Bab 12 : Villa

"Bukankah jelas aku menerimamu kemarin bahkan kita sudah menandatangani surat perjanjian? Kenapa malah berbasa-basi lagi? Kak Re membuang waktuku saja. Aku harus mengerjakan pekerjaannku yang belum selesai," ucap Sena sambil masuk ke kamar.

Di dalam kamar villa, Sena mengeluarkan tas punggungnya dan mengambil laptopnya. Dia melanjutkan pekerjaan memasukan data yang tadi belum selesai. Regan hanya menatap sedih dari balkon sambil menggenggam kalung hadiah untuk Sena bahkan makan malam mereka pun belum selesai. Regan tak mau menyerah, dia mendekati Sena dan mencoba untuk membantunya.

"Biar aku bantu pekerjaanmu supaya cepat selesai?" tanya Regan.

"Tidak perlu."

Regan menghela nafas panjang, mungkin perasaan Sena saat merayakan ulang tahun pernikahan sendirian rasanya seperti, merasa terabaikan. Regan mencoba untuk mengalah untuk diam sambil memperhatikan Sena yang sedang fokus pada laptopnya. Regan mulai menyadari perubahan tubuh Sena yang semakin berisi dan memutih bahkan begitu menggoda.

Kling...

Sebuah notifikasi pesan berbunyi dari ponsel Regan yang ternyata itu adalah Maya.

Maya : Regan, aku ingin bertemu. Jangan lupa kau punya 2 istri.

Regan tak menggubrisnya, Sena sekilas membaca pesan dari madunya.

"Pulanglah! Maya sedang hamil dan membutuhkanmu. Aku juga akan pulang ke rumah untuk melanjutkan pekerjaan ini," pinta Sena.

Regan menggelengkan kepala. "Ini adalah malam anniversary kita. Aku tidak ingin membiarkan semuanya berantakan."

"Terserah, aku mau pulang," ucap Sena sambil membereskan barang-barangnya.

Regan begitu kecewa dengan sikap Sena yang mendadak berubah, Sena segera keluar begitu saja meninggalkan Regan. Regan mengejarnya dan memohon untuk menginap di sini sampai esok hari namun Sena tetap kekeuh tidak mau.

"Maya membutuhkanmu."

"Berhentilah membicarakannya! Malam ini hanya kita berdua," jawab Regan.

Sena tak memperdulikan lalu segera keluar dari villa itu. Regan terus mengejarnya sampai suatu ketika ia mendapat telepon dari sang Mama jika Maya jatuh di kamar mandi dan mengalami pendarahan.

"Apa? Kenapa Maya bisa jatuh di kamar mandi? Tunggu, Ma! Aku akan pulang," ucap Regan.

Sena yang mendengarnya langsung terhenti dari langkahnya, dia menatap sang suami begitu panik. Hatinya terasa sesak dan cemburu. Regan menjelaskan situasi yang terjadi untuk mengajak Sena ikut dengannya, Sena menolak mentah-mentah, dia harus mengerjakan pekerjaannya.

"Sena, ayolah! Maya jatuh. Setidaknya kau ikut datang menjenguknya," pinta Regan.

"Tidak, aku tidak mau."

Regan menatap Sena dengan tajam. "Saat asmamu kambuh saja Maya sangat mengkhawatirkanmu sementara saat Maya jatuh kau seolah tidak peduli."

Regan segera meninggalkan Sena di villa itu, wanita itu menatap kepergian mobil Regan yang menjauh. Sekarang yang dipikirkan Sena hanyalah bagaimana dia bisa pulang dari sini karena tidak ada ojek maupun taksi. Regan begitu tega meninggalkannya hanya karena Sena tak peduli tentang Maya.

"Tante?" ucap seorang anak kecil yang famiiar.

"Kia?"

Sorot mata Sena memandang dua orang yang berada di belakang anak kecil itu. Devan bersama bersama sang istri, Winda.

"Tante di sini juga? Asyik..."

Winda langsung mengajak Kia masuk ke salah satu villa itu sedangkan Devan masih menatap Sena yang seolah mencari sesuatu.

"Suamimu meninggalkanmu?"

"Ah, bukan begitu. Dia akan kembali." Sena lalu duduk di kursi seolah sedang menunggu. Walaupun begitu dia tidak ingin rumah tangganya terlihat tidak harmonis di depan orang lain.

Tak berselang lama, mobil Regan datang, pria itu keluar dengan tergesa-gesa, ia melihat pria lain sedang mengobrol dengan sang istri. Regan menarik tangan Sena lalu merangkulnya. Sena pun sangat terkejut.

"Senaku, ayo kita pulang!" Regan lalu menatap Devan.

"Kak Re kenapa kembali lagi?"

Regan membisikan di telinga Sena. "Kata Papa, Maya tidak jatuh, ini hanya akal-akalan Mama saja supaya aku pulang."

Regan merangkul Sena untuk masuk ke dalam villa lagi yang bersebelahan dengan villa yang di sewa Devan. Mereka melewati Devan dengan Sena yang menunduk hormat pada sang bos. Setelah mereka masuk villa, Regan sangat kesal karena telah tertipu dan panik meninggalkan Sena.

"Jadi Mama bohong?" tanya Sena melihat Regan melepaskan jaketnya.

"Iya, maafkan aku telah membentakmu tadi."

Sena menghela nafas panjang, dia meletakkan tasnya di atas meja. Tujuannya kini memang pulang namun sepertinya Regan tidak akan membiarkannya begitu saja.

"Sudahlah, aku mau mengerjakan pekerjaanku."

Sena membuka laptopnya dan mengerjakan pekerjaannya yang masih menumpuk banyak. Regan segera duduk di sampingnya dan membantu sang istri supaya pekerjaan itu cepat selesai. Sena membiarkan Regan membantu, dilihat dari dekat sang suami memang sangat tampan sekali, Sena menyukai Regan sejak kuliah.

"Di lihat saat tadi kau panik mendengar Maya jatuh sepertinya Kak Re sangat mencintainya," ucap Sena.

"Mendengar kau pingsan karena asmamu kambuh juga tak kalah panik. Kalian istriku, walau bagaimanapun sebagai sang suami harus bertanggung jawab dengan kalian."

Regan menatap Sena, mereka bertatapan mencairkan suasana yang sedari tadi cukup canggung. Tangan Regan mulai menggenggam tangan Sena.

"Maaf untuk semuanya. Aku mulai jatuh cinta kepadamu," ucap Regan.

Hanya anggukan saja tanggapan Sena. Regan memeluknya dengan erat dan menciumi pucuk kepalanya. "Bagaimana cara agar kau percaya ucapanku? Aku janji setelah anak Maya lahir, aku akan mentalaknya dan kau akan menjadi satu-satunya dalam hidupku."

Sena terkejut dengan penuturan Regan, semudah itukah Regan mengatakan seperti itu?

"Kau tidak perlu melakukan itu. Kak Re harus bertanggung jawab atas anak dan ibunya. Jika dalam satu tahun hubungan kita membaik, aku rela di madu. Tak masalah karena aku juga mencintaimu," jawab Sena.

Regan tersenyum senang, ia menciumi wajah Sena berkali-kali sampai Sena kegelian dan berteriak kencang. Sena bodoh? Ya, dia berharap masih bisa memperbaiki hubungannya namun jika tidak bisa maka Sena tetap akan menggugat cerai Regan dan pergi menjauh dari kehidupan mereka.

Di villa sebelah.

Winda mengenakan lingerie seksi untuk menggoda sang suami. Mereka masih suami istri namun pisah ranjang dan bertemu beberapa kali saja. Winda adalah model cantik yang sering keluar kota dengan beralasan pekerjaan namun Devan tahu jika sang istri berbohong untuk berkencan dengan pria lain. Devan mempertahankan rumah tangganya karena untuk Askia saja, Kia masih kecil dan Devan tidak ingin melihat Kia sedih jika mereka bercerai.

"Devan, apa sih maumu? Kau tidak melirikku sedikitpun? Ini lingerie baru untuk memuaskanmu."

"Di depan Kia kita harus berusaha baik dan seolah tidak terjadi apa-apa namun jika tidak ada Kia, kita bukan pasangan lagi. Status pernikahan kita hanya formalitas saja lagipula aku sudah tidak bernafsu lagi dengan wanita yang mengobral harga dirinya ke pria lain," ucap Devan.

Winda berdecih, ia segera mengenakan pakaiannya. Winda memang tak pernah bersyukur mendapat pria kaya, mapan dan tampan seperti Devan.

Saat bersamaan, mereka mendengar suara tertawa dari villa sebelah.

"Bukankah itu suara wanita yang bertemu dengan kita tadi? Hahaha ... Beruntung sekali dia bisa menikmati waktu dengan suaminya, sedangkan aku tidak sedetikpun di lirik oleh suami sendiri, itulah sebabnya aku mencari kepuasan di luar karena suamiku sangat loyo," sindir Winda lalu berbaring di tempat tidur.

Devan tak menggubris ucapan istrinya, ia menatap jendela dan melihat bayangan siluet dua pasangan yang sedang saling menggelitiki dan nampak bahagia.

Terpopuler

Comments

Endang Oke

Endang Oke

bodoh ya seena dapat bekas celupan sk maya..ih jijik. saking helrknya si sena udh gitu miskin kere.lah bpknya cuma tukang tambal ban. jd sena rela jusl diri sana regan.

2022-07-28

0

suli sulimah

suli sulimah

sena bodoh d bohngin regan..bgni nie yng ak gk ska lnjut bca novel..benci sm wanita lrmah dn bdoh..🙏 krna ak gk ska suami yng sprti regan...

2022-05-08

0

Kod Driyah

Kod Driyah

sena km bodoh mau dng regan

2022-05-03

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Menyaksikan perselingkuhannya.
2 Bab 2: Hati yang kau lukai
3 Bab 3 : Regan, pria jahat
4 Bab 4 : Pergi
5 Bab 5 : Untuk apa?
6 Bab 6 : Gosip
7 Bab 7 : Warna janda
8 Bab 8 : Tak terduga
9 Bab 9 : Surat perjanjian
10 Bab 10 : Lift
11 Bab 11 : Anniversary
12 Bab 12 : Villa
13 Bab 13 : Rahasia
14 Bab 14 : Tinggal bersama
15 Bab 15 : Itu masih sakit?
16 Bab 16 : Kunci
17 Bab 17 : Pergi
18 Bab 18 : Mencari Sena
19 Bab 19 : Kost
20 Bab 20 : Talak si Maya!
21 Bab 21 : Main cantik
22 Bab 22 : Janji
23 Bab 23 : Manis
24 Bab 24 : Bertemu
25 Bab 25 : Bapak
26 Bab 26 : Janda muda
27 Bab 27 : Janda muda 2
28 Bab 28 : Menyesal
29 Bab 29 : Tamparan
30 Bab 30 : Menjenguk
31 Bab 31 : Menguntit
32 Bab 32 : Oma, Opa
33 Bab 33 : Tidak bisa
34 Bab 34 : Pingsan
35 Bab 35 : Dari siapa?
36 Bab 36 : Merasa sendiri
37 Bab 37 : Menjauh
38 Bab 38 : Jatuh
39 Bab 39 : Pilu
40 Bab 40 : Menguatkan diri
41 Bab 41 : Maya
42 Bab 42 : Bram & Intan
43 Bab 43 : Memohon
44 Bab 44 : Atap
45 Bab 45 : Kesal
46 Bab 46 : Membujuk
47 Bab 47 : Kejelasan?
48 Bab 48 : Duda of bucin
49 Bab 49 : Ditangkap
50 Bab 50 : Taman hiburan
51 Bab 51 : Taman hiburan
52 Bab 52 : Keterpurukan
53 Bab 53 : Menyesal
54 Bab 54 : Restu
55 Bab 55 : Salah paham
56 Bab 56 : Mental
57 Bab 57 : Restu
58 Bab 58 : Devan & Regan
59 Bab 59 : Devan & Regan 2
60 Bab 60 : Devan & Regan 3
61 Bab 61 : Uang
62 Bab 62 : Adopsi
63 Bab 63 : Mencoba ikhlas
64 Bab 64 : Kiss
65 Bab 65 : Aku mandul!
66 Bab 66 : Regan
67 Bab 67 : Undangan
68 Bab 68 : Pentas
69 Bab 69 : Lecet
70 Bab 70 : Mengembalikan
71 Bab 71 : Bunga tidur
72 Bab 72 : Married again
73 Bab 73 : Pengantin baru
74 Bab 74 : Berpamitan
75 Pengumuman
76 Bab 75 : Jangan pergi, Pak!
77 Bab 76 : Romantis
78 Bab 77 : Flek
79 Bab 78 : Flek 2
80 Bab 79 : Naughty Kiss
81 Bab 80 : Season 1 selesai
82 Bab 81 : SEASON 2
83 Bab 82 : Adopsi
84 Bab 83 : Bingung
85 Bab 84 : Tak mengapa
86 Bab 85 : Devan tak terkalahkan
87 Bab 86 : Regan datang
88 Bab 87 : Kejutan
89 Bab 88 : Keberanian
90 Bab 89 : Serafina
91 Bab 90 : Duda tua
92 Bab 91 : Bramasta
93 Bab 92 : Hamil?
94 Bab 93 : Bersyukur
95 Bab 94 : Tak mungkin
96 Bab 95 : Tragedi
97 Bab 96 : Maafkan Kia, Papa!
98 Bab 97 : Pesta dan menunggu Kia
99 Bab 98 : Membuka kado
100 Bab 99 : Regan
101 Bab 100 : Tak terima
102 Bab 101 : Kenapa selalu salahku?
103 Bab 102 : Sebenarnya
104 Bab 103 : Sena
105 Bab 104 : Posesifnya Devan
106 Bab 105 : Benarkah?
107 Bab 106 : Bahagia
108 Bab 107 : Tamat
109 Boncap : Nikahan mantan suami
110 Promo novel baru
111 Promosi novel
112 Novel baru
Episodes

Updated 112 Episodes

1
Bab 1 : Menyaksikan perselingkuhannya.
2
Bab 2: Hati yang kau lukai
3
Bab 3 : Regan, pria jahat
4
Bab 4 : Pergi
5
Bab 5 : Untuk apa?
6
Bab 6 : Gosip
7
Bab 7 : Warna janda
8
Bab 8 : Tak terduga
9
Bab 9 : Surat perjanjian
10
Bab 10 : Lift
11
Bab 11 : Anniversary
12
Bab 12 : Villa
13
Bab 13 : Rahasia
14
Bab 14 : Tinggal bersama
15
Bab 15 : Itu masih sakit?
16
Bab 16 : Kunci
17
Bab 17 : Pergi
18
Bab 18 : Mencari Sena
19
Bab 19 : Kost
20
Bab 20 : Talak si Maya!
21
Bab 21 : Main cantik
22
Bab 22 : Janji
23
Bab 23 : Manis
24
Bab 24 : Bertemu
25
Bab 25 : Bapak
26
Bab 26 : Janda muda
27
Bab 27 : Janda muda 2
28
Bab 28 : Menyesal
29
Bab 29 : Tamparan
30
Bab 30 : Menjenguk
31
Bab 31 : Menguntit
32
Bab 32 : Oma, Opa
33
Bab 33 : Tidak bisa
34
Bab 34 : Pingsan
35
Bab 35 : Dari siapa?
36
Bab 36 : Merasa sendiri
37
Bab 37 : Menjauh
38
Bab 38 : Jatuh
39
Bab 39 : Pilu
40
Bab 40 : Menguatkan diri
41
Bab 41 : Maya
42
Bab 42 : Bram & Intan
43
Bab 43 : Memohon
44
Bab 44 : Atap
45
Bab 45 : Kesal
46
Bab 46 : Membujuk
47
Bab 47 : Kejelasan?
48
Bab 48 : Duda of bucin
49
Bab 49 : Ditangkap
50
Bab 50 : Taman hiburan
51
Bab 51 : Taman hiburan
52
Bab 52 : Keterpurukan
53
Bab 53 : Menyesal
54
Bab 54 : Restu
55
Bab 55 : Salah paham
56
Bab 56 : Mental
57
Bab 57 : Restu
58
Bab 58 : Devan & Regan
59
Bab 59 : Devan & Regan 2
60
Bab 60 : Devan & Regan 3
61
Bab 61 : Uang
62
Bab 62 : Adopsi
63
Bab 63 : Mencoba ikhlas
64
Bab 64 : Kiss
65
Bab 65 : Aku mandul!
66
Bab 66 : Regan
67
Bab 67 : Undangan
68
Bab 68 : Pentas
69
Bab 69 : Lecet
70
Bab 70 : Mengembalikan
71
Bab 71 : Bunga tidur
72
Bab 72 : Married again
73
Bab 73 : Pengantin baru
74
Bab 74 : Berpamitan
75
Pengumuman
76
Bab 75 : Jangan pergi, Pak!
77
Bab 76 : Romantis
78
Bab 77 : Flek
79
Bab 78 : Flek 2
80
Bab 79 : Naughty Kiss
81
Bab 80 : Season 1 selesai
82
Bab 81 : SEASON 2
83
Bab 82 : Adopsi
84
Bab 83 : Bingung
85
Bab 84 : Tak mengapa
86
Bab 85 : Devan tak terkalahkan
87
Bab 86 : Regan datang
88
Bab 87 : Kejutan
89
Bab 88 : Keberanian
90
Bab 89 : Serafina
91
Bab 90 : Duda tua
92
Bab 91 : Bramasta
93
Bab 92 : Hamil?
94
Bab 93 : Bersyukur
95
Bab 94 : Tak mungkin
96
Bab 95 : Tragedi
97
Bab 96 : Maafkan Kia, Papa!
98
Bab 97 : Pesta dan menunggu Kia
99
Bab 98 : Membuka kado
100
Bab 99 : Regan
101
Bab 100 : Tak terima
102
Bab 101 : Kenapa selalu salahku?
103
Bab 102 : Sebenarnya
104
Bab 103 : Sena
105
Bab 104 : Posesifnya Devan
106
Bab 105 : Benarkah?
107
Bab 106 : Bahagia
108
Bab 107 : Tamat
109
Boncap : Nikahan mantan suami
110
Promo novel baru
111
Promosi novel
112
Novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!