Hari hari Rumi pun dia habiskan di atas tempat tidurnya, dan Dampar tentunya selalu menemani nya di sana, hingga tidak terasa sudah beberapa hari mereka lewati dengan hanya tinggal di bangsal Rumah sakit
Dan Dampar pun mulai mengingat kalau dia punya janji pada bos Baron yang belum sempat dia tepati, dan kebetulan juga pak Yunus hari ini datang
"Gimana kabarnya, apa Rumi sudah lebih baikan sekarang?" tanya pak Yunus pada Dampar yang duduk
"Baik pak, kondisi Rumi sudah berangsur-angsur pulih sekarang" jawab Dampar
"Syukurlah, apa belum ada kabar kapan dia boleh pulang?" tanya pak Yunus
"Belum pak, dokter belum kasih kabar, tapi sebaiknya Rumi memang di sini dulu sampai dia benar-benar pulih, biar perkembangan kesehatannya bisa terpantau terus oleh dokter" ucap Dampar
"Bapak juga berpikir begitu, tapi apa kamu masih punya uang untuk biaya rumasakit Rumi sekarang?" tanya pak Yunus
"Ada pak tenang saja, O ya pak, aku ada janji pada seseorang, dan seperti nya aku harus segera menemuinya," ucap Dampar
"Ya sudah pergi saja, kondisi Rumi juga kan sekarang sudah lebih baik" ucap pak Yunus
"Baiklah, kalau gitu aku titipkan Rumi pada bapak" ucap Dampar
"Ah kamu ini, kenapa bilang begitu, Rumi ini anak bapak juga jadi kamu tidak perlu nitip nitip segala" ucap pak Yunus
"Baiklah, O yah ini ada sedikit bekal untuk Rumi dan bapak, mungkin aku akan sedikit lama perginya" ucap Dampar sambil mengeluarkan sejumlah uang yang di pinjamnya itu dari kantong kecilnya, dan memberikannya pada pak Yunus
Pak Yunus pun tertegun melihat uang yang menurutnya lumayan banyak itu, dia pun tidak langsung menerimanya "Sebenarnya kamu dapat dari mana uang sebanyak ini Dampar?" tanya pak Yunus
"Aku sebenarnya meminjamnya dari seorang bos, dan aku sekarang akan menemui sang bos itu, karena aku berjanji padanya akan bekerja untuknya" ucap Dampar
Pak Yunus pun tidak bisa menahan harunya, hingga matanya sdikit berkaca kaca "Terima kasih Dampar, kamu memanga pria baik, bapak berhutang banyak padamu" ucap pak Yunus
"Tidak, bapak tidak berhutang padaku, aku yang berhutang banyak pada bapak, Karena aku sudah banyak merepotkan bapak selama ini, bapak sudah terlalu baik karena bisa menerima ku di keluarga bapak, meskipun aku ini hanya orang asing, jadi ambil saja uang ini" ucap Dampar sambil memberikan uangnya ke tangan pak Yunus
"Kak Dampar jangan bicara begitu, kak Dampar adalah kakak nya Rumi, kak Dampar bukan orang Asing" ucap Rumi tiba tiba
"Iyah, kamu juga memang adik kak Dampar, ya sudah kakak pergi sekarang ya, kamu cepat sembuh" ucap Dampar, dia pun langsung berdiri dari duduknya
"Apa kak Dampar akan lama perginya?" tanya Rumi
"Tidak, Kakak tidak akan lama, tenang saja, kalau kakak sudah menyelesaikan urusannya, Kaka akan segera kembali" ucap Dampar
"Ya sudah, tapi awas saja kalau kak Dampar perginya lama, Rumi akan marah" ucap Rumi
"Iya, secepatnya kakak akan kembali" ucap Dampar sambil mengusap lembut kepala Rumi
Dan Dampar pun segera beranjak pergi dari bangsal rawat Rumi, dan segera meninggalkan Rumah sakit itu
~
Dia pun kembali menyambangi sebuah kelab di daerah perkotaan daerah kota P, dan tentu saja kelab itu tutup saat siang hari, hanya ada beberapa penjaga berbadan tegap yang ada di luar kelab
Dampar pun langsung menghampiri mereka untuk menanyakan bos Baron
"Ada perlu apa kamu masuk kemari, apa kamu ingin klabing di siang bolong begini? ha ha ha" mereka semua pun menertawakan Dampar
"Aku ingin menemui bos kalian," ucap Dampar
"Ada perlu apa kamu cari bos kami?" ucap pria itu sambil melotot pada Dampar
"Aku ada janji untuk bekerja padanya, jadi aku ingin menemuinya" ucap Dampar
"Memangnya kamu mau jadi apa di sini, pelayan??,, orang orang akan takut melihat wajah mu itu," ucap pria itu yang melihat sebelah wajah Dampar memeng memiliki bekas luka bakar
"Panggil saja bos kalian, dan dia yang akan berikan jawabanya pada kalian" ucap Dampar
"Wah wah wah, kurang ajar ni orang, brani berani nya dia nyuruh nyuruh kita, seperti nya orang ini harus kita beri sedikit pelajaran, bro, kasih dia plajaran matika" ucap pria itu menyuruh temanya maju pada Dampar
"Baiklah, aku akan mengajarinya dengan senang hati, pertanyaan adalah, 1 pukulan di tambah 1pukulan, jadi berapa menurutmu? " ucap pria penjaga yang di suruh itu sambil mengusap tinjunya
"Aku tidak ingin belajar bersama dengan kalian, jadi sebaiknya langsung panggil saja bos kalaian kemari"ucap Dampar tegas
"Wah bener bener ni orang nyolot," pria Itu pun langsung mencoba meraih kerah baju Dampar
Namun Dampar langsung menangkap tanganya lebih dulu "Jika kamu menyentuhku, aku pastikan kamu akan dapat 2 pukulan" ucap Dampar
"Aaaah, bacot kau" ucap pria itu yang langsung mengangkat tinjunya untuk segera memukul Dampar
Namun 'BRUUUKK' malah si pria yang itu tiba tiba terpental dari hadapan Dampar dan mendarat di dekat anggota yang lainya "Aarrrrggh sakit sekali" erang si pria yang terkapar itu
Seketika ke empat orang lainya pun langsung mengalihkan pandangan mereka pada temanya yang terpental itu sejenak, dan kembali melihat ke arah Dampar lagi bersamaan
"Kurang ajar, beraninya kamu memukul teman kami, ayo hajar dia" ke empat pria itu pun maju bersamaan ke hadapan Dampar
Dan tentu saja Dampar tidak tinggal diam, dia pun langsung menyambut mereka dengan serangan yang cukup cepat namun tidak mematikan, dia hanya berniat memberi mereka pelajaran saja
Dan 'Buk, buk, buk brak' Guprak, Guprak', hanya bunyi itu yang terdengar, selang beberapa menit saja mereka semua pun sudah terkapar di lantai sambil mengaduh kesakitan
"Aku sudah bicara baik baik pada kalian kan, kenapa malah menyambut ku dengan pelajaran matematika, jadi kurasa kalian memang pantas medapatkan jumlah pukulan yang banyak" ucap Dampar
"Jadi cepat lah panggil bos kalian, atau aku tambah lagi kesakitan kalian," ucap Dampar
"Bo bos tidak ada di sini, dia berada di markas" ucap salah satu pria itu,
Mereka memang tidak melihat Dampar waktu bertanding malam itu, karena tugas mereka hanya berjaga di luar pintu masuk
"Berikan aku alamatnya" ucap Dampar
"Ba baik, dia berada di Markas organisasi Redbear kota 'P' di jalan S nomor 37" ucap salah satu pria itu,
"Harusnya kalian bicara itu dari tadi" ucapnya, Dan Dampar pun segera pergi dari hadapan 5 pria kekar yang sekarang terkapar itu
~
Dengan segera diapun sudah sampai lagi ke tempat yang di beritahukan oleh para penjaga tadi
Dia pun sejenak memperhatikan gedung yang tidak begitu besar, dan bertuliskan Redbear organization, dan Dampar pun segera berhadapan dengan beberapa penjaga lagi
"Berhenti !, mau apa kamu kemari," ucap pria pria itu
"Aku mau bertemu dengan bos Baron, apa dia ada di sini?" tanya Dampar, Dia berpikir tidak jadi masalah jika dia harus melawan mereka lagi
"Apa kamu yang bernama Dampar?" ucap Salah satu orang itu,
"Iya, apa kalian mau menghalangiku juga?" tanya Dampar
"Tidak, bos Baron sudah memberitau kami kalau kamu akan datang, jadi masuk saja" ucap pria itu
"Begitu ya, baiklah" ucap Dampar, dia pun segera masuk kedalam
Dan para penjaga itu pun mulai berbisik
"Apa benar dia orang yang menghajar Edo dan kawanya?, aku tidak yakin dia bisa melakukan itu sendirian" bisik salah satu anggota itu
"Aku juga tidak, kita tes saja dia" bisik salah seorang itu
Merekapun mengikuti Dampar yang sudah melangkah masuk kedalam, dan berencana menyerangnya dari belakang
Dampar pun tentu saja sudah bisa menebak pergerakan mereka itu, dia juga merasa aneh, dia tidak menoleh kebelakang tapi sepertinya dia bisa melihat gerakan mereka dengan sangat jelas
Dan kedua orang itu pun langsung menyerang Dampar bersaman dari belakang dengan tampa bersuara
Seketika itu Dampar pun memutar tubuhnya beberapa kali yang di barengi dengan ayunan kaki yang tepat menghantam ke wajah mereka
Alhasil 'Guprak' 'Guprak', "Aaaaaah" lihrih dua pria itu yang langsung tersungkur beriringan
'plak,,,, plak,,,, plak,,, plak' tiba tiba terdengar suara tepukan tangan dari arah belakang Dampar
Dampar pun langsung menoleh untuk melihat siapa yang memberi tepuk tangan untuknya itu, dan diapun melihat kalau itu adalah bos Baron dan beberapa orang Rekanya, dan yang jadi perhatian Dampar adalah seorang pria kekar paruh baya yang mengenakan tongkat di tanganya, dia juga merasa tidak asing padanya, tapi dia tidak ingat siapa dia
"Hebat hebat, kamu memang punya kemampuan yang luar biasa, tidak salah aku memintamu bergabung denganku, ayo kemarilah, jangan ladeni mereka yang lemah itu" ucap bos Baron pada Dampar
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments
Wirda Lubis
bagus dampar
2023-04-16
0
Iendra Jack
good...
2022-04-04
3
Sofian
bagus ceritanya
2022-02-12
1