Sudah Cukup

Sean pun hanya tersenyum mendengar pertanyaan dari Tiara itu,, tapi Sean juga tidak berniat mengungkapkan identitas nya Secara lisan

"Apa kamu tau salahmu di mana?" tanya Sean

Tiara yang di tanya seperti itu pun sedikit jengkel dan tidak mengerti apa maksud pria di hadapannya itu

"Jawab pertanyaan ku dulu, siapa kamu?, dan kenapa kamu mengacau di tempat ku?" Tiara mempertegas pertanyaannya

"Aku hanya orang yang tidak suka jika kepercayaannya tidak di indahkan" jawab Sean yang hanya berputar-putar menjawab pertanyaan Tiara

"Kamu seperti nya memang sengaja ingin cari masalah dengan ku, Baiklah, aku akan meladeni mu" ucap Tiara yang menebak kalau dia memang bukan orang sembarangan, jadi dia pun tidak meremehkannya

"Penerbangan mu cukup jauh dari kota J kesini kan?, tentunya itu sangat melelahkan untukmu, jadi duduklah dulu dan kita mengobrol sebentar" ucap Sean yang masih tenang di tempat duduknya

Bos Baron, Rio, Vivi, dan Zopar pun tidak ada yang berani menyelah pembicaraan mereka, karena mereka juga merasakan atmosfir berbeda yang begitu kuat menyelimuti Ruangan yang datang dari 2 orang yang sama sama memiliki kemapuan ini, mereka hanya diam dan berdiri di belakang Tiara saja, dan Zopar juga tidak beranjak dari tembok tempatnya bersandar,

"Aku tidak punya waktu untuk mengobrol dengan mu, aku ingin menantang mu bertarung sekarang" ucap Tiara

"Begitukah?, Baiklah kalau kamu tidak capek, aku terima tantangan mu" ucap Sean, dia berpikir mungkin dengan wajahnya sekarang Tiara tidak akan percaya kalau dirinya adalah Sean,

Sean pun segera berdiri dari duduknya, dan langsung melangkah untuk berhadapan dengan Tiara

Tiara pun terus menatap lekat pria yang sekarang berjalan ke Arahnya itu, meski dia tidak mengenali wajahnya, tapi dia merasa tidak asing dengan suara si pria ini, dia seperti sering mendengarnya sebelumnya, tapi dia masih belum bisa memastikan suara siapa yang mirip dengan suaranya itu

Dengan segera merekapun sekarang berhadapan dan saling menatap satu sama lain

"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Tiara

"Kurasa pernah" ucap Sean

"Apa kamu menyimpan dendam padaku?" tanya Tiara

"Ku Rasa tidak" ucap Sean

"Baiklah, ku rasa kamu memang hanya ingin bermasalah denganku" ucap Tira langsung memasang kuda kudanya

Sementara Sean masih terlihat berdiri tenang sekarang, dia tidak berniat memasang kuda kudanya seperti Tiara

"Gaya mu sungguh menyebalkan" ucap Tiara yang melihat kalau lawanya seperti meremehkan dirinya

Tiara pun segera melancarkan tendanganya kepada Sean, dan tentu saja Sean bisa menahanya dengan mudah, Tiara langsung melanjutkan menyernganya lagi bertubi tubi, dia melesatkan pukulan, melayangkan tendangan, mendengkul, menyikut, namun semua serangannya itu dapat di tahan oleh pria dia hadapanya itu dengan sangat mudah

"Aku akui kamu memang hebat, tapi kenapa kamu tidak menyerang ku, apa kamu meremehkan ku?" tanya Tiara yang terhenti sejenak dari Serangannya

"Aku tidak meremehkan kemampuan mu, aku hanya tidak suka memukul wanita" ucap Sean

'Tegg' kata kata dari Sean itu seperti belati yang menoreh kedalam hati Tiara, dia sangat familiar dengan kata kata itu, dia pernah mendengar kata kata itu saat dia bertarung dengan seseorang yang sangat di kaguminya dulu, dia pun mulai menaruh kecurigaan pada pria inj, hingga pro kontra pun terjadi di dalam hatinya 'Benarkah dia, tapi kenapa ada di sini, bukan kah dia sudah meninggal, tidak mungkin itu dia, aku menyaksikan jenazah nya di kuburkan' gumam batinya

"Siapa namamu?" tanya Tiara penasaran dengan kecurigaannya

"Entah lah, aku juga lupa" ucap Sean asal

"Kau memang menyebalkan, hadapi aku aku tidak suka di remehkan oleh lawanku" ucap Tiara

"Apa kamu masih kebal terhadap serangan fisik?, kalau masih mungkin aku tidak akan segan memukulmu" ucap Sean

Kecurigaannya Tiara pun semakin memuncak tatkala medengar pernyataan pria itu yang sangat mengenali kemampuannya itu

Mata Tiara pun langsung berkaca kaca "Apa, apa namamu Sean?" tanya Tiara mencoba menebaknya

Sean pun menghela nafasnya "Hhhhh, Sudah lama sekali aku tidak pernah mendengar nama panggilan itu lagi" ucap Sean seperti merasa sedikit sesak di dadanya

"Mak maksudmu apa kau benar benar Sean?" tanya Tiara sedikit tidak percaya, dan diapun mulai mengingat kalau suara itu memang suaranya

"Bukan, aku sekarang bukan aku yang dulu, sekarang orang memanggilku Dampar" ucap Sean

Tiara pun tidak bisa menahan dirinya untuk langsung mendekat ke Arah Sean dan bermaksud untuk segera memeluknya

Namun Sean menyangka kalau itu adalah serangan dari Tiara, karena posisi mereka memang sedang bertarung saat ini, jadi dengan replek Sean pun mengelak dan menangkap pergelangan tangan Tiara itu ke samping, dan mengunci pergerakan Tiara dengan menahan bahunya dengan tangan lain

Tiara pun memang tidak bergerak lagi, dia juga tidak berontak,

Tapi Sean bisa melihat ada sesuatu yang jatuh dari mata Tiara, itu adalah butiran Air sejernih kristal yang keluar dari pelupuk mata Tiara

"Apa kamu menangis? apa ini sakit" tanya Sean heran, karena meskipun dia menggunakan tenaganya, harusnya itu tidak bisa menyakiti Tiara, karena titik lemah Tiara juga bukan pada tanganya

Tiara pun menggelengkan kepalanya pelan

Sean pun perlahan melepaskan kuncianya pada tangan Tiara itu, dan seketika Tiara pun langsung memeluk Sean tampa berkata

"Hey, apa yang kamu lakukan?" tanya Sean yang sedikit kaget karena tiba tiba di peluk Tiara seperti itu

"Kenapa kamu tidak mengabariku dari dulu kalau kamu berada di sini, aku, aku kira kamu benar benar sudah meninggal" ucap Tiara, dia memang tidak perca orang yang dia Kagumi bisa mati begitu saja

"Aku akan jawab, tapi tolong lepaskan tangan mu ini dariku" ucap Sean

Tapi Tiara seperti enggan untuk melepaskannya, dan dia tidak mendengarkan perkataan Sean

"Tiara, aku bukan aku yang dulu, kamu juga bisa melihatnya kan, wajah ku sudah tidak setampan dulu" ucap Sean

Tapi perkataan itu pun tidak di dengar kan Tiara

Semua orang yang berada di ruangan itu pun tidak ada yang tidak tercengang melihat pemimpin cantiknya memeluk pria asing di depan mereka, tentunya ada perasaan iri dalam hati mereka, apalagi Gimpa dan Rio yang diam diam mengagumi sosok Tiara ini

Gimpa dan Rio Memnag orang baru di organisasi ini, jadi mereka tidak begitu tau seluk beluk organisasi sebelum mereka bergabung

Jadi mereka pun hanya bertanya tanya heran dalam hatinya 'Sebenarnya siapa pria ini, kenapa master Tiara memeluknya seperti ini?, apakah dia pacarnya?' Rio dan Gimpa memikirkan pertanyaan yang hampir serupa

Dan yang tidak kalah tercengangnya adalah Vivi, dia pun merasa kalau perasaannya mulai tidak enak karena tadi sudah memaki maki Sean,

Hingga sampai beberapa saat Tiara masih memeluk Sean

"Tiara,,, mau berapa lama lagi kamu seperti ini padaku, aku memintamu kesini untuk membereskan anak buah mu di sini, bukan malah memeluku seperti ini" ucap Sean

Tiara pun perlahan segera melepaskan pelukannya dari Sean, dia mundur selangkah dari hadapan Sean, dia pun mengusap Air matanya sendiri, sebenarnya dia malu harus menangis seperti ini di depan bawahannya, tapi rasa harunya memang lebih besar daripada rasa malunya

"Maaf master, aku, aku tidak bisa mengontrol diriku,,, apa yang bisa ku lakukan untukmu?" tanya Tiara

"Apa kamu tau,, orang itu masih melakukan bisnis terlarang di organisasimu?, dan harusnya kamu tau apa yang harus kamu perbuat padanya" ucap Sean yang menoleh pada Zopar

Zopar pun berkeringat dingin setelah tau kalau pria yang di suruhnya untuk bertransaksi itu, benar-benar adalah pemimpinnya terdahulunya, dan dia merasa tidak akan bisa menyangkal lagi sekarang

"Maaf master, aku memang terlalu lemah, aku tidak bisa memantau setiap cabang organisasiku dengan baik,, aku akan segera mengurusnya" ucap Tiara

"Zopar, Baron, kemari kalian" triak Tiara pada mereka, karena mereka berdua yang bertanggung jawab atas markas organisasi ini

Zopar pun tidak bisa memngabaikan panggilan Tiara itu, diapun bangkit dwngan susah payah karena dia sekarang tidak memakai tongkat nya, dan diapun segera menghadap ke Tiara meskipun dia tau tidak akan mendapat perlakuan Baik darinya

Setelah keduanya mendekat dari arah yang berlainan, Tiara pun langsung saja memukul Zopar terlebih dulu 'Habuuukkkk' 'habuk'

Tiara memukulinya dengan bengis, dia menghajar Zopar hingga dia terkapar dan memuntahkan seteguk darah dari mulutnya

Setelah selesai dengan Zopar dia berbalik ke bos Baron

Bos Baron yang sudah gemetaran sejak tadi pun langsung menurunkan badanya dan berlutut di lantai menghadap Tiara dan Sean, dia juga merapatkan telapak tanganya di depan dada

"Ampun master, aku mengakui kesalahan ku, aku aku sudah mengingatkan ketua untuk tidak berbisnis barang terlarang lagi berkali kali, tapi aku tidak pernah di dengar, aku tidak bisa berbuat banyak, ampuni aku" ucap bos Baron, karena memang pada dasarnya dia tidak hanya mengetahuinya saja, dan memang tidak ikut ambil bagian di bisnis itu

"Kamu tidak bisa lari dari kesalahamu" Tiara yang marah tidak memperdulikan permohonan Ampun Baron itu, dan dia langsung memukulnya juga 'Habuuukkkk'

Tiara memang marah karena dirinya selama ini di kelabui Zopar, karena jelas jelas Tiara sudah menegaskan untuk menghentikan bisnis yang berkaitan dengan pelanggaran hukum di negeri ini, dan yang lebih membuatnya sangat malu, pelanggaran ini langsung di ketahui oleh Sean yang sudah memberikannya kepercayaan

"Tiara," panggil Sean yang melihat Tiara akan menghajar Bos Baron lagi

Tiara pun langsung menoleh pada Sean

"Sudah cukup, kurasa dia memang tidak punya wewenang untuk keputusan di sini, kamu urus saja Zopar, pastikan dia mengakui kesalahannya dan menyerahkan buktinya ke pihak berwenang" ucap Sean

"Baik master, aku mengerti" ucap Tiara

Dengan segera Tiara pun menghubungi nomor polisi untuk menggiring Zopar ke dalam sel tahanan

Zopar yang tadinya terkapar pun langsung bangkit dengan susah payah dan langsung berlutut pada Tiara dan Sean "Master jangan lakukan ini padaku, tolong ampuni aku, maafkan aku master, aku punya keluarga, aku bersumpah tidak akan mengulangi bisnis ini lagi kedepannya, kasih aku kesempatan satu kali lagi" ucap Zopar yang bahkan sekarang menyentuh kaki Tiara sambil menundukkan kepalanya

Tapi Tiara tentunya tidak menggubris Zopar sama sekali, karena dia sudah merasa sangat malu pada Sean sekarang

Terpopuler

Comments

Wirda Lubis

Wirda Lubis

mantap dan tegas

2023-04-16

0

Wandi

Wandi

mantap

2022-06-05

0

Aim Listi

Aim Listi

mantap

2022-04-24

0

lihat semua
Episodes
1 Hutang Budi
2 Taruhan
3 penawaran
4 Tergeletak
5 Dr.Lena
6 Berkemampuan
7 Menguntungkan
8 Janji
9 Ancaman
10 Mengingat
11 Siapa Kamu
12 Sudah Cukup
13 Pamit
14 Mengusirmu
15 Gadis Kecil
16 Putri Yang Tak di Sangka
17 Tidak Biasa
18 Gundah
19 Untukmu Saja
20 Kecocokan
21 Tidak Melepaskan
22 Mempercayainya
23 Ingin Pulang
24 Belum Paham
25 Mulai Seperti Dulu
26 Memang Cocok
27 Sudah Jadi Hantu
28 Filing
29 Rencana
30 Jeruk
31 Di Adili
32 Nikah Kilat
33 Menyimpan Rahasia
34 Celah Kosong
35 Nambah Satu
36 Fobia
37 Mencurigakan
38 Seindah Ini
39 Kabar Buruk
40 Berguling di Lantai
41 Vonis Satu Tahun
42 Terima Kasih
43 Selamanya
44 Siaran Ulang
45 5TH
46 Lena Cemburu
47 Pisah Saja
48 Tidak Merekomendasikan
49 Mengusik Ku
50 Biar Feminim
51 Mataku Ternodai
52 Sentuhan Akhir
53 Ngambek
54 Bermetamorfosis
55 Tidak Sopan
56 Dampar Si Pelaut
57 Apa Bedanya
58 Berdebat
59 Nayra Hilang
60 Curang
61 Masih Dia
62 Gangguan Kecil
63 Momen Bersama
64 Ada Bencana
65 Rayuan Pagi
66 Menggerutu
67 Informasi
68 Bergerak Sekarang
69 Harus Berkenalan
70 Bohong
71 Ingin Bertemu Kang Rawing
72 Isi Tenaga
73 Kakak Pertama
74 Apa Dia Mampu
75 Ancaman
76 Ke Pulau
77 Ujung Tombak
78 Dendam Dewi
79 Hancur Bersama
80 Bawaan
81 Bab 81
82 Bab82
83 Bab83
84 Bab84
85 Bab85
86 Bab86
87 Bab87
88 Bab88
89 Bab89
90 Bab90
91 Bab91
92 Hampir Sama
93 Entahlah
94 Rangkai Kembali
95 Sebuah Pelukan
96 Mencair
97 Hidung Botol
98 Sakit
99 Menemuinya
100 Tentang Mereka
101 Over Protektif
102 Olah Raga
103 Masakanmu
104 Sederhana
105 Tidak Mungkin
106 End
107 Ekstra Part 1
108 Ekstra part 2
109 Ekstra part 3
110 Ekstra part 4
111 Ekstra part 5
112 Ekstra part 6
113 Seri Ke Tiga
Episodes

Updated 113 Episodes

1
Hutang Budi
2
Taruhan
3
penawaran
4
Tergeletak
5
Dr.Lena
6
Berkemampuan
7
Menguntungkan
8
Janji
9
Ancaman
10
Mengingat
11
Siapa Kamu
12
Sudah Cukup
13
Pamit
14
Mengusirmu
15
Gadis Kecil
16
Putri Yang Tak di Sangka
17
Tidak Biasa
18
Gundah
19
Untukmu Saja
20
Kecocokan
21
Tidak Melepaskan
22
Mempercayainya
23
Ingin Pulang
24
Belum Paham
25
Mulai Seperti Dulu
26
Memang Cocok
27
Sudah Jadi Hantu
28
Filing
29
Rencana
30
Jeruk
31
Di Adili
32
Nikah Kilat
33
Menyimpan Rahasia
34
Celah Kosong
35
Nambah Satu
36
Fobia
37
Mencurigakan
38
Seindah Ini
39
Kabar Buruk
40
Berguling di Lantai
41
Vonis Satu Tahun
42
Terima Kasih
43
Selamanya
44
Siaran Ulang
45
5TH
46
Lena Cemburu
47
Pisah Saja
48
Tidak Merekomendasikan
49
Mengusik Ku
50
Biar Feminim
51
Mataku Ternodai
52
Sentuhan Akhir
53
Ngambek
54
Bermetamorfosis
55
Tidak Sopan
56
Dampar Si Pelaut
57
Apa Bedanya
58
Berdebat
59
Nayra Hilang
60
Curang
61
Masih Dia
62
Gangguan Kecil
63
Momen Bersama
64
Ada Bencana
65
Rayuan Pagi
66
Menggerutu
67
Informasi
68
Bergerak Sekarang
69
Harus Berkenalan
70
Bohong
71
Ingin Bertemu Kang Rawing
72
Isi Tenaga
73
Kakak Pertama
74
Apa Dia Mampu
75
Ancaman
76
Ke Pulau
77
Ujung Tombak
78
Dendam Dewi
79
Hancur Bersama
80
Bawaan
81
Bab 81
82
Bab82
83
Bab83
84
Bab84
85
Bab85
86
Bab86
87
Bab87
88
Bab88
89
Bab89
90
Bab90
91
Bab91
92
Hampir Sama
93
Entahlah
94
Rangkai Kembali
95
Sebuah Pelukan
96
Mencair
97
Hidung Botol
98
Sakit
99
Menemuinya
100
Tentang Mereka
101
Over Protektif
102
Olah Raga
103
Masakanmu
104
Sederhana
105
Tidak Mungkin
106
End
107
Ekstra Part 1
108
Ekstra part 2
109
Ekstra part 3
110
Ekstra part 4
111
Ekstra part 5
112
Ekstra part 6
113
Seri Ke Tiga

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!