Lena pun mengalihkan perhatian nya pada Kartina Lagi yang terlihat sedikit murung sekarang, diapun duduk di pinggiran ranjang Kartina, "Mah, Ada apa? kalau mamah ada masalah mamah bisa cerita ke Lena kan" ucap Lena
Kartina pun hanya menggelengkan kepalanya,
"Ayolah mah, Lena tau mamah menyembunyikan sesuatu dari Lena kan?" tanya Lena Lagi
"Tidak Len, Mamah hanya kepikiran soal mimpi mamah waktu tadi siang,,,, Len, mamah mau tanya sama kamu, andai kata Arman masih hidup, dan dia tiba tiba pulang dengan kondisi cacat, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Kartina
"Mah, sudah lah, jangan bahas mimpi itu Lagi, Dia sampai sekarang memang masih hidup, di sini" ucap Lena berkaca-kaca sambil menyentuh dadanya sendiri
Lena selalu ingin menghindari topik itu, karena bukan Sekali dua kali Kartina membahas hal tentang Armanya itu pada Lena, dan itu selalu berakhir dengan tangisan dari Lena
"Mamah Rasa, Sean mu itu masih hidup di luaran sana sekarang, dan dia mempunyai alasannya sendiri untuk tidak menemui kita, dan mamah yakin, kalau sebentar lagi dia akan kembali pada kita" ucap Kartina
Airmata Lena pun tentunya sudah menetes sekarang, dia memeluk ibunya, dia merasa kalau Kartina lebih menyedihkan dari pada dia sendiri, dia mengira kalau perkatan Kartina barusan itu hanya caranya untuk menyenangkan dirinya sendiri
"Iya mah, dia pasti akan pulang, jadi mamah jangan banyak berpikir lagi, beristirahatlah, supaya kondisi mamah cepat membaik" ucap Lena
Semenjak Sean di kabarkan mengalami kecelakaan tragis itu, Kondisi kesehatan Kartina memang semakin hari semakin memburuk, dia seperti tidak punya gairah untuk hidup lagi, dia pun jadi sering keluar masuk rumah sakit, dan setelah Naira lahir, dia merasa sedikit masih punya alasan untuk tetap hidup, dia pun meminta Rania tidak membawa Naira bersamanya, walaupun di sekarang sudah menikah
Setelah hari mulai Sore Lena pun keluar dari Ruangan rawat Kartina bersama Naira,
Beberapa Anak buah Agam pun langsung menyapanya,
"Bu, apa perlu saya antar untuk pulang" ucap Salah satu dari mereka
"Tidak perlu, tempat tinggal ku tidak jauh dari sini kan, aku bawa mobilku sendiri saja, kalian tetap jaga di sini, dan pastikan nyonya, baik baik saja, O yah, perawat pribadi nyonya kemana?, saya tidak melihatnya dari tadi siang, apa kalian tau?" tanya Lena,
"Tadi pagi dia minta izin untuk libur non, dia bilang ada acara keluarga" ucap Salah satu anak buah Agam itu
"Begitu kah, ya sudah, jaga nyonya baik baik, aku juga akam kemari lagi nanti" ucap Lena
Dia pun segera beranjak dari sana bersama Naira, dia tidak bertegur sapa dengan anak buah Tiara ataupun dengan Tiara yang masih ada di Sana
Sean juga hanya menatap kepergian Lena bersama putrinya itu
"Yuda, kenapa dia bilang rumah nya dekat dari sini, bukan kah mansion ibu sedikit jauh" tanya Sean pada anak buah Agam
Anak buah Agam sekarang sudah tau siapa Sean, karena Tiara sudah memberi tau mereka tadi
"Nona Lena memang memiliki rumah di dekat Rumah sakit Ini, semenjak kesehatan nyonya Kartina sering tiba tiba memburuk, dan sering keluar masuk rumah sakit, nona memutuskan untuk tinggal tidak jauh dari sini tuan," ucap Yuda
"Apa kamu bisa mengantarku ke rumahnya" ucap Sean penasaran
"Tentu Tuan" ucap Yuda
Sean pun menoleh pada Tiara di sampingnya "Tiara, kamu boleh kembali ke markas, terima kasih sudah membawaku kemari" ucap Sean
"Aku akan tetap menemani Anda di sini" ucap Tiara
"Tidak perlu, kamu istirahat saja dulu, kamu seharian belum istirahatkan?, besok kamu bisa kembali lagi" ucap Sean
Tiara pun berpikir sejenak "Baiklah kalau begitu, apa ada anggota yang ingin kamu bawa untuk mengawal?" tanya Tiara
"Tidak perlu, aku lebih nyaman sendiri, juga ada anak buah Agam di sini, biarkan mereka istirahat juga" ucap Sean
"Baiklah kalau begitu, saya pergi", ucap Tiara
Tiara pun segera pergi bersama Anak buahnya, dia memang merasa sedikit Capek karena dia belum beristirahat semenjak dia pergi ke pulau BB dan kembali lagi ke kota J ini,
Seperginya Tiara Sean juga pergi bersama Yuda untuk ke ruamah Lena, dia sedikit penasaran di mana sekarang dia tinggal
Merekapun pergi menggunakan mobil untuk ke rumah Lena, dan memang hanya butuh waktu beberapa menit perjalanan dari rumah sakit ke komplek perumahan Lena, dan merekapun segera berhenti di depan sebuah Rumah berlantai dua yang ukuranya tidak terlalu besar, di dalam gerbang rumah juga terparkir mobil jenis hatchback putih yang familiar di mata Sean,
Itu adalah mobil yang pernah di berikan Sean padanya dulu, Sean pun tersenyum, "Tidak berubah, Kamu masih menggunakan mobil itu" gumam Sean yang memperhatikan mobil dan rumah Lena itu dari dalam mobilnya
Hingga beberapa waktu Sean berada di sana dan memperhatikan rumah itu, dan Lena juga tidak terlihat ada pergerakan di luar rumah
Dia pun mendadak mengingat satu orang lagi yang pernah ada di hatinya dulu, dia mengeluarkan phonselnya, dan dia langsung menulis sebuah lirik lagu yang pernah dia dengar
['Maafkan ku tak datang, meredupku tergantikan bintang, ada sebab yang tak dapat ku tentang , hadirat mu terabai, ikhlaskan mu berpaling melambai, sejauh mampu langkah mu tertempuh, berjalanlah sampai nanti napasmu terhenti] setelah Sean menulis bait itu, dia pun mengirimnya ke kontak Rania
Menurut nya bait itu sangat mewakili dirinya sekarang, dan tentu saja Rania langsung menghubungi nomor Sean itu
Dan Sean juga mengangkatnya, meskipun dia tidak mungkin bersamanya, setidaknya dia masih bisa mendengar suara ibu dari putrinya itu
📲"Hallo, Anda siapa mengirimkan kata kata seperti ini pada saya?" tanya Rania dengan nada penasaran
Sean hanya tersenyum, dia berpikir kalau Rania sudah tidak menyimpan kontak lamanya ini, dan dia tidak bermaksud menyahut pertanyaan Rania, dia hanya ingin mendengar dirinya bicara saja
📲"Hallo, tolong jangan permainkan saya, jangan bermain dengan nomor seseorang yang sudah tidak ada, itu tidak bisa di maafkan" ucap Rania yang mulai terdengar sedih
Sean pun hanya terus mendengarkan suara Rania itu lekat lekat, dia sangat rindu suara ini, dia pun ingin mengenang suara itu selama mungkin di ingatanya
📲"Aku mohon katakanlah sesuatu, agar aku tidak terlalu berharap pemilik nomor ini masih ada,, tolong,,," ucap Rania yang terdengar sudah menangis
Tapi Sean tetap tidak berbicara apapun pada Rania, dia pun Dengan berat hati menutup panggilannya itu, diapun jadi berharap bisa melihatnya wajahnya lagi sekarang
"Yuda, apa kamu tau di mana nona Rania tinggal?" tanya Sean
"Tentu saja" ucap Yuda
"Kalau gitu kita pergi kesana" ucap Sean
"Baiklah", Yuda pun segera melajukan mobilnya untuk pergi ke tempat di mana Rania tinggal
Sementara Rania masih saja terus menghubungi nomor Sean itu, namun Sean tidak mengangkatnya lagi, dia hanya membiarkan phoselnya berbunyi tampa merasa terganggu
~
Merekapun segera tiba di depan sebuah rumah yang cukup besar di sebuah komplek elite, dan Sean menebak kalau ini adalah Rumah dari suami Rania sekarang
"Ku harap kamu mendapatkan kebahagiaan di rumah ini Ran" gumam Sean dari dalam mobil, dan juga terus memperhatikan ke arah dalam rumah Rania itu
Dan entah kebetulan atau tidak, Rania juga ternyata keluar ke balkon lantai atas rumahnya sekarang, dia pun langsung bersandar di pagar pembatas balkon itu
Terlihat Rania yang mengenakan pakaian santai rumahan, dan berbalut jilbab simpel berwarna abu di kepalanya, dia menundukkan pandanganya karena hatinya sedang merasa gundah sekarang
Meskipun jarak Rania dan mobil Sean lumayan jauh, tapi Sean masih bisa melihat paras cantik Rania yang murung itu, Sean merasa kalau kata kata yang di kirimkan padanya tadi itu sudah mengganggu pikirannya sekarang, dia pun jadi sedikit menyesalinya
Sean terus menatapnya dari dalam mobil, Rania pun perlahan menatap ke mobil Sean yang terparkir di sebrang jalan Rumahnya itu, dan dia pun sangat mengenali mobil anggota Agam itu
"Bukan kah itu mobil anak buah Agam?, sedang apa mereka di sini? apa mereka di suruh mamah kesini?" gumam Rania, dia pun terus memperhatikan mobil itu, tapi tidak ada yang keluar dari mobil itu
Rania pun penasaran, dan dia segera turun ke lantai bawah rumahnya dan berniat ingin menghampiri mobil itu, diapun langsung bergegas ke gerbang rumahnya itu
Setelah sampai di sana diapun memperhatikan lagi ke arah luar, dan mobil hitam itu pun kini sudah tidak ada di depan Rumahnya "Aneh, aku yakin tadi itu mobil pengawal mamah, apa ada kabar buruk dari mamah, ku rasa aku harus menjenguknya lagi" gumam Rania
Dia berpaling dan kembali masuk kedalam Rumahnya, dan Rania bersiap siap untuk pergi ke Rumah Sakit berniat menjenguk Kartina lagi di sana
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments
Wandi
mamtap
2022-06-05
1
Josias E Pattinasarany
up👍
2022-03-13
0
Mokhamad Makhluvi
up
2021-11-20
1