...# Happy Reading #...
Dalzaka Vocanicoxa, seorang CEO muda dan tampan umurnya 25 tahun merupakan pemilik perusahaan generasi ketiga yang di wariskan dari Ayahnya.
Bergerak di bidang Perekonomian dan Real Estate. Membuat perusahaan ini menjadi salah satu jajaran perusahaan besar di Negara Indonesia.
Memiliki sifat dingin dan tegas, serta pembawaan yang lebih dewasa.
Zaka mengambil telfon di atas meja menghubungi Gerald yang sedang berada di ruangannya.
Setelah menunggu beberapa saat, datanglah orang yang ia tunggu.
" Sudah ketemu?" Tanya Zaka.
Seolah mengerti, Gerald menghembuskan nafasnya pelan.
"Belum Bos" jawab Gerald.
"Kau cari identitas gadis ini" kata zaka memperlihatkan postingan dari akun Instagram Arexa.
"Bagaimana dengan gadis di hotel Bos?"
"Tidak usah di cari" kata Zaka.
'Penjahat kel4min' pikir Gerald sambil memperhatikan Zaka.
"Kau tak usah berfikir aneh-aneh, sepertinya gadis itu adalah dia" duga Zaka.
"Kalau bukan?" Tanya Gerald
Zaka menatapnya tajam, "Kau tak usah memikirkan kemungkinan lainnya" katanya.
"Baik Bos" sahut Gerald kemudian pergi dari sana.
Zaka kembali melihat layar ponselnya melihat postingan Arexa yang terbaru, di sana ia bisa melihat foto tangan empat orang.
Kebetulan hanya tangan Arexa yang tak mengenakan apapun. Sementara sahabatnya menggunakan jam tangan atau gelang hitam.
"Baby Girl" gumam Zaka. Seringai di wajahnya tak luntur memikirkan melodi indah bersama Arexa malam itu.
____________
Bel pertanda pulang berbunyi Arexa dan sahabatnya menuju parkiran, hari ini Hana membawa mobil sehingga keempatnya memilih ikut di mobil Hana.
"Kita ke rumah lo kan Xa?" Tanya Viana.
Mereka sekarang berada di sekitar Parkiran menunggu Hana membawa mobilnya.
Arexa mengangguk "iya" jawabnya.
Setelah beberapa saat mobil Hana telah berada di depannya di samping hana Ada meisa.
"Naik" kata Hana.
Arexa berjalan mendekati mobil kemudian membuka pintu kemudi.
"Gue yang bawa ya?" Kata Arexa.
"Lo bisa?" Tanya Hana.
Arexa mengangguk yakin.
Melihat itu Hana pun percaya, ia beranjak menuju kursi belakang untuk duduk bersama Viana tanpa keluar dari mobil.
Arexa masuk ke dalam mobil, bersiap untuk membawanya.
"Beneran bisa Xa?" Tanya Meisa.
"Bisa" jawab Arexa.
Sedangkan Viana menatapnya ngeri.
Arexa mengendarai mobil secara berkala, mula mula pelan hingga kecepatan di atas rata-rata.
Mobil Hana melaju di jalan raya yang padat, Arexa menyalip beberapa mobil yangng ia lewati membuat ketiga sahabatnya menahan nafas.
"Sejak kapan lo belajar naik mobil Xa?" Tanya Viana.
"Ini gue baru pertama kali" jawab Arexa.
Ketiga sahabatnya membulatkan mata. Ketiganya tak sanggup berkata lagi.
Dari arah depan mobil truk menerobos lampu merah.
Arexa yang melihat itu tertantang, ia melajukan mobil Hana dengan sangat cepat.
Preeeeiet
Sambil menekan klakson mobil, Arexa menyalip mobil itu.
Sementara ketiga sahabatnya hanya bisa menggantungkan nyawanya kepada Arexa yang mengemudikan mobil seperti orang gila.
"Gila lo Xa" kata Meisa yang duduk di depan, posisinya yang berada di depan membuat pandangannya semakin jelas, dan tentu itu menguji adrenalin nya.
"Anj!ng lo Xa" umpat Viana
"Anak S4tan" Tambah Hana
"Gue baru tau, bawa mobil seseru ini" jawab Arexa menghiraukan umpatan sahabatnya
"Seru Ndas mu" sahut ketiganya bersamaan.
Hahahah tawa ke empatnya pun pecah dan mobil kembali melaju menuju ke tempat tinggal Arexa.
Setalah beberapa menit, Mobil Hana sampai di komplek perumahan mewah di sisi kanan dan kiri jalan ada mansion dengan jarak yang sama antara satu dan yang lainnya. Bentuknya berbeda beda.
"Buka Pak" kata Arexa pada pak Hasan yang sedang berjaga di gerbang.
Setelah gerbang di buka, Mobil Hana Memasuki kediaman Arexa.
Ketiga sahabatnya terdiam menyaksikan Mansion di hadapannya.
"Ngapain? Kita udah sampe, turun" perintah Arexa.
Ketiga sahabatnya turun, kemudian Arexa memarkirkan mobil Hana di sekitar halaman Mansion.
"Ayo masuk" ajak Arexa, kemudian membuka pintu Mansion.
"Bu Tina, saya pulang" Teriak Arexa.
Bu Tina yang sedang menyiapkan makanan datang menghampiri Arexa.
"Bu buatin minuman buat teman Aku ya" kata Arexa.
"Iya Non" jawab bu Tina kemudian menuju Dapur.
Arexa di ikuti sahabatnya berjalan menuju ruang tamu.
"Kalian kenapa?" Tanya Arexa.
"Ini mansion lo Xa?" Tanya Viana.
Arexa mengangguk.
"Lo di adopsi ya?" Tanya Meisa.
"Nggak kok" kata Arexa.
"Terus jual diri ya?" Celutuk Hana.
Deg.....
Seketika wajah Arexa memucat, ia terdiam untuk beberapa saat.
Hana melihat itu semakin curiga "Benar Xa?" Tanya Hana lagi.
Sementara Meisa dan Viana hanya mendengarkan.
Bu Tina datang membawa minuman dan cemilan.
"Silahkan Non" kata Bu Tina setelah itu pergi dari sana.
"Xa lo beneran jual diri?" Tanya Meisa.
"Terus Omnya mana?" Celutuk Viana memanasi.
"Wihh semalam Berapa Xa" tambah Hana.
"Hahaha"
Tak lama ketiganya tertawa bersama.
"Lo kenapa si Xa? Diem aja" kata Viana.
"Kalian?"
"Astaga Xa, mau lo jual diri kek mau lo bunuh pemilik Mansion ini kek lo itu tetap sahabat kita" kata Meisa.
"Iya Xa, lagian gue juga bakal jual diri kalau dapat harta kayak gini" tambah Hana.
"Hahaha" Ketiganya kembali tertawa.
"Tapi beneran Xa?" Tanya Meisa lagi.
Arexa mengangguk pelan sebagai jawaban, walaupun malu tapi ia lebih memilih mengatakan ia menjual diri daripada mengatakan dia mendapat system.
"Serius Xa?" Tanya Viana ingin memperjelas.
"Iya" jawab Arexa sejujurnya.
"Terus simpanan lo mana? Gue mau liat mukanya" kata Hana.
"One Night" jawab Arexa.
"Jadi dia beli darah lo Xa?" Tanya Meisa.
Arexa mengangguk berbohong.
"Berapa banyak?" Tanya Viana.
"Kok kalian bahas itu sih, gue berasa kek Jal4ng njr" kesal Arexa.
"Heheh kita Kepo Xa, kebetulan aja dia masih mau beli darah, gue juga mau kok kalau dapatnya sebanyak ini" kata Hana.
"Lo nggak lupa minum Obat kan Xa?" Tanya Meisa.
"Gue minum kok" kata Arexa. "Ke Mall Yuk, gue yang bayarin, terus kita ke dealer beli mobil buat gue" Ajak Arexa.
"Yaudah sih, tapi kita nggak bawa baju ganti, masa perginya pakai seragam" kata Meisa.
"Tenang Aja, Gue banyak baju" kata Arexa.
Mereka berjalan menuju lift untuk naik ke lantai 3.
"Pas lo live ig di mana Xa?" Tanya Viana saat mereka berada di lift.
"Di mansion ini juga, cuman dia di lantai 2, entar kapan kapan gue ajakin" jawab Arexa.
"Kayaknya bagus deh kalau kita buat group musik" Celutuk Hana.
"Emang kalian bisa?" Tanya Arexa.
Ketiganya mengangguk.
"Gue bisa main gitar" Kata Viana.
"Gue bisa pegang Keyboard" jawab Hana.
"Emm gue juga bisa main Drum" kata Meisa.
"Wah nggak nyangka kalian bisa main musik" kata Arexa.
"Kita lebih nggak nyangka lo bisa main musik" sahut ketiganya bersamaan.
"Hehe" Arexa hanya cengengesan.
Mereka telah sampai di lantai 3.
"Iya entar kapan kapan kita buat group bandnya, gue yang jadi Vokalis" sahut Arexa.
Ketiganya setuju.
"Kamar lo seluas lapangan bola Xa" puji Meisa.
"Lo kayak bukan orang kaya aja" Jawab Arexa.
"Kaya sih, tapi mansion gue nggak sebesar ini" jawab Meisa.
Arexa berjalan membuka walk in close nya terlihat banyak pakaian dan Aksesoris yang mendukung penampilan.
"Eh kita Couplan yuk, Gue sama Hana pakai kaos item, Hot pans putih" usul Viana "kalian Kaos putih Hot pans item" lanjutnya.
Ketiganya mengangguk setuju, mereka berpakaian sesuai perkataan Viana.
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
See You ❣️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments
Lyssa Ly Alex
kalau aku numpang org yg pertama kali bawa mobil... udh pasti jiwa ku di ugd
2025-01-20
0
Lyssa Ly Alex
hahahhaha
2025-01-20
0
Ayu Dani
like
2025-01-18
0