Kata-kata Satya sedikit menenangkan Keenan. Dia segera bergerak menjauh sebelum Arsen berhasil menyusulnya. kini gilirannya berhadapan satu lawan satu dengan kiper utama dari tim yang di bangga-banggakan Arsen.
ini kesempatan emas yang tidak boleh di sia-siakan. Keenan tidak boleh kehilangan kesempatan untuk bisa dekat dengan Naura. dengan gerakan mengecoh, Keenan melepaskan tendangan ke arah gawang. Yoga langsung menyambut dengan melayang mengikuti arah bola, tetapi tidak terjangkau Bola memantul di tiang gawang, lalu kembali menghampiri Keenan yang sudah siap dengan tendangan langsung
Datangnya bola sangat Pas dengan Posisi Keenan saat ini. Di tambah Yoga yang belum siap dalam Posisinya, dan Arsen yang terlambat membaca situasi, membuat Keenan dengan bebas melepaskan tendangannya ke arah gawang dengan mulus
" Gol !" Keenan berhasil mencetak gol, lebih dahulu. Sorakan Penonton Pecah Mereka bertepuk tangan sambil menyuarakan nama Ethan keras-keras
Keenan Tersenyum Puas. Dia kemudian menoleh ke arah Arsen di belakangnya, Cowok itu masih tidak Percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Dia kalah dari Keenan
Keenan berjalan mendekati Arsen, kemudian menepuk bahu Cowok itu dengan Pelan " Gue harap, Lo nggak lupa sama kesepakatan kita itu kalau lo nggak boleh nembak Naura sampai kelulusan nanti, " bisiknya tepat di telinga Arsen, baru kemudian berlalu Pergi menghampiri Satya
Arsen berusaha menahan kesal setengah mati. Baru kali ini dia diPermalukan di hadapan banyak orang. Keenan harus menerima Pembalasan darinya suatu hari nanti
Keenan berlari menghampiri Satya yang masih terduduk di dekat gawang. Ethan dan yang lainnya sudah mengerumuni Cowok itu
" Sat, Lo nggak apa-apa, kan ? tanya Ethan Panik ketika Pelipis Cowok itu sedikit sobek
" Pala Lo nggak apa-apa ! Sakit, tahu" kesal Satya
Ethan terbahak mendengar reaksi Satya, begitu Pula Miko
" Temen lagi sakit, malah diketawain Kurang ajar banget lo,!" kata Satya tidak terima
Ethan menepuk bahu Satya, " Tenang, Perjuangan Lo nggak sia-sia Si Diana nonton juga, "
" Sial " Umpat Satya, " malu banget gue. Aksi gue tadi nggak ada Kere kerennya sama sekali "
" Selamat ya, Sat "
Satya mendongak, menatap Miko yang baru saja mengucapkan selamat kepadanya
" Cuma seminggu " tegas Miko, " setelah itu gue akan mengejar ketertinggalan gue,"
Satya tersenyum mendengar kalimat itu. Tidak ada memang dia memilih teman. Dia tahu Pasti teman-temannya selalu memegang janji dan bisa diandalkan, Termasuk Miko
" Lo bakal ketinggalan jauh, Ko !" ejek Satya dengan canda
Mereka tertawa bersama. sampai kemudian Miko ikut bersuara, " Luka Lo harus Cepat-cepat diobati Sat. Ayo ke ruang UKS sekarang "
" kayaknya luka gue lebih serius daripada Satya, " Ucap Keenan tiba-tiba semua kompak menoleh ke arahnya
Ethan bangkit dan memperhatikan Keenan dari atas sampai hingga bawah," Perasaan Lo baik-baik aja. Nggak luka sama sekali, "
" Rasanya sakit, tapi nggak berdarah, Ethan" Keenan memegang dadanya sendiri Tatapannya lurus menatap ke arah tengah lapangan
Temen-temennya kompak mengikuti arah Pandang Keenan, kemudian berdecak Pelan begitu mengerti apa yang di maksud Perkataan Keenan barusan. Naura ada di sana, sedang memberikan Perhatian kepada Arsen dengan mengulurkan sebotol air mineral untuk Cowok itu
" Nggak usah jealous, lo juga nggak kalah Populer, " kata Ethan memberi semangat," Tuh udah banyak yang ngantre buat ngasih Lo minum, " katanya sambil menunjuk ke Pinggir jalan
" Tenang, Tenang, nanti di samperin salamnya, " Miko entah sejak kapan sudah menghalau Cewek-cewek yang berniat memberikan minuman langsung kepada Keenan, " Sini minumannya dikumpulin dulu,"
Keenan hanya menatap sekilas menyaksikan Pemandangan itu, lalu kembali menatap Naura yang masih berada di samping Arsen, " Beda than, Gue maunya dia yang ngasih,"
Ethan langsung menghela napas Pasrah, " Keras kepala sih, kalau dibilangin Selamat Patah hati kalua Gitu deh Keenan ! Dia menepuk Pelan bahu Keenan, kemudian membantu Satya bangkit dan mengantar Temannya itu itu Ke UKS untuk segera obati
...•••...
" Lo beneran nggak mau Pertimbangin dia sekali lagi Naura , " tanya Santi sambil menikmati jus jeruk
Naura yang duduk berseberangan dengan Santi menyahut, " Gue harus Pertimbangin apa lagi, sih ? Kalian tahu,kan gue nggak suka sama Cowok Playboy, " tegasnya
" kali aja dia Tobat jadi Playboy kalau Lo terima dia, Naura, " Loli yang duduk di samping Santi ikut memberikan Pendapat
" Kalian kok jadi Pada ngeselin gini sih," kesal Naura. Dia jadi tidak berselera menghabiskan mi ayam Kantin favoritnya yang tinggal setengah
" Bener tuh yang di Bilang sama Temen Lo Gue bisa aja tobat kalau Lo mau terima gue "
Naura Terkejut mendengar suara itu, begitu Pula Santi dan Loli. Naura semakin kesal ketika tanpa Permisi Keenan duduk tepat di sebelahnya dengan membawa serta semangkuk bakso yang masih utuh
" Lo ngapain duduk di sini ? kesal Naura Pada Keenan
" Lo nggak lihat gue apa gue lagi makan, " Keenan merespons santai,kemudian menyantap bakso yang dibawanya
" Lo kan bisa duduk di tempat lain,"
" Gue maunya duduk di sebelah Lo "
Santi dan loli yang memperhatikan interaksi Naura dan Keenan mulai berbisik sambil menyikut satu sama lain, mereka sempat terpesona karena bisa melihat wajah tampan Keenan dalam jarak dekat Mereka juga menyayangkan sikap Jutek Naura pada Cowok itu
sementara itu, di meja lain, Ethan geleng-geleng kepala melihat tingkah Keenan yang tidak gentar mendekati Naura, " Naura belum nyerah juga. jelas-jelas Nauranya suka sama Arsen,"
" Udah biarin aja. Namanya juga lagi Usaha, " sahut Miko
" Lo nggak ngasih gue Ucapan selamat ke gue gitu," tanya Keenan sambil melirik Naura
" Buat apa,"
" Karena gue berhasil ngalahin Arsen,"
" Gue nggak Peduli," Naura bangkit dari duduknya, " Minggir gue mau lewat!" serunya Pada Keenan. kalau saja Naura tidak memilih duduk di pojok kantin, tentu dia bisa mudah Pergi sejak tadi. Masalahnya dia duduk di bangku Panjang. di sebelah kanannya tembok, sedangkan di sebelah kirinya ada Keenan yang enggan memberi jalan. Naura bisa saja melompat keluar dari bangku itu. Namun dia sadar ia tidak bisa bertingkah seperti itu karena sedang menggunakan rok
" Duduk dulu ! Temenin gue, Bentar lagi kelar, kok,"
" Lo tuh ngeselin banget sih, "
" Awalnya ngeselin, tapi lama-lama ngangenin kok, " sahut Keenan sambil tersenyum menggoda
Dan semakin emosi di buatnya, sementara dua Cewek di depannya hampir berteriak mendengar kata-kata Keenan. Tanpa Punya Pilihan lain, Naura kembali duduk. Dia berharap cowok itu segera menghabiskan makanannya dan bergegas menjauh darinya
" Lo memang Galak begini. ya, buat narik Perhatian Cowok ? tanya Keenan sambil memutar tubuhnya menghadap Naura. Dia baru saja menyantap habis semangkuk baksonya
" Maksud Lo apa, " tanya Naura, belum Paham
" kalau Lo memang sengaja jutek dan jual mahal buat narik Perhatian gue, selamat lo udah berhasil, " Keenan menatap Naura lekat-lekat, Tampak jelas dari Pancaran matanya bahwa dia sungguh tertarik pada Cewek itu
Naura mendadak salah tingkah akibat kata-kata, sekaligus Tatapan keenan. Sialnya jantungnya mulai bekerja tak normal saat ini. sebisa mungkin dia mencoba untuk menguasai dirinya
Dengan Cepat Naura bangkit, " Udah selesai kan, makanya ? sekarang minggir gue mau lewat, "
Keenan tersenyum kecil begitu menyadari Naura benar-benar bersikap dingin dan jutek Padanya. Keenan ikut bangkit, tetapi tidak langsung memberi Jalan
" Gue boleh tahu nomor handphone Lo," Pinta Keenan yang sukses membuat Naura menghela nafasnya saking terkejutnya. Begitu Pula semua orang di kantin yang sejak tadi memperhatikan mereka berdua
" Lo nanya Pertanyaan yang sia-sia Ngerti " jawab Naura kesal , " sekarang Lo bisa Pergi,"
Lagi-lagi Keenan tersenyum menanggapi jawaban dingin Naura itu dengan santai, " Itu artinya, Lo mau gue cari tahu sendiri, kan ? Dia mengambil kesimpulan sendiri, kemudian mengangguk, " Menarik Lo satu satunya Cewek yang bikin gue harus usaha dapetin nomor handphone seseorang,"
Naura kehabisan kata-kata. Dia sama sekali tidak meminta Keenan untuk berusaha mencari tahu sendiri nomor Ponselnya. Namun Cowok itu jutsru mengartikannya demikian
" Sampai ketemu lagi Naura Cantikku, aku Pergi dulu ya," Setelah melemparkan Senyumannya, Keenan berbalik Pergi meninggalkan kantin, diikuti teman-temannya. Dia membuat seisi kantin bersorak nyaring mendengar Panggilan Cantik untuk Naura
Naura langsung terjatuh terduduk di tempatnya semula.Dia menahan malu sejadi-jadinya saat ini. Dia Tidak habis Pikir Cowok itu Percaya diri sekali
" Naura kenapa Lo nggak ngasih nomor handphone lo ? Aduh sayang banget kan, " keluh Loli kepada Naura
" iya Naura, tahu gitu tadi Lo kasih nomor handphone gue aja buat dia nggak apa-apa deh, gue pura-pura jadi Lo biar bisa chat sama dia, " Santi Menambahkan
" Kalian udah nggak Waras ,ya," kesal Naura," Yang jelas, gue nggak mau berurusan sama Cowok yang suka tebar Pesona ke Cewek-cewek kayak dia itu Gue yakin, bukan gue aja yang lagi diiincer sama dia Dasar Playboy,"Naura mengatur napasnya yang naik turun. kehadiran Keenan di kehidupannya sungguh menguras banyak tenaga
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Vio23 Vio23
Keenan PDKT-an
2022-01-30
1