Arexa masih berada di dalam ruangannya sedari tadi beberapa perawat yang lewat menatapnya kasihan, mereka pikir Arexa yang berbicara sendiri jadi gila setelah melakukan operasi.
"system kamu gunanya apa aja?" Tanya Arexa, ia samasekali tak paham, Arexa tak pernah mendengar ada yang namanya system, ia tak pernah membaca novel maupun komik.
[ System memberi kekayaan pada host setelah host menyelesaikan misi ] jawab system.
"Itu aja?" Tanya Arexa.
[System dapat memberi host banyak keterampilan baik yang levelnya dasar hingga level tertinggi] jawab system.
"Oh, contoh level dasar gimana?"
[Keterampilan level dasar meliputi segala sesuatu yang manusia lakukan sehari hari, Memasak, mencuci,menjemur, membersihkan,bertani, menangkap ikan, me-]
"Udah cukup" potong Arexa. "Kalau menengah?" Lanjutnya bertanya.
[Keterampilan level menengah meliputi Bernyanyi, Olahraga, Melukis, Berbahasa, Berdandan, Pelajar-]
"Cukuppp, oke sekarang level tinggi"
[Keterampilan level tinggi meliputi Seni Beladiri, Menembak, Meretas, Balapan, dan Hal hal anti mainstream lainnya] jawab System.
Arexa mengangguk mengerti.
"Itu aja yang bisa kamu lakuin?" Tanya Arexa.
[ Host juga bisa menggunakan sirih, tapi tempat tinggal host tak memiliki energi untuk melakukannya]
[Host bisa mencari informasi dasar seseorang saat melihatnya]
"Informasi dasar?" Tanya Arexa.
[Informasi seperti, Nama, Umur, Penampilan,Sifat, dan Status terkini] jawab system.
"Oh? Hebat dong" kata Arexa. "Caranya bagaimana?"
[ Host dapat mengatakan Identifikasi Status atau perintah pada system untuk melihat status]
"Oke, sekarang kita coba" kata Arexa "Emmm tak ada siapapun di sini" lanjutnya setelah melihat ke sana kemari.
[Host dapat mencobanya pada diri host sendiri, katakan Status]
"Owh oke, System tampilkan status" perintah Arexa.
[Status
Nama : Arexa Danendrix
Umur : 18 Tahun
Gelar : System's uji Coba
Penampilan : 95/100
Sifat : 87/100
Kecerdasan : 87/100
Kekuatan : 30/100
Keterampilan : -
Kekayaan : - 150 Jt
Poin Tukar : -
Properti : -
1 Misi berjalan]
Arexa terdiam melihat namanya.
"Kenapa nama aku ada nama belakangnya system?" Tanya Arexa.
[ system tak tahu] Jawab system.
"Kok nggak tahu sih?" Tanya Arexa.
[ system adalah system pemberi kekayaan bukan system maha tahu informasi ] balas system.
Arexa kembali mengangguk, " mungkin nanti aku bakal cari tau sendiri" kata Arexa lesu.
Perawat datang bersama dokter karena melihat Arexa yang berbicara sendiri. "Maaf nona apakah anda merasa tidak nyaman?" Tanya si dokter.
Arexa melihat dokter itu sebentar. "Jadi anda yang mengoperasi saya?" Tanya Arexa.
"Iya" jawab dokter itu. "Untuk menyelamatkan nyawa anda nona" lanjutnya.
Arexa mengangguk "kalau begitu terimakasih sudah menyelamatkan nyawa saya, biaya operasi dan biaya pemulihan akan saya lunasi besok" kata Arexa tersenyum.
Dokter pun keluar bersama perawat. Pihak rumah sakit mengambil kartu identitas Arexa sebagai jaminan.
'Waktunya memulai misi' pikir Arexa.
...❣️...
Setelah persiapan yang matang, Arexa bersiap menuju Club mencari mangsa.
"Berasa jadi penjahat kelamin nggak sih?" Pikir Arexa.
Arexa bersiap dengan baju terbaiknya. Dress selutut berwarna Navi menampilkan paha mulusnya, tak lupa polesan make-up natural yang di pinjamnya dari seorang perawat yang berjaga.
Bahkan uang untuk membeli bedak saja Arexa tak punya.
Jam menunjukkan pukul 20:10 Arexa berjalan menuju Club yang letaknya agak jauh dari rumah sakit.
Untuk beli bedak saja tak punya apalagi memesan taksi? Uang bus yang diberikan oleh pihak panti pun sudah tak ada lagi.
Arexa tiba di sana pukul 21:12 kakinya sudah pegal-pegal karena berjalan jauh.
Arexa mengedarkan pandangannya melihat suasana Club yang cukup ramai. Dentuman musik memenuhi indra pendengaran nya.
Arexa sedang mencari pria tampan untuk di serahkan sesuatu yang ia jaga selama ini, setidaknya orang pertama yang melakukannya adalah pria tampan.
Di lantai bar sudah banyak manusia berbeda jenis menari di sana mengikuti Alunan musik, di meja Bar beberapa orang tengah sibuk menenggak minumannya, pandangan Arexa tertuju di sudut ruangan, terlihat di sana beberapa pasang orang sedang bercumbu tanpa menghiraukan orang lain.
Rasanya Arexa ingin muntah melihatnya, ia berpikir akan bertemu orang seperti itu di tempat ini, sehingga ia mengurungkan niatnya.
Saat akan pergi dari sana, seorang pria menghampirinya.
"Hay" sapa pemuda yang cukup tampan itu.
Arexa cukup puas melihatnya 'misi di mulai' pikir Arexa dalam hati.
"Hay" balas Arexa ramah, tak lupa senyum manis ia perlihatkan di wajahnya.
"Kenali gue Daffa" kata laki laki itu memperkenalkan diri.
'Goblok' umpat Arexa.
Arexa hanya tersenyum menanggapi karena ia telah mengenal pria itu, maka misinya tak akan selesai jika ia melakukan itu bersamanya.
Arexa memutuskan untuk menyerah, ia kembali ke rumah sakit dengan berjalan kaki.
'setidaknya kalau gue di penjara ada makanan sama tempat tinggal' pikir Arexa tang telah memutuskan untuk tidak melanjutkan misi.
Di gelap malam, Arexa terus berjalan, hingga ia tiba di halte bus, ia melihat sosok duduk di bangku halte.
Arexa terus mendekat hingga ia sampai di depan sosok itu. Yang ternya seorang pria yang tengah mabuk, bau alkohol menyeruak dari dirinya. Pria itu terlihat berumur 22 tahun masih cocok untuk Arexa.
'Kesempatan' pikir Arexa.
Ia melihat pria tampan itu, wajahnya sangat mirip dengan orang Arab, dengan rambut halus di sepanjang rahangnya. Kulitnya putih seperti orang Korea.
Arexa memeriksa saku celana pria mabuk itu, dan gotcha ia menemukan dompet di sana.
Dengan segera ia menghentikan taksi yang lewat untuk mengantarnya ke Hotel.
"Berasa jadi penjahat kel4min gue' pikir Arexa.
"Dasar Penghianat, mending mati aja" Gumam Pria itu.
Namun Arexa sama sekali tak peduli, sudah di pastikan pria ini sedang patah hati, atau ada masalah.
Setelah ia menemukan taksi, ia segera memapah pria tersebut menuju Hotel, setelah sampai Arexa melakukan Cek Out dengan kartu pria itu.
"Semoga pria ini belum nikah, ntar gue di sangka pelakor lagi" gumam Arexa, mereka sedang berada di lift.
Arexa memesan Sweet room 'setidaknya malam pertama gue harus berkesan' pikir Arexa kemudian mengambil kartu yang ia ambil di resepsionis.
Arexa menggesek kartu kamar itu setelah pintu terbuka, ia segera masuk bersama pria yang di papahnya.
Kamar hotel yang ia pesan terlihat mewah dengan kasur besar di tengah ruangan, tak lupa seprei putih yang menjadi ciri khas hotel.
Arexa membopong tubuh besar pria yang tingginya sekitar 180 cm itu, sedangkan dirinya hanya 165 cm. Arexa membaringkan pria itu di atas kasur.
Arexa benar benar menyiapkan rencananya untuk melakukan kegiatan itu, ia mengambil sesuatu di tasnya yang tak lain pil pencegah kehamilan, kemudian meminumnya.
Sebelum melakukan aksinya, Arexa menatap wajah pria tersebut, karena tak ingin mengingat malam ini, Arexa memilih untuk mematikan lampu agar cahaya di ruangan menjadi redup.
\=\=\=\=\=\=
See You ❣️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments
Mariyam Mys
sistem laknat
2025-02-07
0
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
dari bab satu sa ngakak terus bacanya🤣🤣🤣sistemnya menyesatkn, typonya lagi🤣🤣🤣
2024-12-27
1
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Joyful//Joyful/
2024-12-27
0