...# Happy Reading #...
"Enak nggak?" Tanya Arexa pada kedua pemuda yang sudah terkapar di hadapannya.
[ Misi Completed
Kunci mobil berada di dompet host, berkas perusahaan telah berada di mobil ]
'mantap' pikir Arexa
Kedua ketua geng motor itu duduk sembari memegang pipinya yang lebam.
"Nah sekarang gue dah jadi pemimpin tertinggi kalian, sekarang nama Geng motor ini.... Emm Qinlin itu hewan yang mirip dari penggabungan gambar di punggung kalian" kata Arexa.
"Setuju?" Lanjutnya bertanya karena kedua pemuda itu tak menjawab.
"Setuju" kata mereka.
"Nama gue Arexa, panggil Queen Rexa paham?" Kata Arexa dengan nada mengintimidasi.
"Paham Queen" jawab keduanya tak kalah tegas.
Arexa mengedarkan pandangannya melihat anggota geng yang berkerumun.
"Kalian semu paham?" Tanya Arexa dengan suara keras.
"Paham" sahut seluruh anggota Geng itu barengan.
Arexa mengangguk kemudian dengan sombongnya ia berjalan ke arah sebuah mobil mewah, orang orang menatapnya.
Buggati la voiture noir hitam pekat.
Arexa mengambil kunci di dompetnya dengan anggun ia duduk di ambang dinding mobil. Semuanya menatap Arexa dengan kagum, rahang mereka terjatuh melihat itu.
"Kalian berdua sini" panggil Arexa.
Kedua bos geng motor itu mendekat.
"Siapa nama kalian?" Tanya Arexa.
"Vino" sahut si Garuda.
"Leon" jawab si Naga.
Arexa mengangguk. "Sekarang kelompok ini bukan lagi geng motor, kalian resmi menjadi Anggota mafia Qinlin yang di bentuk saat ini" kata Arexa tegas membuat beberapa masyarakat bergidik ngeri mendengar kata mafia.
"Lakukan latihan selama 6 bulan, saya tak mau tau kalian harus punya skill bertarung minimal seperti agen FBI" lanjut Arexa.
"Tapi kami tak ada markas un-" kata Leon terpotong oleh Arexa.
"Aku akan menyediakan gedung pelatihan untuk kalian, bagi yang ingin keluar silahkan keluar sekarang" kata Arexa gadis bar bar itu mengatakan nya dengan suara berat. "Kalian akan mendapat gaji keanggotaan" lanjutnya
Kemudian Arexa menatap Vino dan Leon bergantian, membuat Vino dan leon menelan salivanya.
"Kalian berdua akan menjadi kaki tanganku" tutup Arexa kemudian menyalakan mobilnya bersiap pergi dari sana. "Berikan nomor ponsel kalian" lanjut Arexa, setelahnya mendapatkan apa gang dia mau, ia bergegas pergi dari sana.
Brummm
Deru mesin itu terdengar keras di telinga mereka, Arexa pergi di bawah tatapan kagum semua orang yang ada di sana.
Arexa berhenti di sebuah restoran untuk mengisi perutnya yang kosong sekarang sudah pukul 16:27.
Brummm
Deru mobil mewah Arexa kembali mengundang tatapan pemuda yang sedang nongkrong di depan restoran itu.
Arexa berjalan keluar dari mobilnya dengan angkuh dagu di angkat dengan sebelah tangan nya membawa dompet hitam miliknya.
Arexa masuk ke dalam restoran di bawah tatapan pemuda pemuda itu, mereka iri melihat gadis cantik itu mengendarai mobil mewah.
"Cantik tuh Ken" kata seorang pemuda.
Seorang yang di panggil Ken hanya menatap Arexa dengan datar, berbeda dengan teman temannya yang sudah menatap Arexa memuja.
"Lo nggak bakal berhasil" sahut pemuda lainnya.
"Kenapa?" Tanya pemuda lainnya.
"Dia itu beda on" jawab pemuda itu.
"Manggilnya yang bener dong, nama gue Dion" ketus Dion "emang bedanya apa?" Lanjut Dion bertanya.
"Dia kaya, Cantik, keliatan juga seperti orang hebat, nggak bakal kecantol sama muka tampan Kenan" jawabnya.
"Kok lo pinter si Han?"
"Lo aja yang bego" jawab Hanan.
Sementara Kenan masih terus memperhatikan Arexa yang sudah berada di dalam restoran menatapnya dari kaca transparan di sana.
Terlihat Arexa yang sedang makan dengan agak terburu buru namun tetap menjaga caranya makan.
Selesai makan, Arexa pulang menuju Mansion nya, ia sudah lelah akibat perkelahian yang menguras tenaganya.
Pak Hasan yang melihat Arexa mengemudi mobil mewah tentu terkjut.
"Non Rexa bisa naik mobil?" Tanya Pak Hasan.
Arexa menyingir "Bisa dong Pak" jawab Arexa kemudian melajukan mobilnya melewati gerbang.
Mobil mewahnya terparkir di Garasi Mansion.
"Saya pulang" kata Arexa saat berjalan masuk ke dalam Mansion nya.
Bu Tina yang sedang di dapur berjalan ke arah Arexa menyambut kepulangan sang majikan.
"Butuh sesuatu Non?" Tanya Bu Tina.
"Emm nggak ada bu" kata Arexa "kalau gitu saya ke kamar dulu ya bu" lanjutnya kemudian berjalan menuju lift.
Sampainya di kamar, Arexa segera membersihkan diri kemudian menuju pulau kapuknya yang akan mengantarkan nya menuju alam mimpi.
Pukul 20:16 Ponsel Arexa berdering, panggilan masuk dari sahabatnya Viana.
Dengan malas Arexa mengambil Hp nya yang sedang ia cash di atas nakas.
"Halo?" Kata Arexa.
" Lo udah tidur Xa?" Tanya Viana.
"Iya capek banget" kata Arexa
"Yaudah kalau gitu, maaf gue ganggu ya" kata Viana akan menutup telfonnya.
"Kenapa sih? Ngomong aja, gue juga udah mau makan malam nih" kata Arexa mengambil posisi duduk, rambutnya yang tergerai ia ikat jadi satu.
"Lo kenapa nolak Arga?" Tanya Viana.
"Kok lo tau?" Bukannya menjawab, Arexa malah balik bertanya.
"Gue liat lo di depan Bioskop, gue ngikutin kalian dari belakang, maaf" jawab Viana.
"Gpp kali, lo tau kenapa gue nolak" Jawab Arexa.
"Apa karna itu?" Tanya Viana ragu.
"Hmm karna gue udah nggak bersih, lagian gue juga tau kok, lo suka kan sama dia?" Kata Arexa. "Lagian gue emang nggak ada rasa sama dia" lanjut Arexa.
"Kok lo tau?" Kata Viana yang tanpa sengaja mengiyakan.
"Gue selalu liat tatapan lo sama si Arga, lo usaha kali, masa playgirl mentalnya cupu sih" ejek Arexa.
"Hahah Canda lo nggak lucu" kata Viana.
"Yaudah gue matiin telfonnya ya? Mau makan dulu" kata Arexa.
"Yoi, makasih lo ya"
"Iya" kata Arexa kemudian menutup telfonnya.
Arexa menuju ruang makan untuk makan malam Bu Tina telah selesai dengan dapurnya ia sedang mengepel lantai di ruang keluarga yang tak jauh dari ruang makan.
"Udah makan Bu?" Tanya Arexa saat melewati Bu Tina.
"Belum Non, saya nungguin Non" jawab Bu Tina.
"Loh kok gitu? Ini kan udah malam, kalau saya telat makan ibu makan duluan aja ya" kata Arexa.
"Saya nggak enak Non" tolak bu Tina dengan halus.
"Gpp bu, biar ibu kuat Bersih rumah, kalau gitu panggil pak Hasan, kita makan malam" kata Arexa.
Setelah pak hasan datang, mereka makan malam seperti malam sebelumnya, selesai dengan makan malamnya, Arexa kembali menuju lantai dua ruang musik untuk melakukan suaran langsung agar followers nya bertambah, dan ia akan menjadi Artis.
Arexa membuka akun Instagram nya, lonjakan Followers nya bertambah 10 kali lipat 1Jt Followers.
Arexa bersiap dengan topeng emas dengan hiasan bulu di sisinya yang menutup wajahnya.
Arexa membuka siaran live nya, seketika banyak komentar yang naik ingin melihat wajahnya, ada juga yang ingin mendengar melodi indah Arexa yang sudah viral.
"Hy semua, emm hati ini aku bakal main....." Kata Arexa panjang kemydian mengambil alat musik di sisinya. "Tara" lanjutnya.
Puk
Puk
Puk
Arexa memukul alat musik itu pelan hingga mengeluarkan bunyi seperti bedug.
"Biola" kata Arexa girang.
Arexa memejamkan matanya, meletakkan biola itu di bahunya, tangannya menggesek senar biola dengan sangat merdu.
Komentar para penonton mulai naik, mereka semakin penasaran dengan identitas Arexa.
Setelah menghabiskan satu lagu, Arexa berhenti, ia membaca komentar yang terus bermunculan.
"Umur aku 18 tahun ya" kata Arexa menjawab komentar yang menanyakan umurnya.
"Belum, aku belum punya pacar" kata nya lagi.
"Aku tinggal di Mansion, ini milik aku, aku udah nggak ada orang tua" kata Arexa membaca komentar salah seorang yang menanyakan ia tinggal di mana dan siapa orang tua Arexa.
Pengakuan Arexa malah membuat komentar semakin naik.
"Aku bisa mainin semua alat musik" jawab Arexa. Komentar di live itupun semakin menjadi jadi, Followers Arexa bertambah berkali-kali lipat.
"Oke kapan kapan kita bakal main Harpa ya" jawab Arexa.
Setelah itu Arexa mengakhiri live-nya, membuat seorang penonton kecewa berat karena tak dapat melihat wajah Arexa.
Zaka.....
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
See You ❣️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments
aphrodite
😂😂😂😂😂😂ntar di sangka Oon
2025-01-18
0
Elok Fauziah
Woii ini mah bukan minimal namanya
2024-11-21
0
Inyoman Raka
ha buk tina ama pak hasan koq gak pernah dikasi cuam gitu msak kerja mulu
2024-01-01
0