Fei Yang terpaksa bergulingan menghindari serangan semburan Api yang terarah ke dirinya.
Tapi Harimau itu tidak berhenti sampai di sana saja, dia terus menyemburkan Api panasnya kearah tubuh Fei Yang , yang sedang bergulingan menghindari semburan Api.
Semburan Api itu terus mengejar Fei Yang, kemanapun Fei Yang menghindar.
Fei Yang sambil bergulingan, dia memperhatikan sekitarnya.
Akhirnya dia menemukan sebuah batu besar di dekat sana, Fei Yang pun bergulingan menghindar mendekat kearah batu tersebut.
Setelah jarak cukup dekat, dengan sebuah lentingan badan sambil mengindari semburan api.
Fei Yang berhasil mendarat, lalu berlindung di balik batu besar tersebut.
Rambut Fei Yang ada yang tersambar Api, sisa Api masih menyala di rambut Fei Yang, Fei Yang buru buru menepuk nepuk rambutnya, memadamkan api tersebut.
Baru saja Fei Yang ingin sedikit bernafas lega, tiba-tiba Fei Yang merasa di sekitarnya terasa sangat panas.
Saat Dia mencoba mendongakkan kepalanya keatas, untuk melihat apa yang terjadi.
Fei Yang di kejutkan oleh Harimau Api yang kini, berdiri diatas batu, sedang memamerkan taringnya sambil mengeluarkan suara gerengan yang menggetarkan tempat tersebut.
Tanpa sempat berpikir lagi, Fei Yang langsung melompat sejauh mungkin, lalu menggulingkan tubuhnya.
Setelah itu dia melompat berdiri, tanpa menoleh kebelakang lagi, Fei Yang langsung berlari sekuat tenaga secara jig jag.
Untuk menghindari terkaman
Harimau Api yang mengejarnya dari arah belakang.
Kini di pikiran Fei Yang cuma satu, berlari secepat mungkin, untuk menghindari kejaran dan terkaman Harimau, yang tidak mungkin bisa dia lawan.
Harimau Api mempercepat gerakannya, dengan lincah dia mengejar sambil menjangkau punggung Fei Yang dengan sepasang cakar depannya.
Fei Yang beberapa kali harus menahan nyeri di punggungnya, sambil terus berlari, karena harimau itu beberapa kali berhasil menyarangkan cakarnya yang tajam seperti pisau baja menggores punggung Fei Yang.
Baju Bagian belakang Fei Yang sudah robek tidak karuan, bercampur dengan darahnya Akibat bekas cakaran Harimau yang terus mengejarnya.
Harimau itu tidak terlihat ada tanda-tanda ingin melepaskan mangsanya, sebenarnya Harimau itu bisa saja, langsung menerkam dan menghabisi Fei Yang.
Anak 8 tahun yang langkahnya tidak terlalu besar, secepat apapun dia berlari, dia tetaplah bukan tandingan kucing raksasa itu, bila mereka beradu lari.
Kaki dua akan sulit mengalahkan kecepatan kaki empat.
Satu hal yang membuat Fei Yang mampu terus bertahan, adalah sifat alami dari mahluk kucing.
Yaitu dia senang mempermainkan mangsanya, sebelum dia bunuh, dia sangat menikmati perjuangan mahluk yang jauh lebih lemah darinya itu dalam mempertahankan hidupnya.
Hingga dia merasa bosan dan sudah cukup puas, dengan sekali terkam dan gigitan di tengkuk ataupun leher, dia akan dengan mudah mengakhiri perlawanan mangsanya.
Di saat mereka sedang berkejaran itulah tiba-tiba bumi berguncang dengan keras seperti ada gempa dahsyat yang sangat kuat.
Tanah sampai berderak derak, pohon pohon besar pada bertumbangan, menimbulkan suara hiruk pikuk.
Bukan Fei Yang saja yang terguling, bahkan Si Harimau raksasa itu juga tidak dapat mempertahankan keseimbangan tubuhnya.
Saat Harimau raksasa itu ikut terguling, sebuah pohon besar jatuh tumbang menimpa Harimau Raksasa tersebut.
Tapi dengan sepasang cakarnya yang kuat, Harimau tersebut, berhasil mencakar pohon yang sedang tumbang itu, merobeknya sehingga terbelah dua.
Harimau itu dengan lincah melompat berdiri diposisi semula.
Tapi instingnya membisikkan padanya, agar cepat mundur menjauh jangan terus mengejar Fei Yang kedepan.
Fei Yang yang setelah merasa gempa sudah berhenti, tanpa menoleh kebelakang, dia langsung bangun berdiri, kemudian melanjutkan larinya.
Harimau Api itu ragu sejenak, tapi melihat mangsa sudah di depan mata, kabur begitu saja, dia merasa sangat tidak rela.
Sehingga dia kembali memberanikan diri melanjutkan pengejarannya.
Tapi baru beberapa puluh meter berlari, di mana dia sudah hampir berhasil menerkam Fei Yang dari belakang.
Kembali terdengar ledakan keras dari arah depan mereka, gempa susulan yang lebih dahsyat kembali terjadi.
Kali ini gempa di Sertai tanah yang merekah, pohon pohon besar, hingga pohon berukuran Raksasa yang umurnya mungkin mencapai ratusan tahun ikut tumbang.
Padahal akarnya sudah sangat dalam menyatu kedalam tanah, tapi tetap saja tercabut dari tanah, pohon raksasa itu tumbang menimbulkan suara hiruk pikuk di dalam hutan tersebut.
Tanah yang merekah di mana mana, semakin lama semakin lebar membentuk jurang jurang kecil.
Harimau Api yang kurang beruntung itu tertimpa sebatang pohon raksasa yang tumbang, dia terlihat mengalami luka cukup parah tidak bisa bergerak.
Cahaya Api yang menyelimuti dirinya perlahan lahan semakin lama semakin redup.
Nafasnya tinggal satu satu.
Dia terus mengeluarkan rintihan kesakitan dan terlihat tak berdaya,
Tatapan matanya yang tadinya garang dan sangar, kini terlihat redup dan tak berdaya.
Fei Yang yang bertubuh kecil, justru selamat, hanya mengalami bekas luka lecet-lecet di sekujur tubuhnya saja.
Tapi dia selamat dan dalam keadaan baik-baik saja, setelah gempa berhenti, hutan tersebut kembali tenang.
Fei Yang perlahan lahan bangun berdiri dan menoleh kearah belakang.
Fei Yang sangat terkejut saat melihat kondisi si Harimau Api, yang kini terhimpit pohon raksasa dan terlihat tak berdaya.
Fei Yang saat melihat tatapan mata Harimau itu, tiba-tiba hatinya merasa iba dan kasihan dengan mahluk tersebut.
Fei Yang berjalan dengan hati-hati mendekati Harimau tersebut, lalu dia berlutut di hadapan Harimau tersebut dan berkata,
"Aku bisa menolong mu, tapi berjanjilah kamu tidak akan menyerang ku, bila sudah ku tolong."
Harimau Api itu menatap Fei Yang sejenak seolah olah mengerti, dia mengangguk kecil.
Fei Yang mengulurkan tangannya mengelus kepala Harimau Api itu, yang kini apinya, jauh meredup. Sehingga tubuhnya tidak sepanas tadi saat mengejar-ngejar Fei Yang.
"Bertahanlah sebentar,.. Siau Huo ( Api kecil ), aku akan mencari akal mengeluarkan mu dari sana.
Fei Yang mulai mencari gelondongan kayu besar di kumpulkan di dekat si Harimau Api tersebut.
Lalu Fei Yang mulai menggali lubang di sekitar harimau tersebut, hingga akhirnya terbentuk sebuah lubang besar di bawah pohon tumbang Tersebut.
Setelah lubang terbentuk, harimau tersebut pun akhirnya terlepas dari himpitan pohon raksasa tersebut, sehingga dia kini bisa berlindung di dalam lubang buatan Fei Yang tanpa terjepit lagi.
Harimau Api itu mengeluarkan suara raungan gembira, karena berhasil terlepas dari himpitan pohon tersebut.
"Sabar ya, Siau Huo ( Api kecil )aku akan mencoba memindahkan pohon itu, agar kamu bisa keluar.."
ucap Fei Yang.
Harimau Api mengangguk kecil, dia seperti mengerti kata kata Fei Yang.
Harimau Api tersebut kini berbaring meringkuk dalam lubang, mencoba memulihkan diri dari kondisi luka di tubuhnya.
Fei Yang mulai memasukkan gelondongan kayu kedalam lubang satu persatu, setelah cukup banyak dan kuat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 729 Episodes
Comments
MATADEWA
Lanjutkan....
2023-07-06
2
Dawa Sunata
lanjuuut
2023-05-09
1
jon ttg
cara penyelamatan yg unik
2023-03-26
1