"Di balik air terjun ini, akan menembus ke sebuah mulut gua yang tersegel oleh formasi tingkat tinggi."
"Di balik mulut gua itu adalah sebuah tempat hukuman bagi para pembelot aliran, yang berhasil di tangkap lalu di buang kesana."
Fei Yang mengangguk paham, lalu dia di ajak menuju ketempat keempat.
Tempat keempat di batasi oleh sebuah tebing yang menjulang tinggi ke angkasa, hingga menembus awan.
"Fei Yang gua itu adalah gua larangan, di dalam gua terdapat banyak ukiran ilmu silat berbagai aliran yang langka dari jaman ke jaman."
"Itu merupakan hasil pengamatan dan analisa ketua Xu San dari generasi ke generasi terhadap berbagai ilmu silat yang sempat menggemparkan dunia persilatan di jaman itu."
"Kemudian di tuangkan di sepanjang dinding di dalam gua."
"Gua itu ujungnya tembus ke mana guru..?"
tanya Fei Yang tiba-tiba dan pertanyaan nya sangat di luar dugaan Yi Han.
Tapi Yi Han tetap menjawabnya.
"Ujungnya adalah sebuah gua, yang menggantung di ketinggian lereng gunung Xu."
"Apakah tidak ada jalan untuk turun, atau menembus kejalan lainnya..?"
tanya Fei Yang kembali..
"Jalan satu satunya adalah melompat ke bawah, mengikuti aliran air yang mengalir di dalam gua menuju kebawah."
"Di bawah sana ada sebuah kolam dan aliran sungai yang mengalir memanjang hingga menembus ke sungai Gangga.."
"Sungai Gangga di mana itu guru, sepertinya aku belum pernah mendengarnya..?"
"Itu adalah sebuah wilayah yang jauh di barat sana, yang menjadi negeri asal kakak seperguruan ketiga mu Se Cie (Kakak seperguruan) Malini.
Fei Yang mengangguk mengerti, lalu Yi Han membawa Fei Yang kembali ke kediaman nya.
Yi Han hanya mengajarkan satu macam tehnik, yaitu tehnik pengendalian tenaga alam semesta Im Yang. (Qian Kun Im Yang Sen Kung).
Mulai hari itu, Yi Han hanya berlatih satu tehnik itu saja berulang ulang setiap hari.
Selain berlatih, tugasnya adalah melakukan semua pekerjaan kasar menyapu mengepel, membersihkan debu-debu yang menempel di semua perabot, yang ada di kediaman gurunya.
Juga mengisi air, mengumpulkan kayu bakar memasak, menyiram tanaman dan berkebun, semua itu adalah pekerjaan sampingan Fei Yang.
Meski awalnya perlu penyesuaian, tapi setelah bekerja selama 2 Minggu, Fei Yang mulai bisa menyesuaikan diri.
Hal ini sudah termasuk cepat, bagi seorang pangeran mahkota seperti Fei Yang yang sejak kecil belum pernah sekalipun menyentuh pekerjaan seperti itu.
Fei Yang sangat terbantu, karena selain struktur tulang nya yang langka, juga karena selama 3 tahun terakhir, terus dipaksa bertanding dengan Huo Lung dan Bing Feng secara bergantian.
Sehingga otot-otot di tubuhnya terbentuk dan terbiasa bekerja keras dengan tenaga luar.
Selama tiga bulan Fei Yang bekerja dan berlatih, dengan sangat rajin tanpa mengeluh.
Dia cukup menikmati kehidupan bersama Guru Yi Han, yang sederhana tapi sangat tenang.
Di sini tidak ada intrik konspirasi, serta berbagai peraturan yang mengikat, sehingga kehidupan Fei Yang terasa jauh lebih bahagia dan tenang.
Yi Han hanya menemani Fei Yang berlatih selama seminggu, sesudahnya dia langsung masuk ke area makam leluhur, melakukan latihan tertutup disana..
Area ini tidaklah seseram namanya, di balik formasi batu Gunung yang berderet deret, terdapat sebuah jalan rahasia, di balik tebing batu yang bisa terbuka dan tertutup sendiri bila tombol rahasia di putar sesuai aturan.
Jalan rahasia ini akan membawa pengunjungnya, menuju beberapa makam, yaitu makam Fu Su, Fu Si, Fu San, Fu Sen, Pai Mei Lau Jen, dan Pai Hu Lau Jen, (LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM).
Makam makam ini berjejer di dekat sebuah Taman bunga yang indah.
Di ujung taman bunga terdapat 3 buah gua kosong.
Di gua yang paling kanan, gua ketiga di sanalah Yi Han duduk bersila, memulihkan tenaganya pasca di gunakan untuk menolong Fei Yang kemarin..
Gua yang di gunakan ini adalah gua tempat kediaman ayah angkat, sekaligus gurunya dewa Fu San (ada di cerita LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM).
Sedangkan Fei Yang setiap habis menyelesaikan semua tugas dan pekerjaannya, dia akan memilih berlatih Qian Kun Im Yang Sen Kung, di depan hutan bambu yang rindang.
Bila bosan dia akan mengisi waktunya, dengan berbaring di bawah pohon bambu sambil menggunakan daun bambu meniup lagu lagu kesukaannya.
Hari hari berlalu dengan cepat, tanpa terasa 3 bulan pun berlalu, selama 3 bulan ini, Fei Yang mengalami perkembangan cukup pesat.
Selain tubuhnya yang semakin besar berotot dan gagah, tehnik pengendalian tenaga dalamnya juga berkembang pesat.
Sedikit demi sedikit, dia mulai bisa membangkitkan dan mengontrol tenaga api dan es, yang dia latih selama 3 tahun dulu.
Meski baru 20% kekuatannya, ini sudah cukup baik, ketimbang tidak pikir Fei Yang, yang terus berlatih dengan rajin.
Tepat 3 bulan Yi Han pun keluar dari latihan tertutup nya, dia berencana ingin membawa Fei Yang mengunjungi puncak gunung naga biru, di mana murid pertama nya, Li Mu Bai yang di percaya kan olehnya untuk mengurus di sana.
Dengan menunggangi Pedang terbang, Yi Han membawa Fei Yang mengunjungi kediaman Li Mu Bai.
Mereka berdua mendarat ringan di hadapan ratusan murid Xu San, yang terlihat sedang berlatih ilmu pedang.
Li Mu Bai yang melihat kedatangan gurunya, segera melayang maju berlutut di hadapan Yi Han Tao Se.
"Salam. sejahtera guru, semoga selalu sehat dan panjang umur.."
ucap Li Mu Bai berlutut di hadapan Yi Han sambil memberi hormat,.di ikuti oleh 3 murid andalannya.
"Bangunlah Mu Bai kedatangan ku hanya ingin mengantar dan memperkenalkan, adik seperguruan mu Li Fei Yang, yang menjadi murid penutup guru mu.."
""Biarkan dia tinggal dan berlatih selama 3 bulan bersama kalian, setelah 3 bulan tolong kamu antarkan dia ke gunung Bai Hu."
"Begitu seterusnya secara estafet hingga ke gunung Xuan Wu, setelah latihannya selesai biar Li Sian Sian yang mengantarkannya kembali ke puncak Xu San."
ucap Yi Han berpesan.
"Siap guru murid akan melaksanakannya sebaik mungkin, murid tidak akan mengecewakan harapan guru.."
ucap Li Mu Bai penuh hormat.
Fei Yang menjatuhkan diri berlutut di depan Li Mu Bai dan berkata,
"Fei Yang memberi hormat pada Ta Se Siong (kakak seperguruan tertua)"
Li Mu Bai tersenyum lembut, menyentuh bahu Fei Yang dan berkata,
"Bangunlah Siau Se Ti (Adik seperguruan terkecil) tidak perlu banyak peradatan di antara orang sendiri."
Li Mu Bai melirik kearah tiga murid andalannya memberi kode kepada mereka bertiga.
"Salam hormat paman guru.."
ucap ketiga murid andalan Li Mu Bai sambil membungkukkan badannya kebawah, menjura kearah Fei Yang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 729 Episodes
Comments
zener06
Li mu bai dan Li feng yang apakah ada hubungan keluarga..???
2024-05-27
0
zener06
panjang amat
2024-05-27
0
MATADEWA
Etika berstruktural....
2023-07-06
1