Kini terhadap Bing Feng, Fei Yang tidak lagi berani bertindak apa apa, dia hanya duduk diam di sisinya, menunggu kakek tua itu sadar.
Fei Yang bingung apa yang harus di lakukan, karena kondisinya kini agak tidak normal.
Terkadang tenaganya muncul sangat dahsyat, terkadang hilang sama sekali, bahkan termasuk yang dia latih selama 3 tahun ini.
Ikut menjadi kacau hilang timbul, tadi disaat dia ingin menyalurkan sedikit ke Huo Lung, hasilnya malah memusnahkan kakek tersebut.
Kini dia hanya bisa menunggu Bing Feng sadar, mencari jawaban darinya.
Bagaimana dia bisa mengendalikan dua kekuatan aneh di dalam dirinya.
Di saat Fei Yang sedang termenung, tiba-tiba penyakitnya kambuh, dia merasa tubuhnya ada kekuatan panas luar biasa, yang seolah-olah ingin meledakkan tubuhnya.
Tubuh Fei Yang sampai bergulingan diatas tanah sambil mengeluarkan jeritan yang menggetarkan seluruh tempat tersebut.
Tubuh Fei Yang di kelilingi oleh api yang berkobar kobar, semakin lama semakin besar tak terkecuali.
Wilayah di sekitarnya mulai hangus terbakar, Bing Feng yang malang belum sadarkan diri dalam kondisi lemah.
Tidak berhasil menyelamatkan diri, akibat efek tanpa sengaja ini, tubuh Bing Feng musnah menjadi abu, terkena jilatan Api yang sangat kuat.
Tubuh Fei Yang perlahan-lahan melayang keatas, api yang menyelimutinya, membentuk sebuah bola matahari raksasa yang menyelimuti tubuh Fei Yang, yang berada di tengah-tengah sebagai pusat inti kekuatan tersebut.
Fei Yang dari tengah tengah inti matahari, berulang kali mengeluarkan jeritan memilukan.
Fei Yang sudah mencoba menekannya dengan tenaga dalam inti es, untuk meredam , kekuatan Inti api yang bergejolak hebat di dalam tubuhnya.
Tapi kali ini, cara itu tidak mempan, malah menyulut tenaga inti Api bergolak hebat, untuk melawan tekanan dari Fei Yang.
Seluruh Area di sana yang tadinya sebagian beku sebagian gosong, kini telah berubah menjadi gosong semua.
Fei Yang tidak berdaya mencegahnya, karena untuk mengurus tubuhnya sendiri, dia tidak mampu, apalagi mau urus yang di luar sana .
Gejolak kekuatan panas di dalam tubuhnya semakin lama semakin kuat, dan terus bertambah kuat.
Saat Fei Yang sudah pasrah, menyadari tubuhnya sudah sampai titik ambang batas, di mana sesaat lagi pasti akan meledak.
Tiba-tiba muncul hawa sejuk yang meredam kekuatan panas yang bergejolak hebat.
Hawa sejuk itu sangat kuat, perlahan tapi pasti dia terus menekan kekuatan panas di dalam tubuh Fei Yang.
"Akh,.. kelihatannya aku belum di ijinkan mati.."
gumam Fei Yang di dalam hati.
Karena dia kini mulai bisa bernafas lega, hawa sejuk itu membuatnya merasa sangat nyaman.
Perlahan-lahan hawa panas mulai hilang, terus di tekan oleh hawa sejuk, tapi hawa sejuk yang tadinya nyaman, kini mulai membuat Fei Yang mengigil kedinginan.
Semakin lama semakin dingin, bibir Fei Yang mulai membiru dan bergemetaran.
Wah ini gawat pikir Fei Yang dalam hati.
Kelihatannya saat ini tenaga es yang mulai bergejolak menggantikan hawa panas tadi.
Tanah yang tadinya tandus kehitaman, perlahan lahan mulai di selimuti es tipis, yang semakin lama semakin luas.
Tubuh Fei Yang masih tetap mengambang di udara, kini tubuhnya membentuk sebuah bulan raksasa'.
Suasana di sekitar tiba-tiba semakin lama semakin gelap, karena Cahaya matahari meredup, tertutup oleh cahaya bulan, hawa yang super dingin terpancar dari tubuh Fei Yang.
"Akh mati aku, kalau begini terus, "
pikir Fei Yang dalam hati.
Rambut Fei Yang kini telah mengeras di selimuti es tipis.
Wajah Fei Yang yang tadinya merah kini mulai membiru.
Fei Yang berusaha sekuat tenaga, membangkitkan tenaga inti Api untuk melakukan perlawanan.
Tapi usahanya sia sia, hawa dingin itu terlalu kuat untuk di lawan.
Karena tidak sanggup lagi bertahan, Fei Yang pun pasrah menunggu tubuhnya meledak.
Didalam pikiran Fei Yang.
"Sudahlah cepat aja mati cepat bereinkarnasi, daripada tersiksa begini."
"Apa sih dosa ku, ? hingga bisa sesial ini ? bertemu dengan dua monster aneh, yang mewariskan Kekuatan aneh dalam tubuhku."
Fei Yang seluruh tubuhnya sudah kaku, dia berubah menjadi potongan es, kesadarannya pun mulai hilang, pandangannya kabur, pendengarannya pun mulai hilang.
Hawa dingin di dalam tubuh Fei Yang terus meningkat dan terus meningkat.
Tepat saat Fei Yang tidak kuat lagi dan hampir kehilangan kesadarannya, tenaga kekuatan panas kini kembali bangkit melakukan perlawanan.
Kedua kekuatan itu bergejolak hebat dalam tubuh Fei Yang, saling dorong dan saling tekan.
kedua tenaga itu bergerak bebas tak terkendali di dalam tubuh Fei Yang.
Fei Yang kini tidak mengambang lagi di udara, baik cahaya matahari ataupun bulan sama sama sama sudah sirna.
Fei Yang terjatuh meringkuk di atas tanah, dengan tubuh sebentar merah, sebentar biru.
Hal itu terus berlangsung, nafas Fei Yang tinggal satu satu seperti hampir putus.
Tubuhnya sebentar mengigil saat berubah menjadi biru, sebentar kemudian berkeringat saat tubuhnya berubah menjadi kemerahan.
Dari arah yang masih sangat jauh dari tempat Fei Yang berada, muncul sebuah titik putih, yang bergerak dengan sangat cepat.
Semakin lama semakin besar dan semakin membesar dan membesar, akhirnya terlihat lah dengan jelas, titik putih itu ternyata adalah seorang pendeta Tao.
Pendeta Tao tersebut mengenakan baju putih dengan lingkaran Pat Kwa besar di tengah dadanya. dan di bagian belakang punggungnya.
di kedua lengan bajunya juga di hiasi lingkaran Pat Kwa dengan lingkaran yang lebih kecil.
Pendeta Tao tersebut menggendong sebatang pedang panjang di punggungnya.
Wajahnya ramah dan selalu terhias senyum lembut dan ramah. diatas bibir dan dagunya di hiasi dengan kumis dan janggut hitam pendek yang terawat dengan rapi.
Bila di lihat dari wajahnya Pendeta Tao ini, terlihat masih berusia sekitar 45 tahun, tapi usia sebenarnya Pendeta Tao ini sebenarnya sudah berusia 600 tahun lebih.
Masa keemasan Pendeta Tao ini adalah masa masa awal era dinasti Jin dimana Sima Yan berkuasa.
Dialah Yi Han Tao Se, yang pernah di katakan oleh Wu Ming Lau Jen sebagai kenalannya, yang memimpin Perguruan Xu San.
Hari ini Yi Han Tao Se kebetulan lewat daerah ini, sehabis pulang dari daerah Utara, melakukan darma baktinya, menolong yang lemah dan orang orang yang memerlukan uluran tangannya.
Seperti pesan ayah angkatnya Dewa Fu San (IKUTI KISAHNYA DI LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM ) yang telah berangkat duluan ke alam dewa 500 tahun yang lalu.
Ketika mendekati area ini, Yi Han Tao Se sangat terkejut, dia buru-buru mendekati area ini melakukan pemeriksaan.
Kini melihat tubuh Fei Yang yang meringkuk dalam kondisi mengenaskan.
Dia buru-buru duduk bersila di samping Fei Yang, lalu membangunkan Fei Yang, untuk ikut duduk bersila memunggungi nya.
Yi Han Tao Se lalu menempelkan sepasang telapak tangannya di punggung Fei Yang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 729 Episodes
Comments
MATADEWA
Amithaba....
2023-07-06
1
Dawa Sunata
lanjuut wae
👍👍👍👍😪
2023-05-09
0
Muslimin
mantap
2023-02-09
0