkin berusaha mengalihkan perhatian. Sejak awal Pindah sekolah SMA Angkasa Keenan tidak ingin ada yang tahu bahwa dia adalah kakaknya Moza. Dia tidak ingin informasi itu hanya akan menghambat Penyelidikannya terhadap kasus Moza di sana

" Lo udah selesai mainnya PS nya Ethan Kok cepat banget, " tanya Keenan masuk ke kamar Keenan kemudian duduk di tempat yang baru saja ia tinggalkan Ethan, " sekarang Giliran gue main PS gue bakalan kalahin lo, " katanya sambil merebut stick Ps yang tak bertuan.

" Gue Cuma mau ke toilet sebentar, habis itu gue lanjutin mainnya, " ujar Ethan memperingati Keenan

" Ayo tanding Than ! seru Keenan kepada Ethan

" Oke kalau gitu siapa takut,"

Terpopuler

Comments

Vio23 Vio23

Vio23 Vio23

cemburu Keenan

2022-01-30

1

lihat semua
Episodes
1 Part 1 Pertemuan Awal
2 Part 2 Pertandingan
3 Part 3 PDKT
4 Part 4 Putih abu-abu
5 Part 5 Masa lalu
6 Part 6 CEMBURU
7 Part 7 TETANGGA NYEBELIN
8 Part 8 PANAS
9 Part 9 RUMIT
10 Part 10 Dinner
11 Part 11 Pelindungmu
12 Part 12 MAAF
13 Part 13 DIARY MOZA
14 Part 14 TEKA-TEKI
15 Part 15 SNOWBALL
16 Part 16 Khawatir
17 Part 17 CURIGA
18 PART 18 TRUTH OR DARE
19 Part 19 NAURA DAN MAMA
20 Part 20 Rain
21 Part 21 Ada apa sebenarnya dengan Naura ?
22 Part 22 JATUH CINTA
23 Part 23 SUKA
24 Part 24 GUE SAYANG SAMA LO NAURA
25 Part 25 MOZA LARASATI
26 Part 26 MULAI ADA RASA
27 Part 27 THE DISCUSSION
28 Part 28 RAHASIA YANG MULAI TERUNGKAP
29 Part 29 I'm loving you
30 Part 30 HURT
31 Part 31 mulai tidak peduli
32 Part 32 BEKU
33 Part 33 LEMBARAN YANG HILANG
34 Part 34 FLASHBACK
35 Part 35 MELAWAN KATA HATI
36 Part 36 TENTANG KEBAHAGIAAN
37 Part 37 MENJAUH
38 Part 38 DEVIl AND ANGEL
39 Part 39 Memilih
40 Part 40 RINDU
41 Part 41 MENGALAH
42 Part 42 YANG SEBENARNYA TERJADI
43 Part 43 Wifie ?
44 Part 44 Baikan ?
45 Part 45 Ethan & Salma
46 Part 46 JANGAN MEMAKSA HATI GUE ?
47 Part 47 TEMPAT PULANG
48 Part 48 THE KORTING
49 Part 49 Maju atau mengalah
50 Part 50 Harus Bahagia
51 Part 51 MAAF DAN TERIMA KASIH
52 Part 52 See you again
53 Part 53 Please buat dia bahagia
54 Part 54 DIA KEMBALI
55 Part 55 I LOVE YOU NAURA
56 Part 56 LDR
57 Part 57 akhir yang Bahagia
58 58
Episodes

Updated 58 Episodes

1
Part 1 Pertemuan Awal
2
Part 2 Pertandingan
3
Part 3 PDKT
4
Part 4 Putih abu-abu
5
Part 5 Masa lalu
6
Part 6 CEMBURU
7
Part 7 TETANGGA NYEBELIN
8
Part 8 PANAS
9
Part 9 RUMIT
10
Part 10 Dinner
11
Part 11 Pelindungmu
12
Part 12 MAAF
13
Part 13 DIARY MOZA
14
Part 14 TEKA-TEKI
15
Part 15 SNOWBALL
16
Part 16 Khawatir
17
Part 17 CURIGA
18
PART 18 TRUTH OR DARE
19
Part 19 NAURA DAN MAMA
20
Part 20 Rain
21
Part 21 Ada apa sebenarnya dengan Naura ?
22
Part 22 JATUH CINTA
23
Part 23 SUKA
24
Part 24 GUE SAYANG SAMA LO NAURA
25
Part 25 MOZA LARASATI
26
Part 26 MULAI ADA RASA
27
Part 27 THE DISCUSSION
28
Part 28 RAHASIA YANG MULAI TERUNGKAP
29
Part 29 I'm loving you
30
Part 30 HURT
31
Part 31 mulai tidak peduli
32
Part 32 BEKU
33
Part 33 LEMBARAN YANG HILANG
34
Part 34 FLASHBACK
35
Part 35 MELAWAN KATA HATI
36
Part 36 TENTANG KEBAHAGIAAN
37
Part 37 MENJAUH
38
Part 38 DEVIl AND ANGEL
39
Part 39 Memilih
40
Part 40 RINDU
41
Part 41 MENGALAH
42
Part 42 YANG SEBENARNYA TERJADI
43
Part 43 Wifie ?
44
Part 44 Baikan ?
45
Part 45 Ethan & Salma
46
Part 46 JANGAN MEMAKSA HATI GUE ?
47
Part 47 TEMPAT PULANG
48
Part 48 THE KORTING
49
Part 49 Maju atau mengalah
50
Part 50 Harus Bahagia
51
Part 51 MAAF DAN TERIMA KASIH
52
Part 52 See you again
53
Part 53 Please buat dia bahagia
54
Part 54 DIA KEMBALI
55
Part 55 I LOVE YOU NAURA
56
Part 56 LDR
57
Part 57 akhir yang Bahagia
58
58

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!