...# Happy Reading #...
'system beli obat yang kemarin lo kasi pas waktu di rumah sakit' perintah Arexa.
Saat ini Arexa sedang berada di kamarnya, ia membalut tangannya dengan kasa seolah tangannya terluka.
[Ding!!!
Beli Pil penyembuhan 10 PT
Ya/Tidak]
'Ya' kata Arexa.
Pil penyembuhan itu langsung ia minum setelah berada di depannya.
Setelah selesai di kamar, Arexa kembali menuju lift untuk menuju lantai bawah, tempat sahabatnya.
"Udah gak sakit Xa?" Tanya Viana yang melihat kedatangan Arexa.
"Iya, udah gue kasih salep" jawab Arexa.
Arexa melihat suasana dapur yang sudah di kendalikan oleh Bu Tina.
"Kuenya kenapa nggak di makan?" Tanya Arexa melihat kue yang ada di sana masih utuh.
"Nungguin yang buat" celutuk Hana.
Arexa kemudian berjalan mendekat ke loyang yang hampir terjatuh tadi. Suhu loyang sudah hangat untuk di pegang.
"Biar gue aja Xa" kata Meisa saat melihat Arexa akan mengangkat loyang itu.
Arexa mengangguk mengiyakan.
Meisa membalik loyang, dan terlihatlah kue cantik yang mereka buat. Ia mengambil pisau kue dan memotongnya beberapa bagian.
"Nggak nyangka bakal seenak ini" kata Hana yang lebih dulu mengambil potongan kue. Kemudian di ikuti yang lain.
Arexa yang memakannya juga tak menyangka jika kue yang ia buat akan seenak itu.
"Di bungkus ya, gue mau bawa pulang" kata Meisa.
"Enak aja, ini punya gue kali" sahut Viana tak terima.
"Ini gue yang tambahin air ya" kata Hana.
"Jangan asal ngomong, gue yang nambahin tepung nya" sahut Meisa
"Gue yang masukin mentega" kata Viana.
"Udah kalian diem deh, itu masih banyak kok, lagian kan gue yang perintah kalian kan?"
Kenan yang melihat ketiganya berebut menjadi penasaran dengan rasa kue yang di buat oleh mereka.
"Gue boleh coba?" Tanya Kenan.
"Noh, lo lupa kalau sepupu lo masih di sana tuh" tunjuk Arexa pada Kenan memberitahu Hana.
"Boleh kok, ini" lanjut Arexa menyerahkan kue untuk Kenan.
Kenan memakan kue buatan Arexa dengan pelan menikmati rasanya, pikirannya sudah berkelana seolah dapat melihat kebahagiaan yang akan ia dapatkan jika bersama Arexa.
Keempatnya tak tahu, bahwa Kenan mengikuti mereka karena tertarik pada Arexa yang ia lihat di restoran bersama temannya.
Dreeeet
Ponsel Kenan berdering.
"Ya?" Tanya Kenan setelah mengangkat telfon.
"Lo lagi di mana ken? Kok berisik banget?" Tanya Dion si penelpon.
"Kenapa?" Tanya kenan tak menghiraukan pertanyaan Dion.
"Lo lagi di mana? Gue nungguin di cafe dari tadi, gue sama Hanan udah mau balik ke Bandung" jawab Dion.
"Gue ke sana" jawab Kenan. "Di kafe mana?" Lanjutnya.
"Cafe kemarin" kata Dion.
Tut
Kenan mematikan telfonnya sepihak. Kemudian menatap Arexa yang kebetulan melihatnya menelfon tak menghiraukan ketiga sahabatnya yang masih berebut kue.
"Gue balik dulu ya, teman gue nungguin" kata Kenan memberitahu.
Arexa menggangguk "gue anterin ke depan" tawarnya.
"Boleh?" Kata Kenan.
Arexa mengangguk kemudian meninggalkan sahabatnya yang masih asik dengan kegiatannya.
"Makasih ya" kata Kenan setelah mereka berada di depan pintu mansion.
"Iya, lo balik naik apa?" Tanya Arexa.
"Emm gue naik taksi aja" jawab Kenan. Tak ada yang tahu bahwa dalam hatinya ia berharap Arexa menawarkan tumpangan untuknya.
"Yaudah" jawab Arexa kemudian memanggil pak Hasan untuk mengantarnya ke gerbang menggunakan mobil golf.
Kenan hanya dapat tersenyum, tangannya terulur menyentuh puncak kepala Arexa yang tertutup rambut hitam panjangnya.
Plak
Arexa memukul tangan Kenan yang menyentuh rambutnya.
"Maaf" kata Kenan tak Enak.
Arexa mengangguk pelan, tak lama pak hasan datang dengan mobil golf nya, Kenan segera naik dan pergi dari sana.
Setelah Kenan pergi, Arexa berjalan masuk menuju dapur.
"Sekalian aja nggak usah ada yang bawa kalau kalian rebutan" Kata Arexa yang sudah tiba di dapur.
Seketika ketiganya berhenti berebut.
"Iya ini udah kok" sahut ketiga sahabatnya.
" Kalau udah selesai, kita ke ruang musik yuk? Katanya mau buat group band" kata Arexa.
"Padahal Waktu itu gue asal ngomong kol Xa" kata Hana.
"Jadi nggak jadi nih?" Tanya Arexa.
"Emm kalau menurut gue sih gass aja, kan kita juga udah di sini" kata Meisa.
"Iya, gue juga udah lama nggak main gitar" kata Viana.
"Yaudah yok" Kata Arexa kemudian menuju tangga untuk naik ke lantai 2.
Ceklek
Pintu di buka, terlihatlah banyak alat musik di sana.
Sahabat Arexa mengambil posisi di alat musik masing masing, sedangkan Arexa menuju lemari yang ada di sana untuk mengambil sesuatu.
"Kalian pakai ini ya" kata Arexa menyerahkan 3 Topeng untuk menutupi wajah mereka.
"Kenapa pake itu Xa? Emang kita nggak Cantik ya?" Tanya Hana.
"Maka dari itu, kalian cantik jadi mukanya di tutup" jawab Arexa.
"Loh kok gitu? Biasanya kalau nggak cantik nggak rame" kata Hana.
"Nurut ajah Napa sih" celutuk Meisa yang sudah siap dengan drumnya.
"Iya Na pakai aja kali, keliatan misteri juga" tambah Viana.
Hana mengalah, mereka pun memakai topeng masing-masing. Arexa dengan bulu burung berwarna Gold, Hana Biru, Viana Merah, dan Meisa Ungu.
Arexa mulai meletakkan ponselnya di tripod dengan lampu flash di sekitarnya, kemudian membuka Ig dan selanjutnya membuat siaran live.
Mereka memulai pemanasan sambil menunggu lebih banyak penonton yang masuk.
"Hay semua, balik lagi sama saya Arx. Emmm kali ini saya sama sahabat saya mau nge-band, kalian jadi jurinya ya" kata Arexa dengan mic yang sudah ada di depannya.
"Two wa gam pat" instruksi Arexa pada sahabatnya.
Duk
Duk
Druam
Meisa mulai memukul drumnya sesuai lagu yang telah mereka sepakati bersama.
Drenggg
Setalah di rasa cukup, Viana mulai memasukkan nada gitar nya mengikuti suara drum agar melodi yang di hasilkan tidak berantakan.
Teringg
Di ikuti oleh Hana menekan tuts keyboard.
Jumlah penonton sudah sampai 10.000.
'system beli kemampuan bernyanyi' perintah Arexa.
[Saya kira Host akan bernyanyi tanpa bantuan system] kata system mengejek Arexa.
[ Ding!!!
Beli kemampuan bernyanyi profesional 50 PT
Ya/Tidak ]
'Ya'
Arexa menarik nafasnya dalam memulai memasukkan suara indahnya.
"Maltuwa haengdongeul kkumin deut an kkumyeoya hae
That's the way I like it
That's the way I like it
Saramdeul gwansime Chichage musimhaeya hae
That's the way I like it
That's the way I like it
Money, honey, I'm so greedy geurae geurae geurae
Gimme that, gimme that, I'm not pretty geurae nanana
Nado nae gibun mot matchwo Rabiosa
Naboda dokan geon eopseo Like salmosa" ( I'm Not Cool).
Arexa bernyanyi sesuai dengan iringan musik oleh sahabatnya.
Komentar live di ig seketika naik, mereka terkesima dengan suara indah Arexa, itu seperti ia bernyanyi dengan musik yang berbeda, benar benar versi Arexa sendiri.
Keempatnya Asik bermain dengan alat musik masing masing, sampai akhirnya lagu di tutup oleh keyboard Hana dengan suara pelan nyaris tak terdengar.
[Ding!!! Misi Completed
Hadiah telah di kirim ke mansion ] kata system memberitahu.
Mendengar notifikasi itu Arexa menjadi kesenangan.
Arexa di ikuti sahabatnya berjalan menuju Hp yang ia letakkan menyiarkan siaran langsung.
Arexa memasang senyumnya yang terlihat sangat manis dengan bibirnya yang semerah Cherry.
"Makasih udah nonton" kata Arexa.
"Makasih semuanya" kata Ketiga sahabatnya.
"Oke, karna waktu udah mau gelap saya samapai di sini ya" kata Arexa sebelum menutup Live "byeee" lanjutnya kemudian benar benar mematikan livenya.
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
See You ❣️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments
cYulia citra
rexa cuma modal badan bagus dan cantik jha
tapi semua bakat beli dr sistem
belarti c rexa TDK punya ke ahlian apa2 dong.
2024-10-17
2
Bocah tua nakal™
semua ketrampilan modal beli.. ga da bakat terpendam keknya.. untung caantik n body aduhai.. hihiii🤤😅😅
2021-12-08
5
mothur
manabansn mantap
2021-10-31
2